Sabtu, 06 Februari 2010

Ayah... Aku Tak Suka Ekonomi

Salam para dewasa… apa kabar USIA DINI kita… semoga masih senang dan ceria… pada sebuah kebahagiaan bermain… sambil belajar… menjelajah makna semesta. Amiin

Satu kisah lagi… dari sebuah bangku belajarku…

Seorang Profesor besar.. telah berusia 70an tahun. Ia memiliki seorang anak laki-laki. Ia punya cita-cita, akan membuat anaknya sukses. Maka, profesor itu memilih sekolah-sekolah terbaik untuk anaknya. SD favorit… SMP unggulan… SMA nomor satu… bahkan hingga pendidikan S2-nya, profesor memilihkannya. Anak laki-lakinya itu, di pintanya untuk menyelesaikan pendidikan di bidang ekonomi. Harapan besar, dari seorang ayah. Yang mengatasnamakan cinta. Dan atas nama cinta pula, sang anak terus menuruti kemauan sang ayah yang sangat di sayanginya. Meski tersembunyi, sebuah keinginan lain di kedalaman hatinya. Namun, rasa sayangnya pada sang ayah, mengalahkan segala cita-cita besarnya.

Sang anak menyelesaikan S2-nya. Ia bekerja, di sebuah bank. Kemudian menikah. Memiliki rumah dan kendaraan. Yang tampak adalah kesenangan yang ia dapatkan dalam kehidupannya.

Sang ayah… selalu membanggakannya. Aku telah sukses membesarkan anakku. Sekarang ia telah berhasil dalam kehidupannya. Lihatlah ia… bahagia dengan keluarganya, pekerjaannya hebat, karirnya terus menanjak, tenang rasanya.

Suatu hari… ayah dan anak itu, akan menuju kesebuah tempat. Tiba-tiba… sang anak menghentikan kendaraannya.

“Ayah.. boleh saya bicara.”

“Tentang apa ini, anakku..?”, sang ayah penuh tanda Tanya.

“Telah lama, anakmu ini, mengikuti apa yang ayah mimpikan. Bolehkah sekarang, anakmu ini mengejar mimpinya..?”, takzim sang anak menatap wajah sang ayah.

“Apa maksudmu anakku… jelaskanlah.”, baliklah sang ayah menatap dengan sayang pada buah hatinya yang telah dewasa. Yang selama ini hanya diam, kini hendak angkat bicara.

“Ayah, anakmu ini, tak suka ekonomi. Saya suka musik. Dua bulan yang lalu, saya berhenti dari bank tempat saya bekerja. Sekarang, saya sedang kuliah, mendalami, apa yang saya suka.”, tutur sang anak.

Bukan petir… bukan halilintar… namun, cukup mengagetkan… sang profesor tak menyangka… hanya menyimpan kecewa pada dirinya sendiri… “Ternyata, aku tak berhasil mensukseskan anakku.”

~~~~~~~~~~ @@@@@ ~~~~~~~~~~~~~ @@@@@@@@@ ~~~~~~~~~~~~

Ada sebuah rencana indah… yang mungkin telah kita ukir bagi USIA DINI kita. Sebuah cita-cita, yang akan membuatnya bahagia… Sebuah harapan… yang akan membuatnya berhasil di masa depan. Kita ingin.. ia hidup di taman. Penuh bunga… berteman kupu-kupu… duduk di bangku-bangku cantik… dan lampu-lampu hias nan terang. Namun… bertanyalah dahulu… padanya… yang akan menjalani rencana itu… Mungkin… dia tak ingin… hidup di taman… Bisa jadi… dia suka dengan bunga… Sebelum cita-cita itu… menjadi fatamorgana… terlihat saat ini… namun hilang di masa depan…

Semoga… kita berhasil membesarkan mereka… sesuai dengan ingin mereka… dan tak menyimpang dari aturan-Nya. Amiin Yaa Rabb…

*Tetap sayangi USIA DINI yaa… ^_^

6 komentar:

Mamah Aline mengatakan...

inspiratif tulisannya, membesarkan anak bukan berarti harus memaksakan kehendak, ternyata anak memiliki keinginan berbeda

dian mengatakan...

Terima kasih Afiani.
Semoga generasi-generasi macam pak profesor itu, sudah banyak belajar ya, sehingga anak-anak berikutnya tidak perlu menjadi orang lain.

Tas Sekolah mengatakan...

anak adalah titipan...
tugas ortu adalah mengarahkan, bukan mengekang keinginan dan cita2nya :)

Afiani Intan mengatakan...

Mamah Aline> Benarlah begitu.. kadang para dewasa tak menganggap keinginan anak, adalah satu hal, yang perlu perhatian...

Terimakasih telah sedia.. mampir ke blog saya.. ^_^

Afiani Intan mengatakan...

Dian> Amiin..

Semoga.. sebenarnya... anak2 memang tak banyak tau.. namun, seringkali... kita tak mampu untuk mengerti...

Makasih ya Dian, dah mampir di sini... ^_^

Afiani Intan mengatakan...

Tas Sekolah> Setuju... :)

Titipan berharga.. yang perlu dipoles sedemikian rupa. Bukan batu.. yang dibentuk, tanpa izin sang batu. Anak adalah manusia... dengan jiwa dan rasa... perlu sentuhan khusus...

Senang bisa dikunjungi oleh teman baru.. ^_^

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Fiani Gee. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase