Kamis, 18 Februari 2010

Esensi dan Makna


Semakin memperhatikan iklan. Maka, makin banyak wanita di sana. Bahkan. Hampir tak ada iklan… tanpa keindahan senyum sang wanita. Hampir tak ada iklan… tanpa cantik wajah wanita. Tak ada iklan… tanpa tubuh wanita. Tereksploitasi ? Atau mengeksploitasi diri ? Entahlah… Gerimis… miris… Kaumku terjebak ? Atau sengaja terlena di dalam jebakan ? Sekali lagi… entahlah.

Yang kembali menjadi perhatian pada setiap iklan. Terutama… iklan kosmetik. Adalah gencarnya mengkampanyekan kecantikan lahir. Bagaimana kulit yang putih… adalah lebih disukai oleh pria. Menyajikan cara-cara cepat menjadi putih. Seakan-akan kulit putih adalah segala-galanya bagi wanita. Tak kan dipandang seorang wanita, tanpa putih kulitnya. Itulah yang digambarkan oleh iklan pemutih kulit. Bahkan, sebuah jingle memiliki syair yang cukup provokatif buat wanita yang sangat peduli dengan hal lahir. “Wajahmu, mengalihkan duniaku.” What a words !! Hanya sekedar wajah putih. Akan membuat seorang pria teralihkan pandangannya dari dunia ? Hmm… semoga tidak mengalihkannya juga dari akhiratnya. Na’udzubillaah.

Diiklan lain, getol membicarakan keindahan rambut. Mahkota bagi wanita. Yang seharusnya terjaga. Terjaga dari segala bentuk kuman dunia. Termasuk pandangan pria-pria berpikiran hina. Seperti halnya pemutih kulit, iklan ini pula, menyampaikan hal yang benar-benar menarik. Jika tak berambut indah, lurus, halus, hitam maka bersiaplah untuk tak menjadi pilihan seorang pria. Hohoho… Bayangkan, pada sebuah iklan… seorang pria yang tersentuh oleh rambut wanita, bisa hampir pingsan. Terlena… Lebay… hehe. Sebuah nilai yang dibangun demi sebuah kepentingan bernama… keuntungan.


Namun, bukan itu saja. Nilai ini, bergeser dari tiga hal lain yang juga penting. Keluarga... Harta… Agama… Yang penting sekarang adalah… Jika ingin dipilih… maka wanita itu mesti berwajah cantik. Ia harus berkulit putih. Dan ia wajib berambut hitam mengkilap. Hmm… Jika sebuah nilai mengenai wanita, sudah bergeser setimpang ini. Dimana tak ada lagi wanita yang dipandang kecerdasannya. Tak usah dipedulikan kekuatan spiritual keagamaannya. Dan tak perlu lagi diteliti keluarganya. Mungkin, pria tak perlu memilih seorang wanita… tapi… pilihlah boneka Barbie. Rambut memang tak hitam. Namun, rambut Barbie indah lho. Kulit Barbie… dijamin putih… tih… tih… hehe. Ada lagi. Tak perlu mencari siapa keluarga Barbie. :)

Ups… bukan itu inti dari tulisan ini. Bukan berpesan kepada pria manapun. Namun, membagi pikirku dengan setiap wanita manapun. Yang dengan cintaku ingin kupeluk dengan segenap rindu. Dan kusampaikan padanya kata-kata ini…

“Bahwa kaulah keindahan. Yang diletakkan Allaah pada pelataran bumi. Kau diciptakan demi sebuah ketenangan jiwa bagi seorang pria. Bukan dengan kulit nan lembut. Bukan dengan putihnya ia. Bukan dengan sehelai rambut nan mempesona. Kau adalah mutiara kedamaian. Yang seharusnya tersimpan rapi dicangkang kerang kesederhaan. Kau tertutup dari pandangan kehinaan. Kau terhindar dari duri-duri cela. Kau adalah bunga kecemerlangan. Yang wangi karena karyamu. Yang menarik karena mahkota lakumu. Yang makin indah karena setiap kebaikan yang kau tampakkan di benang sarimu. Kau tercipta bukan untuk ditatap mata... hingga yang ada padamu... hanya BENTUK dan WARNA… Kau mestinya terukur oleh hati... agar yang eksis pada diri... adalah ESENSI... sisi MAKNAWI.”



Oke Cantiiiiik... ^_^

6 komentar:

Pejuang Kata mengatakan...

sedikit orang yang mampu menggali 'esensi dan makna' dari insan yang tercipta buatan Maha Pencipta. Grand Desain Iblis untuk membangun paradigma "memandang indah kehidupan dunia" dengan pandangan materialis yang merusak pikir, sikap dan tindak manusia.. Inilah pertempuran wahyu lawan ro'yu .. Iklan adalah salah satu sarana membangun pandangan itu.. moga yang sedikit ini mencerahkan kita semua.

Menjadi Insan sejati sang pengabdi yang hanya berharap ridho Ilahi..

btw .. hatur tararengkyu atas link nyah ;) n mohon ijin tuk link balik

Salam

Afiani Intan mengatakan...

Pejuang> Berusaha mengukir sedikit bujukan. Tak semenarik iklan memang. Semoga sedikit merubah apa yang mereka sebut paradigma...

Sama-sama... maaf ga pakai izin pasang link.. :)

Mamah Aline mengatakan...

itu jadi renungan saya, apakah kecantikan luar lebih membuat daya tarik dibanding inner beauty, sampai orang banyak yang menjadi korban iklan-iklan itu...? walahualam...

Afiani Intan mengatakan...

Mamah Aline> Renungan buat saya juga nih bu. Kadang jadi wanita, perlu sedikit perhatian terhadap penampilan memang. Hanya saja, semoga tak jadi fokus utama kehidupan... Karena, masih terlalu banyak kewajiban, sedangkan waktu sangat sedikit...

Apalagi jadi ibu ya.. profesi tersibuk di dunia... thats what I think... ^_^

betharia mengatakan...

mba, boleh copas beberapa kata yang ada?
betha sukaa...

Afiani Gobel mengatakan...

Betha> Boleeeeh... :)
Makasih dah mampir Betha...

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Fiani Gee. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase