Sabtu, 28 November 2009

Tim Sukses Kehidupanku… ^_^

ALLAH

My creator… Al Khaliq… Menciptakanku dengan kesempurnaan yang tak mungkin diragukan. Melimpahiku nikmat… yang selalu tak dapat diingkari. Nikmat tiada henti… sejak aku diciptakan. Hingga usiaku sekarang. Allaah-lah Yang telah menuliskan kehidupanku pada lauh mahfudz. Dia membuatkan scenario yang luar biasa untuk kulakoni. Kadang aku harus sedih… menangis… berdiam diri… Namun, aku selalu berusaha untuk tak berlama-lama bermuram durja. Walaupun kadang… aku mungkin berharap… Allaah tak perlu beri aku sedih. Karena sesekali, agak sulit melalui hari-hari muram tanpa riang. Tapi… baru aku sadari selanjutnya dalam kehidupanku. Bahwa sedih itu, hari-hari… yang menurutku tak indah itu… adalah masa-masa… yang kemudian menjadikanku dewasa. Pada bagian-bagian waktu yang lain. Allaah selalu punya cara, untuk membuatku bahagia. Dan entah mengapa… bahagia-bahagia itu, seringkali membuatku mengalirkan air mata. Mungkin hanya terlalu bahagia…?? Tak boleh ya… kalau berlebihan… Allaah pasti tak menyukainya. Bagaimanapun… kebahagiaan-kebahagiaan itulah yang membuatku selalu merasa tak kekurangan cinta.

Selalu bersyukurku… atas hidup yang istimewa ini. Istimewa… karena Allaah meletakkanku di dalam keluarga muslim. Memang… belum se-kaaffah yang seharusnya. Namun… kami masih berusaha. Allaah pula Sang Pemberiku hidayah terindah… untuk berjilbab… membuatku terlindung dari penilaian dunia atas keindahan fisik semata. Aku selalu merasa berharga… dengan apa yang aku ada… dan selalu luar biasa… dengan apa yang aku bisa. Lalu… apa yang dapat ku beri Yaa Allaah… hanya syukur tanpa tepi… Hamdalah… yang tak henti dari lisan dan hati ini… Alhamdulillaah… Terimakasih Allaah… ^_^

MAMAK-Q

Wanita paling mulia dalam kehidupanku… Yang merelakanku… menjadi beban bagi rahimnya. Yang demi kehidupanku… rela sembilan bulan lamanya menjadikanku sebagai pusat perhatiannya. Saat itu… mamak menjadi lemah… sakit… tak enak… karena diriku. Harus menanggung segala rasa yang tak biasa… demi menyamankan ruang kecil tempat singgahku. Aku merasakan sedihnya… gembiranya… amarahnya… dari ruang itu. Aku belajar dari mamakku… tentang kasih sayang… tentang kesabaran… tentang sentuhan… dan tentang keindahan pengabdian. Kuketahui… mamakku… seringkali melakukan gerakan sujud. Lima kali dalam sehari. Yang seringkali kunyaman bersama ketenangan rasa mamak dalam setiap sujud-sujud itu. Seperti bayi-bayi lain… dalam rahim malaikatnya.

Tibalah kelahiranku… saat mamak harus bertarung dengan kematian… berhadapan dengan kemungkinan syahid… separuh diri telah berada dikubur. Demi menghadirkanku. Menurut cerita banyak wanita… dengan panggilan bunda… itu adalah masa bagi sakit yang sungguh luar biasa. Tak kan ditemukan pada peristiwa manapun di dunia. Namun… katanya… sakit itu… selalu dilalui dengan cinta. Tak merasa terpaksa… hanya harap dan asa yang terus terukir dalam setiap titik kesakitannya. Mengetuk pintu langit… demi masa depan terindah… bagi bayi yang akan diantarkan ke bumi. Sakit… yang mungkin tak tertahankan. Namun… tetap mamakku bertahan. Hingga aku dilahirkan. Mamakku tersenyum… tapi aku menangis. Yaa Allaah… dari kokohnya rahim… aku berpindah ke luasnya dunia.

Aku tumbuh bersama tangan lembut, yang senantiasa membelaiku. Aku berkembang bersama senyum, yang selalu mendukungku. Pelukan hangat yang kudapatkan pada setiap sedih dan bahagiaku. Kecil dan besarku… dalam pemeliharaan dan bimbingan mamakku… tak bicara ia… dengan banyak kata dan aksara. Hanya berbuat dan bergerak… hingga dapat kutangkap maknanya. Mamak… Ratu kehidupanku… Bidadari keluarga… yang aku cinta… Terimakasih mamak… @_@

BAPAK-Q

Laki-laki yang paling kucintai… Di matanya… kulihat matahari. Di wajahnya… kulihat rembulan. Raja bagi istri dan anak-anaknya. Dia tak tinggi tegak bak binaraga. Namun… selalu penuh wibawa. Dia gagah dalam mungil tubuhnya. Dia bersahaja… pada langkah-langkah kecilnya.

Begitu kerasnya… bapak mendidik kami. Yang menurutku… agak terlalu saat itu. Ketika kami masih kecil. Bapak adalah sosok otoriter. Yang tak tak bisa dibantah segala perintahnya. Selalu ada hukuman… bagi yang tidak taat. Walau bimbingan seperti itu tak membuatku menjadi tegar. Namun kutemukan benang merahnya dengan dewasaku kini. Aku jadi agak… otoriter kepada kedua adikku yang terakhir. Sesekali kurenungi… semoga berguna untuk hari-hari depan mereka.

Bapak… adalah sosok lelaki… yang paling kukagumi. Dalam kekurangannya… bapak menjadi luar biasa. Dalam kelemahannya… bapak mampu menjadi istimewa. Tentang sedikit ilmu agama yang aku tau… kudapat dari bapakku. Saat kebingungan dengan sebuah materi yang akan kubagi dengan adik-adik binaanku. Maka bapak… adalah tempat pertama untuk bertanya. Bapak… Pahlawan keluarga… Aku bangga… 9_9

ADIK-ADIK-Q

Empat manusia yang berharga bagiku. Di mana bisa kutumpah sayang… walau kadang juga mesti marah dan sedikit jengkel. Tempat aku bercermin. Bagaimana seharusnya aku. Maka kulihat dari sikap mereka… Saat mereka bersikap tak sopan padaku… berarti… aku pernah berbuat tak sopan pada mereka. Maka… selalu kuberusaha… untuk memperbaikinya. Setiap salah yang pernah aku buat, sebagai seorang kakak.

Dari Era… satu-satunya adik perempuanku. Aku belajar gigih… tekun untuk terus menulis. Ia pula tempatku belajar… sedikit rapi dalam penampilan. Hehe… miss modis dia. Sedangkan diriku… seada aku punya aja… Terimakasih ya… ^_^

Dari tiga adik laki-lakiku… Ammar… Iman… Fathoni… Aku belajar tentang laki-laki. Bagaimana mereka berkembang. Memutuskan. Bermain. Dan menyelesaikan masalah. Mereka membuatku sedikit tau… rahasia lawan jenisku… Terimakasih yaa… ^_^

GURU-GURU… DAN MURABBI-MURABBI-Q

Bagi guru-guruku… klik saja tulisan GURUKU…

Untuk murabbi-murabbiku… yang sambung-menyambung… mengenalkan kepadaku… tentang siapa sebenarnya diriku. Apa pula tugas kehidupanku. Mendekatkanku… pada Allaah… Mengenalkanku… tentang dien Islam. Mengisahkanku… keistimewaan Rasulullaah Muhammad. Mengarahkanku… agar menjadi muslimah… yang berakhlak indah… dan mencapai derajat sholihah… takwa pada Allaah. Maafkan… aku yang tak melejit secepat yang kalian harap… Sekali lagi… terus aku berusaha… untuk itu…

Terimakasih semua… 6_6

SEBUAH NAMA… YANG MASIH RAHASIA…

Satu lagi… tim sukses… yang belum hadir dalam kehidupanku. Ia pula… yang akan melengkapi separuh dien-ku. Yang akan semakin menguatkan dekatku… dengan Rabb-ku. Menemani… melalui hidup dengan scenario gabungan… antara jiwanya… dan jiwaku. Yang akan menjalin rasa… dan bersama membangun Taj Mahal cinta… Mengokohkan benang-benang peristiwa… untuk memperkasakan keagungan keluarga.

Bersama membina… rumah mungil bernuansa surga. Bersama jundi-jundi kecil yang menjadi tempat menumpah suka… dan ceria.

Sebuah nama… yang masih rahasia… Tertulis pada dinding langit… Menanti… untuk di ‘copas’ ke bumi. Sebuah nama… yang akan melengkapi sukses hidupku…

Dirimu… yang masih menjadi dialog jiwa… antara hatiku… asaku… dengan Rabb-ku… Sebelum kau hadir… Aku pun… mengucapkan terimakasih… Bersyukur atas belum hadirmu… dan bersyukur pula… atas datangmu… di bila-bila masa… Sekali lagi… Terimakasih… ^_^

Dengan adanya kalian semua… Semoga sukses dunia… dapat kuraih… dan sukses akhirat… akan kudapat…

Yaa Allaah… Berilah kami semua… kebaikan di dunia dan di akhirat… Amiiin

Perhatian-perhatian... Blog ini... dipasang iklan... Klik aje yee link di bawah ni... ^_^

Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda

3 komentar:

spiritual bisnis internet seo motivasi mengatakan...

orangtua yg melahirkan kita ke dunia
guru murobbi yg mengembalikan kita ke akhirat
adik2 yang membuat kita selalu terlahir polos kembali
nama yg rahasia...ikut take him out aza yg islami :)

Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda

Syafril mengatakan...

Ãmîn... :)

Afiani Intan mengatakan...

@Budi> Usul yang ga penting deeeh... :)

@Bang Silmi> Eehhh... ada bang Silmi... Makasih ya bang... senang sekali... biar bang Silmi vakum FB... masih bisa silaturahin di sini... Jazakallaahu khair...

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Fiani Gee. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase