Minggu, 28 Februari 2010

Ayat Untuk Pemenang


هل أتى على الإنسان حين من الدهر لم يكن شيئا مذكورا. إنا خلقنا الإنسان من نطفة أمشاج نبتليه فجعلناه سميعا بصيرا.
1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (QS 76:1)
2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1535] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat. (QS 76:2)



Hidup… satu hal, yang terlalu banyak nikmat di dalamnya. Jika kita masih menjelajahkan hati dengan penuh kesyukuran. Bukannya berkalang keluh dan resah tiada akhir. Bahwa hidup yang kita jalani saat ini. Adalah hasil kemenangan kita saat menuju ke alam rahim. Kemenangan yang memang telah di tetapkan Allaah bagi setiap diri, yang akhirnya berhasil menang kembali, untuk mencicipi alam dunia. Alam kenyataan. Yang dengan senang atau tidak. Maka telah, Allaah siapkan sebuah universitas kehidupan. Bagi siapapun, yang punya cita-cita ingin keluar dari alam dunia. Dan kembali… dalam keadaan… menang…

Seperti hal-nya menjadi seorang guru TK. Siapapun yang dengan sengaja melamar atau ditawarkan oleh teman. Yang akhirnya dia menerima pekerjaan menjadi guru TK. Dengan otomatis, dia mengerti bahkan mungkin telah diberi gambaran, bahwa menjadi guru TK, bukanlah hal yang akan selalu terasa menyenangkan. Demikian pula tempat kita ditakdirkan hidup oleh Allaah sebagai manusia, yang senantiasa kita sebut sebagai ‘dunia’ ini.

Diri ini… dirimu… diri kita semua… adalah kefanaan yang Allaah ciptakan. Namun, bukan berarti Pencipta Kefanaan adalah Dzat Yang lemah. Justru Allaah ingin menunjukkan kuasa-Nya. Dengan menciptakan kelemahan kita ini.

Pernah diri ini teman… terbelenggu pikir yang tak seharusnya. Merana... dan merasa menjadi seseorang yang paling tak berharga. Atas keterbatasan segala dalam keluarga. Merasa selalu kurang pada sisi diriku. Entahlah… kadang terbersit… Tak sayangkah Allaah padaku… (saat itu). Astaghfirullaah… Begitulah aku… dahulu. Ku tak rasa… akan ada cinta untukku… ku tak rasa… ada bahagia untukku… Tak kan sukses aku… Jauh berhasil, dariku… Terbayangkah… rasaku… waktu itu.

Than I found YOU… Allaah…

Ya… Dia, Allaah… aku menemukan-Nya… pada sebuah masa tanpa nama. Satu terang tanpa bosan. Di mana pelangi tak hanya tujuh warna. Karena bersama-Nya… ada cinta yang sungguh tak sederhana. Dari lingkaran-lingkaran persaudaraan… taman-taman ilmu… majelis-majelis kaji… Kutemukan satu demi satu puzzle kesadaran akan penciptaan diriku. Maka arena hidupku… menjadi jembatan penyambung rasa… pada satu muara cinta… Allaah…

Semakin aku yakin teman, bahwa kehidupan ini… punya tujuan. Tak dipijakkan Allaah, kaki-kaki kita ini di bumi, tanpa maksud. Ada misi tertentu yang mesti terlaksana. Sebelum semua berakhir dengan dengan ditutupnya waktu kita. Tak ingin… tentu tak ingin… setiap detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, dan tahun kita… terlewat… dan tanpa makna. Bukankah kita… wajib untuk bermakna…?

Telah ada banyak kesempatan… yang memang coba kita gapai. Namun, belum juga kita sampai. Beberapa berhasil yang terlepas dari rencana dan cita. Sekian banyak mimpi yang masih menjadi dialog hati dan Sang Pembolak-baliknya. Namun, banyak orang berkata… kita belum sukses. Kita belum berhasil. Kita belum kaya. Kita belum memiliki pasangan. Kita belum ini… kita belum itu. Mungkin… ‘belum’ itu… masih dibelenggu oleh satu hal… kesiapan diri… Tak semua kita akan siap menjadi kaya. Tak semua kita, akan siap menjadi berhasil. Tak semua kita, akan siap memiliki keluarga. Hanya ingin memantik hati… Mari… menyiapkan… untuk sebuah kemuliaan.

Manusia yang terlahir ke bumi. Bukanlah sebuah produk gagal… Karena ia pernah menang… di alam sebelum menempati rahim ibunda. Maka, manusia yang telah melewati masa-masa itu (kemenangan sebelum alam rahim)… adalah orang-orang yang sudah seharusnya berhasil. Selama dia mengetahui… menyadari… memahami… dan termotivasi… oleh kemenangan yang pernah ia raih… kemenangan menjadi manusia. Subhaanallaah… Maka BeKERJAlah.. dan rizki akan datang. BerUSAHAlah.. niscaya berhasil.. BerSUNGGUH-SUNGGUHlah.. Tentu akan sukses. BerDO'Alah.. dan akan dimudahkan.. BerTAWAKAL-lah.. Itulah KEMENANGAN rasa... serta... KELUASAN jiwa... ~ Berlelah-lelah-lah teman... dan akan... TERBAYAR... dengan yg pantas... (Salam PERJUANGAN, untuk semua calon PEMENANG)

*Senyum*

6 komentar:

ayat blog spiritual mengatakan...

biar yg baca gk bingung ni linknya:

http://www.facebook.com/notes/tetes-embun/iwc-ayat-untuk-pemenang-afiani-intan-gobel/364486560280

ayat blog spiritual mengatakan...

hehe link-nya diatas not alive ya

yg ini aza tinggal dingklik :)

Ayat Pemenang

Ibnu Abdul Rochman mengatakan...

Subhanallah... Kadang tak sadar atau lupa bahwa bagaimanapun juga kita telah menjadi pemenang hebat yang telah berhasil mengalah pesaing kita di alam sebelum ini.

Syukron bu guru telah mengingatkan.

Jazakillahi khoiir...

Afiani Gobel mengatakan...

Budi> Ternyata... bisa salah juga ya link anchor seorang pemenang konter SEO... :)

Akh Debyan> Semoga kita.. terus diingatkan oleh Allaah... Amiin

budi mengatakan...

itu bukan salah kode bu guru
kadang jg boleh mematikan link-nya kok ato lg buru2 dan males nulis kode link

klw yg live link itu biar lbh mudah aza nge-kliknya bg mereka yg malas copy link

Afiani Gobel mengatakan...

Budi> Ooo.. begitu... ok deh...

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Fiani Gee. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase