Rabu, 06 Oktober 2010

Semangat Ramadhan "Di Atas Sajadah"

Dua Ramadhan

Adalah kebenaran, bahwa sesungguhnya manusia punya kemampuan untuk menyusun rencana-rencana besar atau target-target kecil. Direncanakan sedemikian rupa, dengan perhitungan-perhitungan yang akurat bagi wilayah manusia. Mempertimbangkan segala bentuk resiko dan hambatan yang mungkin terjadi di tengah perjalanan. Manusia.. setiap usaha dikerahkan untuk dapatkan sebuah hasil. Banyak mimpi dituliskan untuk sebuah kepuasan bathin. Atau hanya pemuas kebutuhan perut, mata dan yang lainnya. Semua boleh berencana. Tapi, Keputusan Allaah melebihi segalanya..

Setidaknya, ingin setiap hari selama Ramadhan, berdiam sejenak di rumah-rumah Allaah. Hari pertama kesampaian. Dapet centang deh tuh.  Hari kedua, rencana tinggal rencana. Allaah siapkan amal yang lain untuk kukerjakan di rumah. Hingga ashar datang, tak sempatlah keluar. Baru teringat, masjid Al Falah sedang di renovasi. Rasanya tak akan kondusif kalau mencari ketenangan di sana.

Maka mencoba menemukan hikmah.. pada pengembaraan di atas sajadah..

Mengingat dosa

Kepada setiap jiwa yang terluka karena lisan yang tak terkawal baik. Kali ini terkenang jelas setiap kata yang menebas rasa-rasamu. Ada yang mungkin hanya tergores kecil. Namun, tentu ada yang hingga berdarah dan sakit tiada tara, sehingga perlu bagi kalian menahan maaf sedemikian lama. Maafkan atas kelalaian kendali atas pedangku ini. Seringkali nafsu ikut bemain dalam permainannya. Sombong, angkuh, sok, yang sadar atau tidak mempengaruhi ayunannya. Membabi buta menerobos batas.

Ketika aku tak malu melukai kalian. Ternyata ego menumbuhkan malu tuk memohon maaf. Sedang tak akan Allaah maafkan, jika kalian tak memaafkan.. Hiks..

Sikapku yang kadang tak pandai menjalin kerjasama yang baik. Sehingga mungkin menghambat amal-amal jama’i kita. Setiap lelah yang menimbulkan efek samping wajah tegang tanpa senyum yang membuat suasana semakin tak karuan. Maaf.. maaf dan maaf.. T.T

*Dosa itu, mungkin seperti debu. Namun, jika kita adalah kaca, maka debulah yang membuat kita buram. Jika kita adalah lantai, maka debulah yang membuat kita kotor. Jika kita adalah udara, maka debulah yang membuat orang lain tak sanggup menjadikan kita sebagai bagian dari kehidupannya. Maka mereka akan memasang masker, demi menjauhkan diri dari kita ini.. Udara yang berdebu. Manusia yang berdosa.

Mengingat amal

Kepada Allaah. Yang menitipkan kehidupan ini kepadaku. Meniupkan ruh, hingga bergeraklah aku, berpikirlah aku dan merasalah aku. Menciptakanku sebagai manusia, makhluk yang Kau sebut utama. Kau lebihkan dari malaikat, Kau tinggikan dari golongan jin. Sungguh, aku telah ketahui, tidak kau ciptakan si fana ini, kecuali untuk mengabdi kepadamu. Memaksimalkan manfaat atas setiap potensi yang Engkau sertakan dalam dirinya. Namun lebih, aku sibuk demi memenuhi kebutuhan hidupku, seiring dengan seringnya melupakan-Mu.

Menjadi hamba-Mu, adalah tugas kehidupan yang luar biasa yaa Rabb semesta alam. Sedang aku dengan ketidaksempurnaanku. Ketidaksempurnaanku dalam mencintai-Mu. Ketidaksempurnaanku dalam mengemban risalah Rasul-Mu. Ketidaksempurnaanku dalam melaksanakan ibadah-ibdahku. Ketidaksempurnaanku dalam mengemban amanah-Mu atas bumi. Jika karena semua itu, menahan setiap nikmat yang seharusnya aku terima. Maka ampuni aku yaa Rabb. Ampuni ketidaksempurnaanku ini, dan bantu aku menyempurnakannya.

Kepada bapak dan mamak-q. Jarikupun, mungkin sanggup mewakili baktiku. Karena, jasa kalian, adalah molekul air yang tak sanggup kuhitung. Atom dari bebatuan yang setiap serpihannya, tak kan mampu aku catat. Sehingga setiap dayaku tak kan bisa penuhi balas budi dan hutang jiwa ini. Kecilku dengan manjaan, remajaku dengan arahan, dewasaku dengan pilihan-pilihan. Hutangku atas setiap tetes darah dan keringat yang tertumpah demi perjalanan kehidupanku.

Di tengah riuh rendah jadwal sibuk (semoga bukan sok sibukku), seringkali menjadikan rumah hanya sebagai tempat beristirahat, melepas lelah. Hingga hampir-hampir tak sempat mengerjakan segala urusan rumah. Tertidur sejenak di malam hari, demi bangun dan pergi kembali esok paginya. Pun libur, hampir selalu lembur. Menunaikan beberapa hal di luar sana. Hanya sebuah ciuman takzimku pada tangan-tangan nan berjasa, yang bisa lebih sering aku lakukan, karena seringnya aku pergi. Hanya lembaran do’a-do’a demi bahagiamu. Istajib du’aa yaa Allaah...

*Jika kau berusia 70 dan bermanfaat bagi orang lain selama 5 tahun. Maka, lima tahun itulah kehidupanmu. Jika kau berumur 20 tahun, dan bermanfaat bagi orang lain selama 17 tahun. Maka, 17 tahun itulah kehidupanmu. Dan sungguh beruntung, mereka yang hidup dengan memaknakan diri.

Rabu, 29 September 2010

Semangat Ramadhan "Satu Ramadhanku"

Di puncak kerinduanku. Memadu kasih dengan Ramadhan. Meski mungkin, tak seindah 1 Ramadhan kalian. Diharamkanku untuk shalat. Tak boleh aku berniat shaum. Dilarang aku menyentuh mushab. Lengkap sudah. Hari ini, aku tidak puasa. Sedih.. namun satu keistimewaan bagi setiap wanita untuk menikmati saat-saat ini. Alhamdulillaah, waktu-waktu yang katanya bagi sebagian wanita mesti merasakan sakit yang luar biasa, stress yang sangat, mood yang tak terkendali. Bagi diriku, aman dan kondusif. Sehingga aktifitas tetap berjalan dengan lancar. Sekali lagi, Alhamdulillaah.. cukup sehari ini, karena besok, aku sudah bisa puasa. Horeeeee.. :D Alhamdulillaah lagi. Karena, tiada bertepinya nikmat Allaah. Terhentipun tidak pernah. Maka, apalah lagi yang pantas dilakukan seorang hamba, kecuali mengucap syukur tiada henti pula.

  

Libur dua hari, rindu lagi pada aktivis-aktivis cilikku. Menepis rindu dengan banyak aktifitas, memang akan sangat efektif. Maklum ya, kalau dah rindu pada mereka, pakai acara linangan air mata, mewek jadi jelek deh. (emangnya cantik ya..??) :D Soalnya, kalau ingat mereka, seringkali ingat belum maksimalnya usaha diri untuk membuat mereka lebih baik. Jadi lebih sering merasa bersalah. Tapi, tetap ingin berbuat yang terbaik dan semakin baik lagi. Insyaa Allaah. Do’akan ya.. 

Waduh, mau cerita pengalaman hari ini, kok malah curhat ya.. (haha.. aneh mah kalau Fiani nulis.. suka melompat-lompat ga karuan)

Baiklah..

Memulai ramadhanku dengan limabelas item tuntutan pada diri sendiri. Sambil menatap kelimabelas amaliyah ramadhan itu, aku menarik nafas dalam-dalam, sambil bertekad.. Bismillaah.. Insyaa Allaah tercapai.. Yaa Rabb mohon bantu hamba-Mu yang kecil di antara semesta nan luas ini. Amiin.

Hanya sekedar ingin berbagi. Membuat kolom-kolom amaliyah ramadhan ini, menjadi sebuah motivasi sendiri lho. Jadi bisa lebih rapi, kemajuan lebih terukur, pencapaian lebih terjamin, tuntutan lebih tinggi, energi lebih banyak dan membuat diri lebih terpacu. Kita seperti seseorang yang punya cita-cita besar dan berusaha untuk mencapainya dengan segala usaha dan tenaga. Terdengar atau terbaca sangat sepele ya. Namun, jika mencobanya, insyaa Allaah akan terasa manfaatnya. Dicoba ya.. 

Hari ini, selesai dengan sebagian amaliyah nomor 5. Kemudian pergi mengunjungi Bilqis Haniya Gobel. Keponakan tercinta yang jarang kudatangi. Karena, dia sering datang ke rumah. Inilah agenda silaturahim di hari pertama Ramadhan. Menjalin cinta dengan Bilqis. Bereksplorasi dengan si mungil berumur setahun itu. Mungkin merupakan satu aktifitas yang baru dilakukan oleh Bilqis. Melihat orang menggambar sesuatu di kertas. Hohoho.. pegel juga menggambar beberapa hal yang dia sering lihat. Baru kusebutkan satu gambar saja, “Bola.” Si kecil bermata bulat itu, sudah menjerit riang. Lebih antusias lagi, ketika aku menggambar, bagian-bagian dari wajah, mata, hidung dan mulut. Langsung dia dengan senang menunjuk semua bagian itu pada wajahnya sambil melonjak-lonjak. Hahaha.. ramadhan bersama Bilqis mesti siap energi. Selesai menggambar, diminta menunjuk dan menyebutkan kembali semua nama gambar yang ada di kertas putih itu. Setelah itu kami tiduran, sambil kunyanyikan lagu-lagu yang sesuai dengan gambar-gambarnya. Akhirnya Bilqis dibawa sang ummi menuju ke kamarnya sendiri. Aku meneruskan si nomor 5. Meski akhirnya terlelap juga. Lalu terbangun saat ashar. Yaa Allaah, semoga tidurku tadi Kau nilai sebagai ibadah yaa.. Amiin

Ashar berlalu.. Di rumah Bilqis sampai jam 16:30.
Sebelum pulang, ingin bertamu ke rumah Allaah. Memilih salah satunya, yang cukup dekat dari rumah. Dengan pemandangan pantai. Meski tertutup oleh beberapa pepohonan, namun cukup menjadi penyejuk pandang. Sambil memandang sekeliling, beriring dzikir sejenak dengan al ma’tsurat. Di depan mushalla ini, ada sebuah tanah lapang yang dibuat sebagai tempat berolah raga. Subhaanallaah, puasa juga pada main volly tu para bapak nan penuh semangat. Jepret aaah.. Sempat juga mengambil gambar beberapa sudut pantai dan langit yang belum merah. Alhamdulillaah.. berhasil juga hunting moment, dengan camera canon nan mungil. Namun, tetap indah bagiku. Jadi, kalau ada yang menganggap kurang indah. Tak apalah.. hehe.

Dan pulanglah kemudian. Dalam keadaan lapaaaarr. Tapi, mesti menunggu waktu berbuka. Demi menghormati para kelana iman yang sedang berpuasa. Jadilah, sampai di rumah, tak langsung berbuka. Tapi, menuliskan ini.

Satu tulisan, di 1 Ramadhan

Dengan satu rangkaian kata penutup,

Jika kau mampu lima dan kau targetkan lima. Maka kau dapat lima. Namun, jika kau mampu lima dan kau targetkan sepuluh. Maka kau bisa dapat enam, tujuh, delapan, sembilan atau sepuluh. See.. kau sebenarnya, lebih dari yang kau mampu rasakan. Bismillaah..

Jumat, 10 September 2010

Setangkai Bunga Lebaran

Bantu Aku, Perbaiki Rumah Diri Dan Istana Hati

Kemarin.. ini dibangun dengan indah
Oleh tangan ayah bunda
Bimbingan kasih cinta
Dengan petunjuk Rabb semesta

Cat-nya ceria dengan warna kepolosan
Tiangnya kokoh dengan besi keimanan
Lantainya licin hingga tercermin ketulusan
Dindingnya halus dengan hiasan keikhlasan

Pintunya selalu terbuka untuk kebenaran
Dari dalam ruangannya yang keluar hanya kebaikan
Kaca-kacanya bening menagkap bayang keindahan
Gordennya bagus berwarna kebahagiaan

Kuncinya khusus demi menolak keburukan
AC-nya canggih mengusir bakteri kejahatan
Ventilasinya bersih, menyaring setiap kemaksiyatan
Sebuah vacum cleaner, selalu siap menyingkirkan noda hati

Pagarnya tinggi bukan membatasi diri dengan tetangga
Namun, dibangun dengan rangkaian malu
Demi menjaga dari 'cinta' tanpa mata
Peradaban keras nan meluka

Kini..
Seiring jelajah diri di muka bumi
Kutinggalkan rumah ini setiap hari
Lupa kurawat..
Hingga terkelupas semua warna kepolosannya
Setiap detektor kebersihannya.. mati.. hingga masuklah debu-debu mengotorinya
Tikus-tikus jiwa.. menggerogoti perabotannya

Rumah diri tak lagi indah.. Istana hati tiada megah
Bantu aku perbaikinya

Taqabbalallaahu minna wa minkum

Bila hati pernah terluka
Hanya maaf penebusnya
Jika mata pernah tak suka
prasangka baik penawarnya

Mohon maaf lahir batin

SELAMAT IDUL FITRI 1431 H

Semoga tergapai ketaqwaan.. Sehingga pantas meraih kemenangan.. Amiin yaa Rabb

~*~Afiani Gobel dan Keluarga~*~

Selasa, 31 Agustus 2010

Menulis Sama Dengan Sukses

Bila bicara tentang menulis. Menurutku, menulis itu sama dengan sukses kawan. Tidak percaya.. coba saja baca..

Menulis itu sama dengan sukses kawan. Karena menulis akan membutamu sukses bermimpi, berimajinasi mengenai hal-hal baru yang mungkin tak terpikirkan oleh orang lain. Sosok Harry Potter, awalnya mungkin hanya secuil pikir yang berputar-putar di kepala seorang JK Rowling. Di luar sana bisa jadi ada banyak orang yang berimajinasi tentang penyihir, sekolah penyihir. Namun, setauku, baru Rowling yang menuliskan imaginasi aneh bin keren itu menjadi tujuh buku. Wow..!!

Menulis itu sama dengan sukses kawan. Menulis akan menjadikanmu sukses berpendapat. Lihat saja banyak buku dan artikel yang ditulis untuk mengkritisi pemerintah, atau berepndapat tenatang yang lain dan mendapatkan respon yang luar biasa, karena bisa saja pendapat kita mewakili banyak orang yang berpikir sama. Namun, sungguhlah berbeda. Antara mereka yang hanya bisu dengan pendapat hebatnya dengan mereka yang menuliskannya. Mantaaaab..!!

Menulis itu sama dengan sukses kawan. Menulis yang mengantarmu sukses menjadikan orang terinspirasi. Mengenai nilai-nilai yang mungkin banyak disadari oleh orang lain. Namun, tak banyak yang menuliskannya. Di antara yang tak banyak itu pula, saling berbeda sudut pandang atas nilai yang diangkat dalam tulisannya. Pula di antara yang berbeda-beda itu, hanya sedikit yang mampu memberikan sentuhan khusus hingga sampai pada kata ’terinspirasi’. Lihatlah Andrea Hirata. Bagaimana nilai-nilai pendidikan yang bisa juga dipikirkan oleh orang lain semacam Pak Hernowo, dalam rangkaian bukunya tentang pendidikan, disampaikannya lewat ’Laskar Pelangi’. Sebuah kisah yang megharu biru dan hebat. Hmm..

Menulis itu sama dengan sukses kawan. Karena menulislah yang membuatmu sukses berbagi milikmu dengan orang lain. Bahwa air jika menggenang itu ga bagus. Dan jika terpeliharanya bunga ilmu itu.. kuncinya adalah terus mencari dan tetap membagi. Banyak penulis besar, menuliskan ilmunya pada berlembar-lembar kertas. Dibaca oleh beratus, beribu mungkin pula berjuta orang yang belum tahu dan ingin tahu apa mengenai apa yang mereka sampaikan. Bila ilmu, pesan, nasihat yang kita sampaikan mampu mengubah seseorang menjadi lebih baik, inilah yang disampaikan manusia terbaik sepanjang zaman, Muhammad Shallallaahu’alayhi wasallam bahwa, ’balasnnya lebih baik dari dunia dan seisinya.” Waaaaaaa…

Menulis itu sama dengan sukses kawan. Karena dengan menulis kita akan sukses berlatih berpikir runut, sistematis, dan tidak melompat2. Mengasah daya pikir, penyelesaian masalah dan lain-lain. Karena saat menulis, kita perlu memperhatikan bagian manakah yg perlu kita ceritakan atau lebih dulu agar terasa nyaman. Lalu berpikir kembali, bagian mana yang mesti menjadi lanjutannya.

Menulis itu sama dengan sukses kawan. Menulis akan membuatmu sukses menjadi sehat. Dalam sebuah penelitian, terjadi penurunan kunjungan mahasiswa ke klinik kesehatan, setelah mengikuti sebuah kegiatan terapi menulis. Bahkan seorang Fatima Mernissi pun mengatakan bahwa ”Menulis lebih baik daripada operasi wajah.” maksudnya, bahwa menulis akan sangat mempengaruhi, fisik, pikir dan hati kita. Hingga menjadi lebih sehat. Subhaanallaah..

Masih belum percaya, bahwa menulis itu sama dengan sukses kawa.. Hohoho.. PERCAYALAH.. 

***** @ *****

Semoga sukses meraih setiap sukses yang kau harapkan kawan. Amiin
Buatlah dirimu bercerita, berkata, berpendapat dengan tulisan. Karena menulis benar-benar sama dengan sukses.

Jika berkenan, silahkan kunjungi blog saya...

http://putrigobel.com/

Senin, 09 Agustus 2010

Langkah Kecil Menuju Ramadhan



Duhai dikau semua. Termasuk diriku yang telah melakukan perjalanan panjang. Di antara belukar cerita peradaban. Telah kau temui, hari-hari terang yang dirajai nafsu. Di mana setiap kesenangan, diikuti tanpa ragu. Tetap kau batasi dengan nilai-nilai yang memenuhi kemampuan diri dengan garisan pena hati. Namun, begitulah sebelas bulan perjalanan kita serasa lepas setiap benteng diri. Dilucuti satu-satu oleh semakin jauhnya kita dari yang kita sebut cahaya.

Mujahid..

Beberapa tikungan jalan lagi, ketika kita temukan kerikil-kerikil yang kan sedikit menggores telapak-telapak kaki harapan. Beberapa tanjakan lagi, kala kita mesti menggapai sukses-sukses di puncak hari. Beberapa turunan lagi, yang mesti kita lalui untuk menemukan lembah-lembah kedamaian di ujung-ujung senja yang sentuh rasa. Beberapa matahari lagi, yang akan kita nikmati untuk menemani kita memacu energi seperti cahayanya. Beberapa kelembutan bulan, yang senantiasa syahdu menghias hati yang penuh rindu. Serta beberapa taburan bintang lagi, yang perlu kita kumpulkan untuk menghias jiwa-jiwa yang mencinta. Ya.. tinggal beberapa masa lagi. Kita kan jumpa dengan malam-malam bergelimang berkah. Pula pagi, siang dan senja yang banyak rahmah.

Mujahid..

Bagi mereka yang telah dijanjikan pertemuan dengan sang Ramadhan. Sungguh, telah dihidangkan nikmat bagi kita untuk direguk sepuasnya. Sungguh, Allaah sangat inginkan kita semua bisa memasuki surga-Nya nan indah. Tak kurang Sang Maha Rahmaan menyediakan fasilitas-fasilitas bermutu, yang diberi jaminan bagi kita akan memijak surga jika menggunakan fasilitas-fasilitas itu dengan maksimal. Setiap tamu Ramadhan, adalah manusia-manusia yang diberi waktu untuk menikmati kesempatan bermegah-megah dengan pakaian-pakaian amalannya. Bersama detik-detik yang seharusnya digunakan untuk bercengkrama dengan ibadah-ibadahnya. Diiringi senandung kalam yang mengalir syahdu dari lisan-lisan yang penuh rindu. Setiap siang yang kan terasa panas dan menyengat, penguji hati dan kekuatan benteng diri. Malam-malam yang terasa sejuk, penggoda mata tuk menutup dan terseret oleh kantuk. Senja-senja yang makin teduh, penarik jiwa tuk penuhi setiap sisi puas. Shubuh-shubuh nan ramai, memancing ingin tuk isinya dengan perjalan pagi nan sia-sia. Masa-masa yang sangat berharga. Sebuah fasilitas untuk mencetak jiwa. Pembentuk taqwa.

Semakin banyak ibadah, semakin banyak kebaikan, maka Allaah berikan bermacam-macam nikmat. Nikmat yang paling besar ialah ditambahkannya keimanan.

Mujahid…

Perang terbesar itu akan digulirkan. Pertemuanmu dengan Ramadhan, kan membantumu tuk lebih kuat. Lebih mampu menguatkan kendali atas diri. Makin sigap menjaga setiap sisi syahwat, agar tak bebas berkelana pada angan yang meng-angin. Jauuuuuh, tanpa kenal tempat jelajahnya dan tiada peduli ranah pijakannya. Hanya menghayal panjang penuh harap, tanpa mujahadah. Panggullah senjatamu serentak, hingga kalut dunia karena takut melihat kau bangkit dengan perkasa. Syaithanpun terbirit melihat kau sanggup kuasa diri dalam kawalan ratusan peluru sujud. Angkatlah panji semangat tuk berlomba melumpuhkan musuh diri, satu demi satu. Hingga fajar Syawal menyambutmu dengan kemenangan yang dijanjikan. Kembali fitri, dengan selembar jiwa yang suci. Bersih dari sampah-sampah hati yang mengotori perjuangan ini. Sehingga pantaslah diri tuk menerima sebutan mujahid.. pejuang.. satria.. Dan siap, untuk pertarungan yang sebenarnya.
Wahai orang yang selalu mencari dan beramal kebaikan, bergembiralah. Wahai orang yang mencari dan berbuat amal keburukan, berhentilah. Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan.” (HR Ahmad dan Nasa’i)

*****@*****

Memanjangkan langkah
Sambil berhitung
Semogalah kami pemilik keberuntungan
Dengan beberapa jejak dan cerita
Yang mesti kami buat

Menanti kesempatan
Menyibak fajar baru
Yang telah hadir di ruang rindu
Sekian lama

Memohon dengan sangat.
Sampaikan kami..
Pada hari-hari berkah
Pada malam-malam syahdu
Pada udara yang Engkau Rahmati padanya

Sampaikan jiwa-jiwa cinta ini
Pada detik-detik itu
Sebuah arena pertarungan dengan nafsu
Di waktu-waktu para perindu

Beberapa langkah lagi
Memohon dengan sangat..
Izinkan..
Detak jantung ini
Berdenyut nadi
Hingga sampai seiring fajarnya
Perkenankan..
Udara berkelana
Penuhi relung-relung hidup kami
Relakan..
Otak kami tetap dengan denyut pikirnya

Demi memeluk Ramadhan sepenuh hati

Memohon dengan sangat..
Sampaikan kami… Dengan kaki kecil ini… Menapakkan diri… Di Ramadhan nan Suci… Amiin yaa Rabbal’aalamiin

Senin, 10 Mei 2010

I'm OUT



**Ssssssstttt... Ngomongin siapa siiiiiih... aku ikut dengerin ya... :)

Bang Choleh: Ngapain ikut2...??


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tahukah kalian apa itu ghibah?”, Mereka menjawab: “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda: “Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka.” Lalu ditanyakan kepada beliau: “Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?” Maka beliau bersabda: “Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibahinya. Dan
apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya.” (HR. Muslim)


**Gitu ya bang..??

Bang Choleh: Ada lagi niiih...


Diriwayatkan dari
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai sekalian orang yang telah menyatakan Islam dengan lisannya namun iman belum masuk ke dalam hatinya,janganlah kalian semua menyakiti sesama muslim, janganlah kalian membuka aib mereka, dan janganlah kalian semua mencari-cari (mengintai)kelemahan mereka. Karena siapa saja yang mencari-cari kekurangan
saudaranya sesama muslim maka Allah akan mengintai kekurangannya, dan siapa yang diintai oleh Allah kekurangannya maka pasti Allah ungkapkan,meskipun dia berada di dalam rumahnya.” (HR. at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani dalam shahih sunan at-Tirmidzi 2/200)


**Waduuuuuh... trus gimana dong bang..??

Bang Choleh: Terserahlaaaaah... hidup ni pilihan kan..??


“Ghibah itu
lebih keras daripada zina.” Mereka bertanya: “Bagaimana ghibah lebih keras dari zina, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya seseorang telah berzina, kemudian bertaubat dan Alloh pun mengampuni dosanya, sedangkan orang yang melakukan ghibah tidak akan diampuni Allah, hingga orang yang di-ghibah-nya mengampuninya.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman)


Astaghfirullaah... maaf ya... ga jadi ikutan... ternyata friend... ngomongin orang tu... benar atau tidak... tetap salah... Sori I'm out... Semoga kau ikut out juga... kecuali... :)

Sabtu, 08 Mei 2010

Dua Nama, Satu Cinta



Kawan, sosok seperti apa yang kan sanggup menyentuh hatimu..?? Apakah figur raja, dengan banyak kekuasaannya..?? Atau artis, yang gemilang dengan ke-glamour-annya..?? Mungkin satu nama yang kau kenal karena kesuksesannya yang mendunia..?? Setiap nama yang bergema di udara dunia, adalah nama-nama penuh dedikasi. Di mana setiap gerak dan nafas, adalah usaha patriotisme. Patriotisme terhadap diri, keluarga, bangsa, agama, dan dunia. Banyak nama tercantum dalam sejarah, izinkan.. kusebut dua nama.. Pak Kasur dan Bu Kasur.

Gabungan kesederhanaan, kelembutan dan kebijaksanaan, yang hadir di lantai persada. Biar kuceritakan, sejauh mana sanggup kulukiskan.. entahlah.. nilailah.. semoga kau suka kawan.. Selamat memasuki, dua hidup manusia-manusia penuh cinta.. yang bersatu dalam cinta..

Pertemuan Cinta

Mereka lahir dengan nama Sandiah dan Soeryono. Sandiah lahir di Jakarta, 16 Januari 1926. Sedangkan Soeryono di Purbalingga, Jawa Tengah, 26 Juli 1912. Dari keluarga yang berbeda, daerah yang berbeda pula.

Sandiah menamatkan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijsi (MULO), di akhir tahun 1930-an. Ia bergabung dalam Kepandoean Indonesia. Awalnya, Sandiah bekerja, dan bertemu dengan pemuda Soerjono ketika sama-sama menjadi pegawai di Kantor Karesidenan Priangan, Bandung. Pertemuan cinta yang menyatukan keduanya. Dan menikahlah mereka di Jogjakarta, pada 29 Juli 1946.

Saat dikaruniai anak, Sandiah meminta izin untuk bekerja kembali. Kalimat inilah yang diucapkan oleh sang suaminya yang bijak kawan, ”Boleh, bagus itu. Cuma kalau kamu kerja, aku yang di rumah. Itu kan anak kamu dan anakku, masa jadi anak simbok.” Hebat tidak kawan..?? Kalimatnya positif dengan tujuan yang positif. Lewat cara itu, tidak membuat Sandiah marah karena dilarang. Dia tetap mengasuh anak-anaknya di rumah sambil menyempatkan menulis di majalah anak-anak. Hmm.. itulah Sandiah, kawan.

Kebijaksanaan, itulah yang menarik pada kepribadian Pak Kasur, pada satu waktu, beliau berkata kepada Bu Kasur, ”Kalau manis jangan langsung ditelan.. Kalau pahit jangan serta merta dimuntahkan.” Artinya, kata Bu Kasur, ”Bahwa sebelum menentukan sikap.. Ada tiga hal lain yang perlu kita lalui.. Melihat proses.. Melakukan analisa.. Dan Membuat kesimpulan.”

Di Kepanduan, Soeryono, dipanggil dengan sebutan Kak Soer, oleh sahabat-sahabatnya yang akhirnya menjadi Kasur dan panggilan yang terus lekat kepadanya, adalah Pak Kasur. Sandiah pun akhirnya di panggil dengan panggilan yang sama dengannya, Bu Kasur.

*Bila saja kawan, setiap ayah dan ibu berpikiran sama seperti yang diungkapkan Pak Kasur. Maka, banyak anak akan merasakan lebih banyak waktu bersama orang tuanya. Terutama sang ibunda. Mungkin hal ini tak sepenuhnya bisa berlaku. Namun, mengusahakan kebahagiaan bagi seorang anak, adalah bentuk kebahagiaan bagi orang tuanya pula.



Membangun dunia cinta

Pak Kasur dan Bu Kasur sangat mencintai anak-anak kawan. Hingga, di tahun 1965, ketika keluarga mereka pindah dari Bandung ke Jakarta. Mereka mendirikan TK Mini Pada 1968. Pak Kasur mencapai usia pensiun dari Depdikbud dalam kapasitasnya sebagai anggota Badan Sensor Film (BSF). Awalnya, TK itu berada di rumahnya di Jln. H. Agus Salim dengan Taman Kanak-kanak, Taman Putera, dan Taman Pemuda. Sayang sungguh sayang, Taman Putera dan Taman Pemuda malah ditutup.

Itulah dunia cinta yang dibangun oleh dua nama istimewa itu kawan. Dunia yang dibangun atas nama cinta, kepada anak-anak dan pendidikan di Indonesia.
Ketika keduanya meninggal, Yayasan Setia Balita kemudian dilanjutkan oleh putra-putri Almarhum, yakni, Sursantio (lahir 1948), Suryaningdiah (1950), Suryo Prabowo (1951), Suryo Prasojo (1958), dan Suryo Pranoto (1962).

Saat ini bangunan dunia cinta itu kian berkembang kawan, dan terus membagi cinta untuk anak-anak Indonesia. Kini, Yayasan Setia Balita mengelola 5 cabang TK Mini Pak Kasur dan mengasuh 1 Taman Kanak-kanak (TK. Ceria Bangsa) yang tersebar di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Cibubur & Surabaya.

Alumni dari TK ini, di antaranya adalah Presiden Megawati, Guruh dan Hayono Isman (mantan Menpora) serta Ateng (pelawak). Juga hampir seluruh cucu bahkan cicit H.M. Soeharto, almarhum, mantan presiden, sekolah di TK Mini Pak Kasur. Terlepas dari apapun kawan. Mereka adalah orang-orang besar dan sukses dalam bidangnya masing-masing, yang pernah dididik oleh tangan-tangan kasih dan pelukan sayang Pak Kasur dan Bu Kasur.

*Inilah yang sedang kusiapkan kawan. Pelan-pelan, kubangun dunia cintaku sendiri. Dari membeli mainan, buku-buku. Begitulah kawan, betapa ingin kubagi cinta ini pada pemilik kaki-kaki mungil yang setiap hari selalu menemaniku bermain. Tak berharap sesukses Pak Kasur dan Bu Kasur. Setidaknya, aku berharap bisa mencontoh kecintaan mereka pada dunia anak dan pendidikan. Sehingga anak-anak asuhanku, adalah murid-murid paling bahagia.


Acara-acara Cinta

Pada tahun 1950-an, bersama Pak Kasur, Bu Kasur mengasuh siaran anak-anak di RRI Jakarta. Ketika TVRI berdiri pada tahun 1962, Ibu Kasur mengasuh acara serupa, yaitu Arena Anak-anak dan Mengenal Tanah Airku. Pada awal tahun 1970-an, Ibu Kasur dikenal sebagai pengasuh acara Taman Indria di TVRI. Taman Indria adalah sebuah acara yang menampilkan anak-anak berbakat. Mereka datang ke studio untuk bernyanyi dan lain-lain. Serta diselingi dengan pesan-pesan pendidikan. Ketika televisi swasta muncul, Bu Kasur juga hadir di acara Hip Hip Ceria di RCTI.

Semua aktivitas keduanya, tak lepas dari dunia anak dan pendidikan. Pak Kasur, mengajak Bu Kasur untuk terlibat dalam setiap apa yang dikerjakannya. Waktu zaman Belanda, Pak Kasur adalah seorang guru HIS. Begitu pula saat menjadi pegawai Departemen Penerangan dan Pak Kasur sering mengumpulkan anak-anak di halaman rumah untuk siaran RRI.

Bu Kasur, yang belum terbiasa untuk siaran, mulanya merasa berat saat dipaksa oleh Pak Kasur untuk sesekali menggantikannya, setiap kali Pak Kasur berhalangan atau sedang berada di luar kota. Apa kata Pak Kasur kawan, ”Kamu bisa. Kamu harus bisa, sebab kamu mesti bantu saya.” Bukankah memang begitu seharusnya kawan. Suami dan istri akan saling mendukung dalam setiap aktivitas mereka. Bu Kasur sempat gemetaran dan tersendat ketika siaran. Namun, lama kelamaan, Bu Kasur pun menjadi bisa.

*Kebahagiaan adalah ketika kita merasa beruntung berada di satu tempat kawan. Dan ketidakberuntungan adalah, ketika kita merasa beruntung, jika berada di tempat lain. Menikmati kehidupan kita, di tempat yang kita sukai adalah penting. Melaluinya dengan rela dan penuh suka cita, adalah karunia terbesar dalam hidup ini kawan. Tiada hal akan berjalan baik, jika bersembunyi pamrih, di balik setiap gerak kita.


Karya-karya cinta

Tahukah kalian kawan..?? Banyak hal di taman kanak-kanak diajarkan lewat lagu. Lewat lagulah mereka belajar tanpa merasakan bahwa mereka sedang diajari. Anak-anak sangat suka menyanyi. Itulah mengapa, Pak Kasur dan Bu Kasur membuat lagu untuk anak-anak Indonesia. Lagu-lagu yang sarat ilmu dan pesan.

Inilah beberapa karya itu:

Selamat Pagi Pak, Potong Bebek Angsa, Bangun Tidur, Naik Delman, Di Sini Kita
Bertemu Lagi, Satu-Satu, Kebunku, Sepedaku Roda Tiga, Pelangi, Siapa Dapat Berbaris, Keranjang Sampah, Lihat Kebunku, dan lain-lain.


Karya Pak Kasur sendiri ada sekitar 140 lagu kawan. Sedangkan buatan Bu Kasur ada 20 lagu.

Jika melihat judul-judul di atas, bisa jadi banyak di antara kita yang akan menyenandungkannya. Masih ingat yang satu ini..??

Satu satu aku sayang ibu

Dua dua aku sayang ayah

Tiga tiga sayang adik kakak

Satu dua tiga sayang semuanya


Yakin deh, kalian tahu lagu ini. Sederhana, tapi sarat makna. Pesan untuk menyayangi setiap anggota keluarga sekaligur belajar berhitung.

Begitu cintanya Pak Kasur dan Bu Kasur pada anak-anak. Sehingga, saat membuat lagu-lagu itu, mereka memikirkannya dengan sangat hati-hati. Mudahkah lagu itu dinyanyikan nantinya oleh anak-anak. Dan salah satu hal yang sangat diperhatikan adalah untuk tidak menggunakan huruf ’r’ pada lagu-lagunya. Atau setidaknya, tidak terlalu banyak huruf ’r’ di dalam lagu buatan mereka. Kawan, kalian tau sebabnya kan..?? Ya.. karena huruf ’r’ adalah huruf yang sulit untuk dikuasai oleh anak-anak usia dini. Betapa kawan, hal itu tidak pernah terpikirkan olehku. Meskipun, hal itu memang akan sulit dalam pembuatan lagu-lagu mereka. Mungkin tampak sepele.. tapi tidak sesederhana yang kalian baca.

*Sungguh kawan, setiap kita, mungkin akan sanggup memberikan kebahagiaan bagi orang lain. Namun, tak banyak di antara kita yang memberikan kebahagiaan itu, dengan menambahkan sisi-sisinya dengan kebahagiaan yang lain. Seperti hal-nya persoalan huruf ’r’ di lagu manusia-manusia penuh cinta ini. Memberikan bahagia yang berbunga bahagia. Hmm... demikianlah cinta yang seharusnya.


Hidup dan bekerja dengan cinta

Mereka berbuat dengan semangat hingga usia senja. Terus mengusahakan senang bagi anak-anak asuhannya. Hingga Tuhan menjemput mereka kembali. Pak Kasur meninggal pada tahun 1992 dan Bu Kasur di Jakarta, 22 Oktober 2002. Tak perlu menjadi sedih atas kepergian mereka. Namun, ambillah pelajaran dari, bagaimana mereka hidup.

Seperti sebuah kalimat pada sebuah blog. Pak Kasur dan Bu Kasur, adalah manusia-manusia yang ”Mengecil di antara yang membesar.” Di kala setiap tokoh gemilang dengan nama-nama mereka. Keduanya tetap hidup dengan sederhana.

Dari sosok-sosok inilah, aku makin mengenal keikhlasan, kecintaan dan keindahan berbuat sesuatu. Tanpa ragu terus berkarya, meskipun tiada jaminan, akan ada yang membayar segala hal yang telah diperbuat di dunia ini. Melalui figur-figur mereka, aku belajar tentang arti bangga akan profesi ini. Di kala yang lain harus malu-malu menyebut dirinya sebagai guru. Di saat beberapa orang mengucapkan dengan pelan tentang pekerjaannya. Maka mereka lantang dalam diamnya. Dengan setiap kerja mereka, mereka berkata, ”Kami adalah guru.”

Tak perlu disebutkan pun jasa mereka, mereka tetap berjasa. Senyum-senyum yang mengembang di wajah-wajah anak asuhan mereka. Adalah jasa tiada tara. Ketika mulai banyak anak yang tak mendapatkan lebih banyak perhatian dari orang tua mereka, perhatian mereka itulah jasa. Pelukan sayang mereka adalah jasa. Pujian dan tepuk motivasi mereka adalah jasa. Perubahan-perubahan kecil pada anak-anak asuhan mereka, dari salah menjadi benar, buruk menjadi baik, malas menjadi rajin. Itulah jasa kawan. Tak kasat mata, namun bermakna. Makna besar bagi masa depan anak-anak bangsa.

Lewat tulisan inilah, aku persembahkan cinta mereka pada pendidikan Indonesia.

Setidaknya.. cintailah anak-anak di sekitar kita. Anggaplah mereka ada, hargai mereka, dan jadilah sahabat bagi mereka. Semoga bermanfaat..

Kawan.. Menginspirasilah atau Terinspirasilah..

Karena.. KITA BISA !

Literatur:

http://www.seruu.com/biography-seruu
http://lini.via-lattea.org
http://www.tkminipakkasur.com
 
Copyright 2009 Fiani Gee. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase