<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880</id><updated>2011-10-09T22:51:43.144-07:00</updated><title type='text'>Fiani Gee</title><subtitle type='html'>Semangat MENULIS untuk menuliskan SEMANGAT</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>74</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-6634062332529954977</id><published>2011-06-10T07:55:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T07:57:57.408-07:00</updated><title type='text'>Status Cinta Sang Bumi</title><content type='html'>Bumi mencintai langit.. Tapi langit mencintai sang bintang. Berulang kali, Bumi dijatuhi cinta. Namun belahannyanya tak jatuh di jiwa yang dicintainya. Pun begitu.. Cinta tiada lelah.. menjatuhkan kepingannya ke hati sang bumi.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Hati yang enggan patah, krn cinta*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at, 10 Juni 2011&lt;br /&gt;10:27&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-6634062332529954977?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/6634062332529954977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2011/06/status-cinta-sang-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6634062332529954977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6634062332529954977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2011/06/status-cinta-sang-bumi.html' title='Status Cinta Sang Bumi'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-6076480207023198052</id><published>2011-06-05T00:40:00.000-07:00</published><updated>2011-06-05T01:07:07.001-07:00</updated><title type='text'>Status Facebook Fiani Gee</title><content type='html'>Batas senja... Allãh telah pasangkan gelap dan terang... Namun... Belum pernah dipertemukan... Pula Allãh telah pasangkan... Langit dan bumi... Keduanya pun... Belum pernah dipertemukan... Namun awalnya... Mereka adalah satu... Dan selalu perlu waktu... Untuk kembali bertemu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya punya... Satu Kesempatan (HIDUP)... Untuk dicintai (ALLAH)... Ketika lewat masanya (MATI)... Dan kita belum juga dicintai... Maka merugi... Penyesalan... Sungguh tak pernah... datang di depan...~ Diri ini... Fana... Meski kadang tergelincir tuk mendua... Aku masih di sini... Belajar setia... Dan terus berusaha... untuk dicinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai para perindu... Lepaskan genggam tidurmu... Simpulkan pada malam senyummu... Sang Maha Pencemburu... Menunggumu di batas waktu... Membentang sujud di atas bumi... Merendah diri... Mengakui... Bahwa DzatNYA yang paling kau rindui... Di sepertiga sunyi syahdu... Buktikan rindumu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan siapa-siapa?~ Sahabat.. Qta slalu mjadi seseorang.. Krn Allãh ciptakan qta untuk mjadi manusia.. Dan di taruhNYA di bumi untuk mjadi ssuatu.. DiperintahkanNYA untuk mjd pmimpin di sini... Telah disumpah untuk mnuhankanNYA... Lalu di takdirkanNYA di dlm Islam... Masihkah Aku, kamu, dia dan mereka... Bukan siapa-siapa? Hmm... I'm a Moslem.. And I'm Proud.. Jadi.. Aku adalah sseorang.. Dan Kamu juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau ke pantai... enakan nyari teman... rame-rame... MENYENANGKAN... Ke mall... mau beli buku... nyari teman... rame-rame... MENGASIKKAN... Jadi ingat... Syaithan mau ke neraka... juga nyari teman... Rame-rame... Hiiiiiiyyy... Biar rame-rame juga... Tetep aja... MENGERIKAAAAAAAAAN...~ Waiting for maghrib...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan OFFLINE dan ONLINE... Bermanfaat... Bagi dunia dan akhirat kita~ Bahkan dari setiap 'titik'... Yang kita ketik... Ada kebaikan yang bs kita petik... Semoga balasan yang terbaik... Ãmïn...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan juang ini... kita satukan kelak... Kali ini... hari ini... kau bersungguh di sana... dan ku bergerak di sini... Alirkannya pada satu tuju... Jiwa-jiwa merdeka... tak pernah lelah mengucap cita... dan mengurai asa... Angkatlah sayap-sayap do&amp;#039;a... Karena dengannya... esok... atau lusa... kita bisa terbang bersama... Maukah kau?? Mengetuk langit... Dan menghampar pelangi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAFSU itu... Ketika HATI BERGETAR~ Perhatikan getarnya sahabat... Nyamankah pada nurani...? Amankah dalam pengawasan diri...? Dibenarkankah oleh suara hati...? Kita sendiri lebih tau... Kemana arah getaran itu... Allãhu 'Alimu... Allãhu Bãshiru... Allãhu Bãthinu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua... Lebih menyayangi anak sendiri... Itulah mengapa... Jika suatu hari qta dapati anak kita, bmain di parit bersama temannya... Maka kita akan menegur anak kita lebih dulu... Bukan begitu?? Karena sayangnya kita... Begitu pula Allãh terhadap kaum muslimin... Ditegur lebih dulu... Karena... SayangNYA~ Maghrib...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali... Untuk sebuah KEBENARAN... kita mesti bersabar... Dan banyak berkorban... Meskipun harus MENGORBANKAN... Sebuah IMPIAN... Karena... seiring banyaknya ANUGRAH... Maka... semakin besar AMANAH...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-6076480207023198052?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/6076480207023198052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2011/06/status-facebook-fiani-gee.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6076480207023198052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6076480207023198052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2011/06/status-facebook-fiani-gee.html' title='Status Facebook Fiani Gee'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-7272570901897864052</id><published>2010-11-20T03:17:00.000-08:00</published><updated>2010-11-20T03:18:51.181-08:00</updated><title type='text'>(Semangat Ramadhan ) Berhasil Kala Ramai, Sukses Kala Sendiri</title><content type='html'>Tujuh Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian menuju kebaikan itu, bukan hanya lurus, kemudian sampai di puncak dengan sejuta rasa sukses, sangat mulus. Tentu ada kenangan paling indah selama perjalanan melalui lereng-lerengnya, mengitari sebuah bagian yang tak mungkin dilalui. Terjatuh, karena tersandung akr-akar pohon nan besar, yang ada di sepanjang setapak-setapak itu. Sesekali terjerembab, menginjak lubang yang tak terlihat. Terkilir, kram kaki atau yang lainnya. Itulah yang membuat buku ”KESUKSESAN” sangat digemari. Aroma perjuangan, selalu memacu adrenalin untuk ikut bergelora bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Ramadhan seharusnya bagi jiwa-jiwa kelana iman. Merasakan sulitnya menahan setiap syahwat diri, yang melingkari zona ingin. Ingin ini, ingin itu, ingin kesana, ingin kesini, ingin begitu, ingin begini, ingin lagi.. lagi dan lagi. Dan tentu tak semua ingin bisa dipenuhi kala berbuka. Bahkan berbuka pun kita masih tetap berpuasa. Berpuasa lisan kita, dari mencela atau menyebut-nyebut kurangnya nikmat. Karena kadang tanpa sengaja terucap, ”Duuh, coba ada buah ya.” atau ”Enak kayaknya, kalau ada jus.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak sukses Ramadhan yang sesungguhnya, bukanlah di ujung hari-hari itu. Namun, senja-senja ramadhan adalah rintangan-rintangan yang mesti dilalui satu demi satu, yang kemudian terakumulasi di akhirnya. Seberapa berhasilnya kita ketika menghadapi setiap rintangan. Itulah yang menjadi bahan hitungan bagi suksesnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian ramadhan, adalah pendakian pribadi. Sekalipun ada orang-orang tercinta, manusia-manusia tersayang di sekitar kita. Namun, Ramadhan sesungguhnya adalah proses pencapaian kesuksesan individu. Karena, kebersamaan akan selalu membawa semangat yang luar biasa tentunya. Untuk menahan setiap bujukan nafsu yang ingin dipenuhi. Kebersamaanlah yang memotivasi kita untuk kuat dan bertahan hingga selesai. Itu, sungguh mempermudah apa yang kita sebut puasa atau shaum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimanakah puasa kita kala kita sedang bersendiriian..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sepekan berjalan. Terasa mulai berat tubuh dan mata ini semakin bernafsu untuk tertutup. Lihat ke kanan, ternyata sedang sendiri. Lihat kekiri, nyatanya memang sendiri. Hingga akhirnya meredup terbawa kantuk, karena tiada sosok-sosok lain yang memberi semangat, memotivasi untuk terus istiqamah menggelar ibadah dan amal. Mencoba menemukan keteladan dalam wujud-wujud shalih di dekat kita. Toh, tak selamanya kita akan bersama mereka. Kala itulah, puasa dicoba, dengan sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan terhadap panca indera yang melemah. Tak terbatas lagi, apa yang mestinya tidak dipandang. Lisan yang terbebas dari kawalan, lalu berkeliaran merusak keriangan. Telinga terbuka bagi setiap suara, berita dan kabar. Tiada filter yang memfungsikan hati untuk menahan setiap gerak diri. Begitulah seringkali jika kita bersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah, orang lain, yang kita sayangi, selalu ada bersama kita. Mengawasi kita, memberi kita semangat, menggandeng kita untuk terus berjalan, membantu kita dikala kesulitan, menarik kita untuk berdiri kala kita jatuh. Adakah mereka akan terus ada di sisi kita, memberi tahu akan keharusan, menginfokan kebaikan, mencoba membenarkan sesuatu yang salah pada diri kita. Akankah mereka terus ada..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, TIDAK. Sekali-kali tidak. Karena, pertemuan itu, sejolinya adalah perpisahan. Persatuan itu, pasangannya adalah perpecahan. Kebersamaan itu kebalikannya adalah kesendirian. Semua akan terjadi pada kita. Saatnya, mengandalkan diri kita. Lupakan keteladanan, karena kala bersendiri keteladanan itu semu. Hanya memory yang membekas keras pada rasa. Semua bisa punya memory tentang keteladanan. Namun, yang membuatnya berbeda adalah, siapakah di antara kita yang berhasil memanfaatkan keteladanan itu, kala sepi. Siapa yang sukses membangun kebaikan bagi dirinya, kala sendiri. Karena, kebersamaan dan kesendirian itu sebenarnya adalah kawan. Layaknya, tangan kanan dan tangan kiri. Namun, ketika tangan kanan memberi, tak selayaknya tangan kiri tahu. Ketika amal dilakukan, sendiri ataupun dalam kebersamaan. Amal itu selalu menjadi rahasia kita dan Allaah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mari diri.. semangat lagi&lt;br /&gt;Meski sepi.. yuuuk beramal lagi&lt;br /&gt;Jauh dari riuh tepuk tangan dan puji&lt;br /&gt;Namun.. ayolaaaaaaah jiwa&lt;br /&gt;Kita sukses bila bersama&lt;br /&gt;Dan kita pula berhasil, meski tiada siapapun jua&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-7272570901897864052?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/7272570901897864052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/11/semangat-ramadhan-berhasil-kala-ramai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7272570901897864052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7272570901897864052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/11/semangat-ramadhan-berhasil-kala-ramai.html' title='(Semangat Ramadhan ) Berhasil Kala Ramai, Sukses Kala Sendiri'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-2240866269323030594</id><published>2010-10-26T06:26:00.000-07:00</published><updated>2010-10-26T06:30:18.394-07:00</updated><title type='text'>Semangat Ramadhan "Paman Tersayang, Paman Yang Malang"</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Enam Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dakwah terang-terangan dimulai. Rasuulullaah mengumpulkan semua kerabatnya. Karena telah datang perintah kepada manusia mulia itu berupa wahyu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat.” (QS Asy Syu’ara:214)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diundanglah kerabat beliau, yang kemudian hadir atas undangan itu empat puluh lima orang. Namun, sebelum beliau sempat berkata, bicaralah Abu Lahab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… Jika engkau tetap bertahan pada urusanmu ini, maka itu lebih mudah bagi mereka dari pada seluruh kabilah Quraisy menerkammu dan semua bangsa Arab ikut campur tangan. Engkau tidak pernah melihat seorang dari Bani bapaknya yang pernah berbuat macam-macam seperti engkau perbuat saat ini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, Rasuulullaah hanya diam dan tidak bicara apapun. Kemudian diundanglah kembali kerabat-kerabat beliau itu. Lalu Rasuulullaah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Segala puji bagi Allaah dan aku memuji-Nya, memohon pertolongan, percaya dan tawakkal kepada-Nya. Aku bersaksi, bahwa tiada Ilah selain Allaah semata yang tiada sekutu bagi-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, beliau bicara pada mereka tentang kematian dan hari perhitungan. Kemudian Abu Thalib berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”... lanjutkanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Demi Allaah, aku senantiasa akan menjaga dan melindungimu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, Abu Lahab berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allaah, ini adalah kabar buruk. Ambillah tindakan terhadap dirinya sebelum orang lain yang melakukannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalas oleh Abu Thalib,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allaah, kami tetap akan melindungi selagi kami masih hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalib, seorang paman yang menyayangi Rasuulullaah. Jika kau mencarinya, temukan namanya pada barisan pembela Rasuulullaah. Karena keberadaan Abu Thalib, kaum Quraisy tak bisa berbuat lebih banyak untuk menjatuhkan sang Khatamul Anbiyaa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum, Quraisy, datang berkali-kali menemui Abu Thalib. Membujuknya, untuk menyerahkan keponakannya tercinta untuk dihukum, karena telah melecehkan agama nenek moyang mereka. Namun, beberapa kali pula mereka harus pulang dengan tangan hampa. Karena Abu Thalib menolak permintaan mereka dengan halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga satu ketika, Quraisy mendatangi kembali Abu Thalib dengan sebuah ancaman dalam perkataan mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”... maka hentikanlah dia, atau kami menganggapmu dalam pihak dia, hingga salah satu dari kedua belah pihak di antara kita binasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan itu cukup menggetarkan bagi Abu Thalib. Maka ia mencoba menemui Raasulullaah, dan menyampaikan perkataan para Quraisy itu, sambil membujuk Rasuulullaah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”... Maka hentikanlah demi diriku dan dirimu sendiri. Janganlah engkau membebaniku sesuatu di luar kesanggupanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, Rasuulullaah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Wahai pamanku, demi Allaah, andaikan mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan agama ini, hingga Allaah memenangkannya atau aku ikut binasa karenanya, maka aku tidak akan meninggalkannya.”&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pamanpun menangis dan akhirnya, tetap mendukung Rasuulullaah untuk terus berdakwah. Tercurah rasa Abu Thalib dalam sebuah sya’ir,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allaah,&lt;br /&gt;Mereka semua tidak akan bisa menjamah&lt;br /&gt;Tampakkanlah urusanmu dan jangan kurangi&lt;br /&gt;Pilihlah yang engkau sukai dan senangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, para Quraisy terus membujuk Abu Thalib dan terus saja di tolak olehnya. Hal ini membuat Quraisy sangat jengkel dan melakukan boikot terhadap keluarga Abu Thalib. Hingga mereka hidup menderita. Karena, para kafir itu mengisolasi Makkah, agar tak ada makanan dan barang-barang yang lain bisa dinikmati oleh Bani Hasyim dan Bani Al-Muththalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan terakhir para Quraisy terhadap Abu Thalib, membawa Rasuulullaah untuk bertemu dengan para pemukanya. Mereka menawarkan sesuatu demi Rasuulullaah menghentikan dakwahnya. Namun, mereka malah dibujuk oleh Rasuulullaah untuk tunduk dan mengucap satu kalimat yang kan membuat mereka mampu menjadi raja-raja bagi para keturunan Arab dan non-Arab. Yaitu mengucapkan kalimat, ”Laa Ilaaha illallaah.” dan hasilnya, mereka malah mengejek beliau, kemudian pergi meninggalkan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasuulullaah, terus melakukan syi’ar di bawah nama besar Abu Thalib di antara kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tiba masa kematian bagi Abu Thalib. Kala itu datang di sisinya ada Rasuulullaah dan beberapa kerabat. Termasuk Abu Jahal dan Abdullaah bin Abu Umayyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasuulullaah mencoba membujuk sang paman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Wahai paman, ucapkanlah ’Laa ilaaha illallaah’, satu kalimat yang dapat kau jadikan hujjah di hadapan Allaah.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Namun, selalu di sela oleh Abu Jahal dan Abdullaah bin Abu Umayyah, dengan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wahai Abu Thalib, apakah engkau tidak menyukai agama Abdul Muththalib..?”, demikian terus berulang-ulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga Abu Thalib meninggal dengan menyatakan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tetap berada pada agama Abdul Muththalib.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasuulullaah bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Aku benar-benar akan memohon ampunan bagimu wahai paman selagi aku tidak dilarang melakukannya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu turunlah ayat ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allaah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya, sesuadah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam.” (QS At Taubah : 113)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;*Maka masuk nerakalah seorang baik, bernama Abu Thalib.. Karena, dia tidak mau bertawhid.. Na’uudzubillaah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-2240866269323030594?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/2240866269323030594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/10/semangat-ramadhan-pamanku-sayang-paman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2240866269323030594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2240866269323030594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/10/semangat-ramadhan-pamanku-sayang-paman.html' title='Semangat Ramadhan &quot;Paman Tersayang, Paman Yang Malang&quot;'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-6418784293215652396</id><published>2010-10-24T03:37:00.000-07:00</published><updated>2010-10-24T04:11:48.164-07:00</updated><title type='text'>Semangat Ramadhan "Bisik-Bisik Tetangga (Ups.. Salah) Bisik-Bisik Syaithan"</title><content type='html'>Lima Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbangun oleh alarm HP yang menyenandungkan Asma’ul Husna. Sang kelana iman, lega bisa terbangun. Ia sangat khawatir akan terlewat waktu-waktu tepat untuk bermunajat. Badannya segar, meski tidur sedikit. Berkualitas, insyaa Allaah. Semoga Allaah ridha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuruni tangga menuju pancuran wudhu. Melewati kamar-kamar keluarganya yang belum terbangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;(Weits.. keren kali kau. Bangun lebih cepat dari yang lain. Tak peduli dingin merasuki tulangmu. Hebat kau. Sedang yang lain masih lelap berbalut selimut. Kau bangun. Mereka memang tak lebih baik darimu.)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ASTAGHFIRULLAAH..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berwudhulah ia, setelah membersihkan diri. Aliran air membasahi setiap bagian wudhunya dengan baik. Tangan, wajah, kaki, kepala dan telinganya terasa segar. Ia akan menghadap Yang Maha Suci. Hingga haruslah dirinya dalam keadaan suci. Kemudian kembali kedalam kamarnya yang sederhana. Menghadaplah ia kepada Sang Kekasih jiwa. Merayu penuh rindu, atas pertemuan yang terindah dengan-Nya. Mengharap penuh asa, atas limpahan rahmat yang tiada henti dari-Nya. Mencoba mengungkap cintanya, lewat dialog hati nan penuh iman. Air matanya menderas demi memohon ampunan atas setiap salah dan dosa. Hingga tenang setiap sudut rasa, atas taubat yang diucap, seiring dengan sesal tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;(Mantaaaaaaaab euy. Shalat malam yang luar biasa ya. Kau berhasil menangis lagi kali ini. Shalat dengan banyak raka’at, tanpa ngantuk. Allaah pasti akan puji kau kepada para penghuni langit. Terkenal kau di sana. Memang, kau ini hamba shalih. Puas ya)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASTAGHFIRULLAAH..!!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada waktu 30 menit untuk tilawah. Maka dibukalah mushab kesayangannya. Mushab yang telah menemani perjalanan hidayahnya. Dibacanya dengan tartil. Hingga tak terlewat satupun huruf, kecuali dibacanya dengan teliti dan benar. Suaranya merdu, demi memenuhi adab terhadap sahabat tercintanya, al qur’an. Hilanglah gundah yang seharian kemarin dirasa. Pergilah sedih yang merusak suasana jiwa. Berlalulah semua tak enak, yang sempat mengguncang semangat yang menggelora. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;(Wew.. cantik nian suara tu. Pastilah telah bercahaya rumahmu ini terlihat dari langit. Bak bintang yang bersinar terang. Satu juz pula berhasil selesai lagi. Makin cepat ya. Muslim memang harus begitu. Jika ka uterus rajin begini, kau pasti mengalahkan temanmu yang lain. Yaaah.. khatam tiga atau empat kalilah. Pokoknya, tilawahnya laju. Banyak jelmpol buat kau)&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASTAGHFIRULLAAH..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahur. Syukurlah, berhasil menyantap hidangan, tanpa memenuhi perut dengannya. Harus ada bagian untuk tempat makanan, minuman dan udara. Alhamdulillaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan subuh pun berkumandang. Seusai bedug menyenandung “Dug.. dug.. dug..dug..dug..” Shalat shubuh dilanjutkan lagi dengan tilawah. Terlewatlah kembali satu juz itu. Langit telah mulai tersigkap gelapnya. Diambillah buku dzikir hariannya. Menemani pagi dan petangnya untuk senantiasa mengingat Penciptanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Big Agenda. 10 jam, 10 juz. What an idea !! Demi menjajal kemampuan seorang hamba. Di kala biasanya, sanggup duduk di depan TV ber-jam-jam, atau di depan computer seharian. Maka sanggupkah, bila 10 jam, kau duduk bersama al qur,an..?? (Sanggup.. tidak.. sanggup.. tidak.. sanggup.. tidak) Hu hu hu. Bismillaah. Bersama ratusan saudara yang lain. Melanjutkan bacaan sendiri-sendiri, dengan target 10 juz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;(WOW..!! Cakeeeeeeep. Meskipun tak berhasil dengan sepuluh juz, karena sambil diisi oleh dua taujih. Tapi, hari ini, kau berhasil selesaikan lebih dari target bacaanmu sehari. Wuiiiiih.. Lihat yang lain, mungkin tidak lebih banyak bacaan qur’an mereka hari ini)&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!! ASTAGHFIRULLAAH..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****@*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kala kita, mulai dapat menolak setiap maksiyat&lt;br /&gt;Menghijabi hati dari keinginan diri nan tak sejati&lt;br /&gt;Menahan setiap tarikan dunia yang memagneti jiwa&lt;br /&gt;Agar goyah dan limbung terbawa harap tuk puas rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sang penggoda tak kan datang dengan tujuan mengajak kita&lt;br /&gt;Bertemu dengan hal itu.&lt;br /&gt;Namun ia membawa kita&lt;br /&gt;Untuk bangga dengan amal&lt;br /&gt;Ujub dengan ibadah&lt;br /&gt;Takabur dengan kebaikan dan ilmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****@*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;(Hohohoho.. kau tau ternyata ya. Strategi ’perjuangan’-ku. Kau benar-benar, muslim tangguh. Suatu saat kau mestinya bisa lebih baik dari siapapun.. Hohohoho)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASTAGHFIRULLAAH..!! A’UUDZUBILLAAHIMINASY SYAITHAANIRRAJIIM..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-6418784293215652396?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/6418784293215652396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/10/semangat-ramadhan-bisik-bisik-tetangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6418784293215652396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6418784293215652396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/10/semangat-ramadhan-bisik-bisik-tetangga.html' title='Semangat Ramadhan &quot;Bisik-Bisik Tetangga (Ups.. Salah) Bisik-Bisik Syaithan&quot;'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-5740649446523205867</id><published>2010-10-08T19:22:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T19:25:24.413-07:00</updated><title type='text'>Semangat Ramadhan "Saling Menjaga"</title><content type='html'>Empat Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai dengan pertanyaan..&lt;br /&gt;Mengapa kita harus memakai helm..? Mengapa ada aturan untuk memakai seatbelt..? Mengapa dipasang lampu lalu lintas di simpang jalan..? Mengapa banyak rambu-rambu lalulintas..? Mengapa.. dan banyak lagi pertanyaan mengapa yang bisa kita tanyakan, demi menjawab semua hal yang membuat kita merasa terbebani dengan kewajiban-kewajiban yang mesti kita penuhi itu. Hmm.. kewajiban..?? kira-kira, berdosa nggak ya, kalau ga pakai helm.. (Mmm.. bisa banyak nih jawabannya) Monggo yang berkompeten untuk menjawab. Pak polisi, polwan, ustadz, ustadzah, para faqihin. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan-peraturan semacam itu, tentu tidak dibuat sekejap, seperti main sulap. Tring..!! Pakai helm. Tring..!! Pakai seatbelt. Tring..!! Lampu lalu lintas. Hohoho..  Namun, semuanya sudah dirancang sedemikian rupa demi tujuan-tujuan umum dan khusus tentunya. Jika hendak diambil tujuannya secara umum adalah, sebuah perhatian terhadap para pengendara, satu bentuk penghargaan terhadap jiwa, aturan yang dibuat demi menjaga setiap pengendara dari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti, kecelakaan yang fatal misalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, masih saja ada, yang naik motor tanpa helm, yang paling sering nih ya, kalau hari jum’at tu, adalah hari tanpa helm se-indonesia. Mau Jum’atan, tidak merasa perlu untuk memakai helm. (tapi, masih ada yang pakai kok) Jika peraturan dibuat untuk menjaga pengendara dan melindungi mereka dari fatalnya akibat kecelakaan, maka ternyata banyak di antara kita yang dirinya sendiri, tidak merasa perlu untuk menjaga keselamatannya serta tidak merasa harus untuk menghargai nyawanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin dari pembukaan yang cukup panjang di atas itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa perempuan, kehidupannya seperti barang elektronik. Telah disertakan bersamanya, buku petunjuk-petunjuk. Bagaimana caranya, agar suaranya bening, gambarnya jernih. Langkah-langkah apa yang mesti dilakukan, jika ia mengalami gangguan, berapa tahunkah garansinya. (kalau wanita, mungkin garansi seumur hidup ya) Tapi, begitulah.. petunjuk-petunjuk itu dikeluarkan sebagai bentuk perlindungan dan penjagaannya untuk tetap dalam keadaan cantik, bagus dan sesuai dengan yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah, tak semua perempuan mau dilindungi. Tidak semua muslimah, berkenan untuk diatur dan tidak semua tulang rusuk ini, mau diluruskan, serta tak banyak yang bersedia dengan rela menjadi hamba yang ta’at. Ketika petunjuk hidupnya menyuruhnya menutup aurat. Malah sebagian mereka dengan senang hati menjadi bahan tontonan. Sedihnya lagi, ini dikonsumsi oleh mereka yang seharusnya menjadi pelindung perempuan-perempuan muslimah ini. Yaitu, para lelaki yang di antaranya adalah muslim. Mereka mungkin tidak berpikir tentang siapa itu perempuan. Perempuan adalah, siapa yang mereka sebut, ibu. Perempuan adalah, seseorang yang mereka sebut istri. Perempuan adalah, mereka yang di sebut adik, kakak, bibi, bude dan perempuan adalah sebagian dari keluarga mereka. Jika saja mereka tempatkan perempuan adalah perempuan yang seharusnya, maka tentu hal ini tidak akan terjadi. Perempuannya, menghargai dirinya sendiri. Lelakinya, ikut menghargai perempuannya. Toh nyaman, aman, sedap dirasakan, tidak menyedihkan, jauh dari kejadian mengerikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita tau, masalah apa yang terjadi karena hal mengumbar aurat ini. Selingkuh, bisa berawal dari hal ini. Perlakuan tidak senonoh, bisa muncul dari hal ini pula. Kejadian kecil ataupun besar yang terjadi antara perempuan dan laki-laki, sangat mungkin akan berawal dari masalah ini. Menutup aurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca kisah pendekku ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh.. hari ini, aku tersanjung. Kala ashar tiba, kami sedang bersiap memakai mukena. Hijab yang terpasang untuk shaf perempuan, hanya ada di bagian depan. Sehingga,  dari bagian samping yang terbuka, jika para lelaki melaluinya, maka tampaklah kami. Dan seorang lelaki, melaluinya hingga tak sengaja memandang ke arah shaf kami, kemudian ia menunduk dan menarik beberapa hijab untuk menutupi kami dari pandangannya. Lelaki luar biasa. Bila maksudnya untuk menjaga pandangannya, maka pandangannya selamat. Jika maksudnya untuk menjaga kami dari pandangannya, maka kami pun.. selamat. Sedangkan kami, sungguh tidak menyadarinya. Sekali lagi, aku tersanjung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah saudariku.. begitulah saudaraku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah saudariku, kau lebih tersanjung, bila tak seorang lelakipun menatapmu. Kecuali telah halal antara kau dan lelaki itu. Tidakkan saudariku, kau lebih merasa terpuji, bila tak seorang lelakipun menyentuhmu. Kecuali lelaki tersebut adalah suamimu. Tidakkah saudariku, kau lebih merasa berharga, ketika tidak seorang lelakipun memuji kecantikanmu dengan penuh rayu. Kecuali telah terikat jalinan suci antara lelaki itu dan dirimu. Tidakkah saudariku, kau ingin Pencipta-mu menatapmu dengan penuh kecintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah saudaraku, kau lebih gagah, bila yang kau pandang adalah yang halal bagimu. Tidakkah saudaraku, kau lebih hebat, bila yang kau sentuh adalah istrimu. Tidakkah saudaraku, kau sama dengan lelaki luar biasa itu, bila yang kau puji adalah siapa yang telah kau ikat dengan janji sucimu. Tidakkah saudaraku, kau ingin Pencipta-mu memelukmu dengan penuh kecintaan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuannya menjaga diri, hingga terjaga dari lelaki. Dan yang lelaki menjaga diri, hingga terjaga dari perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menantilah dengan sabar.. hingga semuanya.. halal. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-5740649446523205867?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/5740649446523205867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/10/semangat-ramadhan-saling-menjaga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5740649446523205867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5740649446523205867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/10/semangat-ramadhan-saling-menjaga.html' title='Semangat Ramadhan &quot;Saling Menjaga&quot;'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-8015103564878166258</id><published>2010-10-08T04:41:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T04:42:15.555-07:00</updated><title type='text'>Semangat Ramadhan "Sampaikan.. Sampaikan"</title><content type='html'>Tiga Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sekolah pertama di Ramadhan. Mencoba menghilangkan kebiasaan ngebut. Hari ini, berjalan pelan dan santai saja. Saat yang lain sibuk berkejaran dengan waktu. Hufft.. menahaaaaaaaaaan diri. Hingga akhirnya sampai di sekolah dan berhasil menjadi juara pertama. Hah..?? Jam berapa nih..?? Apa diriku salah hari ya..?? Atau, masuknya memang lebih siang..?? Padahal, biasanya jam segini dah banyak teman kecil yang bermain-main di halaman. hehe. Sekolah masih kosong. Baru seorang teman kecil yang sudah lebih dulu diantar oleh papanya. Eh..?? aku ga jadi nomor satu deeh. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hari Jum’at, kami pulang jam 09:30. Lebih cepat dari hari-hari lainnya dan lebih cepat dari hari Jum’at yang biasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berniat, untuk kembali menikmati suasana rumah Allaah. Menjadikan Al Ikhwan sebagai tujuan kali ini. Insyaa Allaah sambil menanti ashar di sana. Alhamdulillaah kendaraan yang parkir baru dua buah motor. Melangkah ke pintu masuk. Waaaaaaaaaaaaa.. banyak ikhwan. Pada tiduran lagi di dalam dan di depan pintu masjid. Jadi tidak bisa masuk. Rumah Allaah jadi dirasa tak nyaman, kalau buat tiduran gitu. Apalagi bagi wanita, (ciee wanita.. lho?? Memang apa..??) yang juga ingin merasakan berada di Masjid seperti diriku ini. (pendapat sendiri) Menurutku siih, tidak masalah ya. Tapi, sekedar saran saja. Tidurnya yang rapi, di satu tempat gitu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, mesti menggagalkan rencana berdiam di Al Ikhwan. Mencoba menemukan kenyamanan di Masjid, yang seharusnya menjadi tujuan esok harinya, Al Ma’aarij. Suejuuuuuuuuuuuuknya. Masjid nan megah di sebuah perumahan ni, dibangun di lereng sebuah bukit. Di sekitarnya banyak pohon-pohon besar. Beberapa monyet kecil sering terlihat berlompatan di antara pepohonan itu. Dari halaman masjid, terlihat di bawah sana, sebuah lapangan sepak bola. Hmm.. Ada juga ya, yang berolah raga, menjelang shalat ni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menanti adzan, mencoba meluruskan kaki, dengan duduk berselonjor dan bersandar pada salah satu tiang besar masjid. Sepoi-sepoi, angin memasuki ruangan masjid, melalui teralis jendela. Subhaanallaah.. rasanya seperti dibelai. Syukur tidak tertidur, karena jama’ah shalat dah mulai berdatangan. Dan semuanya, sekali lagi, bapak-bapak, mas-mas, om-om, karyawan perusahaan yang gedungnya berada agak jauh, dan letaknya sekitar 200 meter dari lapangan sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya adzan ashar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah iqamah, kemudian shalat dimulai. Jadi yang paling ayu. Hehe. Satu-satunya jama’ah wanita. Waktu raka’at kedua, kurasakan kehadiran dua orang wanita yang terburu-buru menggelar sajadah dan menggunakan mukenanya. Salah seorang menggelarkan sajadahnya di tempat sujudku. Tadi, mencarinya di tempat mukena. Tapi, tidak menemukan satupun. Akhirnya, shalat tanpa alas sujud. Alhamdulillaah.. Allaah datangkan seseorang yang baik hati dan penuh empati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam. Selesai sudah empat raka’at. Aku memperhatikan dua wanita di sebelahku yang masih shalat. Tapi, tinggal menyelesaikan tahiyyat-nya. Masbuk yang.. kurang benar. Keduanya, mengikuti saat rakaat ketiga. Kemudian, terburu-buru mengejar raka’at-raka’at imam dengan ruku’ dan sujud lebih cepat. Wanita yang lebih tua, berlaku sebagai imam bagi, yang lebih muda (anaknya kalau tidak salah). Dan anaknya mengikuti setiap gerakan sang ibu yang lumayan cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terimakasih ibu atas sajadahnya. Karena ibu sudah baik, mau tidak saya ajarkan cara masbuk yang benar..?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kalimat di ujung lidahku, yang kusesali, karena tak kusampaikan kepadanya. &lt;br /&gt;Aku hanya mengucapkan ”Terimakasih bu.” Lagipula, keduanya terlihat terburu-buru. Usai shalat, mereka segera melipat mukena dan sajadahnya. Kemudian pamit padaku. Aku mengantarkan mereka dengan senyuman dan sesal yang sangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mengapa malu..? Ketika akan menyampaikan kebenaran. Sedangkan, dengannya maka engkau akan menyelamatkan seseorang. Ketika kita sampaikan kebenaran, maka motivasi terbesarnya adalah ’hidayah’ bagi mereka, maka balasan bagimu adalah lebih dari bumi dan isinya. (SEMOGA SELALU TERINGAT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga niat.. sudah tercatat..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-8015103564878166258?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/8015103564878166258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/10/semangat-ramadhan-sampaikan-sampaikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8015103564878166258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8015103564878166258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/10/semangat-ramadhan-sampaikan-sampaikan.html' title='Semangat Ramadhan &quot;Sampaikan.. Sampaikan&quot;'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-4286296672358353865</id><published>2010-10-06T06:03:00.000-07:00</published><updated>2010-10-06T06:05:43.638-07:00</updated><title type='text'>Semangat Ramadhan "Di Atas Sajadah"</title><content type='html'>Dua Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kebenaran, bahwa sesungguhnya manusia punya kemampuan untuk menyusun rencana-rencana besar atau target-target kecil. Direncanakan sedemikian rupa, dengan perhitungan-perhitungan yang akurat bagi wilayah manusia. Mempertimbangkan segala bentuk resiko dan hambatan yang mungkin terjadi di tengah perjalanan. Manusia.. setiap usaha dikerahkan untuk dapatkan sebuah hasil. Banyak mimpi dituliskan untuk sebuah kepuasan bathin. Atau hanya pemuas kebutuhan perut, mata dan yang lainnya. Semua boleh berencana. Tapi, Keputusan Allaah melebihi segalanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ingin setiap hari selama Ramadhan, berdiam sejenak di rumah-rumah Allaah. Hari pertama kesampaian. Dapet centang deh tuh.  Hari kedua, rencana tinggal rencana. Allaah siapkan amal yang lain untuk kukerjakan di rumah. Hingga ashar datang, tak sempatlah keluar. Baru teringat, masjid Al Falah sedang di renovasi. Rasanya tak akan kondusif kalau mencari ketenangan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mencoba menemukan hikmah.. pada pengembaraan di atas sajadah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengingat dosa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepada setiap jiwa yang terluka karena lisan yang tak terkawal baik. Kali ini terkenang jelas setiap kata yang menebas rasa-rasamu. Ada yang mungkin hanya tergores kecil. Namun, tentu ada yang hingga berdarah dan sakit tiada tara, sehingga perlu bagi kalian menahan maaf sedemikian lama. Maafkan atas kelalaian kendali atas pedangku ini. Seringkali nafsu ikut bemain dalam permainannya. Sombong, angkuh, sok, yang sadar atau tidak mempengaruhi ayunannya. Membabi buta menerobos batas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku tak malu melukai kalian. Ternyata ego menumbuhkan malu tuk memohon maaf. Sedang tak akan Allaah maafkan, jika kalian tak memaafkan.. Hiks.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikapku yang kadang tak pandai menjalin kerjasama yang baik. Sehingga mungkin menghambat amal-amal jama’i kita. Setiap lelah yang menimbulkan efek samping wajah tegang tanpa senyum yang membuat suasana semakin tak karuan. Maaf.. maaf dan maaf.. T.T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dosa itu, mungkin seperti debu. Namun, jika kita adalah kaca, maka debulah yang membuat kita buram. Jika kita adalah lantai, maka debulah yang membuat kita kotor. Jika kita adalah udara, maka debulah yang membuat orang lain tak sanggup menjadikan kita sebagai bagian dari kehidupannya. Maka mereka akan memasang masker, demi menjauhkan diri dari kita ini.. Udara yang berdebu. Manusia yang berdosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengingat amal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Allaah. Yang menitipkan kehidupan ini kepadaku. Meniupkan ruh, hingga bergeraklah aku, berpikirlah aku dan merasalah aku. Menciptakanku sebagai manusia, makhluk yang Kau sebut utama. Kau lebihkan dari malaikat, Kau tinggikan dari golongan jin. Sungguh, aku telah ketahui, tidak kau ciptakan si fana ini, kecuali untuk mengabdi kepadamu. Memaksimalkan manfaat atas setiap potensi yang Engkau sertakan dalam dirinya. Namun lebih, aku sibuk demi memenuhi kebutuhan hidupku, seiring dengan seringnya melupakan-Mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi hamba-Mu, adalah tugas kehidupan yang luar biasa yaa Rabb semesta alam. Sedang aku dengan ketidaksempurnaanku. Ketidaksempurnaanku dalam mencintai-Mu. Ketidaksempurnaanku dalam mengemban risalah Rasul-Mu. Ketidaksempurnaanku dalam melaksanakan ibadah-ibdahku. Ketidaksempurnaanku dalam mengemban amanah-Mu atas bumi. Jika karena semua itu, menahan setiap nikmat yang seharusnya aku terima. Maka ampuni aku yaa Rabb. Ampuni ketidaksempurnaanku ini, dan bantu aku menyempurnakannya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada bapak dan mamak-q. Jarikupun, mungkin sanggup mewakili baktiku. Karena, jasa kalian, adalah molekul air yang tak sanggup kuhitung. Atom dari bebatuan yang setiap serpihannya, tak kan mampu aku catat. Sehingga setiap dayaku tak kan bisa penuhi balas budi dan hutang jiwa ini. Kecilku dengan manjaan, remajaku dengan arahan, dewasaku dengan pilihan-pilihan. Hutangku atas setiap tetes darah dan keringat yang tertumpah demi perjalanan kehidupanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah riuh rendah jadwal sibuk (semoga bukan sok sibukku), seringkali menjadikan rumah hanya sebagai tempat beristirahat, melepas lelah. Hingga hampir-hampir tak sempat mengerjakan segala urusan rumah. Tertidur sejenak di malam hari, demi bangun dan pergi kembali esok paginya. Pun libur, hampir selalu lembur. Menunaikan beberapa hal di luar sana. Hanya sebuah ciuman takzimku pada tangan-tangan nan berjasa, yang bisa lebih sering aku lakukan, karena seringnya aku pergi. Hanya lembaran do’a-do’a demi bahagiamu. Istajib du’aa yaa Allaah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Jika kau berusia 70 dan bermanfaat bagi orang lain selama 5 tahun. Maka, lima tahun itulah kehidupanmu. Jika kau berumur 20 tahun, dan bermanfaat bagi orang lain selama 17 tahun. Maka, 17 tahun itulah kehidupanmu. Dan sungguh beruntung, mereka yang hidup dengan memaknakan diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-4286296672358353865?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/4286296672358353865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/10/semangat-ramadhan-di-atas-sajadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4286296672358353865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4286296672358353865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/10/semangat-ramadhan-di-atas-sajadah.html' title='Semangat Ramadhan &quot;Di Atas Sajadah&quot;'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-3220261508542961694</id><published>2010-09-29T03:44:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T03:47:27.458-07:00</updated><title type='text'>Semangat Ramadhan "Satu Ramadhanku"</title><content type='html'>Di puncak kerinduanku. Memadu kasih dengan Ramadhan. Meski mungkin, tak seindah 1 Ramadhan kalian. Diharamkanku untuk shalat. Tak boleh aku berniat shaum. Dilarang aku menyentuh mushab. Lengkap sudah. Hari ini, aku tidak puasa. Sedih.. namun satu keistimewaan bagi setiap wanita untuk menikmati saat-saat ini. Alhamdulillaah, waktu-waktu yang katanya bagi sebagian wanita mesti merasakan sakit yang luar biasa, stress yang sangat, mood yang tak terkendali. Bagi diriku, aman dan kondusif. Sehingga aktifitas tetap berjalan dengan lancar. Sekali lagi, Alhamdulillaah.. cukup sehari ini, karena besok, aku sudah bisa puasa. Horeeeee.. :D Alhamdulillaah lagi. Karena, tiada bertepinya nikmat Allaah. Terhentipun tidak pernah. Maka, apalah lagi yang  pantas dilakukan seorang hamba, kecuali mengucap syukur tiada henti pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Libur dua hari, rindu lagi pada aktivis-aktivis cilikku. Menepis rindu dengan banyak aktifitas, memang akan sangat efektif. Maklum ya, kalau dah rindu pada mereka, pakai acara linangan air mata, mewek jadi jelek deh. (emangnya cantik ya..??) :D Soalnya, kalau ingat mereka, seringkali ingat belum maksimalnya usaha diri untuk membuat mereka lebih baik. Jadi lebih sering merasa bersalah. Tapi, tetap ingin berbuat yang terbaik dan semakin baik lagi. Insyaa Allaah. Do’akan ya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh, mau cerita pengalaman hari ini, kok malah curhat ya.. (haha.. aneh mah kalau Fiani nulis.. suka melompat-lompat ga karuan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai ramadhanku dengan limabelas item tuntutan pada diri sendiri. Sambil menatap kelimabelas amaliyah ramadhan itu, aku menarik nafas dalam-dalam, sambil bertekad.. Bismillaah.. Insyaa Allaah tercapai.. Yaa Rabb mohon bantu hamba-Mu yang kecil di antara semesta nan luas ini. Amiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekedar ingin berbagi. Membuat kolom-kolom amaliyah ramadhan ini, menjadi sebuah motivasi sendiri lho. Jadi bisa lebih rapi, kemajuan lebih terukur, pencapaian lebih terjamin, tuntutan lebih tinggi, energi lebih banyak dan membuat diri lebih terpacu. Kita seperti seseorang yang punya cita-cita besar dan berusaha untuk mencapainya dengan segala usaha dan tenaga. Terdengar atau terbaca sangat sepele ya. Namun, jika mencobanya, insyaa Allaah akan terasa manfaatnya. Dicoba ya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, selesai dengan sebagian amaliyah nomor 5. Kemudian pergi mengunjungi Bilqis Haniya Gobel. Keponakan tercinta yang jarang kudatangi. Karena, dia sering datang ke rumah. Inilah agenda silaturahim di hari pertama Ramadhan. Menjalin cinta dengan Bilqis. Bereksplorasi dengan si mungil berumur setahun itu. Mungkin merupakan satu aktifitas yang baru dilakukan oleh Bilqis. Melihat orang menggambar sesuatu di kertas. Hohoho.. pegel juga menggambar beberapa hal yang dia sering lihat. Baru kusebutkan satu gambar saja, “Bola.” Si kecil bermata bulat itu, sudah menjerit riang. Lebih antusias lagi, ketika aku menggambar, bagian-bagian dari wajah, mata, hidung dan mulut. Langsung dia dengan senang menunjuk semua bagian itu pada wajahnya sambil melonjak-lonjak. Hahaha.. ramadhan bersama Bilqis mesti siap energi. Selesai menggambar, diminta menunjuk dan menyebutkan kembali semua nama gambar yang ada di kertas putih itu. Setelah itu kami tiduran, sambil kunyanyikan lagu-lagu yang sesuai dengan gambar-gambarnya. Akhirnya Bilqis dibawa sang ummi menuju ke kamarnya sendiri. Aku meneruskan si nomor 5. Meski akhirnya terlelap juga. Lalu terbangun saat ashar. Yaa Allaah, semoga tidurku tadi Kau nilai sebagai ibadah yaa..  Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashar berlalu.. Di rumah Bilqis sampai jam 16:30.&lt;br /&gt;Sebelum pulang, ingin bertamu ke rumah Allaah. Memilih salah satunya, yang cukup dekat dari rumah. Dengan pemandangan pantai. Meski tertutup oleh beberapa pepohonan, namun cukup menjadi penyejuk pandang. Sambil memandang sekeliling, beriring dzikir sejenak dengan al ma’tsurat. Di depan mushalla ini, ada sebuah tanah lapang yang dibuat sebagai tempat berolah raga. Subhaanallaah, puasa juga pada main volly tu para bapak nan penuh semangat. Jepret aaah.. Sempat juga mengambil gambar beberapa sudut pantai dan langit yang belum merah. Alhamdulillaah.. berhasil juga hunting moment, dengan camera canon nan mungil. Namun, tetap indah bagiku. Jadi, kalau ada yang menganggap kurang indah. Tak apalah.. hehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pulanglah kemudian. Dalam keadaan lapaaaarr. Tapi, mesti menunggu waktu berbuka. Demi menghormati para kelana iman yang sedang berpuasa. Jadilah, sampai di rumah, tak langsung berbuka. Tapi, menuliskan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tulisan, di 1 Ramadhan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan satu rangkaian kata penutup,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau mampu lima dan kau targetkan lima. Maka kau dapat lima. Namun, jika kau mampu lima dan kau targetkan sepuluh. Maka kau bisa dapat enam, tujuh, delapan, sembilan atau sepuluh. See.. kau sebenarnya, lebih dari yang kau mampu rasakan. Bismillaah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-3220261508542961694?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/3220261508542961694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/09/semangat-ramadhan-satu-ramadhanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3220261508542961694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3220261508542961694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/09/semangat-ramadhan-satu-ramadhanku.html' title='Semangat Ramadhan &quot;Satu Ramadhanku&quot;'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-6336385713732851447</id><published>2010-09-10T17:05:00.000-07:00</published><updated>2010-09-10T18:08:21.972-07:00</updated><title type='text'>Setangkai Bunga Lebaran</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bantu Aku, Perbaiki Rumah Diri Dan Istana Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin.. ini dibangun dengan indah&lt;br /&gt;Oleh tangan ayah bunda&lt;br /&gt;Bimbingan kasih cinta&lt;br /&gt;Dengan petunjuk Rabb semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cat-nya ceria dengan warna kepolosan&lt;br /&gt;Tiangnya kokoh dengan besi keimanan&lt;br /&gt;Lantainya licin hingga tercermin ketulusan&lt;br /&gt;Dindingnya halus dengan hiasan keikhlasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintunya selalu terbuka untuk kebenaran&lt;br /&gt;Dari dalam ruangannya yang keluar hanya kebaikan&lt;br /&gt;Kaca-kacanya bening menagkap bayang keindahan&lt;br /&gt;Gordennya bagus berwarna kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya khusus demi menolak keburukan&lt;br /&gt;AC-nya canggih mengusir bakteri kejahatan&lt;br /&gt;Ventilasinya bersih, menyaring setiap kemaksiyatan&lt;br /&gt;Sebuah vacum cleaner, selalu siap menyingkirkan noda hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagarnya tinggi bukan membatasi diri dengan tetangga&lt;br /&gt;Namun, dibangun dengan rangkaian malu&lt;br /&gt;Demi menjaga dari 'cinta' tanpa mata&lt;br /&gt;Peradaban keras nan meluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini..&lt;br /&gt;Seiring jelajah diri di muka bumi&lt;br /&gt;Kutinggalkan rumah ini setiap hari&lt;br /&gt;Lupa kurawat..&lt;br /&gt;Hingga terkelupas semua warna kepolosannya&lt;br /&gt;Setiap detektor kebersihannya.. mati.. hingga masuklah debu-debu mengotorinya&lt;br /&gt;Tikus-tikus jiwa.. menggerogoti perabotannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah diri tak lagi indah.. Istana hati tiada megah&lt;br /&gt;Bantu aku perbaikinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqabbalallaahu minna wa minkum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hati pernah terluka&lt;br /&gt;Hanya maaf penebusnya&lt;br /&gt;Jika mata pernah tak suka&lt;br /&gt;prasangka baik penawarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT IDUL FITRI 1431 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tergapai ketaqwaan.. Sehingga pantas meraih kemenangan.. Amiin yaa Rabb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~*~Afiani Gobel dan Keluarga~*~&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-6336385713732851447?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/6336385713732851447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/09/setangkai-bunga-lebaran.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6336385713732851447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6336385713732851447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/09/setangkai-bunga-lebaran.html' title='Setangkai Bunga Lebaran'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-5881822726032260688</id><published>2010-08-31T17:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-31T17:59:36.940-07:00</updated><title type='text'>Menulis Sama Dengan Sukses</title><content type='html'>Bila bicara tentang menulis. Menurutku, menulis itu sama dengan sukses kawan. Tidak percaya.. coba saja baca..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis itu sama dengan sukses kawan. Karena menulis akan membutamu sukses bermimpi, berimajinasi mengenai hal-hal baru yang mungkin tak terpikirkan oleh orang lain. Sosok Harry Potter, awalnya mungkin hanya secuil pikir yang berputar-putar di kepala seorang JK Rowling. Di luar sana bisa jadi ada banyak orang yang berimajinasi tentang penyihir, sekolah penyihir. Namun, setauku, baru Rowling yang menuliskan imaginasi aneh bin keren itu menjadi tujuh buku. Wow..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis itu sama dengan sukses kawan. Menulis akan menjadikanmu sukses berpendapat. Lihat saja banyak buku dan artikel yang ditulis untuk mengkritisi pemerintah, atau berepndapat tenatang yang lain dan mendapatkan respon yang luar biasa, karena bisa saja pendapat kita mewakili banyak orang yang berpikir sama. Namun, sungguhlah berbeda. Antara mereka yang hanya bisu dengan pendapat hebatnya dengan mereka yang menuliskannya. Mantaaaab..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis itu sama dengan sukses kawan. Menulis yang mengantarmu sukses menjadikan orang terinspirasi. Mengenai nilai-nilai yang mungkin banyak disadari oleh orang lain. Namun, tak banyak yang menuliskannya. Di antara yang tak banyak itu pula, saling berbeda sudut pandang atas nilai yang diangkat dalam tulisannya. Pula di antara yang berbeda-beda itu, hanya sedikit yang mampu memberikan sentuhan khusus hingga sampai pada kata ’terinspirasi’. Lihatlah Andrea Hirata. Bagaimana nilai-nilai pendidikan yang bisa juga dipikirkan oleh orang lain semacam Pak Hernowo, dalam rangkaian bukunya tentang pendidikan, disampaikannya lewat ’Laskar Pelangi’. Sebuah kisah yang megharu biru dan hebat. Hmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis itu sama dengan sukses kawan. Karena menulislah yang membuatmu sukses berbagi milikmu dengan orang lain. Bahwa air jika menggenang itu ga bagus. Dan jika terpeliharanya bunga ilmu itu.. kuncinya adalah terus mencari dan tetap membagi. Banyak penulis besar, menuliskan ilmunya pada berlembar-lembar kertas. Dibaca oleh beratus, beribu mungkin pula berjuta orang yang belum tahu dan ingin tahu apa mengenai apa yang mereka  sampaikan. Bila ilmu, pesan, nasihat yang kita sampaikan mampu mengubah seseorang menjadi lebih baik, inilah yang disampaikan manusia terbaik sepanjang zaman, Muhammad Shallallaahu’alayhi wasallam bahwa, ’balasnnya lebih baik dari dunia dan seisinya.” Waaaaaaa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis itu sama dengan sukses kawan. Karena dengan menulis kita akan sukses berlatih berpikir runut, sistematis, dan tidak melompat2. Mengasah daya pikir, penyelesaian masalah dan lain-lain. Karena saat menulis, kita perlu memperhatikan bagian manakah yg perlu kita ceritakan atau lebih dulu agar terasa nyaman. Lalu berpikir kembali, bagian mana yang mesti menjadi lanjutannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis itu sama dengan sukses kawan. Menulis akan membuatmu sukses menjadi sehat. Dalam sebuah penelitian, terjadi penurunan kunjungan mahasiswa ke klinik kesehatan, setelah mengikuti sebuah kegiatan terapi menulis. Bahkan seorang Fatima Mernissi pun mengatakan bahwa ”Menulis lebih baik daripada operasi wajah.” maksudnya, bahwa menulis akan sangat mempengaruhi, fisik, pikir dan hati kita. Hingga menjadi lebih sehat. Subhaanallaah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belum percaya, bahwa menulis itu sama dengan sukses kawa.. Hohoho.. PERCAYALAH.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***** @ *****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sukses meraih setiap sukses yang kau harapkan kawan. Amiin&lt;br /&gt;Buatlah dirimu bercerita, berkata, berpendapat dengan tulisan. Karena menulis benar-benar sama dengan sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berkenan, silahkan kunjungi blog saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://putrigobel.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-5881822726032260688?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/5881822726032260688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/08/menulis-sama-dengan-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5881822726032260688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5881822726032260688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/08/menulis-sama-dengan-sukses.html' title='Menulis Sama Dengan Sukses'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-6999336731151197511</id><published>2010-08-09T01:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T01:14:40.192-07:00</updated><title type='text'>Langkah Kecil Menuju Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/TF-4HG5hNVI/AAAAAAAAAFo/HzBXGURi_n4/s1600/love+ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/TF-4HG5hNVI/AAAAAAAAAFo/HzBXGURi_n4/s400/love+ramadhan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503319701920494930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai dikau semua. Termasuk diriku yang telah melakukan perjalanan panjang. Di antara belukar cerita peradaban. Telah kau temui, hari-hari terang yang dirajai nafsu. Di mana setiap kesenangan, diikuti tanpa ragu. Tetap kau batasi dengan nilai-nilai yang memenuhi kemampuan diri dengan garisan pena hati. Namun, begitulah sebelas bulan perjalanan kita serasa lepas setiap benteng diri. Dilucuti satu-satu oleh semakin jauhnya kita dari yang kita sebut cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tikungan jalan lagi, ketika kita temukan kerikil-kerikil yang kan sedikit menggores telapak-telapak kaki harapan. Beberapa tanjakan lagi, kala kita mesti menggapai sukses-sukses di puncak hari. Beberapa turunan lagi, yang mesti kita lalui untuk menemukan lembah-lembah kedamaian di ujung-ujung senja yang sentuh rasa. Beberapa matahari lagi, yang akan kita nikmati untuk menemani kita memacu energi seperti cahayanya. Beberapa kelembutan bulan, yang senantiasa syahdu menghias hati yang penuh rindu. Serta beberapa taburan bintang lagi, yang perlu kita kumpulkan untuk menghias jiwa-jiwa yang mencinta. Ya.. tinggal beberapa masa lagi. Kita kan jumpa dengan malam-malam bergelimang berkah. Pula pagi, siang dan senja yang banyak rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang telah dijanjikan pertemuan dengan sang Ramadhan. Sungguh, telah dihidangkan nikmat bagi kita untuk direguk sepuasnya. Sungguh, Allaah sangat inginkan kita semua bisa memasuki surga-Nya nan indah. Tak kurang Sang Maha Rahmaan menyediakan fasilitas-fasilitas bermutu,  yang diberi jaminan bagi kita akan memijak surga jika menggunakan fasilitas-fasilitas itu dengan maksimal. Setiap tamu Ramadhan, adalah manusia-manusia yang diberi waktu untuk menikmati kesempatan bermegah-megah dengan pakaian-pakaian amalannya. Bersama detik-detik yang seharusnya digunakan untuk bercengkrama dengan ibadah-ibadahnya. Diiringi senandung kalam yang mengalir syahdu dari lisan-lisan yang penuh rindu. Setiap siang yang kan terasa panas dan menyengat, penguji hati dan kekuatan benteng diri. Malam-malam yang terasa sejuk, penggoda mata tuk menutup dan terseret oleh kantuk. Senja-senja yang makin teduh, penarik jiwa tuk penuhi setiap sisi puas. Shubuh-shubuh nan ramai, memancing ingin tuk isinya dengan perjalan pagi nan sia-sia. Masa-masa yang sangat berharga. Sebuah fasilitas untuk mencetak jiwa. Pembentuk taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak ibadah, semakin banyak kebaikan, maka Allaah berikan bermacam-macam nikmat. Nikmat yang paling besar ialah ditambahkannya keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang terbesar itu akan digulirkan. Pertemuanmu dengan Ramadhan, kan membantumu tuk lebih kuat. Lebih mampu menguatkan kendali atas diri. Makin sigap menjaga setiap sisi syahwat, agar tak bebas berkelana pada angan yang meng-angin. Jauuuuuh, tanpa kenal tempat jelajahnya dan tiada peduli ranah pijakannya. Hanya menghayal panjang penuh harap, tanpa mujahadah. Panggullah senjatamu serentak, hingga kalut dunia karena takut melihat kau bangkit dengan perkasa. Syaithanpun terbirit melihat kau sanggup kuasa diri dalam kawalan ratusan peluru sujud. Angkatlah panji semangat tuk berlomba melumpuhkan musuh diri, satu demi satu. Hingga fajar Syawal menyambutmu dengan kemenangan yang dijanjikan. Kembali fitri, dengan selembar jiwa yang suci. Bersih dari sampah-sampah hati yang mengotori perjuangan ini. Sehingga pantaslah diri tuk menerima sebutan mujahid.. pejuang.. satria.. Dan siap, untuk pertarungan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Wahai orang yang selalu mencari dan beramal kebaikan, bergembiralah. Wahai orang yang mencari dan berbuat amal keburukan, berhentilah. Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan.” (HR Ahmad dan Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****@*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanjangkan langkah&lt;br /&gt;Sambil berhitung&lt;br /&gt;Semogalah kami pemilik keberuntungan&lt;br /&gt;Dengan beberapa jejak dan cerita&lt;br /&gt;Yang mesti kami buat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanti kesempatan&lt;br /&gt;Menyibak fajar baru&lt;br /&gt;Yang telah hadir di ruang rindu&lt;br /&gt;Sekian lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memohon dengan sangat.&lt;br /&gt;Sampaikan kami..&lt;br /&gt;Pada hari-hari berkah&lt;br /&gt;Pada malam-malam syahdu&lt;br /&gt;Pada udara yang Engkau Rahmati padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampaikan jiwa-jiwa cinta ini&lt;br /&gt;Pada detik-detik itu&lt;br /&gt;Sebuah arena pertarungan dengan nafsu&lt;br /&gt;Di waktu-waktu para perindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah lagi&lt;br /&gt;Memohon dengan sangat..&lt;br /&gt;Izinkan..&lt;br /&gt;Detak jantung ini&lt;br /&gt;Berdenyut nadi&lt;br /&gt;Hingga sampai seiring fajarnya&lt;br /&gt;Perkenankan..&lt;br /&gt;Udara berkelana&lt;br /&gt;Penuhi relung-relung hidup kami&lt;br /&gt;Relakan..&lt;br /&gt;Otak kami tetap dengan denyut pikirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi memeluk Ramadhan sepenuh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memohon dengan sangat..&lt;br /&gt;Sampaikan kami… Dengan kaki kecil ini… Menapakkan diri… Di Ramadhan nan Suci… Amiin yaa Rabbal’aalamiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-6999336731151197511?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/6999336731151197511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/08/langkah-kecil-menuju-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6999336731151197511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6999336731151197511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/08/langkah-kecil-menuju-ramadhan.html' title='Langkah Kecil Menuju Ramadhan'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/TF-4HG5hNVI/AAAAAAAAAFo/HzBXGURi_n4/s72-c/love+ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-3161277300932312553</id><published>2010-05-10T06:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T06:46:34.062-07:00</updated><title type='text'>I'm OUT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S-gNeZ5dmCI/AAAAAAAAAFg/IKxzY2b7ivw/s1600/ghibah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S-gNeZ5dmCI/AAAAAAAAAFg/IKxzY2b7ivw/s400/ghibah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469636563440605218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;**Ssssssstttt... Ngomongin siapa siiiiiih... aku ikut dengerin ya... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Choleh: Ngapain ikut2...??&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: &lt;big&gt;“Tahukah kalian apa itu ghibah?”, Mereka menjawab: “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda: “Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka.” Lalu ditanyakan kepada beliau: “Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?” Maka beliau bersabda: “Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibahinya. Dan&lt;br /&gt;apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya.” (HR. Muslim)&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;**Gitu ya bang..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Choleh: Ada lagi niiih...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari&lt;br /&gt;Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, &lt;big&gt;“Wahai sekalian orang yang telah menyatakan Islam dengan lisannya namun iman belum masuk ke dalam hatinya,janganlah kalian semua menyakiti sesama muslim, janganlah kalian membuka aib mereka, dan janganlah kalian semua mencari-cari (mengintai)kelemahan mereka. Karena siapa saja yang mencari-cari kekurangan&lt;br /&gt;saudaranya sesama muslim maka Allah akan mengintai kekurangannya, dan siapa yang diintai oleh Allah kekurangannya maka pasti Allah ungkapkan,meskipun dia berada di dalam rumahnya.” (HR. at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani dalam shahih sunan at-Tirmidzi 2/200)&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;**Waduuuuuh... trus gimana dong bang..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Choleh: Terserahlaaaaah... hidup ni pilihan kan..??&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;“Ghibah itu&lt;br /&gt;lebih keras daripada zina.” Mereka bertanya: “Bagaimana ghibah lebih keras dari zina, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya seseorang telah berzina, kemudian bertaubat dan Alloh pun mengampuni dosanya, sedangkan orang yang melakukan ghibah tidak akan diampuni Allah, hingga orang yang di-ghibah-nya mengampuninya.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman)&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Astaghfirullaah... maaf ya... ga jadi ikutan... ternyata friend... ngomongin orang tu... benar atau tidak... tetap salah... Sori I'm out... Semoga kau ikut out juga... kecuali... :)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-3161277300932312553?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/3161277300932312553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/05/im-out.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3161277300932312553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3161277300932312553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/05/im-out.html' title='I&apos;m OUT'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S-gNeZ5dmCI/AAAAAAAAAFg/IKxzY2b7ivw/s72-c/ghibah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-399361136294688880</id><published>2010-05-08T04:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T05:05:19.424-07:00</updated><title type='text'>Dua Nama, Satu Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S-VTVNChKwI/AAAAAAAAAFY/i90YXykzgVk/s1600/kasur+berdua.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 80px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S-VTVNChKwI/AAAAAAAAAFY/i90YXykzgVk/s400/kasur+berdua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468868946253916930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, sosok seperti apa yang kan sanggup menyentuh hatimu..?? Apakah figur raja, dengan banyak kekuasaannya..?? Atau artis, yang gemilang dengan ke-glamour-annya..?? Mungkin satu nama yang kau kenal karena kesuksesannya yang mendunia..?? Setiap nama yang bergema di udara dunia, adalah nama-nama penuh dedikasi. Di mana setiap gerak dan nafas, adalah usaha patriotisme. Patriotisme terhadap diri, keluarga, bangsa, agama, dan dunia. Banyak nama tercantum dalam sejarah, izinkan.. kusebut dua nama.. Pak Kasur dan Bu Kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gabungan kesederhanaan, kelembutan dan kebijaksanaan, yang hadir di lantai persada. Biar kuceritakan, sejauh mana sanggup kulukiskan.. entahlah.. nilailah.. semoga kau suka kawan.. Selamat memasuki, dua hidup manusia-manusia penuh cinta.. yang bersatu dalam cinta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Pertemuan Cinta&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lahir dengan nama Sandiah dan Soeryono. Sandiah lahir di Jakarta, 16 Januari 1926. Sedangkan Soeryono di Purbalingga, Jawa Tengah, 26 Juli 1912. Dari keluarga yang berbeda, daerah yang berbeda pula. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sandiah menamatkan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijsi (MULO), di akhir tahun 1930-an. Ia bergabung dalam Kepandoean Indonesia. Awalnya, Sandiah bekerja, dan bertemu dengan pemuda Soerjono ketika sama-sama menjadi pegawai di Kantor Karesidenan Priangan, Bandung. Pertemuan cinta yang menyatukan keduanya. Dan menikahlah mereka di Jogjakarta, pada 29 Juli 1946.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat dikaruniai anak, Sandiah meminta izin untuk bekerja kembali. Kalimat inilah yang diucapkan oleh sang suaminya yang bijak kawan, &lt;b&gt;&lt;i&gt;”Boleh, bagus itu. Cuma kalau kamu kerja, aku yang di rumah. Itu kan anak kamu dan anakku, masa jadi anak simbok.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  Hebat tidak kawan..?? Kalimatnya positif dengan tujuan yang positif. Lewat cara itu, tidak membuat Sandiah marah karena dilarang. Dia tetap mengasuh anak-anaknya di rumah sambil menyempatkan menulis di majalah anak-anak. Hmm.. itulah Sandiah, kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijaksanaan, itulah yang menarik pada kepribadian Pak Kasur, pada satu waktu, beliau berkata kepada Bu Kasur, &lt;i&gt;&lt;b&gt;”Kalau manis jangan langsung ditelan.. Kalau pahit jangan serta merta dimuntahkan.” Artinya, kata Bu Kasur, ”Bahwa sebelum menentukan sikap.. Ada tiga hal lain yang perlu kita lalui.. Melihat proses.. Melakukan analisa.. Dan Membuat kesimpulan.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kepanduan, Soeryono, dipanggil dengan sebutan Kak Soer, oleh sahabat-sahabatnya yang akhirnya menjadi Kasur dan panggilan yang terus lekat kepadanya, adalah Pak Kasur. Sandiah pun akhirnya di panggil dengan panggilan yang sama dengannya, Bu Kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;*Bila saja kawan, setiap ayah dan ibu berpikiran sama seperti yang diungkapkan Pak Kasur. Maka, banyak anak akan merasakan lebih banyak waktu bersama orang tuanya. Terutama sang ibunda. Mungkin hal ini tak sepenuhnya bisa berlaku. Namun, mengusahakan kebahagiaan bagi seorang anak, adalah bentuk kebahagiaan bagi orang tuanya pula.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Membangun dunia cinta&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kasur dan Bu Kasur sangat mencintai anak-anak kawan. Hingga, di tahun 1965, ketika keluarga mereka pindah dari Bandung ke Jakarta. Mereka mendirikan TK Mini  Pada 1968. Pak Kasur mencapai usia pensiun dari Depdikbud dalam kapasitasnya sebagai anggota Badan Sensor Film (BSF). Awalnya, TK itu berada di rumahnya di Jln. H. Agus Salim dengan Taman Kanak-kanak, Taman Putera, dan Taman Pemuda. Sayang sungguh sayang, Taman Putera dan Taman Pemuda malah ditutup.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah dunia cinta yang dibangun oleh dua nama istimewa itu kawan. Dunia yang dibangun atas nama cinta, kepada anak-anak dan pendidikan di Indonesia. &lt;br /&gt;Ketika keduanya meninggal, Yayasan Setia Balita kemudian dilanjutkan oleh putra-putri Almarhum, yakni, Sursantio (lahir 1948), Suryaningdiah (1950), Suryo Prabowo (1951), Suryo Prasojo (1958), dan Suryo Pranoto (1962).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ini bangunan dunia cinta itu kian berkembang kawan, dan terus membagi cinta untuk anak-anak Indonesia. Kini, Yayasan Setia Balita mengelola 5 cabang TK Mini Pak Kasur dan mengasuh 1 Taman Kanak-kanak (TK. Ceria Bangsa) yang tersebar di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Cibubur &amp; Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumni dari TK ini, di antaranya adalah Presiden Megawati, Guruh dan Hayono Isman (mantan Menpora) serta Ateng (pelawak). Juga hampir seluruh cucu bahkan cicit H.M. Soeharto, almarhum, mantan presiden, sekolah di TK Mini Pak Kasur. Terlepas dari apapun kawan. Mereka adalah orang-orang besar dan sukses dalam bidangnya masing-masing, yang pernah dididik oleh tangan-tangan kasih dan pelukan sayang Pak Kasur dan Bu Kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;*Inilah yang sedang kusiapkan kawan. Pelan-pelan, kubangun dunia cintaku sendiri. Dari membeli mainan, buku-buku. Begitulah kawan, betapa ingin kubagi cinta ini pada pemilik kaki-kaki mungil yang setiap hari selalu menemaniku bermain. Tak berharap sesukses Pak Kasur dan Bu Kasur. Setidaknya, aku berharap bisa mencontoh kecintaan mereka pada dunia anak dan pendidikan. Sehingga anak-anak asuhanku, adalah murid-murid paling bahagia.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;big&gt;Acara-acara Cinta&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1950-an, bersama Pak Kasur, Bu Kasur mengasuh siaran anak-anak di RRI Jakarta. Ketika TVRI berdiri pada tahun 1962, Ibu Kasur mengasuh acara serupa, yaitu Arena Anak-anak dan Mengenal Tanah Airku. Pada awal tahun 1970-an, Ibu Kasur dikenal sebagai pengasuh acara Taman Indria di TVRI. Taman Indria adalah sebuah acara yang menampilkan anak-anak berbakat. Mereka datang ke studio untuk bernyanyi dan lain-lain. Serta diselingi dengan pesan-pesan pendidikan. Ketika televisi swasta muncul, Bu Kasur juga hadir di acara Hip Hip Ceria di RCTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua aktivitas keduanya, tak lepas dari dunia anak dan pendidikan. Pak Kasur, mengajak Bu Kasur untuk terlibat dalam setiap apa yang dikerjakannya. Waktu zaman Belanda, Pak Kasur adalah seorang guru HIS. Begitu pula saat menjadi pegawai Departemen Penerangan dan Pak Kasur sering mengumpulkan anak-anak di halaman rumah untuk siaran RRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Kasur, yang belum terbiasa untuk siaran, mulanya merasa berat saat dipaksa oleh Pak Kasur untuk sesekali menggantikannya, setiap kali Pak Kasur berhalangan atau sedang berada di luar kota. Apa kata Pak Kasur kawan, &lt;i&gt;&lt;b&gt;”Kamu bisa. Kamu harus bisa, sebab kamu mesti bantu saya.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Bukankah memang begitu seharusnya kawan. Suami dan istri akan saling mendukung dalam setiap aktivitas mereka. Bu Kasur sempat gemetaran dan tersendat ketika siaran. Namun, lama kelamaan, Bu Kasur pun menjadi bisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;*Kebahagiaan adalah ketika kita merasa beruntung berada di satu tempat kawan. Dan ketidakberuntungan adalah, ketika kita merasa beruntung, jika berada di tempat lain. Menikmati kehidupan kita, di tempat yang kita sukai adalah penting. Melaluinya dengan rela dan penuh suka cita, adalah karunia terbesar dalam hidup ini kawan. Tiada hal akan berjalan baik, jika bersembunyi pamrih, di balik setiap gerak kita.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;big&gt;Karya-karya cinta&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kalian kawan..?? Banyak hal di taman kanak-kanak diajarkan lewat lagu. Lewat lagulah mereka belajar tanpa merasakan bahwa mereka sedang diajari. Anak-anak sangat suka menyanyi. Itulah mengapa, Pak Kasur dan Bu Kasur membuat lagu untuk anak-anak Indonesia. Lagu-lagu yang sarat ilmu dan pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Inilah beberapa karya itu:&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Selamat Pagi Pak, Potong Bebek Angsa, Bangun Tidur, Naik Delman, Di Sini Kita&lt;br /&gt;Bertemu Lagi, Satu-Satu, Kebunku, Sepedaku Roda Tiga, Pelangi, Siapa Dapat Berbaris, Keranjang Sampah, Lihat Kebunku, dan lain-lain.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Pak Kasur sendiri ada sekitar 140 lagu kawan. Sedangkan buatan Bu Kasur ada 20 lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat judul-judul di atas, bisa jadi banyak di antara kita yang akan menyenandungkannya. Masih ingat yang satu ini..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Satu satu aku sayang ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua dua aku sayang ayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tiga sayang adik kakak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu dua tiga sayang semuanya&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakin deh, kalian tahu lagu ini. Sederhana, tapi sarat makna. Pesan untuk menyayangi setiap anggota keluarga sekaligur belajar berhitung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu cintanya Pak Kasur dan Bu Kasur pada anak-anak. Sehingga, saat membuat lagu-lagu itu, mereka memikirkannya dengan sangat hati-hati. Mudahkah lagu itu dinyanyikan nantinya oleh anak-anak. Dan salah satu hal yang sangat diperhatikan adalah untuk tidak menggunakan huruf ’r’ pada lagu-lagunya. Atau setidaknya, tidak terlalu banyak huruf ’r’ di dalam lagu buatan mereka. Kawan, kalian tau sebabnya kan..?? Ya.. karena huruf ’r’ adalah huruf yang sulit untuk dikuasai oleh anak-anak usia dini. Betapa kawan, hal itu tidak pernah terpikirkan olehku. Meskipun, hal itu memang akan sulit dalam pembuatan lagu-lagu mereka. Mungkin tampak sepele.. tapi tidak sesederhana yang kalian baca. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;*Sungguh kawan, setiap kita, mungkin akan sanggup memberikan kebahagiaan bagi orang lain. Namun, tak banyak di antara kita yang memberikan kebahagiaan itu, dengan menambahkan sisi-sisinya dengan kebahagiaan yang lain. Seperti hal-nya persoalan huruf ’r’ di lagu manusia-manusia penuh cinta ini. Memberikan bahagia yang berbunga bahagia. Hmm... demikianlah cinta yang seharusnya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Hidup dan bekerja dengan cinta&lt;/big&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka berbuat dengan semangat hingga usia senja. Terus mengusahakan senang bagi anak-anak asuhannya. Hingga Tuhan menjemput mereka kembali. Pak Kasur meninggal pada tahun 1992 dan Bu Kasur di Jakarta, 22 Oktober 2002. Tak perlu menjadi sedih atas kepergian mereka. Namun, ambillah pelajaran dari, bagaimana mereka hidup.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seperti sebuah kalimat pada sebuah blog. Pak Kasur dan Bu Kasur, adalah manusia-manusia yang &lt;b&gt;”Mengecil di antara yang &lt;big&gt;membesar.”&lt;/b&gt;&lt;/big&gt; Di kala setiap tokoh gemilang dengan nama-nama mereka. Keduanya tetap hidup dengan sederhana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari sosok-sosok inilah, aku makin mengenal keikhlasan, kecintaan dan keindahan berbuat sesuatu. Tanpa ragu terus berkarya, meskipun tiada jaminan, akan ada yang membayar segala hal yang telah diperbuat di dunia ini. Melalui figur-figur mereka, aku belajar tentang arti bangga akan profesi ini. Di kala yang lain harus malu-malu menyebut dirinya sebagai guru. Di saat beberapa orang mengucapkan dengan pelan tentang pekerjaannya. Maka mereka lantang dalam diamnya. Dengan setiap kerja mereka, mereka berkata, &lt;big&gt;&lt;b&gt;”Kami adalah guru.”&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu disebutkan pun jasa mereka, mereka tetap berjasa. Senyum-senyum yang mengembang di wajah-wajah anak asuhan mereka. Adalah jasa tiada tara. Ketika mulai banyak anak yang tak mendapatkan lebih banyak perhatian dari orang tua mereka, perhatian mereka itulah jasa. Pelukan sayang mereka adalah jasa. Pujian dan tepuk motivasi mereka adalah jasa. Perubahan-perubahan kecil pada anak-anak asuhan mereka, dari salah menjadi benar, buruk menjadi baik, malas menjadi rajin. Itulah jasa kawan. Tak kasat mata, namun bermakna. Makna besar bagi masa depan anak-anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat tulisan inilah, aku persembahkan cinta mereka pada pendidikan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya.. cintailah anak-anak di sekitar kita. Anggaplah mereka ada, hargai mereka, dan jadilah sahabat bagi mereka. Semoga bermanfaat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan.. &lt;big&gt;Menginspirasilah atau Terinspirasilah..&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena.. &lt;b&gt;KITA BISA !&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Literatur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.seruu.com/biography-seruu&lt;br /&gt;http://lini.via-lattea.org&lt;br /&gt;http://www.tkminipakkasur.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-399361136294688880?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/399361136294688880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/05/dua-nama-satu-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/399361136294688880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/399361136294688880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/05/dua-nama-satu-cinta.html' title='Dua Nama, Satu Cinta'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S-VTVNChKwI/AAAAAAAAAFY/i90YXykzgVk/s72-c/kasur+berdua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-2292076952788129896</id><published>2010-04-26T00:08:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T00:31:35.525-07:00</updated><title type='text'>Mempertanyakan Perubahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S9VAuZna-EI/AAAAAAAAAFQ/trbkuC8r8yg/s1600/arah-perubahan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 326px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S9VAuZna-EI/AAAAAAAAAFQ/trbkuC8r8yg/s400/arah-perubahan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464344888778356802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah hal yang tidak mengalami perubahan di bumi kita ni..?? Sedangkan perubahan adalah hal yang terus terjadi. Sebuah batu pun mengalami perubahan seiring dengan tempaan lembut tetesan air. Baja pun mengalami perubahan oleh ketrampilan manusia yang diilhamkan Allaah kepadanya. Mendungpun berubah menjadi hujan.. ia awalnya ringan kemudian menjadi berat. Adakah yang tidak berubah..?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Pergolakan demi pergolakan di negeri ini pun, seringkali menimbulkan perubahan. Perubahan kepemimpinan, perubahan dalam pengembangan wilayah bahkan pengecilan wilayah yang diakibatkan oleh kesewenangan negara sahabat yg kurang bersahabat, atau bisa jadi karena managemen negeri yang kurang rapi..?? Sehingga perubahan-perubahan yang terkadi adalah perubahan ke arah yang beberapa di antaranya lebih kepada perubahan ke arah yang kurang baik. Dari yang benar menjadi salah.. lebih menjadi kurang.. atau apa ya..?? Maaf ya pemimpin-pemimpin negeriku.. Inilah yang aku rasakan. Aku ungkapkan dari kenyataan yang aku saksikan atau aku dengar dari orang lain.&lt;/blockquote&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal yang terus berkecamuk di ruang rasaku.. ketika melihat dan mendengar dua hal, yang menurutku penting di negeri ini yang berubah.. bukannya menjadi baik malah menurutku.. hanya menghilangkan nilai-nilai baik di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Namun, kali ini kuceritakan satu hal lebih dulu.. Satu hal penting yang menggores hatiku. (Sungguh..) -_-&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang baru saja aku gali dari ruang belajarku. Meskipun belum terlalu mendalam. Karena hanya coba kuraih dengan banyak bertanya pada para aktivisnya. Tentang sebuah sekolah, yang ditujukan untuk para calon guru saat itu, Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Bagaimana kekecewaan beberapa rekan yang dulu berasal dari SPG, pula ungkapan seorang dosen yang sempat menjadi dewan pengajar di SPG. Bahwa mereka menyesali ditutupnya SPG. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mengalirlah.. seuntai kenangan dari SPG.. yang membuatku jadi bertanya-tanya.. mengapa hal itu tak dilanjutkan..?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;SPG benar-benar ditujukan untuk membentuk karakter guru yang sangat kuat. Apakah itu guru matematika, bahasa dan lainnya. Rekan kuliahku, seorang ibu yang telah menjadi guru PAUD, menceritakan. Bagaimana mereka dahulu dididik. Dari hal berpakaian. Seorang siswa SPG tidak boleh menggulung lengan bajunya. Bagi siswinya, diwajibkan untuk memakai rok. Dulu pun, menurut ceritanya.. guru tidak boleh memakai celana. Begitukah..?? Merajuk hatiku.. Kenapa?? Hal seperti itu tak diteruskan..??&lt;/blockquote&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat penampilan para calon guru sekarang.. entah memang berniat jadi guru, atau karena ga dapat jurusan dan ga ada jurusan lain. Datang ke kampus dengan pakaian ketat, bagian leher yang cukup lebar, celananya pun tak beda dengan bajunya. Lalu, apalagi yang mesti diteladani oleh siswa-siswanya kelak..?? Lagi.. hatiku gerimis.. Tak bermaksud menghakimi. Namun, betapa yang terlihat nanti di sekolah-sekolah tanpa aturan berpenampilan bagi guru.. yaa.. penampilan seperti itulah. Ingin tersenyum.. tapi itu salah. Jadi, menangis saja.. T_T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut kutanya pada dosenku.. apa saja pelajaran di SPG itu. Mereka diajarkan teknik bertanya. (?????) Dimana harus kucari pelajaran macam tu. Sedang dosenku berkata, pelajaran itu tidak pula diberikan di perguruan tinggi (FKIP). Jika tak menemukan bukunya yang menjelaskan hal ini, mungkin banyak guru di luar sana, melakukan banyak kesalahan saat bertanya kepada siswa-siswanya (termasuk diriku). Rasaku ulang berontak. Kenapa SPG ditutup..?? Sedangkan mendengar kisahnya saja.. aku sudah merindukan pembelajaran di sana. @_@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosenku pun melanjutkan kisahnya. Bagaimana seorang siswa SPG, akan diajarkan Didaktik matematika, didaktik bahasa indonesia. ”Pelajaran apa itu, bu..?”, tanyaku penuh rasa ingin tahu. ”Masing-masing pelajaran itu ada cara mengajarnya sendiri-sendiri sayang.”, katanya. Bagaimana mengajarkan berhitung, bagaimana mengajarkan pelajaran yang satu dengan yang lain. Berbeda.. Ungkapnya lagi. Makin buncah cemburuku pada masa-masa itu. Seindah itukah seharusnya pendidikan bagi calon-calon guru ?? @_@ Lalu mengapa keindahan itu diputus..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dikisahkan pula olehnya, tentang aktivitas pembuatan karya siswa-siwa SPG. Dalam pembuatan Alat Peraga Edukatif (APE), setiap siswa, dinilai dari setiap aspek. Bagaimana kesabaran dalam pembuatannya, bagaimana kerapiannya, bagaimana ketepatan dalam banyak hal (ukuran, penggunaan alat dan bahan, dll). Sungguh, hampir jatuh dari sudut mataku, aliran bening itu. Mendengar seorang calon guru yang kuyakini mereka berada dalam pendidikan dan tempaan yang tepat kala itu. Hingga jatuhlah deras.. saat kutuliskan artikel ini. Mengingat kisah-kisah guru ’killer’. Cerita-cerita tentang guru-guru ’monster’.  Yang menyakiti hati.. bahkan fisik murid-muridnya. @_@&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mungkin karena ketidak pahamanku mengenai kisah ditutupnya SPG. Namun, ini adalah endapan rasa. Yang kutahan berhari-hari, dan belum sempat menuliskannya, karena masih berada di tengah-tengah tumpukan tugas. Masih mencoba mencari tahu. Hanya saja, setiap hal akan ada sisi kurang dan lebihnya kan..?? Namun, sepenggal pengalaman dari dosen dan rekan kuliahku itu, cukup menorehkan harapan. Bahwa, sesungguhnya.. negeri ini pernah diurus dan diperhatikan dengan rapi. Bisa jadi, oleh orang-orang yang benar-benar mencintai negeri ini dengan tulus.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih berharap.. muncul manusia-manusia seperti itu. Lihatlah nasib pendidikan... Memanglah.. pendidikan adalah tanggung jawab bagi setiap penghuni negeri ini. Namun, ujung tombaknya adalah guru. Ksatria-ksatria yang berada di garis depan pendidikan, adalah sosok-sosok guru, yang kan selalu digugu dan ditiru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai.. tangan-tangan siapakah.. yang kan berdaya, menuju perubahan ke arah cahaya. &lt;br /&gt;Teringat kalam Allaah.. yang disuratkan dalam Al Qur'an..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun.. kemanakah arah.. kita berubah..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;Harapan.. wujudlah..&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allaah.. arahkan langkah-langkah kami, pada hal-hal indah di dekat-Mu. Yaa Rabb.. karuniakan kepada kami kebenaran-kebenaran.. yang mengeliling-Mu. Hingga diri kami.. dan anak cucu kami, hanya berubah menjadi hamba-Mu.. selalu. Amiin yaa Rabb..&lt;/big&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-2292076952788129896?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/2292076952788129896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/mempertanyakan-perubahan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2292076952788129896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2292076952788129896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/mempertanyakan-perubahan.html' title='Mempertanyakan Perubahan'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S9VAuZna-EI/AAAAAAAAAFQ/trbkuC8r8yg/s72-c/arah-perubahan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-1256341417346971862</id><published>2010-04-22T04:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T06:20:13.454-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Ke Kota Tepian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S9A4zf79R-I/AAAAAAAAAFA/-f09xLqR4h8/s1600/hutan+kalimantan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S9A4zf79R-I/AAAAAAAAAFA/-f09xLqR4h8/s400/hutan+kalimantan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462928805397874658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;big&gt;*Berhari Bumi Mode On... (22 April)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah kedua…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ready to go… Its 07.50…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jadi terhukum… menunggu para bintang tamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya perjalanan rihlah kami ke kota tepian dimulai...&lt;br /&gt;Perjalanan 2-3 jam ke depan... adalah perjalanan yang selalu ku nantikan... Berkali-kali juga ke Samarinda. Tak pernah ku lewatkan ia dengan pejaman mata. Ia hijau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan... Hutan yang sebenarnya. Senang bisa dilahirkan di sini. Teringat masa kecilku... Aku menyaksikan bukit digunduli... Gunung menjadi rata... Takjub... saat itu... Hijau disekitarku, terkikis satu demi satu... Kalimantan... pulau kelahiranku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sepanjang perjalan itu... Bisa terlihat olehku... pagar-pagar hidup nan kokoh... Pohon-pohon besar... yang mewakili hutan. Pokok-pokok ’sengon’... ha ha... nama pohon yang paling kukenali karena bentuknya yang memayung indah dan karena.. itulah satu-satunya nama pohon yang aku kenali.. selain pohon-pohon yang biasa terlihat di sekitarku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap memandang ke tepi jalan... pada batang-batang yang rapat. Yang terbayang adalah hutan gelap. Yang dihuni tumbuhan bumi... padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun... setelah beberapa kali perjalananku... baru kusadari hari ini... bahwa di balik pagar hijau itu... tak ada hijau lagi. Hanya sepuluh hingga 30 meter yang sempat kutangkap dengan bola mataku. Di belakangnya adalah ladang-ladang... bahkan dibeberapa tempat hanya gundul semata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topeng... Ternyata... Pagar hidup itu hanya topeng...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat pada komentarku pada sebuah status teman: Bahwa aku dan rombongan tak bisa berhenti sholat di tengah jalan... tanggung... dan masih berada didalam gelap... pohooooooonnn semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman itu membalasnya... dan mengatakan... Jawa sama Kalimantan beda non... di Jawa mah hutan beton... jadi bisa berhenti di sebuah tempat... di tengah perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maluuu... ternyata hutanku tak sedahsyat itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai penghuni pulau kelahiranku... Wahai pengurus Borneoku... Di manakah kalian? Akankah hijau itu menghilang dari penghujung pandang... Terhapus dari masa depan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Kalimantanku... Terus hidupkan kehijauanmu... Bumi terus kembang kempis denganmu... Tanda kehidupan, masih mengiringinya... Borneo tercinta... Kaulah paru-paru utama... Dunia meminta kau untuk tetap membagi udara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah pakai topeng itu... Namun letakkan kembali isinya... Agar Hijau Borneoku selalu ada bagi dunia... Mari jaga bersama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Dan apabila dikatakan kepada mereka. ”Janganlah berbuat kerusakan dimuka bumi !” Mereka menjawab, ”Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.”&lt;br /&gt;Ingatlah, Sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tapi mereka tidak menyadari” (Al-Baqarah: 11-12)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa memberi sebuah harapan bagi bumi... Untuk hidup... dan menghijau kembali... Amin...&lt;/big&gt; &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-1256341417346971862?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/1256341417346971862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/perjalanan-ke-kota-tepian.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1256341417346971862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1256341417346971862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/perjalanan-ke-kota-tepian.html' title='Perjalanan Ke Kota Tepian'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S9A4zf79R-I/AAAAAAAAAFA/-f09xLqR4h8/s72-c/hutan+kalimantan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-7974481731360785413</id><published>2010-04-16T07:55:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T07:58:51.007-07:00</updated><title type='text'>Kelunya Sang Pena</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S8h7DpUnYmI/AAAAAAAAAEs/civBUGNVaso/s1600/pena+diam.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 105px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S8h7DpUnYmI/AAAAAAAAAEs/civBUGNVaso/s320/pena+diam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460749850748871266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;SANG PENA TERPAKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKSARANYA BEKU.. TAK SANGGUP MENGALIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IA TERDIAM DI SUDUT WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANYA BERGUMAM MENYIMPAN RINDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENA MERINGIS.. SAMBIL BERKATA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"DUHAI.. AKU RINDU TEGAK BERDIRI."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGUNGKAP BENAR.. LAGI DAN LAGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAAT SI 'INGIN' MENDORONGKU TUK BERLARI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA SI 'NGGAK PE DE' YANG MENAHANKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU KAKU TERTIDUR LESU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANYA BERMIMPI MENGURAI CERITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HINGGA TINTA MENGUAP KE ANGKASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEKAT HITAMNYA RESAH MENANTIKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN IA PERGI.. TAK SABAR TUK SETIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MULAI AKU BERKARAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUBUHKU SEKARAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANYA RUSAK DAN TINGGAL PATAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENA MERENUNG..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"KAPAN.. KAPAN AKU.. BISA BERBAGI..??"&lt;/big&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-7974481731360785413?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/7974481731360785413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/kelunya-sang-pena.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7974481731360785413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7974481731360785413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/kelunya-sang-pena.html' title='Kelunya Sang Pena'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S8h7DpUnYmI/AAAAAAAAAEs/civBUGNVaso/s72-c/pena+diam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-761297308566156745</id><published>2010-04-09T15:54:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T16:13:22.967-07:00</updated><title type='text'>Mereka Bukan Anakku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S7-zX4VcO5I/AAAAAAAAAEk/2Ii0Fi88ee8/s1600/janin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 103px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S7-zX4VcO5I/AAAAAAAAAEk/2Ii0Fi88ee8/s320/janin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458278496237009810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seorang insan, telah memilih, untuk mengisi hidupnya, dengan menjadi seorang guru. Sembilan tahun lebih, rasanya bukanlah sebuah perjalanan waktu yang sebentar.  Delapan tahun pula sang guru ini, menghabiskan setiap tahunnya. Untuk mewarnai hari-hari bersama puluhan sosok-sosok mungil yang selalu ceria dan penuh energi. Sang guru, yang setiap hari mengamati perkembangan para makhluk imut itu di dalam kelasnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Semakin hari semakin jatuh hati, pada pemilik kaki-kaki yang tak pernah henti menjelajah itu. Seberapa pun, waktu yang pernah mereka lalui bersama. Namun sang guru, selalu merasakan ketakutan, bila mendekati masa-masa berakhirnya tahun ajaran. Perpisahan dengan senyum-senyum manis itu, seperti menggores luka dalam, yang tidak dapat terobati. Apalagi jika pertemuan mereka, harus diakhiri dengan pindahnya sang buah hati.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masih teringat dengan jelas dalam memori sang guru. Saat, seorang putri kecil. Yang ayahnya adalah seorang laki-laki berstatus, warga negara Brunei. Harus pergi, tanpa memberikan informasi yang jelas terhadap sang guru. Perkenalan awal dengan sang guru, yang melalui tahapan agak sulit. Karena perbedaan bahasa. Membuat kepergian teman kecilnya, semakin menyesakkan bagi sang guru. Jika dapat, ingin rasanya sang guru tetap memeluknya agar ibu dari putri kecil itu tak perlu membawanya serta. Namun,apa daya. &lt;big&gt;&lt;b&gt;“Dia bukan anakku.”&lt;/b&gt;&lt;/big&gt; Kata sang guru dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru menerawang jauh. Kembali ke cerita lalu. Tahun ke tiga, di mana seorang teman kecil lain, ada bersamanya. Yang datang dengan temperamen tinggi. Hampir tidak pernah, si kecil berbicara dengan kata-kata sopan. Awalnya, sangat tinggi hati. Tak suka ditegur atas kesalahannya. Berbuat semaunya, tanpa menghiraukan akibat yang kadang terlalu berbahaya buat diri dan temannya. Sebuah senjata rahasia, berhasil menaklukkannya. Setiap sang guru berbicara. Sang guru mengikuti logat daerah, yang terdengar agak sulit dihilangkan dari bahasa Indonesia yang setiap hari digunakan oleh si teman kecil. Mungkin logat itu, membuatnya merasa nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Baru beberapa bulan, keakraban itu terjalin manis. Allah punya rencana hebat. Sang teman kecil harus pindah. Dan sehari setelah kepindahannya. Sebuah karya yang tertinggal, menorehkan kerinduan dan membuat sang guru tak sanggup menahan air mata rindunya. Apa yang bisa dilakukan sang guru ? &lt;big&gt;&lt;b&gt;“Teman kecil itu, bukan anakku.”&lt;/b&gt;&lt;/big&gt; Kalimat itu memenuhi hati sang guru.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, sang guru mewarnai hari bersama 22 teman kecil. Salah satunya adalah Nabila. Yang cerdas luar biasa. Sangat cepat mengenali simbol-simbol. Sehingga Nabila melejit dengan Qiro’atinya. Kosakata Bahasa Inggris, hampir tidak ada yang dilupakannya. Daya ingat yang kuat, merupakan kelebihan Nabila. Hingga suatu hari, Nabila mengatakan, “Bu guru, aku mau pindah.” Sang guru memandang Nabila dengan diam. Ya Allah, apakah kami harus berpisah sekarang juga ? Sang guru mencoba menampik ketidak relaannya. Dan kembali menenangkan diri sekali lagi, &lt;big&gt;&lt;b&gt;“Nabila, bukan anakku.”&lt;/b&gt;&lt;/big&gt; Dan masih banyak lagi saat-saat di mana sang guru terpaksa tak dapat  bertemu lagi, Karena,  harus berpisah, dengan teman-teman kecilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Puluhan teman kecil itu, datang dan pergi setiap tahunnya. Dan setiap mereka meninggalkan kesan tersendiri bagi sang guru. Karena mereka adalah bagian dari motivasi bagi sang guru. Namun, apa mau dikata. &lt;b&gt;&lt;big&gt;“Mereka, bukan anakku.”&lt;/big&gt;&lt;/b&gt; Gumam sang guru. Sang guru hanya dapat mengirim sebuah pesan dan do’a, untuk para teman kecil yang jauh, yang dekat. Yang masih dapat bertemu, atau yang sudah tak pernah bertemu. Wahai teman-teman kecilku, titilah jembatan surga. Yaa Allah, tunjukkan bagi teman-teman kecilku, jembatan surga itu. Amiin.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-761297308566156745?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/761297308566156745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/mereka-bukan-anakku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/761297308566156745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/761297308566156745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/mereka-bukan-anakku.html' title='Mereka Bukan Anakku'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S7-zX4VcO5I/AAAAAAAAAEk/2Ii0Fi88ee8/s72-c/janin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-5676905754025805553</id><published>2010-04-05T05:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:31:18.909-07:00</updated><title type='text'>Serangan Kata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S7nmG3XnHII/AAAAAAAAAEU/iOUQDcoJIow/s1600/tepat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S7nmG3XnHII/AAAAAAAAAEU/iOUQDcoJIow/s320/tepat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456645429152652418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;DITINJU&lt;/big&gt;.. dengan &lt;big&gt;KATA-KATA&lt;/big&gt;. Hingga termundur dan kehilangan sejenak rasa. Tak percaya bahwa itu seperti tertuju pada setiap jengkal diri. Beset-beset.. jatuh cukup jauh dari kesadaran. Lalu kembali berdiri dalam kondisi lemah. Berpikiiiiiirr... Merenuuuuung. Setiap &lt;i&gt;’jab'&lt;/i&gt;-nya berhasil menembus pertahanan. Berdarah sedikit di sudut rasa. Lalu &lt;i&gt;’uppercut’&lt;/i&gt; melayang kuat hingga lebam sekujur tubuh. &lt;big&gt;KALAH&lt;/big&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt; &lt;b&gt;Tersadar.. Sekalipun dengan beralasan. Aku tetap.. BERSALAH. -_- &lt;/b&gt; &lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;DITAMPAR&lt;/big&gt;.. oleh &lt;big&gt;NASIHAT&lt;/big&gt;. Sampai terduduk. Pipi terasa panas dijilat bara api. Membeliak kecewa atas kejadian yang tak disangka. Belum sadar bahwa itu adalah sakit bagi seluruh sel pada diri. Tergambar tapak tangan sang penyeru. Tak kan terlupakan. Ini periiih, hingga darah berdesir. Menggelegak.. hampir tak bisa menerima. Ingin berdiri.. namun tak sanggup menahan malu. Melirik ke segala arah. Hanya berharap.. semoga tak ada yg melihat rona merah di hatiku. &lt;big&gt;TAKLUK&lt;/big&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt; &lt;b&gt;Tersadar.. Sekalipun dengan beralasan. Aku tetap.. BERSALAH. -_-&lt;/b&gt; &lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;DITENDANG&lt;/big&gt;.. oleh &lt;big&gt;KEBENARAN&lt;/big&gt;. Efeknya.. terjungkal beberapa meter dari posisi merasa benar. Terjerembab.. lecet-lecet di sana-sini. Serasa remuk mental juara di dalamnya. Hingga kerendahan diri termunculkan sementara. Waaaaaaa.. sakiiiiiiiit ternyata. Mau berdiri.. tapi serasa dilucuti seluruh sendi harga diri. Meringis.. tampilkan wajah teraniaya. Dahsyat...!!! Energi kebenaran meluluhkan. &lt;big&gt;TUNDUK&lt;/big&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt; &lt;b&gt;Tersadar.. Sekalipun dengan beralasan. Aku tetap.. BERSALAH. -_-&lt;/b&gt; &lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sakit.. sakit.. perih.. perih.. Syukurlah.. sangat efektif untuk &lt;big&gt;MENYADARKAN&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******* @ *******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan.. dari sebuah blog ( http://qaulan-sadida.blogdrive.com/ )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yaa ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha wa qûlu qaulan sadîda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(QS. al-Ahzab [33]: 70).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Qaulan sadida&lt;/big&gt; mengandung makna straigh to the point atau tidak berbelit-belit, berbicara secara positif, tegas tanpa mengelabui, jujur, tidak mengandung kebohongan dan apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti, bicara secara terang-terangan membuat orang lain mampu memahami sikap kita, sehingga kesalahpahaman pun bisa dihindari. Sikap terus terang juga bermanfaat bagi orang lain sebagai bagian dari upaya pembelajaran. Secara tidak langsung, qaulan sadida merupakan gambaran dari amar ma'ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Al-Quran telah menjadikan amar ma'ruf nahi munkar sebagai keistimewaan pertama yang dimiliki oleh umat Islam sehingga mengungguli umat-umat lainnya. &lt;i&gt;"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah."&lt;/i&gt; (QS. Ali Imran [3]: 110).&lt;/blockquote&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Qaulan sadida&lt;/big&gt; hanya dimiliki bagi hamba yang memiliki keyakinan kuat (al-iman al-amiq) kepada Tuhannya dan juga senantiasa merasakan kehadiran-Nya (muraqabatullah) dalam setiap tempat, setiap saat, dalam keadaan apa pun dan bagaimanapun, dalam musibah atau senang, rela atau terpaksa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-5676905754025805553?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/5676905754025805553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/serangan-kata.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5676905754025805553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5676905754025805553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/serangan-kata.html' title='Serangan Kata'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S7nmG3XnHII/AAAAAAAAAEU/iOUQDcoJIow/s72-c/tepat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-7675832155709896448</id><published>2010-04-03T16:29:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T16:40:30.880-07:00</updated><title type='text'>Pendidik Or Pembantu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S7fQXEO92yI/AAAAAAAAAEE/b-S66u6y-18/s1600/didik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S7fQXEO92yI/AAAAAAAAAEE/b-S66u6y-18/s320/didik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456058568274729762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Salam para dewasa.. apa kabar USIA DINI kita.. semoga mulai mandiri dalam aktivitasnya.. dan mampu mengurus diri.. dalam hal-hal sederhana. Amiin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Kisah lagi yaa... pendek saja... ^_^&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******* @ *******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas dengan jumlah murid 25 aktivis. Ada dua guru yang mengasuh mereka. Di bulan-bulan awal masuk sekolah, toilet training, menjadi sangat penting. Alhamdulillaah, dalam waktu 3 sampai 4 bulan, semua teman sudah bisa BAK dan BAB sendiri, tanpa bantuan bu guru. (Dari saat masuk, di dalam, dan keluar) Hanya diawasi oleh bu guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bu guru A, Tito mau BAK.”, Tito menyebut guru A. Namun, guru A sedang sibuk mengajari teman yang lain untuk mengaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka guru B bertindak, ”Sini sayang, sama bu guru.” sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak mauuuuu. Mau sama bu guru A ajaaaaa.”, tolak Tito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. beberapa anak, memang lebih menyukai BAK dengan bu guru A.&lt;br /&gt;Kita lihat kenapa.. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Toilet training bersama guru A:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Ayo baca do’a dulu.”, kata guru A. Sambil melepaskan semua pakaian yg perlua dilepaskan. Tito hanya membaca do’anya. Sambil melihat ke wajah guru A. Saat membuka kaos kaki, Tito duduk di sebuah tempat duduk, sambil menghulurkan kakinya ke depan wajah sang guru. Dan bu guru A, dengan senang hati melepaskannya. Saat di dalam pun sama. Tito hanya melepaskan tuntutan alamiahnya, selain itu, bu guru A yang mengerjakan, menyiram bekas BAK, mencebok, mencuci. Semuanya. Tito tidak capek, aman, damai, nyaman dalam pengurusan bu guru A. Waktu keluar, hal yang sama terjadi lagi. Bu guru A, melayani dengan hati. Hingga selesai do’a.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Toilet training bersama guru B:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Kita baca do’a dulu ya nak.”, kata guru B. Setelah berdo’a, bu guru B berkata, ”Sekarang lepas kaos kaki dan celananya sayang. Tito membuka sendiri celananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Susah bu kancingnya.”, kata Tito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sini bu guru bantu. Ini melepaskannya seperti ini ya. Di pegang yang kuat.”, hanya kancingnya. Selanjutnya, Tito kerjakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun segala urusan siram menyiram, mencebok dan membersihkan diri. Tito kerjakan sendiri, di bawah arahan bu guru B. Hingga selesai do’a keluar kamar mandi/WC.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******* @ *******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Kadang.. kita tak menyedari, betapa pentingnya kemandirian bagi USIA DINI kita. Sejuta bantuan, memang akan memenuhinya dengan cinta. Namun, satu pelatihan, akan memudahkan kehidupannya.&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru B berkata... &lt;big&gt;”Karena kita adalah pendidik, bukan pembantu.”&lt;/big&gt; (Aku setuju) ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal semacam ini pun, terjadi pada ayah dan bunda. Perbedaan bentuk perhatian dan pelayanan semacam inilah, yang menyebabkan USIA DINI memilih-milih antara ayah dan bunda untuk menemaninya beraktivitas. Wallaahua'lam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;******* @ *******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita.. adalah para dewasa, yang mampu memberikan perhatian yang sejatinya merupakan pendidikan. Agar USIA DINI kita merasakan manfaat yang lebih, dari apa yg kita beri padanya. Amiiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-7675832155709896448?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/7675832155709896448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/pendidik-or-pembantu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7675832155709896448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7675832155709896448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/04/pendidik-or-pembantu.html' title='Pendidik Or Pembantu'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S7fQXEO92yI/AAAAAAAAAEE/b-S66u6y-18/s72-c/didik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-953987203261566868</id><published>2010-03-24T04:49:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T05:17:10.106-07:00</updated><title type='text'>Malu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S6oB5h3nduI/AAAAAAAAAD8/zAIqZZvCHbg/s1600/putri+malu1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S6oB5h3nduI/AAAAAAAAAD8/zAIqZZvCHbg/s320/putri+malu1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452172386741221090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah kau seorang hafidz ??&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang memelihara. Menjaga kemurnian hal yang diyakininya. Lebih dikenal istilah hafidz ini untuk para penghafal Al Qur’an. Sungguh, inginnya diri ini menjadi seorang yang terus teguh mengeja ayat-ayat itu. Kalam suci yang menenangkan. Cahaya dalam kegelapan, petunjuk tanpa kesalahan, kebenaran di atas kebenaran, penyejuk hati di kala gundah, pembening hati di waktu amarah. Kalam Allaah.. dengan segala mukjizat yang teriring bersama nuzulnya. Inginnya diri menjadi hafidz… -_-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Seringkali, bersama Al Qur’an, kutemukan teguran terindah bagi khilaf. Hiburan terbaik bagi sedih yang melanda. Menghujam tajam di kedalaman nurani. Menabur benih raja’ (harap) dan khauf (takut) pada jiwa-jiwa yang ingin makin dekat dengan Rabb-nya. Mengalirkan bening dari sudut mata, berharap setiap kebahagiaan yang terkabar di dalamnya, akan menjadi kebahagiaannya. Sekaligus takut, adzab yang tersurat dan tersirat pada baris-barisnya, tak menimpanya. Duhai.. Inginnya diri menjadi hafidz…&lt;/blockquote&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga beberapa pekan lalu, dalam majelis cintaku. Aku jatuh.. tersungkur. Akibat ‘tertampar’ kuat. Saat itu, masing-masing kami, menyetor hafalan, dengan saling berpasangan. Selama ini, biasanya pasanganku adalah rekan yang sama mudanya. Sama bisanya, sama mampunya, sama potensinya. Namun, takdir Allaah yang tertulis hari itu, berbeda dari biasanya. Aku dapat pasangan, seorang bunda, beranak 5. Anak tertuanya, sedikit lebih muda dariku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sepakat, bahwa beliaulah yang mulai setor hafalan lebih dulu. Ternyata, baru kuketahui, hafalan beliau, jauh.. jauh.. jauh di atasku. Seiring setiap ayat yang keluar dari lisannya. Yang kala itu, terdengar lebih syahdu dari bisanya. Bergetar setiap dinding jiwa. Bergolak setiap lembar rasa. Aku menyaksikan keindahan menjadi seorang hafidz. (meskipun, beliau belum hafal seluruh Al Qur’an) Subhaanallaah. Nafasku tertahan, wajahku memerah. Namun, bunda itu masih terus mengalunkan lembut ayat-ayat cinta-Nya. Hingga akhir hafalannya… Maka meledaklah setiap buncah maluku. Malu………. yang luar biasa. Di tengah usaha kerasku untuk terus menambah hafalan. Aku sudah terjerembab, dalam kekalahan. Beningku mengalir tanpa dapat ditahan.. sungguh tak tertahankan. Tanpa suaranya.. tangisku pecah berderai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho..?? ukhti kenapa ?”, Tanya bunda itu kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak sanggup berkata-kata. Hanya terus mengalirkan air mata. Membuat bunda itu makin tak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga dalam aliran deras tangis bodohku, aku berkata “Ana malu, bunda.”, dengan sudut mata yang terus basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Afwan ya ukhti.”, merasa bersalah telah menyebabkanku menangis. Bunda malah ikutan nangis. Menambah derasku tak tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebingunganku mencari tisu, aku terus menggenggam tangannya. Tergenang dalam malu itu. Yaa Allaah… aku benar-benar malu niiiih…. Sambil terus menyembunyikan wajah basahku, dari pandangan teman-teman satu majelis yang juga tak mengerti kejadiannya. Yaa Allaah… malu… -_-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****** @ ******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fadhail Dunia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Hifzhul Qur'an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur'an,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur'an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, 'Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'" (HR. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya." (HR. Hakim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Al Qur'an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Seorang hafizh Al Qur'an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur'an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur'an. Rasul mendahulukan pemakamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ia berkata, &lt;i&gt;"Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, "Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,"Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah." Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?" Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, "Benar." Nabi bersabda, "Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi." (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa'i)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada hafizh Al Qur'an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama'ah. Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Hifzhul Qur'an merupakan ciri orang yang diberi ilmu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS Al-Ankabuut 29:49)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Hafizh Qur'an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Menghormati seorang hafizh Al Qur'an berarti mengagungkan Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil." (HR. Abu Daud)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fadhail Akhirat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Al Qur'an akan menjadi penolong (syafa'at) bagi penghafal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Umamah ra. ia berkata, &lt;b&gt;"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Qur'an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa'at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)."" (HR. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Hifzhul Qur'an akan meninggikan derajat manusia di surga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdillah bin Amr bin 'Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, &lt;i&gt;"Akan dikatakan kepada shahib Al Qur'an, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur'an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Turmudzi)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur'an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Para penghafal Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun ?alaih)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan dipanggil, &lt;i&gt;"Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?" Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Kedua orang tua penghafal Al Qur'an mendapat kemuliaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, &lt;i&gt;"Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur'an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Faathir 35:29-30)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adapun fadilah-fadilah lain seperti penghafal Al Qur'an tidak akan pikun, akalnya selalu sehat, akan dapat memberi syafa'at kepada sepuluh orang dari keluarganya, serta orang yang paling kaya, do'anya selalu dikabulkan dan pembawa panji-panji Islam, semuanya tersebut dalam hadits yang dhaif.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur'an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur'an dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur'an. Allahumma amin" (dian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji':&lt;br /&gt;Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Kiat Sukses Menjadi Hafizh Qur'an Da'iyah.&lt;br /&gt;Dr. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan Al Qur?an. &lt;br /&gt;(Fadhilah dari pk-sejahtera.org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIAPAPUN PEMBACANYA... MOHON DO'AKAN AKU...&lt;br /&gt;Inginnya diri.. menjadi hafidz.. -_-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-953987203261566868?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/953987203261566868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/03/malu.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/953987203261566868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/953987203261566868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/03/malu.html' title='Malu'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S6oB5h3nduI/AAAAAAAAAD8/zAIqZZvCHbg/s72-c/putri+malu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-7187270774247872837</id><published>2010-03-20T19:03:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T20:20:17.118-07:00</updated><title type='text'>Ruang Pertemanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S6WBlf6r0CI/AAAAAAAAAD0/124JHalCTQ4/s1600-h/teman+abadi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 121px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S6WBlf6r0CI/AAAAAAAAAD0/124JHalCTQ4/s320/teman+abadi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450905405224636450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan, mampir di inboxku. “Benarkah, tidak ada pertemanan abadi, yang ada kepentingan abadi ?” Pertanyaan yang sempat membuat bingung dan aneh. Karena diajukan oleh seseorang yang meremove-ku dari friendlist-nya. Yang memang menandakan, dia tidak meyakini dan mengharapkan sebuah keabadian dari sebuah pertemanan. Seorang sahabat juara nomor satu.  Dia menyertakan kata-kata seorang mahasiswa angkatan lama di Indonesia, Soe Hok Gie. Tentang  “Buat apa kita berbicara  tentang pahala dan syariat jika tidak ada yang namanya manfAat DAN guna.”  Juga sebuah kutipan kalimat Marx “Hubungan itu akan terus ada selama masih ada kepentingan. Ketika kepentingan telah gugur, maka hubungan itu pun akan luntur.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepentingan itu, selalu beriringan dengan sebuah hubungan. apapun jalinan yg akan dibuat. semuanya beserta dengan kepentingan. seperti hal-nya ketika seseorang akan menikah. maka dianjurkan memilih berdasarkan beberapa hal yg menjadi kepentingan bagi seorang laki-laki pula bagi seorang perempuan. Rupanya, kekayaan, keturunan orang baik-baik, atau agamanya.. maka bersiaplah untuk setiap resikonya. karena sebuah kepentingn yg tidak abadi, akan menghasilkan jalinan yang tidak abadi pula. kepentingan abadi, akan membuahkan keabadian pula pd sebuah jalinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemanan pun begitu. Jika kita berteman dengan kepentingan terhadap hartanya. Maka ketika teman kehilangan harta, maka pertemanan pun gugur. Harta adalah hal semu. Jika kita berteman karena agamanya, maka ia abadi. (agama/iman, adalah hal abadi) Namun, tidak semua manusia bisa mempertahankan agamanya. Itulah saatnya pertemanan gugur juga. (mirip dengan apa yg marx katakan) walaupun diriku hanya pernah mendengar namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hilang kepentingan-putus hubungan…&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Lihatlah pertemanan anak-anak. Satu detik berteman, kemudian bisa bermusuhan. Agak aneh. Karena sifatnya pun seringkali hanya disebabkan oleh perbedaan yang sepele. Dan toh, permusuhan itu pun hanya sekejap. Dari kasih yang dalam, bisa berubah seketika menjadi permusuhan yang tajam. Kepentingan pertemanan dalam dunia anak adalah saling “sharing kebahagiaan”. Jika seseorang memiliki sesuatu yang menarik, maka ia berhak ditemani. Hingga bosan dengan permainannya, dan bisa menemukan permainan lain yang mengikat keduanya. Ada saja yang tidak mau membagi kebahagiaan dengan mainannya. Namun, itu lebih karena sifat egosentris yg belum terarahkan. Tapi, sharing kebahagiaan ini adalah nilai pertemanan yang abadi. Karena ia hanya lepas dari sifat alami seorang anak. Bukan karena ia berpikiran picik.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang menjadikan pertemanan menjadi abadi bagi setiap kita. Adalah kemauan dan kemampuan kita untuk saling repot merepotkan. Lewat kerepotan kitalah, maka teman makin dekat. Dan kita bisa tanpa segan lagi merepotkannya. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak yang satu ini... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AL FURQAN : &lt;i&gt;28. Kecelakaan besarlah bagiKu; kiranya Aku (dulu) tidak menjadikan sifulan[1065] itu teman akrab(ku). 29.  Sesungguhnya dia Telah menyesatkan Aku dari Al Quran ketika Al Quran itu Telah datang kepadaku. dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Luar biasa... pada ayat diatas diceritakan tentang pertemanan yang sampai-sampai disesalkan hingga di neraka, sungguh suatu pertemanan yang sangat buruk! Lalu dijelaskan hakikat dari pertemanan yang buruk tersebut bahwa pertemanan tersebut adalah pertemanan yang menjauhkan seseorang dari Al Qur’an. Tentu ayat ini tidak difahami dengan menutup diri dari pertemanan, namun hendaknya bentuk-bentuk pertemanan kita, forum atau kebersamaan kita jangan sampai menjauhkan kita dari Al Qur’an bahkan sebaliknya menjadi sebab dekatnya kita dengan Al Qur’an.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Hanya secuil pikir…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-7187270774247872837?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/7187270774247872837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/03/ruang-pertemanan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7187270774247872837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7187270774247872837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/03/ruang-pertemanan.html' title='Ruang Pertemanan'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S6WBlf6r0CI/AAAAAAAAAD0/124JHalCTQ4/s72-c/teman+abadi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-4278337207539319967</id><published>2010-03-15T02:53:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T14:46:42.580-07:00</updated><title type='text'>Banyak Dinanti... SEORANG PEMBERANI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S54EydgkryI/AAAAAAAAADU/meIu7uuHG-4/s1600-h/pemberani.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 318px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S54EydgkryI/AAAAAAAAADU/meIu7uuHG-4/s320/pemberani.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448797864126099234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lelaki 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikepalanya berhimpun puluhan cita-cita. Kesuksesan.. Keberhasilan.. Kecukupan harta. Ia hanya tak ingin keluarganya dianggap rendah oleh orang lain. Dengan keberhasilannya itu ia ingin mampu membahagiakan istrinya dengan apapun yang ia punya. Ia berharap, anak2nya terpenuhi segala inginnya. Berusahalah ia, sekuat tenaga. Mewujudkan mimpi-mimpinya. Dan berhasillah ia. Harapan2nya tercapai. Ia bisa menanggung setiap kebutuhan hidup dengan lebih. Ia telah kaya.. berhasil. Baru ia menikah.. setelah kesuksesannya. &lt;b&gt;PEMBERANI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lelaki 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki ini tak ingin sederhana. Ia punya satu cita2 besar yang hampir tercapai. Dan ia yakin itu. Bekerjalah ia sepenuh mampunya. Untuk terus memenuhi kebutuhannya. Masih belum tercapai cita2nya. Namun, ia sudah melihat cita2nya dengan jelas. Dimana sukses akan besertanya. Saat seseorang akan menjadi pendampingnya nanti. Mereka tak akan kekurangan. Saat anak2nya hadir nanti. Maka mereka akan hidup dengan senang dalam tanggungannya yang hampir menjadi besar. Maka, ia pun  menikah.. pada perjalanan cita2 besarnya. &lt;b&gt;Seorang PEMBERANI&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lelaki 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hidup dalam kesederhaan. Bukan tidak berusaha. Ia berusaha, sekuat ia bisa. Toh rizki Allaah bukannya jauh. Ada saja yang dinikmatinya dalam kehidupannya. Ia bekerja dengan gaji yang menurutnya cukup untuk kehidupannya. Dan akan cukup buat siapapun yang kan menikmati rizki itu bersamanya kelak. Ia yakin, Allaah ada rizki untuk setiap manusia. Dirinya dalam tanggungan Allaah, istrinya dalam tanggungan Allaah, setiap anaknya pun akan berada dalam tanggungan Allaah. Maka ia menikah, bersama kesederhanaannya. &lt;b&gt;SANGAT BERANI&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;i&gt;Bukan tak boleh bercita2 besar. Hanya sebuah renungan. Tentang keyakinan pada Allaah atas rizki yang tak pernah tertukar. Rizki yang telah diatur-Nya untuk semua. Berpikir sempit untuk urusan ini, dengan terus merasa tak siap. Hingga akhir keberhasilannya.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang di (kehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu" (QS At Thalaq:2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ingin menemukan… seorang &lt;b&gt;PEMBERANI SEJATI…&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-4278337207539319967?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/4278337207539319967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/03/banyak-dinanti-seorang-pemberani.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4278337207539319967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4278337207539319967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/03/banyak-dinanti-seorang-pemberani.html' title='Banyak Dinanti... SEORANG PEMBERANI'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S54EydgkryI/AAAAAAAAADU/meIu7uuHG-4/s72-c/pemberani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-1317691335352951774</id><published>2010-03-06T21:09:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T22:23:20.808-08:00</updated><title type='text'>Satu Jejak Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S5NGS9odlAI/AAAAAAAAADM/vZQgTlMuaLo/s1600-h/IMG0118A.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S5NGS9odlAI/AAAAAAAAADM/vZQgTlMuaLo/s320/IMG0118A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445773666016924674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika harus kumulai dari satu sisi. Maka sebuah awal yang sama pun akan kutuliskan pula. Bahwa semua aktivitas yang kujalani setelah menyelesaikan bangku SMK-ku. Yaitu satu hal yang hingga saat ini aku berenang senang di dalamnya. Dunia pendidikan. 9 tahun sudah. Hmm... Alhamdulillaah masih betah. hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mau memulai satu jejak lain ke arah yang sama. Tapi dari ranah yang berbeda. Jika sewaktu menjadi guru, aku berenang. Kali ini, mau berdansa di lantai training. Apa coba maksudnya ?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allaah.. akan bergabung dengan teman-teman di Balikpapan. Dalam sebuah lembaga training, SPEED Learning Center. Dua pekan yang lalu ikut pelatihannya. Ternyata, jadi trainer itu gampang-gampang susah. Yang penting, kuncinya... MAU. Ada lagi kunci yang lain... MEMBACA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini sedikit ilmu yang ingin kubagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin setiap kita pernah mendengar kata &lt;b&gt;"training"&lt;/b&gt;. Tapi, ga semua tau apa definisinya. Terbukti saat pelatihan, tak semua peserta mengetahuinya. Jadi, definisinya aku bagi di sini ya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, yang di maksud dengan &lt;b&gt;training adalah proses sistematik yang mengarahkan pada perubahan keahlian, pengetahuan, sikap atau perilaku.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang yang memberikan training disebut &lt;b&gt;trainer&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;Trainerlah yang menjadi fasilitator yang mengarahkan peserta pada perubahan keahlian, pengetahuan, sikap dan perilaku.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tugas seorang trainer:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;1) Melaksanakan tahapan trining&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Memfasilitasi peserta untuk mendapatkan pemahaman melalui keterlibatan dalam pengalaman baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Bukan mengajari tetapi menciptakan iklim belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Bukan menjelaskan satu arah, tetapi membantu peserta menemukan sendiri hal-hal yang berkaitan dengan tujuan training&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut aku sih, tu sama aja dengan guru. Namun, sang trainer dalam pelatihan itu bilang. Beda itu antara guru dan trainer. hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naaah... kalau kita dah jadi trainer. Ada empat tahap yang harus kita ketahui dalam menjalankan training. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 1&gt;&gt;&gt; &lt;b&gt;Need Assessment Training (NAT)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah tahap. Dimana trainer mengumpulkan informasi mengenai peserta yang akan ditraining. Kemudian menganalisa gejala-gejala atau keterangan yang menunjukkan kekurangan dalam hal pengetahuan, skill, dan sikap mental peserta. Sehingga trainer bisa menentukan tujuan pelatihan dan isi materi pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dilakukan dengan memberikan quisioner, observasi langsung, wawancara, diskusi dan laporan kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 2&gt;&gt;&gt; &lt;b&gt;Frame of Training&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahapan NAT, trainer menyusun Frame of Training ini. Ia akan memetakan situasi dan kondisi. Merumuskan masalah yang didapatkan dari hasil NAT. Dan menentukan perubahan yang diharapkan dari peserta. Setelah itu, merekayasa solusi. Di saat ini, trainer menyiapkan materi yang tepat dalam training. Serta merancang alur training (semacam rundown acara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 3&gt;&gt;&gt; &lt;b&gt;Pelaksanaan Training&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya trainer beraksi menampilkan materi yang telah disiapkan. Dia bicara, bertanya, mengajak, memotivasi, memfasilitasi, dan bersenang-senang. hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 4&gt;&gt;&gt; &lt;b&gt;Evaluasi Training&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dilakukan beberapakali. Pada setiap usai satu sesi atau materi. Kemudian juga saat training berakhir. Jika pada akhir sesi, trainer bisa menanyakan apa yang sudah didapatkan olah peserta pada sesi tersebut. Dan pada akhir training membagikan lembar evaluasi mengenai penilaian peserta terhadap materi training, penyajiannya dan evaluasi terhadap trainer yang menyampaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dia ilmunya. Semoga bermanfaat ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, kalau TFT itu idealnya sih 3 hari gitu. Kemarin hanya sehari. Semoga cukup, sambil terus berbenah diri. Melengkapi kemampuan pelan-pelan, sedikit demi sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaah... Biidznillaah... Semoga jejak ini membawa berkah dan ridha Allaah. Amiin Yaa Rabb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-1317691335352951774?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/1317691335352951774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/03/satu-jejak-lagi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1317691335352951774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1317691335352951774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/03/satu-jejak-lagi.html' title='Satu Jejak Lagi'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S5NGS9odlAI/AAAAAAAAADM/vZQgTlMuaLo/s72-c/IMG0118A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-5706026763379704033</id><published>2010-02-28T00:31:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T17:53:07.974-08:00</updated><title type='text'>Ayat Untuk Pemenang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S4oq31zBINI/AAAAAAAAACc/k8B66QuCB0U/s1600-h/green+qur%27an.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S4oq31zBINI/AAAAAAAAACc/k8B66QuCB0U/s320/green+qur%27an.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443210238452900050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;هل أتى على الإنسان حين من الدهر لم يكن شيئا مذكورا. إنا خلقنا الإنسان من نطفة أمشاج نبتليه فجعلناه سميعا بصيرا.&lt;br /&gt;1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (QS 76:1)&lt;br /&gt;2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1535] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat. (QS 76:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup… satu hal, yang terlalu banyak nikmat di dalamnya. Jika kita masih menjelajahkan hati dengan penuh kesyukuran. Bukannya berkalang keluh dan resah tiada akhir. Bahwa hidup yang kita jalani saat ini. Adalah hasil kemenangan kita saat menuju ke alam rahim. Kemenangan yang memang telah di tetapkan Allaah bagi setiap diri, yang akhirnya berhasil menang kembali, untuk mencicipi alam dunia. Alam kenyataan. Yang dengan senang atau tidak. Maka telah, Allaah siapkan sebuah universitas kehidupan. Bagi siapapun, yang punya cita-cita ingin keluar dari alam dunia. Dan kembali… dalam keadaan… menang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti hal-nya menjadi seorang guru TK. Siapapun yang dengan sengaja melamar atau ditawarkan oleh teman. Yang akhirnya dia menerima pekerjaan menjadi guru TK. Dengan otomatis, dia mengerti bahkan mungkin telah diberi gambaran, bahwa menjadi guru TK, bukanlah hal yang akan selalu terasa menyenangkan. Demikian pula tempat kita ditakdirkan hidup oleh Allaah sebagai manusia, yang senantiasa kita sebut sebagai ‘dunia’ ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri ini… dirimu… diri kita semua… adalah kefanaan yang Allaah ciptakan. Namun, bukan berarti Pencipta Kefanaan adalah Dzat Yang lemah. Justru Allaah ingin menunjukkan kuasa-Nya. Dengan menciptakan kelemahan kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah diri ini teman… terbelenggu pikir yang tak seharusnya. Merana... dan merasa menjadi seseorang yang paling tak berharga. Atas keterbatasan segala dalam keluarga. Merasa selalu kurang pada sisi diriku. Entahlah… kadang terbersit… Tak sayangkah Allaah padaku… (saat itu). Astaghfirullaah… Begitulah aku… dahulu. Ku tak rasa… akan ada cinta untukku… ku tak rasa… ada bahagia untukku… Tak kan sukses aku… Jauh berhasil, dariku… Terbayangkah… rasaku… waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Than I found YOU… Allaah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Dia, Allaah… aku menemukan-Nya… pada sebuah masa tanpa nama. Satu terang tanpa bosan. Di mana pelangi tak hanya tujuh warna. Karena bersama-Nya… ada cinta yang sungguh tak sederhana. Dari lingkaran-lingkaran persaudaraan… taman-taman ilmu… majelis-majelis kaji… Kutemukan satu demi satu puzzle kesadaran akan penciptaan diriku. Maka arena hidupku… menjadi jembatan penyambung rasa… pada satu muara cinta… Allaah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin aku yakin teman, bahwa kehidupan ini… punya tujuan. Tak dipijakkan Allaah, kaki-kaki kita ini di bumi, tanpa maksud. Ada misi tertentu yang mesti terlaksana. Sebelum semua berakhir dengan dengan ditutupnya waktu kita. Tak ingin… tentu tak ingin… setiap detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, dan tahun kita… terlewat… dan tanpa makna. Bukankah kita… wajib untuk bermakna…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah ada banyak kesempatan… yang memang coba kita gapai. Namun, belum juga kita sampai. Beberapa berhasil yang terlepas dari rencana dan cita. Sekian banyak mimpi yang masih menjadi dialog hati dan Sang Pembolak-baliknya. Namun, banyak orang berkata… kita belum sukses. Kita belum berhasil. Kita belum kaya. Kita belum memiliki pasangan. Kita belum ini… kita belum itu. Mungkin… ‘belum’ itu… masih dibelenggu oleh satu hal… kesiapan diri… Tak semua kita akan siap menjadi kaya. Tak semua kita, akan siap menjadi berhasil. Tak semua kita, akan siap memiliki keluarga. Hanya ingin memantik hati… Mari… menyiapkan… untuk sebuah kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manusia yang terlahir ke bumi. Bukanlah sebuah produk gagal… Karena ia pernah menang… di alam sebelum menempati rahim ibunda. Maka, manusia yang telah melewati masa-masa itu (kemenangan sebelum alam rahim)… adalah orang-orang yang sudah seharusnya berhasil. Selama dia mengetahui… menyadari… memahami… dan termotivasi… oleh kemenangan yang pernah ia raih… kemenangan menjadi manusia. Subhaanallaah… Maka BeKERJAlah.. dan rizki akan datang. BerUSAHAlah.. niscaya berhasil.. BerSUNGGUH-SUNGGUHlah.. Tentu akan sukses. BerDO'Alah.. dan akan dimudahkan.. BerTAWAKAL-lah.. Itulah KEMENANGAN rasa... serta... KELUASAN jiwa... ~ Berlelah-lelah-lah teman... dan akan... TERBAYAR... dengan yg pantas... (Salam PERJUANGAN, untuk semua calon PEMENANG)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Senyum*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-5706026763379704033?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/5706026763379704033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/ayat-untuk-pemenang.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5706026763379704033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5706026763379704033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/ayat-untuk-pemenang.html' title='Ayat Untuk Pemenang'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S4oq31zBINI/AAAAAAAAACc/k8B66QuCB0U/s72-c/green+qur%27an.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-8427906676790602306</id><published>2010-02-25T06:25:00.001-08:00</published><updated>2010-02-25T06:26:50.513-08:00</updated><title type='text'>Rindu Nabi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S4aImvcm7GI/AAAAAAAAACU/OrobqqSA5u0/s1600-h/muhammad+kaligrafi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 219px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S4aImvcm7GI/AAAAAAAAACU/OrobqqSA5u0/s320/muhammad+kaligrafi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442187398876687458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Merenung lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sediam kalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai butir kehidupanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpahat jelas pada prasasti bersejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau runtuhkan dengan perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya sekutu Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kebersihan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyentuh jelaga jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga ia menyerah pada putih yang kau bawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebeningan lisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengguyur angkara pada titik termurka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai keji… hilang tak berbekas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ratusan sastra mengukir hidup lakonanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sejelas Qur’an mengukir keajaiban kemanusiaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga memagnet terhadap semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertasbihlah raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahmidlah mayapada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertakbirlah bumi dan penghuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit serta penghiasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bershalawatlah setiap ruh pengagummu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan pun kalah hangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang terasa redup di sisimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelangi tak sanggup kalahkan warna pesonamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai cahaya bagi gulita kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringnya kami mengumbar rindu dalam kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lihatlah kami yang terpuruk pada cinta tanpa bukti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sanggup bayangkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila rindu ini tersampaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika… kau dihadir di sini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetuk pintu rumah kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu… Pasti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergopoh menyembunyikan laku asli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutupi setiap dinding diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bertuliskan ‘lalai sunnah’ atau ‘ingkar’..?? (Hiks)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maluuuuu… Pasti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih mencoba membohongimu, demi tetapkan sayangmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutupi keluarga kami &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjebak kejahilan akhir zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Nabiii…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan apa kusembunyikan wajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang baja pun kau tembus dengan bashirah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Nabiii…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan apa kuhilangan bau hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang kau mampu bertanya pada Rabb-ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang siapa diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Nabiii…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang kuingat episode akhir duniamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tersedu dalam bisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba memaknai cinta di sakaratul mautmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ummatii… Ummatii… Ummatii.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layakkah diri ini… Yaa Nabiii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akukah yang kau sebut..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisankukah yang kau cinta..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kau tak pilih rasa pada setiap titik jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Nabiii…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik ledak kebahagiaan kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah bahagia di latar surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kau sebagai teman perjalanan di taman-tamannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Nabiii… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lelah hati ingin jumpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menembus hijab masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengarkan merdu kebijaksanaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuri waktu tuk tatapmu… sejenak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bosan pula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menderaskan asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuk jadi hamba… pengikut yang patut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat… yang bergelora taat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kekasih yang hanya menyebut satu nama kekasihnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Nabiii…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginnya… kami setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga syafa’at adalah piala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan surga adalah kehidupan kami selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalluu ‘alannabii…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padamu Rasuulullaah Muhammad SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dariku… Setitik kefanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dalam kerinduan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-8427906676790602306?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/8427906676790602306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/rindu-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8427906676790602306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8427906676790602306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/rindu-nabi.html' title='Rindu Nabi'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S4aImvcm7GI/AAAAAAAAACU/OrobqqSA5u0/s72-c/muhammad+kaligrafi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-767313471906694896</id><published>2010-02-21T03:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T03:02:03.387-08:00</updated><title type='text'>Burung Paling Hebat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S4ESnfCi0hI/AAAAAAAAACM/aqqUidD61SQ/s1600-h/elang1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 107px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S4ESnfCi0hI/AAAAAAAAACM/aqqUidD61SQ/s320/elang1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440650294396637714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua anak burung sedang bertengger di dahan pohon. Mereka adalah Qori kutilang dan Aswad si beo. Mereka saling menceritakan tentang ibu mereka. Membanggakan kehebatan ibunya kepada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aswad, kamu pernah lihat ibuku tidak ?” Tanya Qori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, sudah pernah” Jawab Aswad. “Memangnya kenapa sih ?” Tanya Aswad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibuku adalah burung paling cantik. Kamu pasti sudah melihat warna bulunya. Indah kan?” Qori menggetarkan seluruh tubuhnya. Tentu saja karena Qori bangga sekali terhadap ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooo, karena itu.” Aswad menganggukkan kepalanya. “Tapi, masih lebih hebat lagi ibuku. Ibuku, bulunya hitam mengkilat. Dan, yang lebih hebat lagi. Ibuku sangat pandai mengucapkan banyak bahasa manusia.” Kata Aswad. “Suatu hari nanti, aku juga akan seperti ibuku lho.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Qori dan Aswad, sedang asik menyebutkan kehebatan ibu mereka. Tiba-tiba, terdengar sebuah suara. “Ku ku…ku ku. Masih ada burung yang lebih hebat.” Ternyata suara itu, milik seekor burung hantu tua, bernama Oldi. Oldi tinggal di sebuah lubang, di pohon tersebut. Qori dan Aswad, menghampiri lubang tempat Oldi tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memangnya, ada burung yang bulunya lebih indah dari bulu ibuku, pak Oldi?” Tanya Qori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya pak Oldi. Apakah ada, burung lain yang bisa berbicara seperti ibuku.” Aswad ikut penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha ha ha ha. “ Pak Oldi tertawa. Tawanya sampai membuat tubuh gempal yang dibalut bulu yang mulai kusam itu, berguncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iiih, pak Oldi. Ditanya kok malah tertawa. Memangnya, burung apa sih pak Oldi, yang lebih hebat dari ibu kami.” Kata Aswad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Qori dan Aswad, mau tidak mendengar sebuah kisah tentang burung paling hebat?” Tanya pak Oldi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau mau, pak Oldi. Ayo ceritakan.” Sambut Aswad dan Qori, bersemangat. Mereka ingin sekali mengetahui, burung apa sih, yang lebih hebat dari ibu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah…” Kata pak Oldi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Oldi mulai bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun yang lalu, hidup seekor burung.. Namanya Cilika. Selain bertubuh kecil, Cilika berkepala botak. Kepalanya, memang tidak ditumbuhi bulu. Dan, itu membuat Cilika dijauhi oleh burung-burung lain. Mereka selalu mengejek dan menertawakan kepala Cilika yang botak. “Kepala botak. Kepala botak.” Demikian mereka mengejek Cilika. Cilika sangat sedih dengan sikap teman-temannya. Karena malu, diejek, kemana-mana Cilika selalu sendirian. Bermain, terbang dan mencari makan. Selalu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Cilika sedang mencari makan. Sudah beberapa jam ia berkeliling mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk mengisi perutnya. Namun, dia belum juga mendapatkan makanan. Sedangkan perutnya sudah mulai sakit, karena sejak pagi belum diisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, apa itu ?” Cilika melihat sesuatu yang bergerak-gerak, di bawah sebuah batu. Wah, itu seekor cacing. Cacing itu pasti sangat lezat. Pikir Cilika. Cilika mendekati cacing tersebut. Saat ia sudah dekat, Cilika melihat cacing itu menggeliat kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, tolong aku. Tolong singkirkan batu ini dari tubuhku.” Cacing itu meringis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana batu itu bisa menimpamu? Tanya Cilika. Ia merasa kasihan pada cacing kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tadi, ada manusia yang melewati jalan ini. Kakinya menendang batu, yang kemudian menimpaku.” Kata si cacing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cilika memandangi cacing itu. Akhirnya, ia membantu cacing tersebut melepaskan diri, dengan menyingkirkan batu yang berada di atas tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih, burung yang baik. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu.” Cacing itu bergegas pergi, meninggalkan Cilika yang masih kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cilika merapatkan sayapnya, untuk menekan perutnya yang sangat lapar. Ah, aku pergi ke kebun jagung, milik pak tani saja. Biasanya, di sana banyak biji jagung yang berjatuhan. Cilika pun, segera mengepak sayapnya, menuju ke kebun pak tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kebun pak tani, Cilika merasa kecewa. Ternyata, kebun jagung pak tani, baru saja dipanen. Dan, beberapa ekor burung lain, telah menghabiskan biji-biji jagung yang berjatuhan. Cilika kembali terbang. Ia mempertajam penglihatannya. Walaupun, kepala dan perutnya terasa sakit sekali. Kemudian tampak olehnya, sebuah kolam kecil. Yang di dalamnya, tengah berenang, beberapa ekor ikan. Cilika memandangi calon makanannya dari udara. Ia menukik ke bawah dengan cepat. Hap! Seekor ikan, telah berhasil ditangkap olehnya. Namun…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Burung yang baik, tolong jangan makan aku. Aku masih punya anak-anak, yang harus aku besarkan. Bagaimana nasib mereka, jika kau memakanku?” Kata ikan tersebut sambil menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kasihan, akhirnya Cilika melepaskan ikan itu, kembali ke kolam. Ikan itu berkata, “Terima kasih burung yang baik, aku akan membalas kebaikanmu.” Dan ikan kecil itu, berenang masuk ke dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cilika masih kelaparan. Ia terlihat lelah. Dan sudah tidak memiliki tenaga untuk kembali terbang. Ia mencoba tidur di sebuah dahan pohon. Karena hembusan angin yang sepoi-sepoi, Cilika pun tertidur. Dalam tidurnya, Cilika bermimpi. Ia berada di sebuah lapangan luas, yang dipenuhi makanan. Dalam mimpinya, Cilika makan dengan lahap. Sedang sibuk Cilika menghabiskan makanannya. Tiba-tiba, terdengar suara keras. “Tolong. Tolong.” Cilika kaget. Terbangun dari tidur dan mimpinya. “Suara siapa itu.” Pikir Cilika. “Tolong. Tolong.” Cilika segera terbang, mencari asal suara itu. Setelah beberapa saat mencari. Cilika melihat, seekor merak yang sedang meronta, di dekat sebuah pohon. Ternyata, bulunya yang panjang tersangkut di sebuah dahan rendah. “Tolong aku.” Katanya memelas. “Tenang. Aku akan menolongmu. Jangan bergerak.” Kata Cilika. Cilika melepaskan bulu itu, dengan menggunakan paruhnya. Akhirnya, merak itu pun bebas. “Terima kasih burung yang baik.” Dan merak itu pun pergi. Tapi, Cilika kembali merasakan kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cilika memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah. Cilika melihat banyak binatang, berkumpul di depan rumahnya. Ada apa ya? Saat Cilika mendarat. Seekor binatang berseru. “Hei, itu Cilika.” Semua binatang yang hadir berpaling. Dan saat melihat Cilika, mereka membuat suara-suara yang ramai sekali. Ada yang menghentakkkan kaki mereka. Sebagian mengeluarkan suara-suara yang indah. Cilika semakin heran. Dalam keramaian itu, Cilika melihat cacing kecil, yang tadi ditolongnya. Juga ada si merak cantik. Para binatang masih bersuara ramai, hingga datanglah Lio, sang raja hutan. Semua binatang hening, menyambut kedatangan raja hutan yang perkasa itu. Lio menuju sebuah batu besar. Dan berdiri di atasnya. Memandangi rakyatnya yang berkumpul. “Kalian tahu, mengapa kita berkumpul di sini?” Tanya sang raja. Para binatang mengangguk. “Aku mendengar banyak cerita. Tentang seekor burung kecil, yang suka menolong. Tapi, aku ingin, kalian mendengarnya sendiri dari mereka yang mengalaminya. “Siapa yang mau menceritakannya lebih dulu?” Lio melipat dua kaki belakangnya, untuk duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilo, sang kuda nil, menceritakan bagaimana seekor burung kecil, pernah membantunya menghilangkan rasa gatal di badannya yang besar, dengan mematukkan paruhnya. Di lain waktu, saat Ula si ular sakit gigi, seekor burung kecil, membawakannya obat yang manjur dari hutan. Jaja si gajah, pernah kehilangan kacang kesukaannya. Dan seekor burung kecil, telah membantu untuk menemukannya. Tidak ketinggalan untuk bercerita. Cacing kecil yang di Bantu untuk melepaskan diri dari sebuah batu yang menimpanya. Juga merak cantik yang bulunya tersangkut di dahan rendah. Dan banyak lagi cerita lain. Yang membuat warga burung bangga. Tapi, mereka belum tahu, siapa burung kecil yang hebat itu. Lio kembali berdiri tegak. “Warga burung. Apakah kalian tahu, siapa burung kecil itu?” Sebagian besar warga burung menggeleng. Mereka saling memandang. “Burung kecil yang hebat itu adalah, Cilika.” Kata Lio berwibawa. Semua binatang kembali mengeluarkan suara yang ramai. Para burung pun, tidak ketinggalan. Banyak burung, yang dulu sering mengejek Cilika, juga ikut bergembira dan bangga. “Untuk itu,warga hutan akan memberikan hadiah buat Cilika.” Lio berkata lagi. Tiga ekor monyet, membawa biji-bijian yang di letakkan pada wadah-wadah dari batok kelapa. Wadah-wadah itu di letakkan di hadapan Cilika. Suasana kembali ramai. Cilika pun berbicara. “Terima kasih untuk semuanya. Juga kepada raja Lio. Tapi, saya tidak bisa memakan semua ini sendirian. Perut saya bisa sakit.” Kata Cilika. “Kamu bisa menyimpannya kan?” Kata raja Lio. “Tidak raja Lio. Aku akan mengajak semua burung untuk menghabiskannya hari ini. Ayo teman-teman, kita habiskan biji-bijian ini.” Ajak Cilika. Seketika, semua burung mengerumuni wadah-wadah tempat bijian tersebut. “Cilika kau memang burung kecil yang hebat.” Kata raja Lio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejak saat itu, tidak ada lagi, burung yang mengejek Cilika. Semua merasa bangga berteman dengan Cilika, si burung hebat.” Pak Oldi mengakhiri ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, Cilika biar kecil suka menolong ya.” Kata Aswad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya. Walaupun pernah diejek. Cilika memaafkan teman-temannya.” Qori menimpali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begitulah Aswad, Qori. Kita bisa di sebut hebat, karena kebaikan hati kita. Bukan karena bulu dan kemampuan kita untuk terbang tinggi. Kalian mau kan, menjadi burung hebat seperti Cilika?” Tanya Oldi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau pak Oldi. Mau.” Sekarang, Aswad dan Qori bertekad untuk menjadi burung yang suka menolong binatang lain yang mengalami kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat yang baik ya. Siapa lagi, yang mau jadi hebat ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-767313471906694896?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/767313471906694896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/burung-paling-hebat.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/767313471906694896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/767313471906694896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/burung-paling-hebat.html' title='Burung Paling Hebat'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S4ESnfCi0hI/AAAAAAAAACM/aqqUidD61SQ/s72-c/elang1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-4448852856819612770</id><published>2010-02-18T04:15:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T20:07:45.040-08:00</updated><title type='text'>Esensi dan Makna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S39f_yjf_TI/AAAAAAAAAB0/dcGsHUpMmuo/s1600-h/Wanita.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 124px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S39f_yjf_TI/AAAAAAAAAB0/dcGsHUpMmuo/s200/Wanita.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440172424393915698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semakin memperhatikan iklan. Maka, makin banyak wanita di sana. Bahkan. Hampir tak ada iklan… tanpa keindahan senyum sang wanita. Hampir tak ada iklan… tanpa cantik wajah wanita. Tak ada iklan… tanpa tubuh wanita. Tereksploitasi ? Atau mengeksploitasi diri ? Entahlah… Gerimis… miris… Kaumku terjebak ? Atau sengaja terlena di dalam jebakan ? Sekali lagi… entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kembali menjadi perhatian pada setiap iklan. Terutama… iklan kosmetik. Adalah gencarnya mengkampanyekan kecantikan lahir. Bagaimana kulit yang putih… adalah lebih disukai oleh pria. Menyajikan cara-cara cepat menjadi putih. Seakan-akan kulit putih adalah segala-galanya bagi wanita. Tak kan dipandang seorang wanita, tanpa putih kulitnya. Itulah yang digambarkan oleh iklan pemutih kulit. Bahkan, sebuah jingle memiliki syair yang cukup provokatif buat wanita yang sangat peduli dengan hal lahir. &lt;b&gt;“Wajahmu, mengalihkan duniaku.”&lt;/b&gt; &lt;i&gt;What a words !!&lt;/i&gt; Hanya sekedar wajah putih. Akan membuat seorang pria teralihkan pandangannya dari dunia ? Hmm… semoga tidak mengalihkannya juga dari akhiratnya. Na’udzubillaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diiklan lain, getol membicarakan keindahan rambut. Mahkota bagi wanita. Yang seharusnya terjaga. Terjaga dari segala bentuk kuman dunia. Termasuk pandangan pria-pria berpikiran hina. Seperti halnya pemutih kulit, iklan ini pula, menyampaikan hal yang benar-benar menarik. Jika tak berambut indah, lurus, halus, hitam maka bersiaplah untuk tak menjadi pilihan seorang pria. Hohoho… Bayangkan, pada sebuah iklan… seorang pria yang tersentuh oleh rambut wanita, bisa hampir pingsan. Terlena… Lebay… hehe. Sebuah nilai yang dibangun demi sebuah kepentingan bernama… keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan itu saja. Nilai ini, bergeser dari tiga hal lain yang juga penting. Keluarga... Harta… Agama… Yang penting sekarang adalah… Jika ingin dipilih… maka wanita itu mesti berwajah cantik. Ia harus berkulit putih. Dan ia wajib berambut hitam mengkilap. Hmm… Jika sebuah nilai mengenai wanita, sudah bergeser setimpang ini. Dimana tak ada lagi wanita yang dipandang kecerdasannya. Tak usah dipedulikan kekuatan spiritual keagamaannya. Dan tak perlu lagi diteliti keluarganya. Mungkin, pria tak perlu memilih seorang wanita… tapi… pilihlah boneka Barbie. Rambut memang tak hitam. Namun, rambut Barbie indah lho. Kulit Barbie… dijamin putih… tih… tih… hehe. Ada lagi. Tak perlu mencari siapa keluarga Barbie. :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups… bukan itu inti dari tulisan ini. Bukan berpesan kepada pria manapun. Namun, membagi pikirku dengan setiap wanita manapun. Yang dengan cintaku ingin kupeluk dengan segenap rindu. Dan kusampaikan padanya kata-kata ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Bahwa kaulah keindahan. Yang diletakkan Allaah pada pelataran bumi. Kau diciptakan demi sebuah ketenangan jiwa bagi seorang pria. Bukan dengan kulit nan lembut. Bukan dengan putihnya ia. Bukan dengan sehelai rambut nan mempesona. Kau adalah mutiara kedamaian. Yang seharusnya tersimpan rapi dicangkang kerang kesederhaan. Kau tertutup dari pandangan kehinaan. Kau terhindar dari duri-duri cela. Kau adalah bunga kecemerlangan. Yang wangi karena karyamu. Yang menarik karena mahkota lakumu. Yang makin indah karena setiap kebaikan yang kau tampakkan di benang sarimu. Kau tercipta bukan untuk ditatap mata... hingga yang ada padamu... hanya BENTUK dan WARNA… Kau mestinya terukur oleh hati... agar yang eksis pada diri... adalah ESENSI... sisi MAKNAWI.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oke Cantiiiiik... ^_^&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-4448852856819612770?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/4448852856819612770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/esensi-dan-makna.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4448852856819612770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4448852856819612770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/esensi-dan-makna.html' title='Esensi dan Makna'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S39f_yjf_TI/AAAAAAAAAB0/dcGsHUpMmuo/s72-c/Wanita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-4717267103410351739</id><published>2010-02-15T23:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T20:17:59.921-08:00</updated><title type='text'>Keluargaku atau Dakwahku..?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S39iblJlu5I/AAAAAAAAAB8/VmWBwBiu-1A/s1600-h/dakwah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S39iblJlu5I/AAAAAAAAAB8/VmWBwBiu-1A/s200/dakwah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440175100855171986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KASUS 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebelum teman saya menikah, dia pernah berkata. “Biar saya sudah menemukan pasangan hidup nanti, saya masih mau kerja begini.” Saat itu, kami sedang menuju kesebuah acara baksos. Kata-kata itu, membuat saya mengaguminya. Hingga tujuh bulan kemudian, teman saya tersebut melangsungkan pernikahannya. Tiga bulan pertama, semua masih berjalan seperti biasa. Namun, dibulan selanjutnya, teman saya tersebut mengalami kesulitan untuk sedikit bersantai di tempat kerjanya. Karena, setiap kali selesai jam kerja, sang suami langsung menghubunginya lewat telepon. Padahal biasanya, kami masih harus membicarakan kerja-kerja dakwah yang sangat padat. Semakin diperhatikan, suaminya terus melakukan hal-hal yang semakin menarik perhatian. Entah bercanda, atau apalah. Yang pasti itu cukup mengganggu. Setahun kemudian, setelah pernikahannya, dan memiliki seorang anak. Teman tersebut berhenti bekerja. Dengan alasan ingin fokus untuk mendidik anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KASUS 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang saudara seiman, pernah membuat teman-temannya begitu kagum dengan aktifitasnya. Karena dia membina banyak kelompok pengajian. Dia juga sangat perhatian pada keluarganya. Dan saya juga mengagumi. Tentu saja, seorang aktivis sepertinya memang jarang ditemui. Hingga akhirnya beberapa bulan yang lalu, saudara kami itupun menikah. . Mempersunting seorang akhwat pilihannya. Dan sejak saat itu, saya jarang menemukannya dalam aktivitas dakwah, yang biasa kami geluti bersama. Yang sangat disayangkan adalah banyak diantara kami yang begitu mengaguminya. Sehingga kami selalu menghibur diri dengan kalimat, “Lagi sibuk kali.”, “Mungkin lagi sakit.” Atau :BIarlah, kan masih pengantin baru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KASUS 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pernikahannya, seorang sahabat, pecinta pendidikan, telah melakukan perjanjian pranikah dengan calon suaminya. Bahwa suaminya tidak boleh melarangnya untuk terus melakukan kegiatan pendidikan. Saat ini, ia sudah memiliki dua orang anak. Dan berhasil mengelola sebuah lembaga pendidikan bermutu di sebuah kota. Namun, sekarang sahabat tersebut hanya melakukan aktivitas di rumah saja.  Suaminya mengharapkan dirinya untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama anak-anak, bersama keluarganya.  Seorang teman yang pernah yang pernah menghubunginya, menceritakan, bagaimana kesedihan sahabat saya tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak ada seorang pun, yang bisa disalahkan dalam ketiga kasus di atas. Bisa jadi keluargalah yang mengharapkan setiap anggotanya untuk lebih sering berada di rumah. Atau diri kitalah, yang enggan untuk meninggalkan keluarga. Sebagai seorang yang belum menikah, mungkin saya tidak berkompeten untuk mengungkapkan hal seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tiga kasus di atas, sering membawa pikiran pada perenungan yang sangat panjang. Bahkan tidak jarang, saya memiliki kekhawatiran terhadap masa depan. Bagaimana nasib saya saat menikah ? Bagaimana pasangan saya nanti ? Apakah ia akan membebaskan saya untuk melakukan aktifitas dakwah ? Atau, ia menginginkan saya untuk berjihad di dalam rumah saja ? Sebuah kekhawatiran yang patut tertanam. Jika kita masih mau melakukan dakwah tanpa batas. Namun, tetap &lt;b&gt;proporsional&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingat secara tepat, dari mana sumbernya. Namun, saya pernah mendengar ungkapan, &lt;i&gt;“Keluarga akan membawamu untuk mengingat dunia.”&lt;/i&gt; Bisa jadi pernyataan tersebut, terbukti dengan kasus di atas. Bisa dikatakan, kita sering menjadikan keluarga atau pasangan kitasebagai alasan untuk mengurangi aktifitas dakwah luar rumah. Apalagi, dakwah saat ini menuntut perhatian khusus, kemasan istimewa, menghabiskan banyak waktu dan terganjal oleh ghazwul fikri yang merajalela. Bisa jadi, istri yang cantik, membuat seorang suami menjadi enggan pergi mengaji. Keasyikan bermain  bersam buah hati kita, mungkin saja membuat kita bimbang untuk mengisi majelis taklim. Bahkan, seorang rekan, pernah mengatakan, “Saya nggak bisa seperti fulana yang “keluyuran”, sementara anaknya ditinggal di rumah.” Rekan saya tersebut menganggap kegiatan berdakwah, sebagai tindakan dzalim, yang akan mengorbankan kepentingan keluarga. Walaupun, tidak dapat dibenarkan juga jika seseorang begitu giatnya berdakwah, sampai melalaikan keluarganya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tentu saja, pernah terlintas dalam pikiran. Bahwa santai di rumah dengan keluarga memang tidak memerlukan banyak energi, seperti layaknya kita menghabiskan banyak tenaga dan tentu saja, waktu untuk berdakwah. Kita senantiasa merasa nyaman dan aman saat berkumpul dengan istri atau suami dan anak-anak. Terkadang keikhlasan kita, boleh jadi terkikis oleh ungkapan, “Di rumah, kita belum tentu mau melakukan ini.” Dan pernyataan itu akan diungkapkan oleh seorang aktivis yang tidak menyadari, untuk apa ia hidup. Bukankah Allaah telah membeli jiwa dan raga setiap orang beriman. Dan dari perniagaaan itu, akan beroleh senuah keuntungan besar, yaitu surga. Ya, hidup kita, bukan hanya milik kita dan keluarga. Allaah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu untuk menjadi harapan.”&lt;/i&gt; (QS Al-Kahfi:46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Allaah melengkapi perjalanan islam dengan sebuah kisah pengorbanan besar. Kisah keluarga Ammar, yang luar biasa. Yang memilih untuk tetap teguh dalam keimanan. Sekalipun, pilihan keduanya adalah mempertaruhkan hidup keluarganya. Panas api dunia, panas api dunia lebih baik dari pada ‘berkhianat’ kepada Allaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah keluarga Ammar, bukanlah doing motivasi. Tapi, itulah sejatinya pengorbanan dari perjuangan seorang jundi. Dunia dan isinya, boleh jadi begitu indah. Namun, menggenggam dunia dengan dakwah ilallaah, itu pasti lebih indah. Dan jalan ini, tidak disiapkan oleh Allaah, untuk melalaikan kita dari kehidupan dunia. Justru jalan dakwah disiapkan untuk membuat kehidupan dunia kita lebih baik. Jika kita sudah meyakini. Maka saatnya.. mengajak keluarga kita untuk memahaminya. Karena, jalan inilah yang insya Allaah, akan mengumpulkan kita dan keluarga di surga. Amiin Yaa Rabbl’aalamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Afiani Intan Rejeki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*Tabloid Cakrawala, 2006&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-4717267103410351739?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/4717267103410351739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/keluargaku-atau-dakwahku.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4717267103410351739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4717267103410351739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/keluargaku-atau-dakwahku.html' title='Keluargaku atau Dakwahku..?'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S39iblJlu5I/AAAAAAAAAB8/VmWBwBiu-1A/s72-c/dakwah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-8530759434790059121</id><published>2010-02-14T08:33:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T20:20:09.838-08:00</updated><title type='text'>Kau Kuat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S39i8nue-iI/AAAAAAAAACE/wJdqVk2JPrI/s1600-h/bukan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 60px; height: 87px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S39i8nue-iI/AAAAAAAAACE/wJdqVk2JPrI/s200/bukan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440175668482472482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillaah... Cerpen pertamaku... Makasih bu Galuh... Makasih Era... Makasih semuanya... Makasih sahabat... Kau-lah inspirasinya... :) (Ayooo... monggo... silahkan... dikritik abis-abisan... mumpung belum ketagihan nulis cerpen... hehe…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allaah… Aku masih gadis… Perempuan berkulit sawo matang itu berkata dalam hati. Ia baru saja lepas dari kekalutan yang dirasakannya berbulan-bulan. Dalam rumah bernama cinta, tanpa cinta. Pada ikatan yang mengatasnamakan kasih sayang, tanpa kasih sayang. Pedih yang dirasanya, dihapus Allah dengan kenyataan yang indah. Hatinya dipenuhi syukur yang tak henti. Kesabaran tanpa tepi ada di telaga hatinya yang murni. Lewat udara, dibisikkannya terimaksih pada sosok yang telah melepaskannya. Senyumnya mengembang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Bulan lalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih menebar pandangannya. Ia duduk di tepi tempat tidurnya. Kamar mungilnya berubah drastis. Lemari gantungnya entah dipindah bapak kemana. Meja kerjanya yang lapuk pun telah berganti dengan sebuah meja rias yang memunculkan bayangan gadis manis itu, pada kaca besarnya. Sebuah kipas besar di pojok ruangan, sedikit menyejukkan ruang 3x4 yang biasanya terasa hangat. Walaupun, sebenarnya Kasih kurang suka dengan hembusan anginnya yang terlalu keras menerpa kulit sawo matangnya. Tapi, bapak yang meletakkannya di situ. “Besok kamu perlu itu nak.”, katanya. Kasih hanya bisa pasrah, kali ini dia sama sekali tak ingin berkata apapun yang berbeda dari pendapat dan keputusan bapak. Lajang 24 tahun itu kembali menelusuri sudut-sudut kamarnya. Hari ini semua sudah menjadi biru. Warna yang paling diinginkannya sejak dulu. Bila tiba masa yang ditunggu itu. Bagaimanapun bentuk hiasnya, warna inilah yang diharapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika, dirasanya sebuah getar yang tak biasa. Teringat pada sesuatu. Kasih menghampiri lemari biru yang dibeli bapak. Bapak… selalu punya cara untuk menyenangkan anak-anaknya. Meski tiada kata yang terungkap dari lisannya yang kaku. Tangannya mengambil sebuah tas berisi laptop. Satu-satunya barang paling berharga baginya. Dibelinya dengan uang tabungannya yang tak banyak. Kasih duduk disandaran kasur busa yang juga telah diberi seprai dan ‘bedcover’ berwarna biru langit mengkilap. Membuka laptop di atas pangkuannya. Satu folder yang dicarinya ‘Hati Yang Rindu’. Kursor dihentikannya pada tulisan itu. Dan jari telunjuknya menekan mouse-nya lembut. Hanya ada dua file di dalamnya. Dipilihnya salah satu. Hingga muncullah tulisan itu. Sebuah ungkap rasa, yang baru dituliskannya satu bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Abangku sayang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih jauhkah… kesempatan kita untuk bertemu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan… telah siap sebuah taj mahal…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kubangunkan di hatiku nan rapuh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun istanamu… kukuh di sana…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;resahku… ku hapus dengan memimpikan umat yang kian berjaya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gundahku… ku hilangkan… dengan sejumput asa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa umat ini akan menikmati indahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba masanya… Allaah tunjukkan kebenaran pada mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun… tetapku impikan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keluarga bahagia… bersamamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sosok yang masih ada dalam do’a…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nama… yang sampai saat ini masih saja rahasia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia langit… yang belum terungkapkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Allaah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggenggam kehidupanku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peletak takdirku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan dalam kekuranganku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenankan dalam kelemahanku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku harapkan seorang pangeran yang terbaik bagiku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pula… meneguhMU dalam jiwanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyatukanMU dalam hatinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MenjadikanMU yang utama pada citanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satukan kami… dalam kecintaan kami kepadaMU…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertemukan kami… dalam kumpulan terbaik di sisiMU…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatkan kami… Pada perjuangan bagi dienMU…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jadikan kami… manusia-manusia beruntung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mendapat ridhoMU…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berhak menempati surgaMU…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan… memperoleh keindahan tiada banding…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu menatap wajahMU… Amiin Yaa Rabb&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setetes bening, mengalir jatuh dari sudut matanya. Allaah menjawab sebagian isi do’aku. Aliran itu, jatuh begitu saja. Kasih tak sanggup menahan bahagianya. Menderas, melelehkan rasa kesendiriannya. Karena besok, 2 Mei 2010, Syaif Dewangga Aji akan mengucap ijab untuknya. Hmm… cukup… Kasih menghapus genang di pipinya. Menutup file dan folder. Kemudian mematikan laptopnya. Di letakkannya di samping bantal. Kemudian ia berbaring, memeluk guling birunya yang baru. Teringat kembali sang bapak. Bapak… terima kasih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aroma kebahagiaan yang semakin memuncak. Kasih menarik nafas dalam-dalam. Getar halus itu sedikit memalukan baginya. Tapi, ia muncul tanpa dapat ditahan. Dan ia pun menegur jiwanya yang hampir tak sabar menanti esok. Sabar ya, Kasih. Perlahan tapi pasti, angin sejuk yang tak terlalu disukai dari kipas angin mulai membelainya. Membujuknya menyelami kedalaman bawah sadarnya. Kasih tertidur…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**** @ ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih berdiri di depan cermin besar itu. Gaun pengantin hijaunya, menampakkan aura kecantikan yang selama ini terpendam dalam keindahan menundukkan pandangan. Tampak kerlip keemasan menambah pesona Kasih hari ini. Disampingnya, ada bapak… yang sedari tadi memandang dengan penuh kebanggaan dan sayang.&lt;br /&gt;“Kamu cantik nak.”, kata sang bapak.&lt;br /&gt;Kasih mencabut pandangannya dari cermin. “Lho, bapak baru tau ya ? Hehehe…”&lt;br /&gt;“Bapak dah tau dari dulu sih nak. Tapi, bapak males ngomongnya.”, balas bapak atas canda Kasih.&lt;br /&gt;Keduanya tertawa di kamar biru itu. Bahagia… meski ada setitik kehilangan.&lt;br /&gt;Kehilangan yang sama, hadir saat ijab kabul diucapkan oleh Syaif. Di kamarnya, Kasih bergetar bahagia. Hingga tetes-tetes bening mengaliri pipinya. Disambung dengan duka yang masih segar diingatannya. Ibu telah tiada. “Kasih dah menikah ibu. Semoga Allaah sampaikan bahagiaku sebagai cahaya bagi tidur panjangmu. Amiin.” Aliran itu susut, ketika Syaif, suaminya, masuk bersama bapak. Kasih tertunduk malu, ketika mata Syaif, beradu dengan tatapannya. Bapak menyerahkan sebuah pulpen, dan menyuruhnya untuk membubuhkan tanda tangan pada sebuah kertas. Kemudian, Syaif mengeluarkan sesuatu dari kantung jasnya. Sebuah kotak perak. Saat dibuka, tampaklah mahar Kasih. Yang disebut Syaif diijab kabulnya tadi. Sebuah cincin sederhana. Sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahar itu, telah melingkar di jari manis Kasih. Kemudian, sebagai tanda penyerahan ketaatannya pada Syaif. Kasih spontan mengambil tangan Syaif, yang baru saja menyelipkan cincin itu. Diciumnya dengan penuh hormat. Dalam hati, Kasih berkata… “Aku akan menjadi istri yang taat untukmu, suamiku.” Lama… Syahdu… Setelah itu, Kasih berpaling pada bapak. Digenggamnya telapak tangan bapak. Dibawanya airmata, untuk tumpah di atas tangan yang telah mengerut itu. Penuh takzim…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**** @ ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sudah pesta pernikahan Kasih. Seharian, ia hanya bisa tersenyum. Senyum tak terpaksa. Karena hari itu, ia memang hanya punya senyum untuk dunia. Semua memang lelah. Namun, canda masih terdengar di dapur, di ruang tengah dan di halaman rumah. Di kamar biru. Setelah usai menyalin pakaiannya. Syaif berkata, “Aku lelah, tidur duluan ya dek.” Datar, namun sanggup menciptakan satu hening.&lt;br /&gt;“Ya mas.” Kasih memang merasakan lelah pula. Namun… Aah… sudahlah hari ini memang melelahkan. Meski ada setitik kecewa di hatinya. Seharusnya… ada sebuah dialog malam itu… dialog persatuan jiwa. Bicara dari hati ke hati. Kasih menarik nafas panjang dan melepaskannya. Ia rela…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**** @ ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan… Syaif menjaga jarak. Kasih bersangka baik. Dia mungkin masih malu… sangat malu. Dua pekan… tidur itu… masih dengan posisi yang sama. Syaif membelakanginya. Meletakkan sebuah guling di antara mereka. Apa ini..? Apa maksudnya...? Sebulan sudah. Malam itu, Kasih menyembunyikan guling pemisah tidur mereka. Saat akan tidur, Syaif panik… tak menemukan gulingnya. “Mana gulingnya dek..?” Syaif memandang Kasih yang sedang menyisir rambutnya.&lt;br /&gt;“Adek simpan.”, jawab Kasih tenang.&lt;br /&gt;“Dimana..?”, nada Syaif meninggi.&lt;br /&gt;Kasih diam.&lt;br /&gt;“Dimana dek..?” Makin tinggi.&lt;br /&gt;Kasih berbalik, menatap suaminya. “Kenapa mas..? Untuk apa..?”, tanya Kasih. Sambil menahan tangisnya. Getar nada suaranya.&lt;br /&gt;Syaif keluar dari kamar, ia menuju ke kamar sebelah, kamar Dinar, adik Kasih. Dan kembali membawa sebuah guling. Meletakkannya di tengah tempat tidur. Kemudian mengambil posisi yang sama. Seperti malam-malam sebelumnya. Dan… diam… tidur. Kasih menatap punggung suaminya penuh tanda tanya. Ada apa denganmu mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ketiga… Ruang tidur adalah tempat paling hening. Penuh dengan kejujuran disana. Kejujuran rasa yang dalam. Kasih… terus menerima penolakan. Kekakuan hadir.. ketika keduanya didalam penjara 4x5 itu. Penjara..? Hampir sama menurut Kasih. Hampa… Tapi, dia suamiku. Aku tetap sayang… cinta. Namun, kekakuan itu selalu berubah. Saat keluar melalui pintu ruang tidur mereka. Dipintu depan… kemesraan itu ada. Kasih mencium tangan Syaif. Syaif mencium kening Kasih. Tapi… hambar. Mesra yang juga hadir di ruang tamu. Tak pernah absen di meja makan. Mungkin karena ada bapak. Kasih pun… hampir muak dengan kebodohannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di bulan ke 7. Kasih bersiap dengan penampilan terbaiknya. Penampilan terbaik, yang semakin baik daripada bulan-bulan sebelumnya. Demi menarik perhatian suaminya tersayang. Dihampirinya Syaif, yang telah terbaring membelakanginya… lagi.&lt;br /&gt;“Mas.”, panggilnya.&lt;br /&gt;“Aku mau tidur.”, Syaif semakin mengkerutkan posisi tidur. Sebuah penolakan.. lagi. Biasa.. Kasih tak menyerah. Kali ini, ia harus berusaha lebih keras. Karena… pernikahannya… adalah taruhannya. Allaah… Bantu Kasih ya.&lt;br /&gt;“Mas Syaif.”, Kasih melembutkan suaranya.. mendayu.. rindu.. disentuhnya bahu Syaif. Syaif meloncat bangun dari tempat tidur. Berlari menuju sudut ruang tidur mereka. Ia menatap Kasih dengan pandangan aneh.&lt;br /&gt;“Kenapa mas..?” Kasih kaget dengan reaksi Syaif.&lt;br /&gt;“Kamu mendekat.. aku akan pergi dari rumah ini.” Ancam Syaif.&lt;br /&gt;DUG..!! Hantaman keras di dinding hati Kasih. Hancur… “Apa salahku mas..? Aku ini istrimu.”, Tangis Kasih tak terbendung, Namun, ia berkata dengan suara pelan. Kasih tak ingin bapak tau. “Jujur mas..? Ada apa sebenarnya..?”, masih dalam tangisnya.&lt;br /&gt;Syaif diam.. diam... dan diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih makin lebur dengan yakinnya. Tanpa diberi alasan, ia tak pernah diberi hak mendapatkan kasih sayang dari Syaif. Kebohongan demi kebohongan yang hadir dari diamnya Syaif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allaah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah Kasih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri sederhana…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengharap cinta dari lelakinya tersayang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminta keadilan dari ruang ke-Rahiman-Mu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengharap keputusan terbaik dari kuasa Rahman-Mu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah Kasih… harus terus memberi kasih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesosok Syaif Dewangga Aji…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang telah menghargaiku dengan sakral ta’likut thalak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun… tak menghendaki Kasih sebagai istri sejati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh… Kau-lah muara cintaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada-Mu… rindu kulabuh lewat sujud-sujud digulita pekat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah Kasih-Mu ini… merawat pernikahannya…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluh Kasih pada sebuah puisinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**** @ ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan kesebelas…&lt;br /&gt;Setelah melalui kesabaran panjang. Kasih menerima keputusan hakim. Ia telah bercerai dengan suaminya. Seorang Syaif Dewangga Aji. Berat… Namun, harus. Ia yakin. Setelah berpuluh-puluh istikharahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**** @ ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allaah… Aku masih gadis… Perempuan berkulit sawo matang itu berkata dalam hati. Ia baru saja lepas dari kekalutan yang dirasakannya berbulan-bulan. Dalam rumah bernama cinta, tanpa cinta. Pada ikatan yang mengatasnamakan kasih sayang, tanpa kasih sayang. Pedih yang dirasanya, dihapus Allah dengan kenyataan yang indah. Hatinya dipenuhi syukur yang tak henti. Kesabaran tanpa tepi ada di telaga hatinya yang murni. Lewat udara, dibisikkannya terimakasih pada sosok yang telah melepaskannya. Senyumnya mengembang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sahabatku: “Saya dah cerai mbak. Lebih baik mbak tau dariku. Daripada dengar dari orang lain.”, katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Aku: Terlonjat kaget, “Kenapa ukh..?” Getar… suaraku getar. Ikut terluka.&lt;br /&gt;Dia menceritakan perjalanan pernikahannya. Hatiku… tak cuma gerimis. Hujan… deras.&lt;br /&gt;Sahabatku: “Sudahlah mbak. Airmataku… cukuplah. Sekarang aku tak perlu menangis lagi. Allaah sayang padaku. Dengan cara yang tak kita mengerti.”, dengan senyumnya… hampir getir. Namun, ia… tersenyum.&lt;br /&gt;Aku: “Ada orang lain… jauh lebih baik… yang akan meminangmu. Allaah sayang… sangat sayang padamu.”, hiburku yakin… sangat yakin…&lt;br /&gt;Sahabatku: “Makasih… akupun yakin. Kamu perlu tau satu hal lagi.”, sambil senyum. Tak ada getir di situ.&lt;br /&gt;Aku: “Apa itu..?”, keningku mengerut.&lt;br /&gt;Sahabatku: “Aku masih perawan.”&lt;br /&gt;Kupeluk dia… penuh sayang. Kau hebat. Jika aku… mungkin tak kan kuat. Semoga tak terjadi, pada yang lain. Cukup kau. Karena kau… kuat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengagumi… sebuah KESABARAN…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-8530759434790059121?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/8530759434790059121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/kau-kuat.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8530759434790059121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8530759434790059121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/kau-kuat.html' title='Kau Kuat'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/S39i8nue-iI/AAAAAAAAACE/wJdqVk2JPrI/s72-c/bukan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-58215849617776995</id><published>2010-02-13T06:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T06:02:04.626-08:00</updated><title type='text'>Manusia... Bukan Produk Gagal</title><content type='html'>Salam sahabat... apa kabar weekendmu... semoga kesenangan yang berkah pada hari-hari liburmu... dan peroleh ketenangan hati darinya. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu titik kehidupan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Bapak Adam diciptakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian atas nama Cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadirkan pula satu jiwa yang akan mencinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda Hawa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlanjutlah waktu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga titik ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitalah kerumunan manusia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jiwa-jiwa pemenang di dalamnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang merasa tak berhasil dalam kehidupan ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu fase di perjalanan penciptaannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak disadari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa... ciptaan berupa makhluk... bernama manusia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah produk gagal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin tak ingat... namun Allaah ingatkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kita... yang telah hadir di dunia saat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah PEMENANG...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tak menang dalam sebuah lomba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pernah mengalahkan jutaan lainnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sukses belum teraih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah pernah sukses sebelumnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sedih kecewa pada hidup nan mendilema..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenanglah pemilihan kita... sebagai khalifah dunia... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta... Wakil... Utusan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang duta dikirim... hanya untuk KESUKSESAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wakil dikirim... hanya demi KEBERHASILAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang utusan dikirim... hanya menjadi RAHMAT bagi alam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Se-ISTIMEWA itulah... kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Se-LUAR BIASA itulah... kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Se-DAHSYAT itulah... kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAGAL... hanya datang... pada manusia-manusia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tak mengetahui.. memahami... menyadari... dan memotivasi diri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan SUKSES-nya menuju HIDUP...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 hidup... dimana kita seenaknya... seindahnya... sesenangnya... dan sebaiknya... adalah SUKSES...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ialah HIDUP sebelum alam rahim... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDUP setelah alam rahim...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan HIDUP... setelah mati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@@@@@@@ +++++++++ $$$$$$$$$$$ &amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp; ????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada ibu-ibu... bapak-bapak... adek-adek... mas-mas... mbak-mbak... ukhty-ukhty... akhi-akhi... semua anggota grup yang sangat aku sayangi karena Allaah... Bersama ini... mau pamit... hendak rehat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henti sejenak.. Untuk.. Restrukturisasi.. Reformasi .. Rekonstruksi.. Reorientasi.. Refresh.. dan.. Re.. Re.. Re.. yang lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu yang tidak bisa ditentukan... bisa seminggu... dua minggu... sebulan... dua bulan... or dua hari mungkin... hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi serius nih... perlu sedikit menjauh dulu dari hiruk-pikuk facebook...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pesan karena cintaku pada kalian semua... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat adalah salah satu perhiasan dunia... dia mungkin tak lebih indah dari istri shalehah... namun... sahabatlah... salah satu dahan... yang hadir dari batang cinta kita... Ialah... yang menghadirkan ranting pertemanan... daun hijau... sebagai pernik kehidupan... bunga cantik penghias dirimu... dan buah lezat... pemanis hidupmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allaah ridha atas semua keindahan yang hadir dari jalinan silaturahim kita selama ini. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada hari-hari kita... ada kesalahan yang tak terjaga... Mohon maaf lahir batin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Bagi ibu-ibu... mbak-mbak... ukhty-ukhty... adek-adek perempuan... yang mau tetap berhubungan and sharing selama masa rehatku... silahkan... kita bisa tukeran nomor HP lewat inbox ya... ^_^ semoga dengannya... silaturahim kita sebagai teman... sahabat dan saudara... bisa tetap terjalin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, terimakasih atas kebersamaan yang indah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tiada senang... seindah pertemanan... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-58215849617776995?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/58215849617776995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/manusia-bukan-produk-gagal.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/58215849617776995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/58215849617776995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/manusia-bukan-produk-gagal.html' title='Manusia... Bukan Produk Gagal'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-3286738055299953677</id><published>2010-02-13T05:57:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T05:59:11.822-08:00</updated><title type='text'>Al Qur'an dan Otak</title><content type='html'>Salam para dewasa… apa kabar USIA DINI kita… semoga Allaah mudahkan kita dalam membimbing mereka… menuju jalan surga… Amiin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah nyata, yang diceritakan oleh seorang rekan guru di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar mengenai pesatnya perkembangan otak yang terjadi pada anak-anak yang ibunya diperdengarkan musik klasik. Cerita ini, memang agak berbeda sedikit. Namun, aku yakin, ada satu hal penting yang akan sama-sama kita petik. Silahkan membaca…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan tersebut menikah di usia muda. Kemudian ia mengandung anak pertama. Harapan seorang ibu muda yang cukup biasa. Ia ingin, anaknya menjadi gagah, tampan, ganteng, cantik, rupawan, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mendapat masukan dari siapa, atau memang inisiatifnya sendiri. Selama masa kehamilannya, rekanku itu membaca salah satu surat dalam Al Qur’an. Tahu tidak, apa yang dia baca. Sebuah surat yang menggunakan nama salah satu manusia tertampan dalam sejarah manusia. Yup…. Dia membaca surat Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak henti-hentinya selama 9 bulan, ia membaca surat Yusuf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka lahirlah sang anak. Subhaanallaah. Seorang putra nan tampan. Hadir atas Kuasa Allaah. Dengan rupa nan menawan. Sekarang, putra pertama itu sudah SMP. Guanteng… teng… teng… ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kehamilannya yang kedua. Rekan saya masih memiliki cita-cita yang sama. Putra keduaku harus ganteng, tampan, cantik, dll. Maka, ia setiap hari membaca kembali surat Yusuf. Rekan saya itu membaca dari sebuah Al-Qur’an lama, yang tulisannya tebal, dan sedikit rapat. Hingga di ujung kehamilannya. Ia membaca surat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, saudaranya menegurnya. Mbak, ini kok baca surat Yunus..? Rekan saya tersebut sedikit kaget. Dan mencoba meyakinkan diri, bahwa dia selama ini, telah membaca surat yang benar. Namun… selama berbulan-bulan… ia telah membaca surat Yunus. Maka pasrahlah rekanku tersebut dengan apa yang akan terjadi pada anak keduanya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirlah sang anak. Bisa ditebak, anak kedua memang tak setampan anak pertamanya. Saat ini si bungsu sudah SD. Kulitnya agak gelap. Namun, menurut kisah nabi Yunus… ia adalah nabi yang kuat. Subhaanallaah… begitu pulalah, anak kedua dari rekanku tersebut. Ia kuat, hampir tak pernah sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mengingat kisah rekanku tersebut… hanya tasbih saja yang terucap… Subhaanallaah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kitab… yang tiada keraguan di dalamnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@@@@@@@@@@ &amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp; *********** ????????????? $$$$$$$$$$$$$&lt;br /&gt;Ada satu penelitian lain yang diungkapkan oleh seorang guruku di sebuah pelatihan… Yang membuatku berpikir tentang satu hal. Bahwa, kecerdasan yang ditimbulkan oleh irama musik klasik. Hanya akan dirasakan oleh bayi, yang ibunya, bisa menikmati irama itu. Namun, jika seorang ibu tidak mengenal musik klasik. Maka, iramanya tak kan mempengaruhi perkembangan neuron pada janinnya. Bisa jadi, dengan menggunakan irama gending jawa. Jika diperdengarkan pada seorang ibu yang bisa menikmatinya, maka irama gending itupun akan mempengaruhi lonjakan jaringan neuron pada janin. &lt;br /&gt;Bisa dibayangkan… jika kedua ibu… diperdengarkan satu irama yang sama. Coba tebak… apa yang terjadi, jika dua ibu yang berbeda… Seorang ibu Belanda dan ibu dari sebuah desa di Indonesia… diperdengarkan surat… Ar Rahman…??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allaah tunjukkan jalan-jalan benar… cara-cara indah… untuk membesarkan USIA DINI… agar dewasanya kelak.. ia tak hanya tampan dan cantik… tapi juga cerdas pikir… cerdas raga…dan… cerdas ruh… Amiin….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********** ^^^^^^^^^^^^^ &amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp; ???????????? %%%%%%%%%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tetap sayangi USIA DINI yaa… ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-3286738055299953677?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/3286738055299953677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/al-quran-dan-otak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3286738055299953677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3286738055299953677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/al-quran-dan-otak.html' title='Al Qur&apos;an dan Otak'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-843194364225816288</id><published>2010-02-12T05:12:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T05:14:30.719-08:00</updated><title type='text'>Selamat Bersama</title><content type='html'>Salam sahabat... apa kabar masa... semoga senantiasa ringan melangkah menuju tempat-tempat kebaikan... Amiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergantilah detik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama rotasi kehidupan kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergantilah menit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring nafas di orbitnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergantilah jam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam selimut atmosfer gerak kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu hari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalir deras... hingga hitungan rasi bintang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak sanggup mengukurnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pekan akan berganti lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan terasa... baru sekelip mata... memijak pekan ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu akan bergulir makin cepat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang akan pergi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akan setia pada harapan denyut nadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun hujan meteor dijatuhkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat yang tak sempat... karena tertunda kesombongan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bersama masa... manusia hancur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat semesta saling mendekat... dan meledakkan kebosanannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu... sempatkah kita... melihat dosa di antara kawah bulan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan lebur alam raya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serentak... dengan kacaunya aliran darah kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadiskah...??? Ini hanya susunah kata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak... masa itu akan tiba sahabat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh tempo yang tak dapat ditawar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kita... menghadap Sang Maha Raja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pekan masih bisa berganti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruh.. masih sanggup menikmati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling menyusun do'a...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kita selamat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kucinta... maka kuingin... kita selamat... bersama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kau...??? T_T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~~ &amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;&amp; ^^^^^^^^^^^ ########## ^^^^^^^^^^^ *************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin mengungkap rasa... dengan berani... namun aku... bukan pemberani... jika mesti kubangun sebuah benteng... agar kita tak perlu jumpa... maka akan kubangun sekuat tenaga... namun apa daya... aku tak rela...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@@@@@@@@ ******* )))))))))))) _______________ ?????????????? &gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt; """"""""""""&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berakhir pekan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tiada senang... seindah pertemanan... ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-843194364225816288?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/843194364225816288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/selamat-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/843194364225816288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/843194364225816288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/selamat-bersama.html' title='Selamat Bersama'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-3466553232596550209</id><published>2010-02-08T06:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T06:23:27.621-08:00</updated><title type='text'>Setitik Manusia</title><content type='html'>Salam sahabat... apa kabar hari-harimu... semoga detik2 tak berlalu dengan penyesalan... dan hanya terlewati dengan penuh kesyukuran... Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlembar hari dihitung jari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan segenap waktu dihambur habis... hingga sia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita... ada masa yang tak tau kapan henti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekejap saja... sekelip mata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hidup... setelah kehidupan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rahim... ke dunia kemanusiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada atur... agar tak rancu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dianggap... dilanggar pun layak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitalah... penghuni rahim bumi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuka hati... mengguna nikmat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pernah menggulir syukur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali mencela coba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa datang ditengah senang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kemelut hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah cinta... pada satu muara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narkoba dunia... melena hati... pada satu institusi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LUPA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik ini... bukan hak milik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertulis di aliran darah kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlukis di denyut jantung nan ajaib...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpahat di kokohnya tulang kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjalin di jaringan neuron nan dahsyat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari... ujung jari kaki... Hingga ujung rambut di kelapa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas... dan nyata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kita... semuanya... hanya milik-Nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka... panahkan pesona pada Agung-Nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujukan puji dan sujud... dihadap-Nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serendah hina... seorang hamba sahaya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitalah... setitik manusia... di samudra semesta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya setitik manusia... TUNA MAKNA...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****Sahabat... Kesuksesan HIDUP sesudah MATI... adalah hasil... dari perencanaan matang KEHIDUPAN... sebelum datang KEMATIAN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tiada senang... seindah pertemanan... ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-3466553232596550209?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/3466553232596550209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/setitik-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3466553232596550209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3466553232596550209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/setitik-manusia.html' title='Setitik Manusia'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-7380561839076128933</id><published>2010-02-06T04:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T04:23:07.180-08:00</updated><title type='text'>Ayah... Aku Tak Suka Ekonomi</title><content type='html'>Salam para dewasa… apa kabar USIA DINI kita… semoga masih senang dan ceria… pada sebuah kebahagiaan bermain… sambil belajar… menjelajah makna semesta. Amiin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kisah lagi… dari sebuah bangku belajarku… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Profesor besar.. telah berusia 70an tahun. Ia memiliki seorang anak laki-laki. Ia punya cita-cita, akan membuat anaknya sukses. Maka, profesor itu memilih sekolah-sekolah terbaik untuk anaknya. SD favorit… SMP unggulan… SMA nomor satu… bahkan hingga pendidikan S2-nya, profesor memilihkannya. Anak laki-lakinya itu, di pintanya untuk menyelesaikan pendidikan di bidang ekonomi. Harapan besar, dari seorang ayah. Yang mengatasnamakan cinta. Dan atas nama cinta pula, sang anak terus menuruti kemauan sang ayah yang sangat di sayanginya. Meski tersembunyi, sebuah keinginan lain di kedalaman hatinya. Namun, rasa sayangnya pada sang ayah, mengalahkan segala cita-cita besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak menyelesaikan S2-nya. Ia bekerja, di sebuah bank. Kemudian menikah. Memiliki rumah dan kendaraan. Yang tampak adalah kesenangan yang ia dapatkan dalam kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah… selalu membanggakannya. Aku telah sukses membesarkan anakku. Sekarang ia telah berhasil dalam kehidupannya. Lihatlah ia… bahagia dengan keluarganya, pekerjaannya hebat, karirnya terus menanjak, tenang rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari… ayah dan anak itu, akan menuju kesebuah tempat. Tiba-tiba… sang anak menghentikan kendaraannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah.. boleh saya bicara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentang apa ini, anakku..?”, sang ayah penuh tanda Tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah lama, anakmu ini, mengikuti apa yang ayah mimpikan. Bolehkah sekarang, anakmu ini mengejar mimpinya..?”, takzim sang anak menatap wajah sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksudmu anakku… jelaskanlah.”, baliklah sang ayah menatap dengan sayang pada buah hatinya yang telah dewasa. Yang selama ini hanya diam, kini hendak angkat bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah, anakmu ini, tak suka ekonomi. Saya suka musik. Dua bulan yang lalu, saya berhenti dari bank tempat saya bekerja. Sekarang, saya sedang kuliah, mendalami, apa yang saya suka.”, tutur sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan petir… bukan halilintar… namun, cukup mengagetkan… sang profesor tak menyangka… hanya menyimpan kecewa pada dirinya sendiri… “Ternyata, aku tak berhasil mensukseskan anakku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~ @@@@@ ~~~~~~~~~~~~~ @@@@@@@@@ ~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah rencana indah… yang mungkin telah kita ukir bagi USIA DINI kita. Sebuah cita-cita, yang akan membuatnya bahagia… Sebuah harapan… yang akan membuatnya berhasil di masa depan. Kita ingin.. ia hidup di taman. Penuh bunga… berteman kupu-kupu… duduk di bangku-bangku cantik… dan lampu-lampu hias nan terang. Namun… bertanyalah dahulu… padanya… yang akan menjalani rencana itu… Mungkin… dia tak ingin… hidup di taman… Bisa jadi… dia suka dengan bunga… Sebelum cita-cita itu… menjadi fatamorgana… terlihat saat ini… namun hilang di masa depan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga… kita berhasil membesarkan mereka… sesuai dengan ingin mereka… dan tak menyimpang dari aturan-Nya. Amiin Yaa Rabb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tetap sayangi USIA DINI yaa… ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-7380561839076128933?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/7380561839076128933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/ayah-aku-tak-suka-ekonomi.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7380561839076128933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7380561839076128933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/ayah-aku-tak-suka-ekonomi.html' title='Ayah... Aku Tak Suka Ekonomi'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-4751301820512904445</id><published>2010-02-05T04:32:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T04:48:13.384-08:00</updated><title type='text'>Raja Ali Haji</title><content type='html'>Bapak pulang dari Riau… saat datang kami riang berkicau… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh-oleh paling kusuka… sebuah makna… dari gurindam lama…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhaanallaah.. mari dibaca… Sungguh Islam… Tiada dua…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurindam Dua Belas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Raja Ali Haji)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasal Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa mengenal yang empat&lt;br /&gt;Maka dia itulah orang yang ma’rifat&lt;br /&gt;Barang siapa mengenal Allaah&lt;br /&gt;Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah&lt;br /&gt;Barang siapa mengenal diri&lt;br /&gt;Maka telah mengenal akan&lt;br /&gt;Tuhan yang Bahari&lt;br /&gt;Barang siapa mengenal dunia&lt;br /&gt;Tahulah ia barang yang terpedaya&lt;br /&gt;Barang siapa mengenal akhirat&lt;br /&gt;Tahulah dia dunia melarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasal Kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terpelihara mata&lt;br /&gt;Sedikit cita-cita&lt;br /&gt;Apabila terpelihara kuping&lt;br /&gt;Kabar yang jahat tidaklah damping&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan&lt;br /&gt;Daripada segala berat ringan&lt;br /&gt;Apabila perut terlalu penuh&lt;br /&gt;Keluarlah fi’il yang tiada senonoh&lt;br /&gt;Hendaklah peliharakan kaki&lt;br /&gt;Dari pada berjalan membawa rugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasal Ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati itu kerajaan dalam tubuh&lt;br /&gt;Jikalau zalim segala anggota pun rubuh&lt;br /&gt;Apabila dengki telah bertanah&lt;br /&gt;Datanglah daripadanya beberapa anak panah&lt;br /&gt;Mengumpat dan memuji hendaklah pikir&lt;br /&gt;Disitulah banyak orang yang tergelincir&lt;br /&gt;Pekerjaan marah jangan dibela&lt;br /&gt;Nanti hilang akal di kepala&lt;br /&gt;Jika sedikitpun berbuat bohong&lt;br /&gt;Boleh diumpamakan mulutnya pekong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasal Keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa meninggalkan sembahyang&lt;br /&gt;Seperti rumah tidak bertiang&lt;br /&gt;Barang siapa meninggalkan puasa&lt;br /&gt;Tidaklah dapat dua temasya&lt;br /&gt;Barangsiapa meninggalkan zakat&lt;br /&gt;Tidaklah hartanya beroleh berkat&lt;br /&gt;Barang siapa meninggalkan haji&lt;br /&gt;Tiadalah ia menyempurnakan janji&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-4751301820512904445?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/4751301820512904445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/raja-ali-haji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4751301820512904445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4751301820512904445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/raja-ali-haji.html' title='Raja Ali Haji'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-5319902655228463517</id><published>2010-02-03T04:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T04:53:10.369-08:00</updated><title type='text'>Rakyat.com</title><content type='html'>Ehemm... serius mode on...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 unsur penting di negri ini... yang seluruhnya memiliki kelebihan dan kekurangan... (Meskipun... selain unsur ini... juga penting)... Lihat Selengkapnya&lt;br /&gt;1. Presiden&lt;br /&gt;2. Rakyat&lt;br /&gt;3. Mentri&lt;br /&gt;4. Wakil rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu disebut apa kekurangannya... (karena, semua kita sudah membaca kondisinya) Namun.. keempatnya punya potensi... untuk membuat negri ini lebih baik... atau makin hancur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ni... yang jadi rakyat.. cuma bisa berusaha jadi rakyat... dengan sebaik2nya.. Ga sekedar bisa nyalahin orang2 di atas sana... tapi juga bisa jadi rakyat.. yang bener2 tau apa yang sedang dilakukan oleh pemimpinnya.. Jadi rakyat, yang tau kapan Presidennya salah... Trus berani protes... dengan cara yang benar... ga sekedar unjuk2 rasa... unjuk2 kuat... trus... menunjukkan diri yang ternyata juga perusak... Haduuuh... malu juga nih kalo jadi rakyat yang kayak gitu... mau ngasih tau Presidennya dah berbuat salah... eeeeh... malah ikut2an bikin masalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Presiden... jangan keblinger...&lt;br /&gt;Jadi Rakyat... Mesti pinter...&lt;br /&gt;Jadi Mentri... jangan kuper...&lt;br /&gt;Jadi wakil rakyat... Jangan Sleeper... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-5319902655228463517?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/5319902655228463517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/rakyatcom.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5319902655228463517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5319902655228463517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/rakyatcom.html' title='Rakyat.com'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-4272550220899186475</id><published>2010-02-01T06:49:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T06:53:13.932-08:00</updated><title type='text'>Bukan Bidadari</title><content type='html'>Tak punya aku sayap... Dan tak dapat ku terbang... Yang kau sebut eksotis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pula tak  mampu ku hadir... menjelma... dan kau sebut romantis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya manusia...  berseragam kefanaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beratribut kekurangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhias lemah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun ada lebihku... Bukan milikku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada baikku... Bukan  padaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada benarku... Bukan dariku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari  kau kemas indah di benakmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau jelmakan menarik di ruang pikirmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu bukan aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah manusia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanyaku... seorang hamba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang seada ku bisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semampu ku mau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kehilangan bidadarimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan cari  di diriku... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Repost... Puisi nan lamo sekali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saikoji bilang Online... Online... &lt;br /&gt;Kalo diriku... Posting... Posting... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-4272550220899186475?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/4272550220899186475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/bukan-bidadari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4272550220899186475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4272550220899186475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/02/bukan-bidadari.html' title='Bukan Bidadari'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-6850074732022756535</id><published>2010-01-31T06:36:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T06:42:03.609-08:00</updated><title type='text'>Blogger Power</title><content type='html'>Mengingat :&lt;br /&gt;Bahwa banyaknya blogger Indonesia yang telah mengikuti kontes seo mengembalikan jati diri bangsa yang dimulai tanggal 14 Juli 2009 s.d 21 Desember 2009 ( selama 160 hari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tidak ada kejelasan mengenai tanggal dan waktu penyerahan hadiah&lt;br /&gt;    * Tidak pernah diresponnya email, telepon ataupun Ym! dari para pemenang dan blogger indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memutuskan :&lt;br /&gt;Kami para peserta kontes seo mengembalikan jati diri bangsa memutuskan bahwa kontes seo mengembalikan jati diri bangsa yang diselenggarakan oleh beritajitu.com adalah SCAM!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini dapat kami tarik kembali dengan memposting sebuah artikel postif bila hadiah telah kami terima dengan utuh sesuai kesepakatan awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami meminta kepada segenap blogger Indonesia untuk memposting artikel ini diblog masing-masing atau di facebook masing-masing. (silakan di copy paste)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILMU BARU-ku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*SCAM= Scam adalah berita elektronik dalam Internet yang MEMBOHONGI dan bersifat MENIPU, sehingga pengirimnya akan mendapat manfaat dan keuntungan tertentu. Contoh scam yang sering kita jumpai adalah surat berantai dan pengumuman lotre. Dalam hal ini akibat dari berita scam ini bagi penerimanya akan lebih serius, jika dibandingkan dengan spam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Inggris, scam diartikan juga sebagai confidence trick or confidence game, sehingga pada awalnya penerima berita merasa yakin dan tidak mencurigai bahwa hal ini merupakan bentuk penipuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat para peserta kontes... Moga pada sabar ya... Keep semangat nge-blog... ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-6850074732022756535?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/6850074732022756535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/blogger-power.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6850074732022756535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6850074732022756535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/blogger-power.html' title='Blogger Power'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-4692790807951054306</id><published>2010-01-26T07:22:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T07:24:08.317-08:00</updated><title type='text'>Taubat</title><content type='html'>Yã Allãh... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada jejak2 kecil kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami topangkan diri dng memohon kekokohanMU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pun hati masih ternoda... Masih kami mohon kesucianMU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak akan sampai kebaikan kepada kami... Tanpa IzinMU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak dekat pada kami keburukan... Tanpa KehendakMU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pun sekali lagi kami khilaf... Tak ENGKAU kurangi nikmatMU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan jika kami bertaubat... ENGKAU tambahkan RahmatMU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saksikanlah kami yã Allãh... Dengan payah... Mengarah langkah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan susah... Mengatur lidah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh daya... Membimbing mata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh inginnya... Kami hidup tanpa dosa yã Allãh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun siapalah kami... Manusia dhoif yang sering kali negatif...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampuuuuun yã Allãh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENGKAU paling tau... Segala apa yang kami tutup... Semua hal yang rahasia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap titik kburukan pada wajah hati kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan kami maluuu... Maluuu... Maluuu... Jadikan kami Maluuu padaMU yã Allãh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di bumiMU kami berpijak... Namun masih bermaksiat... Di bawah langitMU kami berlindung... Masih pula kami jarang merenung... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika taubat kami sebelumnya tak cukup buatMU... Maka izinkan kami taubat... Taubat... Dan taubat lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah kami yã Rabbi... Taubat hari ini... Pada ujung hariMU... di gelapMU... Jadikan kami beruntung... Jauhkan dari rugi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami hidup... Sekali lagi... Untuk mengabdi... Terima taubatku, taubatnya dan taubat mereka... Ãmïn yã Tawwabu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-4692790807951054306?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/4692790807951054306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/taubat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4692790807951054306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4692790807951054306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/taubat.html' title='Taubat'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-3648475633901153485</id><published>2010-01-25T22:37:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T22:39:54.634-08:00</updated><title type='text'>Ramadhan... In Memoriam...??</title><content type='html'>Kala itu... Di sebuah sudut waktu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Ramadhan: “Apakah kau harus pergi sekarang kawan?” Dengan wajah sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan: “Telah tiba waktunya untuk pergi. Bukan inginku. Kehendak Rabb-ku… Rabb-mu… Rabb kita.” Kesedihan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Ramadhan duduk merapat ke sisi Ramadhan. Ia menjabat erat tangan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Ramadhan: “Maafkan aku kawan…” Wajahnya makin sendu. Pada kedua matanya. Tampak mengaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan: “Kau kan tidak salah apa-apa.” Sambil menepuk bahu kawannya itu. Dan memandangnya teduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Ramadhan: “Aku bersalah… sangat bersalah…” Satria Ramadhan mulai menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Ramadhan: “Aku… Aku… Aku kadang tertidur pada malam2mu. Sedangkan aku pernah berjanji. Akan menjaga setiap malammu. Kalaupun aku bangun setiap malam. Aku menemanimu dengan sholat. Namun… Aku bahkan tertidur dalam sujudku. Aku bersalah….” Jeritnya dalam tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan terus memandangi sahabatnya itu. Dan memeluknya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Ramadhan: “Aku bersalah… Aku juga pernah berjanji akan menggenapkan hari dengan Qur’an. Namun… Ada hari-hari yang sempat terlewat tanpa satu juz pun aku selesaikan. Walaupun akhirnya aku berhasil mengejar ketertinggalanku. Tapi… aku bersalah…” Air matanya semakin deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan: “Cukup kawan… Allaah mengetahuinya. Itu cukup bagiku. Kau menyadarinya. Itu cukup bagiku. Dan kau memperbaikinya. Itu baik bagimu.” Kata Ramadhan bijak. “Tapi, aku tetap harus pergi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Ramadhan: “Datanglah lagi nanti…” Ia melepas rangkulannya. Matanya sembab. Isaknya masih terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan: “Kawanku… Kita ini hanya hamba. Pertemuan itu tak bisa dikira. Perpisahan ini tak dapat dielak. Syawal akan mengemban amanahku menemanimu. Kau sudah luar biasa kawan. Janganlah kau mengendurkan semangatmu ini. Tanpaku… kau harus tetap mampu mengendalikan nafsu. Tanpaku… kau tetap harus menjaga malam-malam itu. Tanpaku… kau harus tetap berhibur dengan Qur’an. Kau sudah berubah sejauh ini. Jangan sia-siakan, dengan kembali menjadi dirimu yang biasa, saat aku pergi. Rugi kawan…” Nasihat Ramadhan panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Ramadhan: “Baiklah kawan… aku berjanji. Penyesalan ini mungkin terlambat. Tapi tak pernah terlambat untuk memperbaiki dan mempertahankan.” Ia mulai tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan: “Kau benar. Ada sebelas bulan setelah aku pergi. Mereka akan menunaikan amanahnya. Jika Allaah Menghendaki. Kita akan bertemu tahun depan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Ramadhan hanya mengangguk setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan: “Sebelum aku pergi… Mari kita nikmati sisa waktu ini kawan. Aku ingin kita benar-benar lebih dalam memaknai pertemuan kita ini. Berkumpulnya kita tahun ini. Semoga membuat kau dan saudara-saudaramu mampu menjadi sosok-sosok istimewa. Kau tau tidak…? Fajar lebaran itu sungguh indah disambut oleh semua muslim. Namun tak banyak yang mampu merasakan fajar lebaran… seindah yang dirasakan oleh para pemenang. Yang dengan megah dan meriah merayakan perjumpaan cinta denganku. Dan ia melakukan pengabdian dan penghambaannya dengan rela.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Ramadhan: “Semoga aku… dan saudara-saudaraku… termasuk di dalamnya. Amiin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan: “Amiin Yaa Rabbal’aalamiin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kawan itu pun saling berpelukan semakin erat. Detik-detik perpisahan itu… ingin mereka lalui dengan penuh cinta. Keindahan berasik masyuk dengan Sang Pencipta mereka. Allaahu Dzuljalaali wal Ikraam… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Yaa Syahru Ramadhan… Syahrus Shiyam… Syahru tilawatil Qur’an… Syahru Qiyam… Syahru Ghufran… Ku lepas jemarimu… satu demi satu… haru…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T_T... Ramadhan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Satria Ramadhan: Masih teringat dirimu sahabat... Kau pergi... Namun... Tetaplah di sini... Di hatiku... Menemani hidupku... 11 sebelas bulan tanpamu... pasti berat sahabat... Namun... Masih ada... pendar semangatmu... di sini... di relung jiwa ini... Sahabat... Ku pinta... pada Rabb kita... Kan jumpa lagi... denganmu... dan... meraya cinta... (Menderas dan menganak sungai air mata rindu... dari sudut mata sang satria)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Syawal: Aku ada di sini... menemanimu teman... ada enam hariku... yang dapat sedikit mengobat rindumu pada Ramadhan... Mari teman... pegang tanganku... Aku pun... ingin jadi sahabatmu... mari nikmati pertemuan ini... dengan pengabdian suci... Meski tak senikmat Ramadhan... Izinkan aku... menyajikan hariku... Izinkan aku... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram, Syafar, Robiul awal, Robiul Akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rajab, Sya'ban: Teman... Tetaplah menjadi Satria Ramadhan... Dan berjuanglah bersama kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASIHKAH IA... DI HATI KITA...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-3648475633901153485?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/3648475633901153485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/ramadhan-in-memoriam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3648475633901153485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3648475633901153485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/ramadhan-in-memoriam.html' title='Ramadhan... In Memoriam...??'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-5017510713768052946</id><published>2010-01-24T06:18:00.001-08:00</published><updated>2010-01-24T06:18:55.580-08:00</updated><title type='text'>Inginkan... KAU...</title><content type='html'>Yaa Allaahu… Yaa Ghaniyyu… Yaa Waduudu… Yaa ‘Aliimu… Yaa Hayyu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku faqir… Dalam apapun…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku miskin ilmu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inginku… Kau-lah sesuatu yang paling kupahami… Ku jelajahi apapun tentangMU… Hingga… tak satu pun hal tentangMU… yang tak ku tau… Jika saja ku mampu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku miskin cinta… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mauku… Kau-lah hal yang padaNYA ku pasrahkan hidup ini… ku genangkan rasaku… pada setiap pesonaMU… Hingga tiada cinta lain… yang mampu memalingkanku dari men-Satu-kanMU…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku miskin bahagia… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pintaku… Kau-lah indah itu… Yang bersamaNYA aku aman… Sejuk dalam seluruh jengkal hatiku… Hingga tiada senandung pilu… yang berirama di jiwaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku miskin ketenangan… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan harapku… Kau-lah Yang melapangkan himpitku… Meluaskan sempitku… membuatku penuh rela menerima semua yang Kau ingin ku terima… Memuncakkan kesyukuran… Serta… Menghilangkan batas kesabaran…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku miskin harta… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan asaku… Kau-lah Yang selalu mencukupkan kebutuhanku… di tengah keterbatasan mampuku… Penuhi setiap ruang puasku… dengan kebaikanMU… Hingga tak perlulah… ku bergantung… selain kepadaMU…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku miskin waktu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan izinkanku… bersama waktu… Yang hanya milikMU… Yaitu sedikit masa… yang Kau titipkan padaku… Jadikan waktu itu… bercahaya di tanganku… agar penuh dengan pendar makna… Jadikan waktu itu… bersinar di pikirku… hingga menghasilkan kerlip karya penuh guna… Dan tak perlu banyak waktu… kecuali di dalamnya… Kau izinkanku… menjadi manusia yang bernilai bagiMU…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Rabbi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku miskin segala… Kau utus ke dunia dengan segala Yang Kau punya… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raga ini… MilikMU… Di setiap pori-pori inilah… tanda Kau Berkuasa… Dalam setiap sel itulah… Tanda Kau Ada… Di Nafas tak henti inilah… Ku temukan Kau tiada duanya… Di jantung yang berdetak inilah… Kau buatku merasa… Kau-lah segala…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa ini… DariMU… Biarkanku… menemukanMU… dalam penjelajahan rasaku… agar sanggup diriku… Tak merasa bebas dariMU… Karena jiwa telah jatuh pada kedalaman rasa… Bahwa Kau melihatku… Dalam gelap dan terangMU… Pula Kau mendengarku… Dalam sepi dan ramaiMU… Betapa ku ingin begitu… MeneguhMU… sebagai Segala-ku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal ini… PemberianMU… Buatlah pikirku… sedemikian rupa… tuk MengadakanMU selalu… Dalam dudukku nan lemah… Dalam baringku yang rapuh… Dan pada berdiriku yang tak kokoh… Agar ia tak berlari liar… menarikku tuk ingkar… Jadikan ia dalam kendaliku… Untuk menjadikan KesegalaanMU… adalah tak tertolak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini… Ingin KAU… Menjadi SEGALA-ku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiiin Yaa Rabbal’alamiin…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-5017510713768052946?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/5017510713768052946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/inginkan-kau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5017510713768052946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5017510713768052946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/inginkan-kau.html' title='Inginkan... KAU...'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-93537345869820884</id><published>2010-01-21T22:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T22:58:21.515-08:00</updated><title type='text'>Versi Cinta</title><content type='html'>Cinta 1 : Berdua... Saling cinta... Memenjara diri dalam kasih. Tiada orang lain di antara ke2nya. Segalanya untuk belahan jiwa. Setiap ungkapan cinta tercurah pada satu nama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta 2 : Jadi sudut ke 3. Dari sebuah cinta... Setelah separuh jiwa mencintai sebuah cita... Menghabis waktu dng yang ke satu... Mencurah cinta pada satu asa... Menjadi istri ke 2... Dari suami yang memiliki istri pertama... Bernama 'PERJUANGAN'...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini baru Cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta 3 : Menjadi yang pertama... Namun memimpikan cinta memiliki sayap ke 2... Mengharapkan rasa bisa dibagi bersama... Bermimpi... Bahtera berlabuh pada 2 dermaga... Dan terjadilah... Cinta harus berbagi... Berbagi segalanya... Bahkan... Berbagi CEMBURU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... Ini lebih dari CINTA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhãnallãh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yã Allãh... Jadikan aku seindahnya... Buatlah diri sepertinya... Dan izinkan aku lebih baik lagi... Bersamanya. Ãmïn.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-93537345869820884?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/93537345869820884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/versi-cinta.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/93537345869820884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/93537345869820884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/versi-cinta.html' title='Versi Cinta'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-4158653368905826731</id><published>2010-01-21T04:24:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T04:28:25.262-08:00</updated><title type='text'>Hanya Ingin Berbagi</title><content type='html'>Ketika setiap potensi menjaring puji... Maka ingatlah... Ada Dzat Yang Memberikan itu padamu... Ucapkan Alhamdulillãh... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala ada ilmu... Yang membuat Mereka menyukaimu... Maka kembalilah mengingat bahwa ada Dzat Yang Menganugrahkan itu padamu... Dan ucaplah Alhamdulillãh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada Semangatmu yang bersinar tanpa jemu... Dan membawa manusia tak lelah menantimu... Maka berbaliklah serta ingat lagi... Ada Dzat Yang Mengalirkan itu padamu... Karenanya ucapkan Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kuatmu menarik perhatian dunia menujumu... Maka menunduklah... Bukankah ada Dzat Yang Menyertakan itu denganmu... Segeralah berkata Alhamdulillãh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu setiap lebihmu mencuri cinta dari hati semesta... Maka berlututlah renung kembali... Ada Dzat Yang Menyematkan itu padamu... Dan katakan Alhamdulillãh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pabila hatimu mulai ragu dng mimpi tentang keinginan untuk berbagi... Maka hentilah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena potensi itu telah kau rendahkan hingga hina...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ilmu itu telah luluh lantak menjadi debu dan nista...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semangat itu telah berkeping menjadi tak berharga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kuat itu telah rusak oleh riya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kelebihan itu telah hilang menguap jadi udara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri... Jiwa... Hati... Luruslah kembali... Bukankah hanya satu azzam kita kala itu... Ini hanya bentuk pengabdian pada Sang Pencipta kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbenahlah kembali... Gerak, kerja dan amal ini... Lahir dari Sebuah Energi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITA... HANYA INGIN BERBAGI... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke diri ? (Yup!)&lt;br /&gt;Oke hati ? (Siip!)&lt;br /&gt;Oke jiwa ? (Deal !)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah deklarasi Cinta... Antara Hati... Raga... Dan Jiwa... Untuk semua... Karena Allãh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-4158653368905826731?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/4158653368905826731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/hanya-ingin-berbagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4158653368905826731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4158653368905826731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/hanya-ingin-berbagi.html' title='Hanya Ingin Berbagi'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-3840473680694420244</id><published>2010-01-19T22:45:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T22:46:22.907-08:00</updated><title type='text'>Beruntung...</title><content type='html'>Aku pernah jatuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjerembab oleh kalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu... membagi tangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melempar keluh ke segala penjuru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengoper kesah ke setiap arah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hanyut dalam sedu sedan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat... apa yang Kau lakukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau perlihatkan lebih banyak luka... yang berlebih laranya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau perdengarkan rintih... yang lebih pedih dari ringisanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tunjukkan hitam... yang lebih gulita dari gelapku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya Kau tampilkan senandung bahagia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Kau gelar panggung ceria...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya... sebuah kisah yang gembira...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak... Kata-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hambaku sayang... untuk membuatmu merasa beruntung... maka, Ku perlihatkan ketidakberuntungan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Supaya kau merasa bahagia... Maka Ku tunjukkan ketidak bahagiaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi kau dapat menemukan terang... maka Ku persembahkan kegelapan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengertilah... tak ada yang lebih menginginkan kau tersenyum... kecuali Aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak ada yang sangat berkehendak kau harus bahagia... melainkan Aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kau terima cara-Ku mencinta... maka... bersabarlah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pilihan... ada padamu... wahai hamba-Ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~^^^^^^^~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jatuhku... Dia menghiburku... Ku terima cinta-Nya... yang sungguh tak sederhana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rasa kalahku... Aku BERUNTUNG...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillaah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-3840473680694420244?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/3840473680694420244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/beruntung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3840473680694420244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/3840473680694420244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/beruntung.html' title='Beruntung...'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-565037976388244099</id><published>2010-01-12T06:55:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T07:00:14.320-08:00</updated><title type='text'>Sahabat adalah Sang Fajar</title><content type='html'>Salam sahabat... apa kabar hatimu... sedangkah duka menderamu. Semoga terhapus laramu... dengan sabarmu. Yang Allaah semat di jiwamu. Amiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat... adalah sang fajar dikala gelap pergi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bersinar tangguh di tengah mendungmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat punya banyak warna pada cahayanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga mejikuhibiniu... mengindahkan hidupmu... bahkan lebih dari warna pelangi itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengisi kurangmu... tanpa menganggapmu kurang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipelajarinya lebihmu... demi membantumu... lebih baik lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menarik ruh-mu yang jatuh lunglai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipapahnya dirimu... ketika hebatmu luntur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau terjatuh di jurang dalam... Maka tali persahabatannyalah yang membantumu lepas dari bahaya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuungkap... sebanyak apapun tentang sahabat... maka tak kan pernah lengkap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena... sahabat... adalah... orang hebat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secarik rasanya... dilipatnya rapat... demi mendengar bahagiamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka... persembahkanlah... yang terindah... untuk sahabatmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~*******~~~~~~**********~~~~~~***~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat... Kearah mana pun kita pergi... Kedepan... belakang... atas... bawah... kiri... kanan... sertakanlah... KEYAKINAN... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allaah ridho... dengan persahabatan kita. AMiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-565037976388244099?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/565037976388244099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/sahabat-adalah-sang-fajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/565037976388244099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/565037976388244099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/sahabat-adalah-sang-fajar.html' title='Sahabat adalah Sang Fajar'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-1586864281968752231</id><published>2010-01-07T02:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T02:17:53.529-08:00</updated><title type='text'>Salah Satu Bintang-Q</title><content type='html'>Apakah anda orang tua yang memiliki anak yang selalu berbicara, mengeluarkan bunyi-bunyian dari mulutnya dan selalu tak pernah berhenti bergerak? Seorang anak yang selalu memancing kata ‘masya Allah’ , dari orang-orang yang berinteraksi dengannya? Atau sering kali gurunya ‘mengadukan’ perilakunya disekolah? Saya punya murid yang seperti itu. Dan mungkin saya termasuk guru yang suka mengadukan aktifitas Farhan di kelas. Mungkin saya lebih leluasa melakukannya, karena saya mengenal kedua orang tuanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sebut saja Farhan, begitu nama sebenarnya. Karena saya ingin semua orang mengenal Farhan sebagai Farhan.  Farhan murid saya sejak kelas kecil. Dan saat kelas besar, saya kembali menjadi wali kelasnya. Farhan adalah keunikan tersendiri dari kelas saya. Farhan kecil dapat berbicara dengan lancar, dengan banyak kosakata, walaupun saat awal kelas kecil, saya selalu meminta Farhan mengulangi kata-katanya. &lt;br /&gt; Sekarang, Alhamdulillah, saya tidak perlu meminta Farhan untuk mengulangi kata-katanya, karena sudah jelas. Dan sekarang malah membuat saya sedikit kewalahan untuk menenangkannya walau sesaat. Apalagi saat saya sedang menjelaskan sesuatu didepan kelas, Farhan akan dengan sengaja mengeluarkan suara-suara dari mulutnya. Entah sedang bicara sendiri, atau kadang-kadang Farhan menirukan suara burung, kucing, atau suara-suara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Belakangan Farhan suka mengucapkan kata-kata yang menarik perhatian teman-temannya. Dan membuat teman-temannya semakin sering mengadukan kata-katanya. “Bu…Farhan bilang ini.” “Bu…Farhan bilang itu.” Biasanya saya cuma bisa mengatakan “Bu guru tidak dengar, tapi Allah dengar loh, Farhan.” Atau kadang-kadang saya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala dan menatap mata Farhan yang kalau sadar telah berbuat salah, ia akan mengerjap lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Belum lagi Farhan sangat aktif bergerak. Tangannya seperti mesin yang tak dapat berhenti melakukan apa saja. Memencet hidung temannya, mengacak rambut temannya, menyentuh barang-barang dimeja guru tanpa ijin. Dalam kegiatan mewarnai dengan cairan pewarna, walaupun saat itu bukan kegiatan melukis dengan jari, Farhan akan dengan sengaja mencelupkan jarinya kedalam cairan-cairan itu. Membuat saya harus berkali-kali mengingatkannya untuk tidak mengelapkannya ke baju atau meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu hari…(saat itu kami sudah mempelajari mengenai binatang), kami akan membuat kebun binatang dengan plastisin. Setelah membuat kandang, pohon, jalan dan kolam, anak-anak akan mengisinya dengan binatang-binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ayo anak-anak… semua boleh mengisi kandang-kandang dengan binatang buatannya.” Mereka langsung sibuk dengan plastisinnya. Si Aqil membuat ular yang sangat besar, Aldo membuat buaya yang seperti cicak, Ega buat cacing (he he. . . ayo kebun binatang mana yang ada cacingnya ?) Teman-teman yang lain ada yang buat bebek, beberapa sangat suka membuat ular. Hingga kebun binatang kami hampir penuh dengan binatang berbisa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya sempat meninggalkan mereka ketoilet beberapa saat dalam pengawasan rekan saya dikelas. Saat saya kembali, saya melihat beberapa binatang tambahan. Saya mengamatinya lebih dekat. Subhanallah. . .dikebun binatang itu sudah ada Gajah yang lengkap dengan belalai dan telinga lebarnya. Ada juga seekor burung yang merentangkan sayapnya, bertengger diatas pohon. Saya menebarkan pandangan, mencoba mengira-ngira, siapa pembuatnya. Sepertinya kebanyakan murid masih membuat ular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tiba-tiba Farhan datang mendekat, dan meletakkan seekor binatang didalam kolam. Allaahuakbar! Itu Buaya! Benar-benar Buaya (tidak mirip cicak )&lt;br /&gt;Saya menghampiri Farhan “Farhan tadi buat apa saja sayang ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Itu bu. . .Gajah, Burung, Ular, sama Buaya” Jawab Farhan dengan gaya khasnya (berbicara sambil memanyunkan bibirnya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Wah. Hebat ! Alhamdulillah buatan Farhan bagus semua.”&lt;br /&gt;Serentak anak-anak yang lain mendekatiku sambil membawa karya mereka “Bu, saya buat ini.” “Bu, saya buat ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum “Tentu-tentu semua bagus, karena sudah berusaha membuat sendiri.” (Berhasil. . .berhasil kita sudah berhasil. Yesss !!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memegangi jari-jari mungil Farhan. Mungkin tangan ini memang seperti mesin yang tak bisa berhenti bergerak. Orang lain mungkin saja mengatakan bahwa ini adalah jari-jari yang jahil. Tapi menurutku, ini adalah jari-jari ISTIMEWA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Tangan-tangan Farhan tidak akan berhenti bekerja, sebelum kepalanya menghentikan lingkaran imajinasi yang berfrekuensi tinggi. Farhan selalu ingin membuat barang-barang yang bisa ia buat sendiri atau dengan sedikit bantuan. Bahkan ia berkata “Saya ingin membuat kaca mata sisir.” Biasanya. . . apa yang ia katakan, beberapa hari kemudian akan jadi sebuah benda dalam bentuk kongkret yang ia buat dengan bantuan Abi atau Uminya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-1586864281968752231?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/1586864281968752231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/salah-satu-bintang-q.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1586864281968752231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1586864281968752231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/salah-satu-bintang-q.html' title='Salah Satu Bintang-Q'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-546098844701876797</id><published>2010-01-04T15:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T15:19:29.999-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Magnet</title><content type='html'>Apakah pernah, anda melihat magnet ? Entah, kekuatan macam apa, yang telah dikaruniakan Allah, padanya. Sehingga magnet, menjadi benda yang begitu ‘menarik’, bagi benda-benda lain, yang terbuat dari logam. Ada sih, magnet alam. Yang dari sononya, sudah memiliki kekuatan itu. Namun, ada juga magnet buatan. Benda-benda, yang memang mendapatkan stimulan, untuk dapat menjadi magnet.&lt;br /&gt;Mencermati kekuatan magnet, sepertinya mengingatkan kita, pada beberapa individu, yang memiliki kekuatan yang sama. Yaitu, menjadi begitu menarik, bagi orang lain. Kadang-kadang menjadikan kita bertanya-tanya. Apa yang membuatnya bisa begitu menarik ? Kata-katanya ? Sifatnya ? Atau penampilannya ? Itu, bagi mereka yang sudah menjadi magnet, dari sononya. Bagaimana dengan kita ? Yang menarik, juga kagak. Apakah, seperti magnet buatan ? Menjadi orang yang menarik, mungkin memang perlu usaha, seperti halnya merubah logam biasa, menjadi magnet. Pasti perlu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula menjadi pendidik. Bagi kita, yang telah ‘nyebur’ kekolam  pendidikan, dan menjadi atlet utama dikolam ini, yaitu, menjadi guru. Tak diragukan lagi,  mau tidak mau, kita harus memiliki unsur-unsur tertentu, yang membuat kita bisa jadi magnet. Yang begitu menarik, sehingga, membuat yang ada di sekitarnya, menjadi demikian dekat dan lengket. Magnet,  mungkin dapat menarik benda-benda logam, meskipun si magnet dalam keadaan diam. Namun, tidak demikian halnya, dengan pendidik. Pendidik akan menghadapi benda hidup, manusia. Yang harus disentuh perasaannya, dibangkitkan minatnya, dan dimotivasi geraknya. Ya. Murid-murid kita adalah manusia. Dan satu-satunya cara, untuk membuat mereka tertarik, adalah mengeluarkan seluruh potensi yang ada pada diri kita, sebagai manusia. Mau tidak ? Kalau jawaban anda ‘tidak mau’, maka segeralah keluar dari kolam ini. Karena kolam ini, hanya dapat di isi, oleh orang-orang yang mau mengerahkan setiap potensi, yang ada pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya anda sudah siap, untuk menerima ilmu ‘magnetis’ ini. Sebelum meneruskannya, terlebih dahulu, hiruplah udara sedalam-dalamnya, dalam sepuluh hitungan. Kemudian, tahan, dalam sepuluh hitungan. Dan, lepaskan, dalam lima hitungan. He he. Agak sesak, ya. Itu salah satu cara menjaga kesehatan anda, sebagai pendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke ! Potensi pertama yang kita miliki, adalah, ruh.&lt;br /&gt;Bayangkan. . , kita ingin mengenalkan kasih sayang, pada murid-murid kita. Tapi, ruh kasih sayang itu sendiri, belum kita miliki. Suatu kali, betapa kita ingin, menjadikan anak-anak kita disiplin. Namun, ruh disiplin, tidak terpatri secara benar, dalam diri kita. Dan hasilnya, saat kita bicara tentang kasih sayang, tanpa ruhnya. Apakah ada, murid yang mendengarkan. Yo, mbak yu. Sekedar mendengarkan saja, mereka sudah bersikap cuek. Tak akan pernah sampai, masa bagi mereka untuk mengamalkan, apa yang pernah kita bicarakan pada mereka. (Hei, anda telah melewati kata, pada) (???) Bingung, kan. Seorang pendidik, akan kehilangan kekuatan magnetisnya, jika merasa, dirinya paling tau. Dan, pendidik dengan tipe ini, tidak lagi memiliki ruh menghargai. Ruh menghargai, yang akan menimbulkan kekuatan magnetis pada diri kita, hanya akan terlihat dan terasa, jika kita tidak bicara ‘pada mereka’. Namun. ., bicaralah ‘dengan mereka’. Bagaimana kita, tidak sekedar berbicara,. Namun, mendiskusikannya dengan murid-murid. Sebenarnya, ini baru sekian persen, dari potensi ruh. Karena, ruh yang baik, akan mempengaruhi setiap kata kita menjadi ‘kaulan tsakiilaa’. Yang mampu mempengaruhi, siapapun yang mendengarkan. Karenanya, nyok, kite baikin ruh kite. Soalnye, untuk ngebagian cahaye, ke orang laen, seenggak-enggaknye, kite bise jadi lilin kecil, nyang siap ngebagiin cahaye buat dunie. Oke !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal, adalah potensi kedua, yang kita miliki.&lt;br /&gt;Benda-benda dari logam, mungkin tidak akan pernah punya rasa bosan, terhadap si magnet. Tapi murid kita ? Tetaplah ingat selalu. Bahwa, mereka adalah manusia. Yang harus disentuh, perasaannya. Di bangkitkan minatnya. Dan Di motivasi, geraknya. Tentu saja, mereka punya rasa bosan. Trus ? Yok opo, rek ? Apa yang harus kita lakukan. . . Oh, jangan biarkan dia merasa bosan pada diri kita. . *simpuh mode on* Gunakan akal. Berfikirlah. Apa yang membuat mereka bosan ? Pernahkah terfikir, untuk membuat jendela rendah, pada ruang kelas kita? Agar anak-anak bisa memandang keluar, dengan leluasa. Apa yeng terbayang di benak kita ? Mungkin ini yang terbayang. . ., ‘oh, tidak, si Zidan manjat jendela. Maasya Allah ! beberapa anak memanggil tukang balon. Innalillahi, si Ical buang sampah lewat jendela. Aaaaaaaaaaaaaaaa, aku capek teriak-teriak, mereka cuma merhatiin jendela.’ Kacau banget. Namun, coba bayangkan. . ., ‘dari jendela rendah itu, anak-anak bisa melihat perbaikan jalan. Siapa saja yang mengerjakan . Alat apa saja yang digunakan. Bagaimana mengerjakannya. Bagaimana hasil akhirnya.’ Bukankah lebih tenang ? Kita tidak panik, dan anak-anak dapat ilmu baru. Setidaknya, berfikirlah untuk menggunakan jendela, bukan hanya berfungsi sebagai tempat sirkulasi udara. Tapi, jadikan jendela multifungsi. &lt;br /&gt;Ha ? (kok bengong sih) belum nyambung, ya. Hei, kita bukan hanya bicara tentang jendela, lho. Tapi, semua benda, sarana dan prasarana, bekas atau baru, jadikan semuanya memiliki multifungsi. Intinya adalah kreatif, kreatif, kreatif (he he, cool banget nggak sih, gaya gue). Teroboslah sebanyak mungkin zona tidak nyaman (seperti, persepsi jendela rendah, diatas). Dulu, mungkin kita gunakan sepatu, untuk sekedar &lt;br /&gt;alas kaki. Sepatu akan terlihat nyaman, kalau  dia berada dikaki, atau dirak sepatu. Bagaimana, jika dia didalam kelas. Dalam keranjang cucian, digunakan untuk belajar berhitung, mencari pasangan, melempar sebagai pengganti bola, mengenal warna, belajar simpul, mengidentifikasi, mengenal pemilik, atau anda punya saran lain ? Gimana ? Apakah seorang pendidik, dengan fikiran seperti ini, akan membuat muridnya bosan ? Tidak! Anak akan senantiasa menunggu ide baru kita. Akal kita, akan membuat kekuatan magnetis yang luar biasa. Kata-kata, mungkin bisa saja membuat orang lain tertarik. Tapi, kreatifitas akan membuat kita jadi lebih menarik. So, kite musti maksain diri, buat mikirin nyang baru-baru. Soalnye, kite sendiri udeh bosen ame nyang lame-lame.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti udah tau kan. Potensi kita yang ketiga ? Ya, benar. Potensi ketiga, adalah anggota tubuh. Gunakan wajah kita saat bercerita. Rubahlah mimik, bentuk bibir, gerak mata dan yang lainnya. Gunakan juga suara kita. Apakah suara Harimau, sama dengan suara Bebek ? Tidak, bukan. Gunakan juga gerak tubuh kita. Bagaimana gerakan seekor Rubah, yang sedang mengintai mangsanya, Jerapah, yang sedang menggapai daun, dipucuk pohon. Itu semua kan perlu gerakan. Jangan pernah ragu, untuk meng’eksploitasi’ tubuh, dalam rangka membuat mereka tertarik. Saat menjelaskan sesuatu, jangan hanya gunakan lisan saja. Namun, gunakan seluruh tubuh, untuk membahasakan isi dan menarik perhatian murid. Menarik bagi kita. Belum tentu menarik, buat anak murid. Jelas sekali, anak-anak akan merasa bosan dengan kegiatan ‘mendengar’. Setelah enam bulan mengajar, sudah berapa anak, yeng kehilangan ketertarikannya, pada cerita kita ? Amatilah. . .Jika kita masih terus menggunakan lisan untuk menjelaskan. Maka, kita pasti menemukan, semakin banyak anak, yang tidak mendengarkan. Dan kekuatan magnetis kita, semakin berkurang, dan tak berdaya. Jadi, nyok, kite ngegunain semue anggote tubuh kite, dengan sebaik-baiknye. Kagak ade lagi, nyang boleh bikin kite, jadi malu-malu bergerak, juge bersuare. Pokoknye, nyok kite nonton ondel-ondel.’ Ha ha ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tidak bisa menjadi magnet ? Tetaplah berusaha. Karena, Allah tidak melihat hasil. Namun Allah senantiasa melihat apa saja yang kita kerjakan, untuk mencapai hasil tersebut. Bukankah kita berniat jadi magnet, agar bisa membawa murid-murid kita, pada cahaya cinta, dari islam. Dan contoh terbaik bagi seorang muslim, untuk menjadi magnet, adalah Rosululloh Muhammad. Beliaulah pemilik kekuatan magnetis, paling indah, sejagat raya. Bisa tidak, ya ?&lt;br /&gt;Jawabannya : ‘INSYA ALLAH KITA BISA’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Segenap kemampuan sudah semestinya, tercurah kedalam hari-hari itu. Karena, setiap hari, akan kita temui, ‘gelas-gelas kristal’ yang mungil. Yang sudah selayaknya diisi, dengan banyak kebaikan. Agar kelak, ‘gelas-gelas kristal’ itu, dapat mencurahkan isinya, bagi mereka yang dahaga, akan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEO CONTEST... WIN AS A TEAM...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://budihadmajaya.com/kartu-pulsakucom-solusi-bisnis-online-anda"&gt;&lt;strong&gt;Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-546098844701876797?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/546098844701876797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/menjadi-magnet.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/546098844701876797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/546098844701876797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/menjadi-magnet.html' title='Menjadi Magnet'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-2234575995094854395</id><published>2010-01-04T06:27:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T06:37:33.767-08:00</updated><title type='text'>Membawa Dunia</title><content type='html'>Rasanya, belum lama saya menjadi seorang pendidik. Mungkin empat tahun, adalah waktu yang cukup panjang, bagi sebagian orang. Tapi tidak bagi saya. Sepertinya, baru kemarin saya mengajar. Saya masih ingat, pertama kali berada disekolah ini, saya hanya seorang baby sitter. ‘Believe it or not ?’ (please, believe it). Percaya atau tidak, itulah diri saya yang dulu. Itulah awalnya, saya mengenal sosok mungil yang sampai saat ini, senantiasa mengisi hari-hari saya. Saya menungguinya, meninabobokannya, mengajaknya berbicara, mengganti popoknya, membelainya, dan melakukan hal-hal lain yang biasa dilakukan oleh baby sitter. Dan salah satu keahlian saya, adalah menghentikan tangisannya. Yang membuat saya bersyukur, sekaligus heran, sejak saat itu, saya sepertinya, bisa menghentikan tangis bayi atau anak manapun yang saya temui. Sejak menjadi baby sitter, saya paling tidak tahan mendengar tangisan. Kalau ada anak, atau bayi didekat saya yang menangis, saya pasti berhasil menenangkannya. Bahkan sampai membuatnya tertidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa saya melakukannya, benar-benar karena saya tidak rela, sosok-sosok mungil itu, kehilangan haknya untuk ceria. Dan empat tahun itu pun berlalu. Entah sudah berapa banyak tangis, yang berhasil saya hentikan. Yang pasti, semakin hari, dunia ini semakin luas saja. Saya tau, saya tidak lagi menghadapi bayi, seperti dulu. Setiap tahunnya, saya menghadapi dua puluh sampai tiga puluh anak, setiap harinya. Belum lagi, menghadapi problematika anak, yang semakin kompleks saja. Saya merasakan, anak tidak lagi hidup dengan kepolosan, karena dia tidak menemukan kepolosan disekitarnya. Anak tidak lagi jujur, karena dia senantiasa dibohongi. Anak tidak percaya diri, karena seringnya, dia dicela. Anak tidak lagi ceria, karena terlalu banyak orang yang membatasi. Begitulah. Saya sepertinya agak sulit, menemukan anak-anak yang seutuhnya. Mereka berubah. Karena manipulasi orang-orang dewasa. Mereka dibebani dengan tuntutan-tuntutan. Seperti layaknya boss terhadap bawahannya. Sekolah, tidak lagi menjadi tempat belajar. Melainkan telah menjadi sebuah perusahaan, tempat bekerja.&lt;br /&gt;Semakin hari, semakin saya tidak rela. Sosok-sosok mungil itu, menjadi robot-robot, yang tak berperasaan. Mereka semakin sering menyakiti, satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memusuhi, monopoli, bahkan mereka bisa melakukan konspirasi. Perih dihati, tak urung, timbul setiap hari. Menyaksikan dunia ini telah ternoda. Bahkan, juga oleh virus cinta. Apa yang bisa saya perbuat ? Saya masuk kedunia ini, dengan sedikit ilmu. Tidak pantas rasanya, membawa dunia ini, dengan tangan kecil saya. Karena saya takut, akan menjatuhkannya, dan membuatnya cidera. Namun, betapa inginnya saya membawa dunia ini kembali ke asalnya. Saya mungkin, bukan orang yang dapat menghadirkan kepolosan, didalam dunia ini. Namun setidaknya, saya selalu berusaha untuk memahami kepolosannya. Saya memang bukan orang yang terlalu jujur. Namun setidaknya, didalam dunia ini, saya berusaha untuk selalu jujur. Saya benar-benar ingin, membawa dunia ini. Mengembalikan kepolosan, kejujuran, percaya diri, dan keceriaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada hal lain, yang bisa mengembalikan keceriaan, kembali hadir didunia ini, kecuali dengan bermain. Permainan selalu membawa senyum simpul, bahkan tawa membahana keluar dari mulut-mulut mungil. Tidak seharusnya kita menjauhkan sikecil, dari bermain. Rasanya, itu sama saja, seperti memasukkannya kedalam penjara. Dia pasti hanya akan diam, dan bergerak, jika ada perintah. Dia tidak akan menikmati setiap diam dan geraknya. Pernahkah memainkan permainan jadi patung ? Saya selalu mendapati, sosok-sosok mungil itu, menikmati diamnya. Dari pada, kita meneriakkan kata ‘diam’ dengan nada sekian oktav. Menghabiskan energi, dan sangat sia-sia. Dengan bermain juga, kita bisa selalu mendapati kepolosan, yang muncul. Dari setiap kata, dan sikap anak-anak. Apa lagi dalam hal menunggu giliran bermain. Rasanya, hanya kadang-kadang saja, mereka bisa ingat, kapan giliran mereka bermain. Itu karena, dunia ini memang dunia bermain. Dengan bermainlah, mereka bisa mengerti. Dengan bermain, mereka menjadi lebih tau. Dengan bermain, mereka menjadi lebih banyak belajar. Namun, dengan bermain pula, mereka tidak perlu merasa dinilai setiap harinya. Karena, biasanya, penilaian mengaburkan makna dari pelajaran. Lalu dengan apa lagi kita bisa bawa dunia ini. Agar menjadi lebih baik ? Rasanya, bermainlah, satu-satunya cara. Benar, dunia ini, sudah seharusnya kita bawa BERMAIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Seringkali kita tak sadar, menghentikan anak dari permainan, sama halnya dengan kita menghentikannya belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEO CONTEST... WIN AS A TEAM...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://budihadmajaya.com/kartu-pulsakucom-solusi-bisnis-online-anda"&gt;&lt;strong&gt;Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-2234575995094854395?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/2234575995094854395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/komandan-q.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2234575995094854395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2234575995094854395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/komandan-q.html' title='Membawa Dunia'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-7708147313243125050</id><published>2010-01-03T19:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T19:23:08.625-08:00</updated><title type='text'>Menghabiskan Waktu</title><content type='html'>Hidup memang sebuah perjalanan. Semua terus tumbuh dan berkembang dan berubah seiring waktu. Apakah ini sebuah pewajaran terhadap pernyataan “Biar waktu yang menjawab segalanya”. Atau, memang waktulah yang bertanggung jawab sepenuhnya atas hidup kita. Sehingga menjadi sesuatu yang wajar adanya, kalau kita membiarkan waktu lewat begitu saja. Bahkan yang lebih sadis, sebagian orang memprogramkan kegiatan-kegiatan untuk membunuh waktu (waw).&lt;br /&gt; Apakah masih perlu lagi kita memikirkan apa yang akan terjadi pada diri kita nanti ? Apa yang bisa kita lakukan besok ? Apakah kita akan tetap jadi manusia yang biasa-biasa saja ? Akankah ada hal-hal besar yang dapat kita capai ? Dan sementara kita masih jadi manusia biasa, Masehi menentukan waktu telah berjalan 2006 tahun lamanya. Hijriyyah 1426 tahun lamanya. Bahkan fosil-fosil Dinosaurus yang ditemukan, seperti berbicara tentang kehidupan bumi yang sudah berdenyut selama jutaan tahun.&lt;br /&gt;Sembilan bulan dalam kandungan adalah masa paling menakjubkan. 0-5 tahun adalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;usia emas. SMA adalah masa paling indah. (katanya)&lt;br /&gt; Waktu…waktu…waktu…Semakin kita telusuri, hidup kita benar-benar tidak lepas dari lingkaran waktu. Begitu pentingnya waktu, sampai kita tidak sadari bahwa sebagian besar hidup kita telah melewati masanya. Tulang tak lagi kuat, organ tubuh melambat, kulit mengerut. Hmm. . .Sadar atau tidak, detik telah lewat, menit telah lewat, jam, hari, bulan, dan tahun telah lewat. Namun bisakah kita mengira yang terjadi sedetik lagi, semenit lagi, sejam lagi, sehari lagi, sebulan, atau setahun lagi (sungguh kita tak akan bisa).&lt;br /&gt; Tak akan kita temukan sesuatupun didunia ini yang kekal. Semua telah di batasi, telah ada perhitungannya, dan tak dapat ditawar lagi. Akan tiba masanya maut menjemput, Izro’il mencabut nikmat ruh yang telah tersia, akal yang percuma, badan yang malas. Apa mau di kata ? Sedang Fir’aun yang mengaku Tuhan pun . . . MATI. Chairil Anwar yang ingin hidup seribu tahun lagi pun . . . MATI. Muhammad . . .sang manusia terbaik pun . . . MATI.&lt;br /&gt; Lalu. . .siapa kita ? Apa yang kita punya untuk menyambut sang kematian ? Kita adalah pendidik. Dan waktu kita, kita habiskan untuk mendidik. Lalu bagaimana dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu untuk diriku ? Untuk melaksanakan amal-amalku ? Aku hampir kehabisan waktu hanya untuk mendidik. Waktu kita ‘habis’ untuk bercanda dengan makhluk-makhluk mungil. Tenaga kita ‘diperas’ untuk bermain dengan mereka. Fikiran kita ‘terkuras’ untuk membahagiakan mereka. Setiap hari adalah milik mereka. Kita ‘harus’ tersenyum dikala sedih. Kita ‘harus’ sehat dikala sakit. Kita ‘harus’ kuat di kala lemah.&lt;br /&gt; Lalu kapan kita akan beramal ? Bahkan diwaktu bersantai kita pun, kita akan ingat Tiara…Aldo…Rifka…Farhan…Amalia…Vania…dan berpuluh-puluh nama itu akan terus bergayut difikiran kita. Bagaimana supaya Mayendi bisa berubah ? Bagaimana agar Ega bisa lebih tenang ? Bagaimana biar Vania lebih PD ? Mungkin akan jadi beratus-ratus ‘bagaimana’, jika kita teruskan.&lt;br /&gt;Begitu terus setiap hari. Kita menghabiskan waktu berfikir, untuk mencari berpuluh-puluh  ide. Kita menghabiskan waktu untuk membaca berpuluh-puluh buku. Kita menghabiskan waktu untuk bertanya. Untuk siapa ? ? ? Lalu kapan kita beramal ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TELAH KAU HABISKAN WAKTU&lt;br /&gt;MENGISINYA DENGAN SEBEGITU. . .&lt;br /&gt;BUKANKAH SENYUM ADALAH SODAQOH ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKANKAH BERFIKIR ADALAH TANDA MANUSIA MENGGUNAKAN AKALNYA ?&lt;br /&gt;BUKANKAH MEMBACA BUKU ITU AKAN MENAMBAH ILMU ?&lt;br /&gt;BUKANKAH ILMU BERGUNA JIKA KAU MENGAJARKANNYA ?&lt;br /&gt;BUKANKAH KITA MEMANG DIANJURKAN MENGINGAT SAUDARA KITA DAN MENDO’AKANNYA ?&lt;br /&gt;BUKANKAH WANITA-WANITA ANSHOR SERING BERTANYA ? &lt;br /&gt;BUKANKAH RASUL PUN BERCANDA DENGAN ANAK-ANAK ?&lt;br /&gt;BUKANKAH SEORANG MU’MIN BERMANFAAT BAGI YANG LAIN ?&lt;br /&gt;BUKANKAH INI BISA KAU JADIKAN AMALAN UTAMAMU ?&lt;br /&gt;BUKANKAH SURGA TELAH MENANTI ORANG-ORANG YANG MEMBAHAGIAKAN ANAK-ANAK ?&lt;br /&gt;SUNGGUH . . .TELAH KAU HABISKAN WAKTU&lt;br /&gt;MENGISINYA DENGAN SEBEGITU&lt;br /&gt; Telah terlihat jelas. Kita menghabiskan waktu semoga tidak sia-sia. Ladang amal yang begitu subur telah diserahkan pada kita. Tanamilah dengan kebaikan, pupuklah dengan kesabaran, sirami dengan do’a. Ikhlas, amanah, dan cinta adalah modal utama. Niscaya tumbuh tunas-tunas baru, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang meninggi pucuknya, menghijau daunnya, mengokoh akarnya, mengharum bunganya, dan memanis buahnya. BUKANKAH HANYA KAU TANAM SEBUAH BIJINYA ? Dan, jika kau sungguh-sungguh, BUKANKAH POHON ITU TUMBUH DAN MEMILIKI SEKIAN BANYAK PUCUK, SEKIAN BANYAK DAUN, SEKIAN BANYAK AKAR, SEKIAN BANYAK BUNGA, DAN SEKIAN BANYAK BUAH ? Sungguh . . .kita telah menghabiskan waktu untuk memikul amanah ini. Tentu karena kecintaan pada Allah. Karena dengan pohon amal inilah kita menghabiskan waktu. &lt;br /&gt; Apakah kita masih bertanya ? Bagaimana dengan waktu untuk amal-amalku ?Tentu saja. Meski Masehi akan berlalu, meski Hijriyyah akan berlalu, meski Dinosaurus sudah punah. Selama darah masih mengalir, selama jantung masih berdetak, kita tak akan pernah kehabisan waktu. MARI ! Beramal beramal dan beramal. MARI ! Bermanfaat bermanfaat dan bermanfaat. MARI ! Mendidik mendidik dan mendidik. MARI ‘MENGHABISKAN’ WAKTU !!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Teruntuk rekan-rekan Guru&lt;br /&gt;“Bekerja dengan cinta itu laksana menenun kain yang benangnya ditarik dari jantungmu. Seolah-olah kain itu akan kau berikan pada kekasihmu” (Khalil Gibran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEO CONTEST... WIN AS A TEAM...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://budihadmajaya.com/kartu-pulsakucom-solusi-bisnis-online-anda"&gt;&lt;strong&gt;Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-7708147313243125050?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/7708147313243125050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/menghabiskan-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7708147313243125050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7708147313243125050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/menghabiskan-waktu.html' title='Menghabiskan Waktu'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-9149918057617046831</id><published>2010-01-03T05:37:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T08:30:52.973-08:00</updated><title type='text'>Suatu Saat</title><content type='html'>Setiap hari menembus udara pagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diiringi matahari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan masih sunyi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu dua kendaraan lalu lalang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku memacu Jupi... Si kuda roda dua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sosok-sosok itu tertangkap oleh pandanganku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang senantiasa memacu kaki-kaki mereka lebih cepat dari siapapun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekejap... aku terpenjara sementara pada kekuatan mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah dan sekolah... Tak dekat... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun... kaki-kaki itu langkah pasti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah dan tempat bekerja... Jauh jaraknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun... kekuatan itu... Mencuri kekagumanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari usia-usia tua... hingga yang muda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku... Hanya berpikir... begitu saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah sesekali terlintas... untuk membonceng salah satu dari mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menawarkan kenyamanan di atas motor sederhana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya terlintas... begitu saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi... aku kembali melihat mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap pagi pula... rasa ini tak tega...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi... dan sekali lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Hanya merasa... begitu saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kapan...??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putaran roda Jupi... tak pernah kuhentikan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah ini... hanya kelu... Tak menawarkan apapun pada mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ya...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bukan karena hati yang buta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertamaku nanti nanti dan nanti ???... saat aku menemukan mereka masih berjalan kaki...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaah... Yaa Qahhar... Paksakan diri ini henti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paksakan hati... henti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paksakan lisan... menawar diri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat nanti... aku akan henti... Semoga... Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEO CONTEST... WIN AS A TEAM...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://budihadmajaya.com/kartu-pulsakucom-solusi-bisnis-online-anda"&gt;&lt;strong&gt;Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-9149918057617046831?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/9149918057617046831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/suatu-saat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/9149918057617046831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/9149918057617046831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/suatu-saat.html' title='Suatu Saat'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-2849172231994461344</id><published>2010-01-02T07:29:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T07:36:36.815-08:00</updated><title type='text'>Uri</title><content type='html'>Seekor kupu-kupu biru… sedang terbang mengelilingi sebuah taman. Dia menebarkan pandangan ke seluruh penjuru taman… Menyusuri taman sambil sesekali berhenti untuk hinggap di daun. Sambil menatap tumbuhan-tumbuhan di taman itu… ia terlihat bingung. Kali ini… ia sedang menatap sekelilingnya. Saat itu ia sedang hinggap pada daun pohon mawar. Terlihat… Sedikit di atasnya… setangkai mawar merah yang merekah sempurna. Dan di bawahnya… ada dua kuncup mawar. Ketika hendak terbang kembali… Tiba-tiba… muncul seekor kupu-kupu hijau… dengan pola-pola oranye di sayapnya… Dia mendatangi kupu-kupu biru dengan wajah riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salam’alaykum.” Sapanya dengan penuh senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaykumsalam.” Balas kupu-kupu biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namaku Ijo… Namamu siapa?” Tanya Ijo dengan ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku Bilu…” Bilu pun menjawab dengan senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafkan aku teman. Tapi sedari tadi… aku melihatmu berkeliling taman. Apa yang sedang kau cari? “ Tanya Ijo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh iya… aku akan bertelur… aku mencari tempat yang aman untuk telur-telurku.” Jawab Bilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijo tersenyum “mari ku tunjukkan tempat aman untuk meletakkan telur-telurmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benarkah…??” si Bilu tampak gembira…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ikuti aku.” Ajak Ijo. Dan Bilu pun mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian… mereka sampai pada sebuah sudut taman, yang cukup tersembunyi. Ijo hinggap di pohon bunga sepatu yang rimbun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah… di sini tempatnya. Tempat ini, aman dari tangan manusia. Tidak pernah ada yang datang ke sini. Kecuali pengurus taman. Dan dia tidak pernah merusak.” Ijo berkata. Sambil mengepak-ngepakkan sayap hijaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilu memandangi tempat itu sejenak. “Yaa… tempat ini terlihat aman untuk telur-telurku. Terimakasih Ijo.” Bilu tampak puas. Ia akan bertelur di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya… Bilu mulai bertelur… Telurnya ada tiga butir. Bilu menjaganya dengan penuh perhatian. Namun, esoknya… sebutir telur itu menjadi kering. Sehingga tak dapat menetas. Si Bilu sangat sedih sekali. Bilu menjaga dua butir yang tersisa. Saat angin bertiup kencang. Bilu melindungi telur-telur itu dengan sayapnya yang mulai rapuh. Saat hujan pun demikian. Bilu ingin dua telurnya, menetas dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Bilu melindungi kedua telurnya, tidak sia-sia. Suatu hari… kedua telur itu terlihat mulai bergerak-gerak… semakin lama, gerakan telur-telur itu makin keras. Bilu sangat gembira. Ia meperhatikan telur-telur tersebut dengan seksama. Sebutir telur menggelinding ke tepi daun. Bilu berhasil menahannya agar tak terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bergerak-gerak dan menggelinding ke sana kemari… “Ibuuuuu… capek nih… kok cangkang telurku ga terbuka-terbuka siiiiih…?” Terdengar keluhan dari dalam telur pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cobalah terus sayang… Jangan menyerah.” Kata Bilu dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Capek ibu… lapaaaar… tenagaku habis. Dari tadi berguling-guling di dalam sini. Bantu aku membuka cangkang ini.” Keluhan itu masih terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sedikit lagi anakku… ayo…” Bilu memberi semangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huu uh… sudah… aku tak usah keluar saja.” Telur itu berhenti bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilu tak tega. Akhirnya… ia membantu larva kecil di telur pertama untuk keluar. Ia membantu merobek cangkang itu. Dan keluarlah penghuni telur, yang sejak tadi mengeluh. “Huaaaah… makasih ibu. Akhirnya aku keluar juga.” Larva kecil itu, menggeliat sambil cemberut. “Ibu lama sekali baru membantu.” Katanya. Sambil berjalan berkeliling di atas daun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilu hanya tersenyum… “Alhamdulillaah… Ku beri kau nama, Ura.” Tapi ia berpaling pada sebutir telur yang lain. Yang masih terus bergerak-gerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telur itu menggelinding ke kanan dan ke kiri. Namun tak ada suara keluhan dari dalamnya. Bilu menjadi khawatir. “Apa kau baik-baik saja sayang.” Tanyanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya ibu… tenang saja. Aku sedang berusaha.” Sahut suara dari dalam telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tidak perlu bantuan?” Tanya Bilu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak bu… sedikiiiiit lagi.” Suara di dalam telur kembali menyahut dengan tenang. Baru saja suara itu terdengar. Tiba-tiba, cangkang telur robek. Dan keluarlah larva kedua. Ia tersenyum. “Alhamdulillaah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilu memandangnya dengan bahagia… “Alhamdulillaah. Ibu bangga padamu anakku. Ku beri kau nama, Uri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilu memberi makan kedua larva itu. Makanan mereka adalah cangkang telur tempat mereka keluar tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar berganti. Malam terlalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Bilu memanggil kedua anaknya. “Ura… Uri… ke sini nak. Ibu mau bicara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua larva yang telah tumbuh dengan sehat itu menghampiri ibu mereka. “Iya ibu.” Sahut mereka bersamaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat keduanya sudah berada di dekatnya. Bilu mulai berbicara. “Anak-anakku sayang… sekarang sudah waktunya bagi kalian untuk berpuasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Puasa? Apa itu bu?” Tanya Uri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Puasa… berarti tidak makan sayang.” Jawab Bilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak makan…?” Ura memandang wajah ibunya. “Kok nggak makan sih bu. Kita bisa mati nanti. Ura nggak mau puasa ah…” Ura merengut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi Allaah memberi petunjuk kepada semua calon kupu-kupu, untuk melakukannya anakku. Dan semua taat kepada Allaah. Setelah berpuasa, Allaah baru akan memberi kita sebuah sayap yang indah. Ura mau punya sayap indah kan?” Bilu menjelaskannya dengan penuh kasih sayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau dong bu…” Ura menjawab dengan ragu. “Puasanya lama nggak bu?” Tanya Ura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebentar aja sayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uri mau bu… Uri mau puasa… Semoga dapat sayap indah dari Allaah ya.” Uri sangat bersemangat. Dia sangat ingin sayap seperti ibunya. Ia ingat cerita ibu, tentang kasih sayang Allaah untuk mereka yang selalu taat kepada perintahNYA. “Uri mau disayang Allaah bu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ura juga mau bu. Ura mau punya sayap yang besar, warnanya merah, ada bintik-bintik biru. Wuiiih… pasti bagus ya.” Ura ikut bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Subhaanallaah… Kalau begitu, segeralah menyelimuti tubuh kalian dengan jaring-jaring dari mulut kalian. Buatlah selimut yang sangat tebal, agar kalian tidak kedinginan.” Bilu mengarahkan Ura dan Uri. Dan kedua larva itu, sedikit demi sedikit mulai tak nampak. Yang terlihat, hanyalah dua kepompong yang bergantung pada sebuah ranting pohon bunga sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru beberapa hari berpuasa dalam kepompong… “Ibuuu… Ura lapar.” Rengekan Ura mulai terdengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilu menghiburnya. “Sabar sayang. Ingat… Ura mau sayap indah kan?” Bilu terbang mengitari kepompong Ura sambil bersenandung… Setelah rengekan Ura menghilang. Bilu berpindah ke kepompong Uri. Ia melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kepompongnya… Uri memang merasa lapar. Tapi ia hanya mengucap sebuah do’a dalam hati… “Yaa Allaah… Beri Uri kesabaran ya. Amiin.” Dan tak henti pula ia bertasbih. “Subhaanallah… Subhaanallaah… Subhaanallaah.” Uri bertasbih, hingga tertidur kembali. Dan tak merasakan laparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puasa yang cukup panjang itu. Tibalah waktunya. Ura dan Uri, hari itu akan keluar dari kepompong. Bilu mengajak Ijo untuk menyambut kedua anaknya. Yang hari itu akan keluar dari kepompong dan berubah menjadi kupu-kupu. Mereka berdua terbang dengan riang mengitari pohon bunga sepatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kepompong itu mulai bergerak-gerak. Terdengar suara kepompong yang mulai robek. Kedua kepompong itu robek bersamaan. Sementara kepompong Uri masih terus bergerak-gerak. Terdengar suara dari kepompong Ura. “Ibuuuu… Bantu Uraaaa.” Kembali Ura merengek. Bilu pun membantunya sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari kepompong Uri, tak ada sedikitpun keluhan. Kantung selimutnya hanya terus berayun pada ranting. Sedikit-demi sedikit kantung itu mulai terbuka lebar. Tampaklah sayap Uri yang masih tertangkup. Warnanya agak kabur. Uri terus saja berusaha mengeluarkan tubuhnya dari dalam kepompong itu. Ia bergerak… bergerak… dan terus bergerak tanpa henti. Lama-kelamaan… warna sayap yang kabur itu, mulai tampak terang. Warnanya… Merah cerah… dengan beberapa pola matahari berwarna kuning terang pada kedua sayap itu. Nampak sangat indah. “Alhamdulillaah.” Ia terbang agak tinggi. Ia bahagia melihat sayapnya. Dan tak henti mengucap hamdalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ura keluar sambil terus mengeluh. “Hiih… susah bener keluarnya. Terlalu kecil kepompongku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilu masih membantu merobek kepompong Ura. “Ayo terus sayang. Kau sudah mulai keluar.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bantuan Bilu… Ura sedikit bergerak. Ia tak banyak mengeluarkan tenaga. Sayap Ura mulai terlihat… Warnanya… Oranye... dengan bintik-bintik hijau. Indah juga. Namun… saat ia mencoba terbang. “Ibuuu… kenapa sayapku berkerut?” Ura mulai menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijo, yang sedari tadi hanya memperhatikan angkat bicara. “Ura… kerut pada sayapmu itu terjadi, karena kau tak banyak bergerak saat keluar dari kepompongmu. Seharusnya gerakan-gerakanmu itu membantu meluruskan sayap-sayapmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi… sayapku akan tetap begini?” Tanya Ura sedih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilu dan Ijo mengangguk. “Tapi sayapmu indah kok sayang. Allaah tak melihat sayap yang indah. Tapi, Allaah ingin kau berguna untuk para bunga dalam hidupmu.” Bilu memotivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa bu. Ini karena Ura tidak sabar selama puasa. Ura minta maaf. Selama ini sudah merepotkan ibu, dengan banyak mengeluh.” Ura menyadari kesalahannya. Ia memandangi Uri yang sedang terbang dengan gembira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilu memanggil Uri mendekat. “Sini sayang.” Uri pun datang menghampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena kalian sekarang sudah menjadi kupu-kupu. Nama kalian akan ibu ganti… Kau Ura… ibu beri nama Orena… Dan Uri… sekarang namamu adalah Meriku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya senang dengan nama mereka. Dan sejak saat itu… Orena tak pernah mengeluh lagi. Ia ingat kata-kata Bilu, ibunya. “Allaah tak melihat sayap yang indah. Tapi, Allaah ingin kau berguna untuk para bunga dalam hidupmu.” Dan ia tak kan menyerah. Serta selalu bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEO CONTEST... WIN AS A TEAM...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://budihadmajaya.com/kartu-pulsakucom-solusi-bisnis-online-anda"&gt;&lt;strong&gt;Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-2849172231994461344?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/2849172231994461344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/uri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2849172231994461344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2849172231994461344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2010/01/uri.html' title='Uri'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-8039763609905811934</id><published>2009-12-31T21:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T22:00:20.770-08:00</updated><title type='text'>Kakak Kecil</title><content type='html'>Pernahkah… kita memperhatikan, perubahan anak pertama… atau seorang kakak mungil… yang baru mendapatkan adik kecil…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Lila… yang pernah berada dalam kelas asuhan saya. Saat kelas ‘A’ (kelas kecil)… Ananda Lila adalah si ceria yang sangat percaya diri. Bergaul dengan baik bersama  teman-temannya kala itu. Gambar-gambar ananda, adalah bentuk-bentuk jelas yang berbeda-beda setiap kali menggambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir tahun ajaran… si cantik yang tak suka teh ini, diberi Allaah seorang adik baru. Maka mulailah.. perubahan-perubahan terjadi pada diri Lila kecil… Ia menjadi sangat sensitif… Tak ceria seperti biasanya. Bahkan… kepercayaan dirinya menurun drastis. Menggali keterangan darinya, tak membuahkan hasil. Hingga suatu kali, sang ibu… mengeluhkan hal yang sama. Dengan sebuah pengakuan. “Mungkin, karena saya tidak memperhatikannya seperti dulu ya bu…?” Hmm… pertanyaan… yang saat itu, menurut saya tak memerlukan jawaban…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak anak, mengalami hal yang serupa dengan ananda Lila… Sedikit mengamati beberapa keluarga, yang memiliki anggota keluarga baru, setelah ada seorang kakak mungil sebelumnya… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan di antara mereka, memusatkan perhatian pada makhluk mungil nan lucu itu. Bahkan, yang dikatakan pada seorang kakak mungil adalah… segala hal tentang adik. “Ini adik masih kecil… harus disayang. Ga boleh dipukul ya. Ga boleh dimarahin.” Sedikit gerakan yang spontan di dekat si adik… akan mendapatkan respon yang tinggi.. “Aduuuuh… kakak… jangan lompat-lompat di samping adik… Nanti jatuh ke adik bayi gimana..? Kan adiknya sakit.” Beban yang berat bagi seorang kakak kecil. Perhatian… yang bertahun-tahun merupakan harta terbaiknya… kini di’rebut’ oleh orang lain. Maka… di samping perubahan-perubahan psikologisnya… ia juga menjadi kurang menyukai kehadiran si adik kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah memungkinkan… jika kita merubah kata-kata kita… untuk lebih berpusat kepada kakak mungil… Coba perhatikan kalimat ini… “Adik… ini kakak… kakak baik lho… kakak akan sayang sama adik… Ya kan kakak?” Juga kalimat yang satu ini… “Wah… kakak hebat ya adik… bisa lompat-lompat… pasti kaki kakak kuat ya… kakak boleh lompat-lompat kan adik… tapi, agak jauh ya lompatnya…” Hmm… terasa ga bedanya… Perhatian terbagi pada kedua pihak… Namun… kata-kata… membuat salah satunya… merasa lebih berharga… Sehingga… si kakak mungil… tak perlu cemburu pada si adik kecil… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang tak singkat… semoga tak membuat para dewasa bosan membacanya… dan tak mengurangi makna di balik cerita… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allaah menjadikan kita, para dewasa yang senantiasa membuat setiap USIA DINI menjadi berharga… Amiiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://budihadmajaya.com/kartu-pulsakucom-solusi-bisnis-online-anda"&gt;&lt;strong&gt;Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-8039763609905811934?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/8039763609905811934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/kakak-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8039763609905811934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8039763609905811934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/kakak-kecil.html' title='Kakak Kecil'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-2972938514214035274</id><published>2009-12-30T09:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T09:24:25.374-08:00</updated><title type='text'>Do'a Untuk Hatiku</title><content type='html'>Yaa Allaah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdo;a untuk hatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal bisa kujaga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun selalu ada sisi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak dapat ku awasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allaah... Yang Maha Memberi Petunjuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimbing hatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke mana pun  ia melangkah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan ia menjelajah resah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada tempat yang salah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan izinkan ia... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggenggam bara... hingga terluka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaah... kugenangkan setiap cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jiwaku... yang terus menunduk patuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rengkuh-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://budihadmajaya.com/kartu-pulsakucom-solusi-bisnis-online-anda"&gt;&lt;strong&gt;Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-2972938514214035274?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/2972938514214035274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/doa-untuk-hatiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2972938514214035274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2972938514214035274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/doa-untuk-hatiku.html' title='Do&apos;a Untuk Hatiku'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-1656366003694531702</id><published>2009-12-21T07:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T07:06:17.517-08:00</updated><title type='text'>Salam Untuk Ibumu...</title><content type='html'>Salam sahabat... apa kabar hidupmu... Semoga dalam bakti yang giat... dalam langkah yang mantap... serta tekad yang kian mantap... Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat memang tak kan hilang kala sepi... ia ada saat dibutuhkan... dia tak pernah menyebut janji... namun, ia selalu datang untuk memberi bukti... Keindahan bersahabat... adalah ketika kita lupa... dan ia ingat... lalu diberitahukannya... apa yang kita lupa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah puisi... untuk ibu, mama, mami, bunda, mbok, mamak, inang dan umi... atau dengan sebutan apapun... kau sebut ibumu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahimmu, adalah tempat bagi sejuta cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjagaku, dalam segala kepayahanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memeliharaku, dengan semua kelelahanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengasihiku, bersama segala penatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga dunia menyambutku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dapat ku lihat wajah sucimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta ku dengar indah lisanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang senandungkan lagu merdu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a dan harapan syahdu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia penuh dengan bahaya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat dusta merajalela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga kau tak lupa, Bunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal untukku, kelak dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenalkanku pada Rabb, Sang Maha Pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar ku ingat, bahwa aku adalah hamba-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarkan aku tentang Qur’an, sang ayat-ayat cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya hidupku, senantiasa mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mendidikku dengan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawa aku ke jalan cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jundi Allah yang setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembela islam yang utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimbing aku dengan do’a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kasih Allah, lewat Bunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan ku sholeh dan sholehah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Bunda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkan aku berdo’a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah, kumpulkan hamba. Bersama Ayah dan Bunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke dalam Surga”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ibu... Bidadari dunia yang senantiasa menggelar cintanya untuk ku tidur dalam rengkuhan kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ibu... Ratu abadi dalam kehidupanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ibu... Malaikat yang menyayang waktu bayiku... menemaniku menapaki masa kanak-kanakku...mengantarku ke gerbang kedewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pernah bertanya...&lt;br /&gt;Kapan kau bisa menemaniku...&lt;br /&gt;Kapan kau bisa manyayangiku&lt;br /&gt;Kapan kau bisa mengantarku...&lt;br /&gt;Melewati hidupku yang sendiri...&lt;br /&gt;Karena kau kini...&lt;br /&gt;sibuk dengan kehidupanmu...anakku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;Cintamu...sesyahdu Penciptaanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam takzim.. untuk ibumu sahabat... Salam penuh sayang dariku... sahabat jauhmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebuah do'a kebahagiaan untuk ibumu... jika ia telah pergi menghadap Tuhan-ku... Tuhan-mu... Tuhan-nya... Rabb kita... Amiiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://budihadmajaya.com/kartu-pulsakucom-solusi-bisnis-online-anda"&gt;&lt;strong&gt;Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-1656366003694531702?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/1656366003694531702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/salam-untuk-ibumu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1656366003694531702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1656366003694531702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/salam-untuk-ibumu.html' title='Salam Untuk Ibumu...'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-7807321872660081767</id><published>2009-12-17T06:41:00.000-08:00</published><updated>2009-12-17T06:43:33.999-08:00</updated><title type='text'>MENGENANG Hijrah... Yang Bukan Sekedar KENANGAN</title><content type='html'>Bismillaahirrahmaanirrahiim...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah... Pindah... Jika sebuah keluarga masih berprofesi sebagai 'kontraktor'... maka pindah... adalah hal yang akan sering dilakukan. Itu adalah hijrah yang tentu memiliki hikmahnya tersendiri bagi keluarga tersebut. Pengorbanannya adalah... lelah, waktu, tenaga, biaya... dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun... mari kita tengok... sebuah rangkaian sejarah indah... pada sebuah hijrah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~&gt; Abu Salamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah adalah perjalanan panjang. Yang tak satupun umat muslim saat itu, mengetahui. Apa yang akan terjadi dengan kehidupan mereka setelah hijrah. Mereka layaknya melangkahkan kaki pada sebuah tujuan yang mengambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan mengambangnya hari-hari setelah hijrah, tak membuat para muslim menyurut langkah yang akan terayun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat Abu Salamah. Beliau pergi berhijrah seorang diri. Meninggalkan istri yang diambil oleh keluarga istrinya, karena tidak menyetujui hijrahnya. Dan tanpa anak, yang diambil oleh keluarga dari pihaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah rasa hati… dipisahkan dengan orang-orang yang kita cintai. Namun melakukan hal lain, yang masih tak pasti. Tentu sedih dan gundah itu hadir di kedalaman hati Abu Salamah. Apakah ia mengurungkan niatnya..?! Tidak. Ia menyusuri padang pasir bersama jiwanya yang terluka. Namun, hijrah telah menjadi pilihannya. Tiada istri digandengannya. Dan tiada anak dalam pelukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati apa ini… Ialah… hati yang ta’at. Subhaanallaah… (Inikah kau hatiku…?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~&gt; Shuhaib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shuhaib memiliki harta benda yang cukup banyak. Dia ingin menyambut seruan hijrah. Namun, kedengkian para kafir Quraisy, tak dapat membiarkannya bebas pergi begitu saja. Mereka berkata, “Dulu engkau datang kepada kami dalam keadaan hina dan melarat. Setelah hidup dengan kami, harta bendamu melimpah ruah dan engkau mendapatkan apa yang telah engkau dapatkan, kini engkau hendak pergi begitu saja memboyong hartamu. Demi Allaah, itu tidak akan terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada dalam pikiran kita. Disertai dengan ancaman-ancaman dari para kafir tersebut. Adakah menciut keinginan Shuhaib untuk hijrah…?! Sekali lagi… Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun… akankah harta, yang sedemikian lama, dikumpulkan dengan jerih payah. Tentu dengan perjuangan yang tak dapat dipungkiri, bagaimana lelah dan penat menghampiri dalam mengumpulkan harta itu. Jika harta itu… diletakkan di hatinya… maka Shuhaib akan tinggal karena ancaman yang membahayakan diri dan hartanya. Namun… harta itu… terletak di tangannya. Dan Allaah Melemahkan genggamnya. Sehingga Shuhaib berkata… “Bagaimana menurut pendapat kalian, jika harta bendaku kuserahkan pada kalian, apakah kalian akan membiarkan aku?” “Baiklah…”, kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta. Siapakah yang tak dengan penuh daya usaha, ingin memilikinya. Kita semua begitu. Inginnya kita berjaya dengan gelimangnya. Dengan punya segala. Sebuah cita-cita dunia yang akan singgah di dalam pikir siapa saja, yang berharap akan nikmat dunia. Tapi Shuhaib… meninggalkannya. Jiwa apa ini… Ialah jiwa merdeka. (Itukah kau jiwaku…?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keindahan peristiwa ini… Rasuulullaah berkata… “Shuhaib beruntung… Shuhaib beruntung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberuntungan semacam ini… Sungguh tak ternilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~&gt; Persembahan Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekumpulan jahat… berencana jahat… hati mereka hitam oleh karena kejahatan. Hidupnya kelam karena terlalu sering menjahati orang. Dari jiwa-jiwa mereka yang gulita. Hadir niat durjana. Menyakiti manusia mulia. Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad inilah… Kekasih bagi mereka yang beriman. Sahabat bagi semua yang taqwa. Yang di lisannya mengalir kebenaran dari Rabb-nya. Yang di wajahnya menggantung teduh bagi siapapun yang menatapnya. Yang di hatinya tumbuh kasih dengan rimbun. Duduk bersamanya adalah keinginan bagi siapa saja yang merindu hikmah sepanjang hidup. Hidup di zamannya… adalah harap bagi mereka yang terbelenggu cinta pada kesholihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan manusia mulia itu… akan dibunuh…?! (Apakah yang kau rasa saat ini wahai diriku…?) Rasuulullaah akan dibunuh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka malam itu… Sang Khotimul anbiya… akan berhijrah… meninggalkan Mekkah. Dan bersama permulaan gulita itu… kafir Quraisy yang sombong lagi dengki… mengatur rencana hitamnya… “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya itu, dan Allaah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS Al Anfal:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasuulullaah yang ummi… namun menyimpan kecerdasan sejati, yang disematkan oleh Allaah. Meminta Ali bin Abu Thalib, untuk menggantikannya tidur di pembaringan beliau. Dengan memakai sebuah mantel hijau yang biasa dipakai Rasulullaah untuk tidur. Hingga pagi datang, dalam penjagaan yang direncanakan dengan matang… para kafir Quraisy, baru menyadari kegagalan pengepungannya. “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di hadapan mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tak dapat melihat.” (QS Yasin:9) Rasuulullaah selamat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu… jiwa muda semacam apa, yang dimiliki seorang Ali. Mau melakukan hal yang diketahuinya membahayakan jiwa? Jawabannya adalah.. jiwa cinta. Pemuda Ali, mengetahui benar pengorbanan apa yang ia lakukan. Untuk siapa ia berbuat. Dan apa yang akan ia raih. Maka jiwanya, adalah secuil persembahan yang bisa ia beri. Demi sebuah janji besar. (Bagaimana denganmu, diriku…?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~&gt; Masih banyak yang lain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang akan semakin menyadarkan kita… telah sampai di manakah… jiwa-jiwa kita. Hijrah macam apakah yang telah kita lakukan. Pengorbanan seindah apakah yang telah kita perbuat. Adakah sekali waktu, kita akan melepas setiap nikmat yang ada pada kita, untuk sebuah hijrah…?!? (menengok diriku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah… jiwa cinta kita bersembunyi…?!? Kemanakah… jiwa merdeka kita menuju…?!? Dan kepada siapakah… Hati yang ta’at kita berikan…?!? (menanyai jiwaku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah surga telah dekat…?!? Semoga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah… Hijrah… Hijrah sahabat… Mari Berhijrah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sirah Nabawiyah (Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis kembali dengan bahasa rasaku… Tanya padaku… Dan meneliti hatiku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT TAHUN BARU 1431 HIJRIYAH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-7807321872660081767?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/7807321872660081767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/mengenang-hijrah-yang-bukan-sekedar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7807321872660081767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7807321872660081767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/mengenang-hijrah-yang-bukan-sekedar.html' title='MENGENANG Hijrah... Yang Bukan Sekedar KENANGAN'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-2459951435880167982</id><published>2009-12-15T05:07:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T05:14:22.430-08:00</updated><title type='text'>Sekolah Taman</title><content type='html'>Kaki-kaki lincah milik Hanifah, mengirngi langkah-langkah besar papa dan mama. Sejak dari rumah, Hanikfah di beritahu mama, bahwa hari ini mereka akan pergi melihat sekolah buat Hanifah. Mama juga bilang, kalau Hanifah mau sekolah. Hanifah akan punya teman yang banyak. Ia senang sekali mendengarnya. Makanya, sekarang gadis kecil berusia empat tahunan itu, dengan semangat menggandeng tangan mama dan papanya. Hanifah melompat-lompat sambil bergantungan pada kedua orang tuanya. Dan mata bulatnya, sibuk berkelana menikmati sekitarnya Di sepanjang jlan yang mereka lewati, tumbuh pohon-pohon besar, yang menaungi jalan aspal yang terlihat masih baru. Di sebelah kanan, di bawah pohon-pohon besra itu, tumbuh pula tanaman berbunga biru. Hanifah tersenyum. Warna kesukaanku. Hanifah juga melihat beberapa daun berwarna coklat yang turun sambil berputar-putar dari ranting pohon. Iiih, daunnya terbang, kayak helikopter. Mata Hanifah berbinar-binar. Tapi, sudah tiga menit mereka berjalan dari tempat parkir. Kok belum sampai juga. Pikir Hanifah. Sedari tadi ia berusaha menghitung langkah-langkah besar papa. Kayaknya sudah sampai satu juta langkah papa. Ini mau kemana sih ? Aku kan sudah tidak sabar. Hati Hanifah mulai bosan. Dan langkahnya mulai lelah. &lt;br /&gt;Tiba-tiba Hanifah melepas genggaman tangan papa dan mama. Dia berhenti sejenak memegangi lututnya. &lt;br /&gt;”Kenapa sayang ?” Tanya papanya.&lt;br /&gt;”Pa, kok jauh banget ? Hanifah capek.” Hanifah meringis, sambil memandang wajah tegas dan teduh, di puncak tubuh yang menjulang tinggi milik papa.&lt;br /&gt;”He he. Papa kira Hanifah nggak capek. Dari tadi papa perhatikan, Hanifah jalannya smabil lompat-lompat. Masih sanggup nggak?” Papa berjongkok di depannya. Diikuti oleh mamanya. Wajah bersih itu tersenyum.&lt;br /&gt;”Masih sanggup. Tapi, papa mau nggak gendong Hanifah? Kayaknya enak digendong.” Kata Hanifah sambil nyengir.&lt;br /&gt;”Udah pa, gendong aja. Masih lumayan jauh juga kan, jalannya.” Kata mama sambil memperbaiki jilbab merah mudanya.&lt;br /&gt;”Iya deh.” Papa Hanifah membalikkan badan membelakangi Hanifah. Dan Hanifah segera melingkarkan tangannya di leher laki-laki dewasa idolanya itu. Mama mengikuti di belakang mereka. &lt;br /&gt;”Wiiih. Hanifah jadi tinggi.” &lt;br /&gt;Dua menit kemudian, mereka sampai di depan sebuah gerbang. Gerbang itu tidak terlalu tinggi. Di buat dari papan-papan besar berwarna coklat. Di dua sisi gerbang tumbuh dua pohon mangga yang menyejukkan suasana gerbang. Di salah satu daun pintu gerbang tergantung sebuah anyaman rotan yang dibentuk seperti matahari. &lt;br /&gt;Hanifah menarik tangan mamanya, pelan ”Ma, itu tulisannya apa?” Tanya Hanifah. Ia penasaran melihat anyaman rotan itu, sebagian dicat hijau dan sebagian yang lain dicat biru. Dan di tengahnya ada huruf-huruf berwarna senada.&lt;br /&gt;”Hijau-Biru.” Jawab mama.&lt;br /&gt;”Kenapa tulisannya Hijau Biru, ma?” Tanya Hanifah, bingung.&lt;br /&gt;Mama berpikir sejenak. ”Bagaimana kalau kita masuk, dan Hanifah bisa bertanya pada mereka yang ada di dalam....” Belum selesai kata-kata mamanya, Hanifah sudah melangkah duluan memasuki gerbang kokoh itu. Mama papa saling berpandangan sambil tersenyum mengikuti langkah putri mereka. &lt;br /&gt;Sampai di dalam, Hanifah mempercepat langkah kakinya. ada sebuah bangunan seperti rumah di tengah kolam besar. Tapi bangunan itu dindingnya Cuma setinggi tubuhnya. Hanifah berdiri di ujung jembatan, yang menghubungkan jalan tempat ia berdiri dengan bangunan besar itu. Di dalam bangunan itu, terlihat beberapa anak sedang menggambar. Dan, masing-masing memiliki sebuah toples kaca di depannya. Sesekali mereka mengamati isi toples. Setelah itu kembali menarik garis-garis pada buku gambarnya. &lt;br /&gt;”Subhanallah ! Bunda, kepompong saya, mulai terbuka.” Tiba-tiba, seorang anak laki-laki berteriak. Serentak anak-anak lain berhamburan, menghampirinya. Dan terdengar desah kekaguman, yang belum dipahami oleh Hanifah.&lt;br /&gt;Ada apa sih ? Kepompong ? Benda apa itu ? Pikir Hanifah. Suatu saat nanti, aku mau melihat kepompong itu. Hanifah melanjutkan perjalanannya berkeliling. Ada beberapa bangunan lain, yang sama bsarnya dengan bangunan di tengah kolam. Tapi, ada satu yang paling besar. Bangunan-bangunan tersebut di bangun mengelilingi lapangan-lapangan kecil. Sebagian besar ditutupi rumput yang hijau segar. Kecuali, lapangan tengah. Yang hanya ditutupi pasir. Dan di atasnya ada mainan panjat-panjatan, yang dibuat dari tali-tali putih. Di lapangan-lapangan hijau itu, berdiri saung-saung kecil. Masing-masing taman, dihubungkan dengan jalan-jalan. Aku main panjatan aja ah. Hanifah menghampiri mama dan papa.&lt;br /&gt;”Pa, Hanifah mau main ya ?” Kata Hanifah, sambil menunjuk ke lapangan pasir. &lt;br /&gt;”Boleh. Tapi, Hanifah hanya bolah bermain di sekitar ini saja. Tidak keluar gerbang ya ?” Kata papa.&lt;br /&gt;”Iya pa. Besok kita ke sini lagi ?” Hanifah balik bertanya.&lt;br /&gt;”Insya Allah. Silakan Hanifah bermain. Mama dan papa mau ke kantor dulu ya. Itu, di bangunan yang berwarna biru.” Kata mama. &lt;br /&gt;Hanifah menganggukkan kepala. Sesaat kemudian Hanifah sudah asik bermain. Pertama ia memanjat tangga tali, kemudian tiduran dan merangkak di jalinan tali yang seperti jaring laba-laba. Tidak lupa juga, Hanifah mencoba melewati terowongan panjang yang dibuat dari tiga buah drum plastik. Dan sebuah jembataj tali, yang selalu berayun setiap dilewati. Sudah puas bermain, Hanifah melihat ke bangunan biru yang ditunjuk mama tadi. Hmm, papa dan mama masih di dalam. Aku mau keliling lagi ah. Hanifah berlari, menuju ke sebuah tempat di dekat pagar pembatas. Di sana ada banyak kandang. Ia mendengar suara-suara yang berasal dari dalam bangunan – bengunan kecil dari bambu itu. Hanifah mendekati kandang-kandang tersebut. Wah, itu Kambing. Di sebelahnya ada kelinci, Marmut, Burung Kaka Tua, Seekor Kera dan beberapa jenis burung lain, yang di satukan dalam sebuah kandang. Mata Hanifah membesar. Di sini ada kebun binatangnya. Hanifah mengamati kandang-kandang itu satu persatu. Sambil mengajak bicara para penghuninya. Rata – rata dengan dialog yang sama. ”Hai, kamu lagi ngapain ?”&lt;br /&gt;Setelah itu, Hanifah menjelajah kebelakang salah satu bangunan. Lima belas anak, sedang berada di sebuah kebun yang berpetak-petak. Mereka masing-masing membawa keranjang, menutup kepala dengan caping dan menggunakan sepatu boot berwarna-warni. Di petak pertama ada tanaman-tanaman tomat yang pada ranting-rantingnya telah bergantungan, buah-buah tomat yang matang dan ranum. Di petak ke dua, cabe-cabe talah memerah di pohonnya. Dan petak terakhir, ditumbuhi tanaman terong ungu yang belum bisa dipanen. Anak-anak itu, terlihat senang sekali memetik tomat dan cabe di kebun. Hanifah ingin sekali ikut bergabung. Tapi, boleh tidak ya, aku ikut bergabung? Pikir Hanifah. Ah, besok kan, kata mama mau ke sini lagi. Mungkin besok mereka tidak ada di kebun. Besok, aku mau memetik tomat- tomat itu juga. Hanifah meninggalkan kebun. Gadis cilik berjilbab biru itu mau menuju ke bangunan biru. Sambil melihat kegiatan di beberapa saung di lapangan yang mulai di isi oleh anak-anak. Ada yang sedang membaca, di saung yang paling jauh dari tempat Hanifah berjalan, terdengar sayup-sayup suara seorang anak yang sedang bernyanyi. Saat Hanifah menengok ke kiri, di belakang bangunan yang lain, Hanifah melihat beberapa pohon buah yang ranum, juga anak-anak yang sedang membuat pasar kecil di bawahnya. Mereka berjualan buah. Pembelinya orang dewasa. &lt;br /&gt;”Assalamu’alaikum adik kecil.” Sebuah suara mengagetkan Hanifah.&lt;br /&gt;”Wa’alaikumsalam.” Hanifah mengamati si pemilik suara. Seorang anak perempuan yang lebih besar darinya. Memakai baju panjang, jilbab kuning, sepatu boot dan membawa sebuah papan kecil yang didekapnya. Juga sebuah pensil yang siap menuliskan sesuatu. ”Kakak lagi bawa apa ?” Tanya Hanifah penasaran.&lt;br /&gt;”Ini namanya papan scanner, kakak lagi mencatat warna-warna kesukaan semua orang hari ni. Warna kesukaan adik, apa? Eh, nama adik siapa sih?” &lt;br /&gt;”Namaku Hanifah. Hanifah suka warna biru.” Jawab Hanifah mantap. &lt;br /&gt;Anak perempuan itu mulai menulis. ”Hanifah, di kolom biru.” &lt;br /&gt;”Lihat dong, kak.” Hanifah menjulurkan kepalanya. Anak perempuan itu sedikit membungkukkan tubuhnya. Sehingga Hanifah bisa melihat apa yang ia tulis.&lt;br /&gt;”Nih, ini nama Hanifah. Terus, kakak beri tanda centang di kolom berwarna biru ini.” Katanya. Hanifah tersenyum senang karena namanya tertulis di papan itu. Walaupun ia sendiri belum bisa membaca. ”Terima kasih ya, dik.” Anak itu pun pergi dan menghampiri seorang anak laki-laki yang sedang membaca di bawah saung. ”Assalmu’alaikum. Warna kesukaan kamu apa?” Tanyanya dengan riang. Kemudian memncatat jawaban anak-laki-laki itu. Hanifah memandangi mereka. Suatu hari nanti, aku mau juga mencatat warna kesukaan orang. &lt;br /&gt;Hanifah membelokkan pandangannya ke bangunan biru. Terlihat mama papanya sedang berpamitan pada seorang wanita yang sama tinggi dangan mama. Mama memeluk wanita tersebut. Kemudian papa menangkupkan ke dua tangannya di depan dada ke arah wanita yang sekarang berdiri di ambang pintu. Wanita itu juga melakukan hal yang sama. Hanifah segera berlari menghampiri mereka. Wanita itu sudah menghilang ke dalam bangunan biru. Papa membungkukkan badan, menyambut kedatangan Hanifah. &lt;br /&gt;”Bagaimana Hanifah. Sudah main ke mana saja anak papa ini?” Papa memeluk Hanifah erat.&lt;br /&gt;”Sudah ke situ, ke sana, sama ke belakang.” Kata Hanifah, sambil menunjuk ke beberapa tempat yang ia kunjungi tadi. Dan mereka mulai meninggalkan tempat itu. Pulang.&lt;br /&gt;Sore harinya. Hafidz, kakak Hanifah yang baru pulang dari sekolah. Di sambut oleh celaotehan Hanifah, mengenai tempat yang mereka kunjungi tadi pagi. ”Kak Hafidz kak Hafidz. Tadi Hanifah di ajak mama sama papa ke tempat bagus lho. Ada panjatan dari tali, jaring laba-laba, kebun binatang, kebun tomat, sama apa lagi ya?” Hanifah mencoba mengingat sesuatu yang menarik. ”O iya, Hanifah tadi ditanya sama kakak-kakak. Dik, suka warna apa? Terus dicatat di papan kecil. Ada juga anak-anak yang punya ping-pong di dalam toples.” Cerita Hanifah dengan pe de-nya.&lt;br /&gt;Hafidz yang sejak tadi hanya mendengar dan mengangguk. Menatap Hanifah dengan heran. ”Ping pong ? Ping pong kok di taruh di toples. Untuk apa ?” &lt;br /&gt;”Untuk di gambar. Kan katanya ping pongnya udah mulai robek. Terus pada dilihat sama yang lain.” &lt;br /&gt;”Ooo. Itu mungkin kepompong Hanifah. Dari kepompong yang robek itu akan keluar kupu-kupu.” Jelas Hafidz.&lt;br /&gt;”Eh, iya. Kepompong. Kok, kak Hafidz bisa tau sih?” Tanya Hanifah.&lt;br /&gt;”Kakak pernah belajar tentang kepompong dan kupu-kupu.” Mama dan papa yang sedari tadi duduk di ruang tamu, hanya tersenyum mendengarkan dialog kakak beradik itu.&lt;br /&gt;”Belajar?” Hanifah jadi teringat sesuatu. ”Ma, tadi pagi katanya mau lihat sekolah. Kok kita Cuma pergi ke taman besar sih?” Tanya Hanifah.&lt;br /&gt;”Lho, sekolah Hanifah nanti. Ya di taman besar itu sayang.” Jawab mama.&lt;br /&gt;”Hah, itu sekolahnya. Yang ada kebun binatangnya?” Hanifah terkejut sekaligus heran. Soalnya, Hanifah pernah melihat sekolah yang ada di blok sebelah. Di sana Cuma ada gedung dan lapangan. Mamanya mengangguk. ”Yang ada pohon tomatnya?” Mamanya mengangguk lagi. ”Yang ada bangunan birunya?” Sekali lagi mama mengangguk. ”Hore hore... Hanifah mainan di sekolah taman tiap hari.” Hanifah berlari berkeliling sambil melompat riang. Mama, papa dan kak Hafidz tersenyum saling berpandangan. ”Sekolah taman?” Papa dan mama hanya mengedikkan bahu. Tapi, mereka juga senang. Berarti tidak perlu lagi membujuk Hanifah untuk bersekolah di Hijau-Biru. Alhamdulillah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-2459951435880167982?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/2459951435880167982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/sekolah-taman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2459951435880167982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/2459951435880167982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/sekolah-taman.html' title='Sekolah Taman'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-4780856482544944806</id><published>2009-12-13T22:13:00.001-08:00</published><updated>2009-12-13T22:13:46.086-08:00</updated><title type='text'>Borneo-Q</title><content type='html'>Akhirnya perjalanan rihlah kami ke kota tepian dimulai...&lt;br /&gt;Perjalanan 2-3 jam ke depan... adalah perjalanan yang selalu ku nantikan... Berkali-kali juga ke Samarinda. Tak pernah ku lewatkan ia dengan pejaman mata. Ia hijau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan... Hutan yang sebenarnya. Senang bisa dilahirkan di sini. Teringat masa kecilku... Aku menyaksikan bukit digunduli... Gunung menjadi rata... Takjub... saat itu... Hijau disekitarku, terkikis satu demi satu... Kalimantan... pulau kelahiranku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sepanjang perjalan itu... Bisa terlihat olehku... pagar-pagar hidup nan kokoh... Pohon-pohon besar... yang mewakili hutan. Pokok-pokok ’sengon’... ha ha... nama pohon yang paling kukenali karena bentuknya yang memayung indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap memandang ke tepi jalan... pada batang-batang yang rapat. Yang terbayang adalah hutan gelap. Yang dihuni tumbuhan bumi... padat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun... setelah beberapa kali perjalananku... baru kusadari hari ini... bahwa dibalik pagar hijau itu... tak ada hijau lagi. Hanya sepuluh hingga 30 meter yang sempat kutangkap dengan bola mataku. Di belakangnya adalah ladang-ladang... bahkan dibeberapa tempat hanya gundul semata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topeng... Ternyata... Pagar hidup itu hanya topeng...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat pada komentarku pada sebuah status teman: Bahwa aku dan rombongan tak bisa berhenti sholat di tengah jalan... tanggung... dan masih berada didalam gelap... pohooooooonnn semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman itu membalasnya... dan mengatakan... Jawa sama Kalimantan beda non... di Jawa mah hutan beton... jadi bisa berhenti di sebuah tempat... di tengah perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maluuu... ternyata hutanku tak sedahsyat itu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai penghuni pulau kelahiranku... Wahai pengurus Borneoku... Di manakah kalian? Akankah hijau itu menghilang dari penghujung pandang... Terhapus dari masa depan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Kalimantanku... Terus hidupkan kehijauanmu... Bumi terus kembang kempis denganmu... Tanda kehidupan, masih mengiringinya... Borneo tercinta... Kaulah paru-paru utama... Dunia meminta kau untuk tetap membagi udara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah pakai topeng itu... Namun letakkan kembali isinya... Agar Hijau Borneoku selalu ada bagi dunia... Mari jaga bersama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan apabila dikatakan kepada mereka. ”Janganlah berbuat kerusakan dimuka bumi !” Mereka menjawab, ”Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.”&lt;br /&gt;Ingatlah, Sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tapi mereka tidak menyadari” (Al-Baqarah: 11-12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa memberi sebuah harapan bagi bumi... Untuk hidup... dan menghijau kembali... Amin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-4780856482544944806?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/4780856482544944806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/borneo-q.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4780856482544944806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4780856482544944806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/borneo-q.html' title='Borneo-Q'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-1286539515585158819</id><published>2009-12-12T15:47:00.000-08:00</published><updated>2009-12-12T15:53:00.965-08:00</updated><title type='text'>Sapa Sang Malam</title><content type='html'>Apa kabar diri... Ketika aku datang... Tidakkah kau menemaniku...?? Saat temanku gelap menghampirimu... Apakah kau menyambutnya hangat... ?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar diri... Apakah sepi telah menjadi sahabatmu...?? Ketika Sang Pemilik Semesta... Semakin dekat dengan mayapada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar diri... Jika kau memang merindui... Tidakkah kau terbangun di 1/3 sunyi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posting ini untukku... untukmu dan untuk kita... Semoga kitalah... Sahabat sang malam...&lt;br /&gt;Di-copy dari status-status http://www.facebook.com/fiani.gee ... Ketika ia dibangkitkan dari kematian yang sejenak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Wahai pr pburu cinta... Siapkan panah do'amu malam ini... Msukkan pluru tahajud pd sjatamu... Intailah cinta y disbunyikanNYA di balik bintang2 dng ruku'mu... Bidiklah cinta y diltakkanNYA di antara awan dng takbiratul ihram-mu... Arahkan panah sujudmu pd cinta y ditaruhNYA di skitar bulan... Dan snapan tahiyatmu k smua cinta y ditbarkanNYA pd sluruh galaxi di smesta... Mari pburu, Dpatkan Cinta malam ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Keheningan membujukku tuk bangun... Ia menawarkan kesyahduan malam... Kesunyian merayuku tuk bangkit... Ia ingin memberiku ketenangan jiwa... Kediaman menggodaku tuk sadar... Ia mengimingi keteduhan hati... Dan diriku pun terpedaya oleh bujuk rayu mereka... Hingga tertunduk pada Pencipta mereka. Pencipta Hening.. Sunyi.. Dan Diam... Tidakkah kau ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Telah pudar 1/3 malam... Alhamdulillãh s4 terbangun... Hampir saja kehabisan waktu... Mencuri hati malam... Merajut mimpi pada sujud... Menderas aliran bening pada do'a... Jiwa2 kelana... Titip pintaku juga pada untai do'amu yaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Duhai para pelari... Arena malam telah digelar... Menunggu kaki2 kita menapakinya... Ia menunggu kita meninggalkan pejam... Ia menanti kita memutuskan lelap... Ia mengharap kita mengusir nyenyak... Aba2 malam menggetar sdh... Maka ayolah pelari... Keraskan juang malam ini... Ada finish yang harus dilewati... Mari... mengejar mimpi surgawi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@Duhai Laskar Pemimpi... Cukuplah rehat raga mu... Tinggalkan bantal angan itu... Lepaskan guling lelapmu... Dan bukalah selimut khayalmu... Udara menyapamu... Terbanglah bersamaku... Kita mengangkasa bersama asa... Duhai Laskar Pemimpi... Mari menari dalam tarian sejati... Tarian do'a dan pengabdian insani... Di ujung sunyi ini... DIA Menanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Allãh... MalamMU tsenyum padaku... Btapa stiap AnugrahMU mhadirkan Psona tiada tanding... KuasaMU Mberiku nikmat tak ada banding... Jangan biarkan pikirku kering dr AsmaMU... Jangan izinkan diri jauh dr mengingatMU... Jangan pkenankan hati tak bgetar MnyebutMU... Aku milikMU... Dan dng KeindahanMU... Genggam setiap sel diriku... Agar kagum... Dan MendekatMU... Ãmîn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Pada ujung sunyi... Pada tepi gelap... Mari Laskar malam... Bangkit dan berdiri... Menikmat ketenangan saat jiwa bermunajat... Dan keindahan hati saat ia bergetar hebat... Dalam Sholaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Kerja para pemburu cinta adalah... Do'a di sunyi malam... Dan Sujud di gelap syahdu... Ia bsnandung kasih dng hati... Dan mnyanyi rindu dng jiwa... Cinta itu usaha... Dan rindu itu bsegera...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Duhai para munsyid... Festival malam telah dibentangkan... Lampu2 bintang telah dinyalakan... Panggung 1/3 malam telah didirikan... Segera nyanyikan lagu KebesaranNYA pada takbirmu... Senandungkan nasyid KeagunganNYA pada ruku'mu... Dendangkan nada KemuliaanNYA dalam sujudmu... Biarkan irama KuasaNYA menyatukan raga, jiwa dan hati... Untuk menari... Sebuah tarian surgawi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Duhai Pelukis asa... Telah Dia hamparkan kanvas penghujung malam... Gariskan di atasnya... Sebuah rangkaian cita... Telah pula Dia siapkan kuas hidupmu... Goreskan Dengannya untaian do'a... Gariskan warna2 istimewa... Dengan ruku' menghamba... Serta sujud dan airmata... Duhai pelukis asa... Biarkan warna hati menghiasi... Dan berikan warna jiwa dng cinta... Lukisanmu adalah persembahanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Duhai lelap... Pergilah... Wahai nyenyak... Menjauhlah... Dan kau kantuk... Sudahlah... Kami ingin bangun... Mencuri Perhatian Sang Pemilik Dunia... Mdapat Rahmat dr Sang Pencipta manusia... Mjaring Cinta Sang Penguasa mayapada... Mgapai Ridho Sang Raja semesta... Duhai tidur... Hentilah... Sebelum kami kehabisan waktu... Untuk mnyampaikan rindu... Dalam sunyi... DIA menanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@Wahai sang pcerita... Adakah alur malam y akan kau kisahkan?! Ttg adegan-adegan antara ksunyian d takbiratul ikhram... Mngenai dialog2 antara dingin udara dan ruku' sang hamba... Atau hnya sbuah monolog dlm sujud sukarela... Kisahkanlah pd khidupan gelap... Agar phuni gulita mengerti... Btapa drama malam ini... Adlh drama bagi Dzat Ilahi... Agar para makhluk bs bersaksi... atas drama pengabdian ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@Gelap ini hampir usai... Diputus terang... Senandung dzikir mengiring malam kembali keperaduan... Dan insan beriman... Sebaiknya menguatkan mujahadahnya... Untuk mencuri Perhatian Sang Maha Cinta... Dengan sujud2 menghamba... Agar kembali ke dunia insani... tanpa merugi... Dan DIA selalu menanti... Kita kembali... Menyerah diri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@Wahai Indonesia... Bngkitlah... Malam mnyrumu tuk kbali mngukir asa... Akankah kau gores pd gelap... Sjarah indah ttg harapan... Ia mdayu pada kidung-kidung sunyi... Mnguap mnuju langit... Dan trungkap pintunya hnya dng sujud... Sdngkan Palestina... mlawan musuhnya... Dng snjata do'a d peluru tahajud... Maka muntahkan amunisi malam ini... Kita harus bisa... Harapan msh ada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@Duhai para pejuang... Drita bangun adlh pd draan kantuk... Ia mrayumu untk mundur dan lelap... Malas adlh onak duri... Y menghalangimu... Untuk mnyerah dan lemah... Musuh jiwa adlh syaithan yang nyata... Mgiringmu untuk kalah d tidur yang lena... D mereka hrus kcewa malam ini... Sperti kmrn d esok nanti... Bawa luka2 prangmu... D biarkan Sang Maha Pnyembuh Mngobatinya... Dng Basuhan CINTA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@Mengalirkan do'a pada arus hening... Menghanyutkan asa di ombak sunyi... Menderaskan harap pada gelombang sepi... Hentilah di samudra ini... Pada ujung diam di tepi malam... Untuk menyelami samudra penghambaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Menderaskan pinta... Seiring nyanyian sang hujan... Pecah sudah hening... Namun syahdu percik air menyentuh lantai bumi... Membuncah rasa... Mencurah asa... BerSama hujan teriring RahmatNYA... Allãh sedang menurunkan Cinta... Mari gembira...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Sang gelap mengheningkan cipta... Dan kaca bening pecah berderai... Kesyahduan sunyi memaksa insani memerah rasa... Tak ingin jatuh pada kecewa... Melewati masa sepi tanpa arti... Sedangkan telah ditaburkan sejuta cinta pada lekuk-lekuk malam... Dan engkaulah pejuang... Segera kumpulkan cinta... Sebanyak kau bisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Dan malampun gulita... Kau hentak kami dari selimut gelap... Kau tepuk kami dari lena lelap... Dalam sunyi... Ketika musuh2Mu mengintai kami... Satukan kami dalam asa malam... Smg ia menjadi peluru... Himpunkan kami pada sujud panjang... Dan jadikan ia sebuah sejata... Buka pintu langitMU Rabbana... Harap ini kan mengangkasa... Ãmïn... Duhai pejuang mari satukan... butiran do'a...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Wahai Pecandu sujud... Berlehalah pada udara pengabdian... Kemudian terlena pada detik-detik penghambaan... Ia memabukkanmu pada sebuah Cinta... Dan menerbangkanmu ke rengkuh kasih Sang Kekasih... Khawatirmu, dihilangkan... IA pula Menenangkan... Kau datang dengan tanya... Dan pergi tanpa hampa... Sebuah jawaban penyejuk... Dalam sebuah sujud... Dan tiada lagi ragu... Dan resah di hatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Wahai kelana dunia... Tempalah raga pada 1/3 sunyi... Dengan mencabut darinya sebuah lelap... Dan merampas selembar kantuknya... Lalu paksakan jasad itu mendemonstrasikan cinta... Menampilkan atraksi rasa... Pada sebuah psinggahan rindu... Namun jangan biar raga bsendiri... Dalam psembahannya... Sandingkan ia dng hati dan jiwa... Pada sebuah pelaminan hamba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=)@ Bersama tarian sang hujan... Siapakah Fulan... Yang dibangunkan, kemudian tahajud? Siapakah Fulana, yang merendah mengharap hikmah dlm sujud? Fulan dan Fulana... Malam ini ada cinta di hati mereka... Tjalin pd sbuah titik rasa... Cita bsar pd asa... Rindu syahdu dlm do'a... Fulan d Fulana... Sdang jatuh cinta... Pada Sang Mahasegala... Rabbanã... Aku juga ingin jatuh CINTA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai malam... tariklah kami... menuju Pesona Tertinggi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-1286539515585158819?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/1286539515585158819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/sapa-sang-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1286539515585158819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1286539515585158819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/sapa-sang-malam.html' title='Sapa Sang Malam'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-6200327930744212271</id><published>2009-12-12T03:25:00.001-08:00</published><updated>2009-12-12T03:37:37.181-08:00</updated><title type='text'>Jama'ah Angsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SyOAczXiJgI/AAAAAAAAABk/a22rKBCqjd4/s1600-h/angsa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 69px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SyOAczXiJgI/AAAAAAAAABk/a22rKBCqjd4/s320/angsa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414312409343075842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bunga hikmah ini, ku petik dari sebuah TAMAN... Semoga dapat kau ciumWANGInya... Semoga bisa kau lihat warna SEGARnya... Semoga berhasil kau rasakan KEINDAHANnya... Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angsa bertasbih dengan caranya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah Kitab Suciimu... Jelajahi dengan jarimu... Hingga kau temukan ayat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah engkau (Muhammad) tahu. Bahwa kepada Allaah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdo'a dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan" ( Qur'an Surah 24 : 41 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok Angsa terbang...Mereka harus pindah menghindari musim dingin yang akan segera datang... Semua Angsa, patuh... Karena... jika tidak, dia akan terperangkap di musim dingin. Dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka... berangkatlah Angsa-angsa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terbang dengan barisan rapi. Membentuk huruf V. Formasi ini, mempermudah mereka menembus angin. Mereka memiliki niat yang sama. Arah yang sama. Karena... Dengan bersama... akan lebih mudah dan cepat mencapai tempat tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah penerbangan, salah satu dari Angsa itu memisahkan diri. Mungkin berpikir... Mengapa harus melakukan penerbangan sejauh ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melelahkan... ia merasa bosan pula berada di dalam formasi itu. Namun, Angin menyulitkannya... Tak ada teman yang di dekatnya yang membantunya memecah udara... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya... ia kembali ke formasi... dan mendapat dukungan dalam penerbangan jama'i...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemimpin, yang sedari awal berada di depan, menjadi tameng udara bagi teman-temannya... Dalam waktu tertentu, akan memutar ke belakang... menjadi Angsa yang terpimpin. Dan Angsa lain menggantikan posisinya di depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang mengeluh... "Aku pemimpin, mengapa sekarang di belakang...??" Atau "Aku di belakang saja. Berat rasanya jadi pemimpin." Sepertinya, tak ada kalimat itu dalam kamus JAMA'AH ANGSA. Peran mereka bisa bergantian. Karena masing-masing Angsa memiliki keunikan. Subhaanallaah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama penerbangan berlangsung... Angsa-angsa di belakang, mengeluarkan suara riuh rendah. Seperti memberi motivasi... yel-yel Angsa... untuk menyemangati barisan terdepan. "Ayo... Ayo...!" &lt;br /&gt;Allaahu Akbar..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penerbangan jauh itu pun... Tak lepas dari halangan dan rintangan... Seekor Angsa, bisa saja sakit, terluka atau tertembak... Angsa itu pun akan keluar dari formasi. Turun beristirahat... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun..., Angsa itu tidak di biarkan sendiri dalam kesulitan, oleh Angsa yang lain. Karena kemudian, dua ekor Angsa bertugas mengawalnya, menjaga, dan melindunginya hingga sembuh. Dan mereka pun menyusul kembali saudara-saudara mereka... Selalu bersama... dalam suka dan dukanya... Subahaanallaah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Fakta, tentang JAMA'AH ANGSA...&lt;br /&gt;Yang kurangkai dalam cerita sederhana... &lt;br /&gt;Walaupun mungkin sudah ada yang pernah mendengarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah berkarya... wahai JAMA'AH ANGSA...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-6200327930744212271?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/6200327930744212271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/jamaah-angsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6200327930744212271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6200327930744212271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/jamaah-angsa.html' title='Jama&apos;ah Angsa'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SyOAczXiJgI/AAAAAAAAABk/a22rKBCqjd4/s72-c/angsa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-5123801368509593869</id><published>2009-12-10T22:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T22:09:21.726-08:00</updated><title type='text'>Jelajah Aksara</title><content type='html'>Sahabat..., baru saja diriku menelusuri catatan-catatanmu.... Meski tak semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak menemukan sumur-sumur yang bening... Yang isinya menghilangkan dahaga... Bila kau siramkan ke hatimu... Seketika bersih dari noda... Hilang sangka... Tak percaya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap malam, diriku mencoba. Menapak tilasi setiap kata pada catatanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ku mendapati... Bunga-bunga seri... Dengan mahkotanya... merayu setiap rasa untuk menciumnya dng sungguh... Menggoda seluruh jiwa untuk memetik tiap aksara... Mendalami warnanya dng cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kantukku... Terus kuraba setiap kata... Mencoba menggali makna... Sedalam aku bisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti malam2 sebelumnya... Diriku pun menyeberangi samudra2... Yang memaksaku berenang dng senang... Menyelam hingga dalam... Dan digulung oleh kalimat2 berombak... Pula beberapa riak... Diriku bernafas di dalamnya... Setia... Karena samudra2 itu... Menawan hatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelajahanku di malam-malam itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku dapati Gunung-gunung meninggi... Ketinggiannya Mencuri hati... Menarik kaki kecilku tuk mendaki... Memandangi lembah indah... Menatap tajam puncaknya yang gagah... Dihiasi aliran sungai... Gunung2 itu membelengguku... Puncaknya meneriakkan asa padaku... Hingga terus ku mendaki... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelajahan ini tak kan ku henti... Ia seruuu... Mengasikkan... T O P B G T... &lt;br /&gt;=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak peduli letih..., aku tetap ingin menemukan sumur2 itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak peduli lelah... Aku mau terus memetik bunga-bunga itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak akan bosan... Menenggelamkan diri pada samudra-samudra itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tak akan jeri... Mendaki Gunung-gunung tinggi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat... Catatanmu... Melengkapi petualangan malamku... Menerbangkan asa... Meninggikan rasa... Dan Melembutkan jiwa... Terimakasih sahabat... Teruslah membagi aksara...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-5123801368509593869?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/5123801368509593869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/jelajah-aksara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5123801368509593869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5123801368509593869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/jelajah-aksara.html' title='Jelajah Aksara'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-6426437068901922885</id><published>2009-12-02T05:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T05:29:37.603-08:00</updated><title type='text'>Babak sepenggal... Antara Brazil-Portugal...</title><content type='html'>Baru saja menyaksikan… sebagian babak dari sebuah olah raga. Seperti sepak bola. Tapi dengan pasir putihnya. Tak familiar dengan olah raga ini. Jadi kusimpulkan… namanya adalah Sepak Bola Pantai… Kalau salah… tulis aja di komen yaa…. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin sedikit menuliskan… apa yang kudapat dari sejenak babak itu. Ingin menghubungkannya dengan kehidupan. Ada banyak peran. Macam-macam lakon. Demi satu tujuan… Kemenangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tersorot oleh kamera… adalah… empat penggiring bola (mungkin posisi mereka sebutannya sama dengan yang di sepak bola ya) ada striker dan back… Yang lain kipper… juga penonton. Semuanya ingin merasakan nikmatnya kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kemenangan… back dan striker… berusaha menggiring bola mendekati gawang. Dengan segala usaha. Ditendang… memberikan sebuah usaha penting, untuk bisa sampai pada kata ‘gol’. Dioper… ketika mengalami kesulitan, atau dirasa perlu untuk melakukan kerjasama yang mampu menembus pertahanan lawan. Disundul… usaha lain, yang harus dilakukan. Jika pada masa-masa tertentu… tak memungkinkan untuk menggunakan kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kemenangan pula… pemain harus menyadari. Bahwa  untuk sebuah gol saja. Tak akan semudah yang diduga. Ada ancaman… yang dapat menyebabkan kekalahan. Ada rintangan yang harus dilalui. Ada kelemahan… yang akan menjadi perhatian lawan. Yang jika tidak diwaspadai. Maka akan membuat kekalahan… datang tanpa ampun. Maka pemain… harus melakukan usaha terbaik… untuk dapat merontokkan rintangan. Dan menghancurkan ancaman. Agar tak menjadi biang dari datangnya kekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kemenangan… Kiper pula tak rela, jika gawang yang dijaganya digetarkan oleh datangnya bola dari lawan. Jika bola datang, tinggi di atasnya… ia akan melompat sekuat tenaga… jauh dari kemampuannya yang biasa. Dia juga mungkin melakukan lompatan ke samping… yang jika dalam gerakan lambat… akan terlihat seperti melayang. Ia akan melakukan usaha yang boleh dilakukan untuk menghalangi masuknya bola, ke dalam wilayah kekuasaannya. Ia jungkir balik… Menendang bola kembali menjauh dari gawangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demi kemenangan… penonton berteriak tanpa memperdulikan sakit di lehernya. Mereka menari… mendendangkan lagu-lagu… yel-yel motivasi… dan lain-lain. Demi menyemangati tim kesayangannya. Mereka memakai kostum-kostum menarik… yang lucu… aneh… dan warna-warni. Mereka merasa perlu… melakukan sesuatu yang terbaik. Meskipun… tidak secara langsung, dapat menyarangkan bola. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi mereka berbeda… Tujuannyalah yang sama. Dan usaha mereka berbeda… Maksimalisasinya-lah yang sama. Hasilnya adalah… Kemenangan kolektif…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ~~~~~~~~ Begitulah kehidupan ~~~~~~~~~ Siapapun kita ~~~~~~~~~~~~~  Menjadi apapun kita ~~~~~~~~~~ Mari memaksimalkanlah kerja ~~~~~~~~~~ Kita adalah “TEAM” ~~~~~~~~ Dalam usaha ~~~~~~ menjadikan dunia ini lebih baik ~~~~~~~~~ Berbuat sebaik-baiknya ~~~~ Meski dengan satu yang kita mampu ~~~~~~~~~~~~~ Atau dengan dua yang kita punya ~~~~~~~ Kemenangan bersama ~~~~~ selalu lebih bermakna ~~~~~~~~~~~ Insya Allaah ~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belang tiga rambut si kucing… Ini bukan sembarang link… Di-klik ding… ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://budihadmajaya.com/kartu-pulsakucom-solusi-bisnis-online-anda"&gt;&lt;strong&gt;Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-6426437068901922885?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/6426437068901922885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/babak-sepenggal-antara-brazil-portugal.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6426437068901922885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6426437068901922885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/12/babak-sepenggal-antara-brazil-portugal.html' title='Babak sepenggal... Antara Brazil-Portugal...'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-6968378787392045476</id><published>2009-11-30T10:08:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T10:15:31.525-08:00</updated><title type='text'>The Top 5... On 30 Nop '09... ^_^</title><content type='html'>Ini bukan iseng... hanya ingin menunjukkan kesyukuran... Tak bermaksud membedakan... cuma ingin menunjukkan kebaikan... Semoga pada ridho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak do’a… dan kiriman semangat… di 30 Nopember ini… Diriku bersyukur atas semua… Namun… ada 5… yang paliiiiiiiiiiiiiiiiiiiing aku suka… Terimakasih yaa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&gt;&gt;&gt; 10 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semoga menjadi bintang yang senantiasa terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampu membagi cahaya dalam malam nan gulita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menjadi seperti pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau hanya membuat lengkung sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tetap istimewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I LOVE YOU”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terang baru saja datang di pagi yang gerimis saat sebuah kado cantik dengan kartu ucapan berisi tulisan di atas, menyambangi kamarku. Pelukan hangat dan ciuman mesra di pipi, membuat hatiku mendadak gerimis. Selepas itu, dia langsung pergi dari kamar mungilku. Yakin deh, kalau saja dia menanti beberapa jenak untuk pergi, maka hanya akan mutiara yang mengalir dari telaga bening miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 Nopember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this is her happy day, my sister, Afiani Intan Gobel...aku yang bangun kesiangan tak sempat mengucapkan sepatah kata selamat atau untaian do'a padanya. karena begitu pagi menjelang, kegiatan super padatnya sudah kembali menelannya dalam rutinitas sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, dialah orang paling romantis dalam kehidupanku. Dia selalu penuh dengan kejutan istimewa dan berjalan bersama cinta. Harinya adalah cinta, tuturnya adalah cinta dan tatapnya juga bernama cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia orang pertama yang selalu lebih dulu mengetuk hatiku untuk merajut kata dengan cinta, menjalani kehidupan bertabur cinta. Hhh, salahku yang terlalu gengsi untuk mengungkap cinta itu untuk lebih dari sekedar rasa yang terpendam. Padahal dia telah tunjukkan banyak warna cinta untuk menemani hari-hariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari bahagia, dia orang nomor satu yang selalu mengingatnya. Bahkan di hari menjelang waktu itu tiba, dia selalu menjadi juara untuk menggores warna baru dalam hidupku. Kini, telah banyak symbol cinta yang dia berikan padaku. Namun aku masih tetap tak pernah sempurna mengingat hari bahagianya atau sekedar menyapanya dengan mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sist, I should to say sorry one more time. Because ….I can’t be as romantic as you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&gt;&gt;&gt; Aku tak seperti ……….. yang pandai merangkai kata...apalagi seperti …… yang bisa menjadikan kata menjadi mutiara yg bermakna..&lt;br /&gt;aku yaa aku.. seseorang yang senantiasa selalu belajar dan belajar..&lt;br /&gt;meski tak pernah bertatap mata..tapi aku yakin kau sangat istimewa...&lt;br /&gt;izinkan seseorang orang yg dalam proses pembelajaran ini sedikit merangkai kata untuk sahabat tercinta di seberang pulau sana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika awan dan mentari bertanya dari mana aku belajar menata semangat...aku kan menjawab dari sahabatku yang ada di serang pulau sana..ketika rembulan dikegelapan malam bertanya dari mana aku belajar ketegaran..aku akan menjawab dari sahabatku disebarang pulau sana....ketika angin bertiup lembut membisikan kepadaku..dari mana aku belajar untuk mengasihi..akau akan menjawab dari sahabtku di seberang pulau sana..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk sahabatku diseberang pulau sana yang menjadi salah satu sumber inspirasiku, semoga senantiasa dilindungi dan dijaga oleh yang Maha Kuat,...Met milad sahabat..semoga setiap sisa umur tertinggal dan yg telah terpakai merupakan umur yang berkah...yang senantiasa selalu bermanfaat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetaplah seperti mentari yang menyinari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam ukhuwah dari tanah jawa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&gt;&gt;&gt; Met Hilang Tahun Bu Guru :)&lt;br /&gt;Moga tahun yg tersisa jg Hilang&lt;br /&gt;Hilang dari error n khilaf&lt;br /&gt;hilang dari uh..uh..uh keluh&lt;br /&gt;hilang dari ah..ah..ah..kesah&lt;br /&gt;Gemilang rasa syukur&lt;br /&gt;Gemilang prestasi, rezeki n J0doh, Amiin&lt;br /&gt;AlFaatihah ilaa hadrotii Afiani Intan Gobel...1X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&gt;&gt;&gt; Ukhti, hari ini Allah menatapmu dalam jumlah hari yang semakin berkurang dalam usiamu. Perjalanan waktu hidupmu telah banyak memberi makna kehidupan dalam kedewasaan sikapmu. Terlalu banyak jika di urai kesalahan dan dosa yang pernah kau lakukan. Terlalu sedikit kebaikan yang baru kau kerjakan. Adakah bilangan waktu menjadi cermin dalam menyikapi detik-detik waktu yang semakin berkurang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti, dari ketiadaan dan kehinaan yang teramat sangat, dibalik kelembutanmu Allah angkat derajatmu menjadi seorang muslimah yang memiliki hati yang teguh bagai baja, semangat yang terus membara dan cita-cita yang teramat besar dan tinggi untuk digapai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti, masihkah menjadi azzamu, bahwa hidup di bawah naungan Al-Qur'an akan memberikan ketentraman lahir batin bagi manusia dan alam semesta, dan kau berdoa pada Allah agar dijadikan perantara cahaya Al-Qur'an itu. Walau kau selalu menyadari betapa lemah imanmu, betapa fakir ilmumu dan betapa dhoif dirimu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti, panjangkanlah senantiasa rakaat-rakaat shalatmu, tetaplah santun pada Rabbmu dan juga manusia. Menangislah kembali pada-Nya mengadukan segala kelemahanmu, mohon ampunlah atas dosa-dosa yang telah berurat dan berakar dalam kulit dan tulang-tulangmu. Mintakan dengan air mata yang berlinang, suara yang sendu, dan hati yang penuh takut dan harap disepertiga malam-Nya agar engkau diberikan kekuatan menapaki jalan dakwah yang menjadi pilihanmu, iman yang berlimpah, hati yang lembut dan bercahaya serta lisan yang terjaga mengeluarkan kata-kata yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti, jangan pernah melupakan azzammu, mengabdi pada Allah. Bukankah hidupmu telah kau wakafkan untuk perjuangan agamamu. Dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu. Tidak ada kebahagiaan kecuali dengan ilmu dan amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti, selamat berkarya, berjuang dan beramal. Kreatif, inovatif, prestatif, edukatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&gt;&gt;&gt;Uhibbuki Fillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat kau merindu cinta&lt;br /&gt;sajadah terbentang mengulum rindu&lt;br /&gt;kukecup dalam parau airmata tertumpah&lt;br /&gt;dari detik ke detik waktu berbisik&lt;br /&gt;berkata bahwa tak ada yang perlu kucari&lt;br /&gt;tak ada yang harus dirubah&lt;br /&gt;karena cinta yang bertemu pada titik-titik noktah kehidupan&lt;br /&gt;ada makna tersendiri yang menyelubung&lt;br /&gt;pada apa yang kucari, pada apa yang kurindu&lt;br /&gt;ada jawab tanpa perlu kuragu&lt;br /&gt;aku terdiam dalam setiap nafas yang kuhela&lt;br /&gt;hanyalah doa yang kucurah&lt;br /&gt;dalam tiap desah rindu cinta itu&lt;br /&gt;ada kamu…&lt;br /&gt;tak perlu kucari&lt;br /&gt;hanya menunggu saat waktu itu berhenti&lt;br /&gt;menghadap pada sukma&lt;br /&gt;memberi satu rasa yang tercipta&lt;br /&gt;dala cinta yang terdalam&lt;br /&gt;uhibbuki fillah&lt;br /&gt;aku mencintaimu karena Allah semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***by Ismaryati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kripik, bukan emping... Ini namanya... LINK... (Klik this... Please) ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://budihadmajaya.com/kartu-pulsakucom-solusi-bisnis-online-anda"&gt;&lt;strong&gt;Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-6968378787392045476?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/6968378787392045476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/top-5-on-30-nop-09.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6968378787392045476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6968378787392045476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/top-5-on-30-nop-09.html' title='The Top 5... On 30 Nop &apos;09... ^_^'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-5048688685984720938</id><published>2009-11-28T21:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T22:22:40.974-08:00</updated><title type='text'>Tim Sukses Kehidupanku… ^_^</title><content type='html'>ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My creator… Al Khaliq… Menciptakanku dengan kesempurnaan yang tak mungkin diragukan. Melimpahiku nikmat… yang selalu tak dapat diingkari. Nikmat tiada henti… sejak aku diciptakan. Hingga usiaku sekarang. Allaah-lah Yang telah menuliskan kehidupanku pada lauh mahfudz. Dia membuatkan scenario yang luar biasa untuk kulakoni. Kadang aku harus sedih… menangis… berdiam diri… Namun, aku selalu berusaha untuk tak berlama-lama bermuram durja. Walaupun kadang… aku mungkin berharap… Allaah tak perlu beri aku sedih. Karena sesekali, agak sulit melalui hari-hari muram tanpa riang. Tapi… baru aku sadari selanjutnya dalam kehidupanku. Bahwa sedih itu, hari-hari… yang menurutku tak indah itu… adalah masa-masa… yang kemudian menjadikanku dewasa. Pada bagian-bagian waktu yang lain. Allaah selalu punya cara, untuk membuatku bahagia. Dan entah mengapa… bahagia-bahagia itu, seringkali membuatku mengalirkan air mata. Mungkin hanya terlalu bahagia…?? Tak boleh ya… kalau berlebihan… Allaah pasti tak menyukainya. Bagaimanapun… kebahagiaan-kebahagiaan itulah yang membuatku selalu merasa tak kekurangan cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu bersyukurku… atas hidup yang istimewa ini. Istimewa… karena Allaah meletakkanku di dalam keluarga muslim. Memang… belum se-kaaffah yang seharusnya. Namun… kami masih berusaha. Allaah pula Sang Pemberiku hidayah terindah… untuk berjilbab… membuatku terlindung dari penilaian dunia atas keindahan fisik semata. Aku selalu merasa berharga… dengan apa yang aku ada… dan selalu luar biasa… dengan apa yang aku bisa. Lalu… apa yang dapat ku beri Yaa Allaah… hanya syukur tanpa tepi… Hamdalah… yang tak henti dari lisan dan hati ini… Alhamdulillaah… Terimakasih Allaah… ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAMAK-Q&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita paling mulia dalam kehidupanku… Yang merelakanku… menjadi beban bagi rahimnya. Yang demi kehidupanku… rela sembilan bulan lamanya menjadikanku sebagai pusat perhatiannya. Saat itu… mamak menjadi lemah… sakit… tak enak… karena diriku. Harus menanggung segala rasa yang tak biasa… demi menyamankan ruang kecil tempat singgahku. Aku merasakan sedihnya… gembiranya… amarahnya… dari ruang itu. Aku belajar dari mamakku… tentang kasih sayang… tentang kesabaran… tentang sentuhan… dan tentang keindahan pengabdian. Kuketahui… mamakku… seringkali melakukan gerakan sujud. Lima kali dalam sehari. Yang seringkali kunyaman bersama ketenangan rasa mamak dalam setiap sujud-sujud itu. Seperti bayi-bayi lain… dalam rahim malaikatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah kelahiranku… saat mamak harus bertarung dengan kematian… berhadapan dengan kemungkinan syahid… separuh diri telah berada dikubur. Demi menghadirkanku. Menurut cerita banyak wanita… dengan panggilan bunda… itu adalah masa bagi sakit yang sungguh luar biasa. Tak kan ditemukan pada peristiwa manapun di dunia. Namun… katanya… sakit itu… selalu dilalui dengan cinta. Tak merasa terpaksa… hanya harap dan asa yang terus terukir dalam setiap titik kesakitannya. Mengetuk pintu langit… demi masa depan terindah… bagi bayi yang akan diantarkan ke bumi. Sakit… yang mungkin tak tertahankan. Namun… tetap mamakku bertahan. Hingga aku dilahirkan. Mamakku tersenyum… tapi aku menangis. Yaa Allaah… dari kokohnya rahim… aku berpindah ke luasnya dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tumbuh bersama tangan lembut, yang senantiasa membelaiku. Aku berkembang bersama senyum, yang selalu mendukungku. Pelukan hangat yang kudapatkan pada setiap sedih dan bahagiaku. Kecil dan besarku… dalam pemeliharaan dan bimbingan mamakku… tak bicara ia… dengan banyak kata dan aksara. Hanya berbuat dan bergerak… hingga dapat kutangkap maknanya. Mamak… Ratu kehidupanku… Bidadari keluarga… yang aku cinta… Terimakasih mamak… @_@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAPAK-Q&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki yang paling kucintai… Di matanya… kulihat matahari. Di wajahnya… kulihat rembulan. Raja bagi istri dan anak-anaknya. Dia tak tinggi tegak bak binaraga. Namun… selalu penuh wibawa. Dia gagah dalam mungil tubuhnya. Dia bersahaja… pada langkah-langkah kecilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kerasnya… bapak mendidik kami. Yang menurutku… agak terlalu saat itu. Ketika kami masih kecil. Bapak adalah sosok otoriter. Yang tak tak bisa dibantah segala perintahnya. Selalu ada hukuman… bagi yang tidak taat. Walau bimbingan seperti itu tak membuatku menjadi tegar. Namun kutemukan benang merahnya dengan dewasaku kini. Aku jadi agak… otoriter kepada kedua adikku yang terakhir. Sesekali kurenungi… semoga berguna untuk hari-hari depan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak… adalah sosok lelaki… yang paling kukagumi. Dalam kekurangannya… bapak menjadi luar biasa. Dalam kelemahannya… bapak mampu menjadi istimewa. Tentang sedikit ilmu agama yang aku tau… kudapat dari bapakku. Saat kebingungan dengan sebuah materi yang akan kubagi dengan adik-adik binaanku. Maka bapak… adalah tempat pertama untuk bertanya. Bapak… Pahlawan keluarga… Aku bangga… 9_9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADIK-ADIK-Q&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat manusia yang berharga bagiku. Di mana bisa kutumpah sayang… walau kadang juga mesti marah dan sedikit jengkel. Tempat aku bercermin. Bagaimana seharusnya aku. Maka kulihat dari sikap mereka… Saat mereka bersikap tak sopan padaku… berarti… aku pernah berbuat tak sopan pada mereka. Maka… selalu kuberusaha… untuk memperbaikinya. Setiap salah yang pernah aku buat, sebagai seorang kakak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Era… satu-satunya adik perempuanku. Aku belajar gigih… tekun untuk terus menulis. Ia pula tempatku belajar… sedikit rapi dalam penampilan. Hehe… miss modis dia. Sedangkan diriku… seada aku punya aja… Terimakasih ya… ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga adik laki-lakiku… Ammar… Iman… Fathoni… Aku belajar tentang laki-laki. Bagaimana mereka berkembang. Memutuskan. Bermain. Dan menyelesaikan masalah. Mereka membuatku sedikit tau… rahasia lawan jenisku… Terimakasih yaa… ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GURU-GURU… DAN MURABBI-MURABBI-Q&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi guru-guruku… klik saja tulisan GURUKU…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk murabbi-murabbiku… yang sambung-menyambung… mengenalkan kepadaku… tentang siapa sebenarnya diriku. Apa pula tugas kehidupanku. Mendekatkanku… pada Allaah… Mengenalkanku… tentang dien Islam. Mengisahkanku… keistimewaan Rasulullaah Muhammad. Mengarahkanku… agar menjadi muslimah… yang berakhlak indah… dan mencapai derajat sholihah… takwa pada Allaah. Maafkan… aku yang tak melejit secepat yang kalian harap… Sekali lagi… terus aku berusaha… untuk itu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih semua… 6_6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBUAH NAMA… YANG MASIH RAHASIA…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi… tim sukses… yang belum hadir dalam kehidupanku. Ia pula… yang akan melengkapi separuh dien-ku. Yang akan semakin menguatkan dekatku… dengan Rabb-ku. Menemani… melalui hidup dengan scenario gabungan… antara jiwanya… dan jiwaku. Yang akan menjalin rasa… dan bersama membangun Taj Mahal cinta… Mengokohkan benang-benang peristiwa… untuk memperkasakan keagungan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama membina… rumah mungil bernuansa surga. Bersama jundi-jundi kecil yang menjadi tempat menumpah suka… dan ceria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah nama… yang masih rahasia… Tertulis pada dinding langit… Menanti… untuk di ‘copas’ ke bumi. Sebuah nama… yang akan melengkapi sukses hidupku… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirimu… yang masih menjadi dialog jiwa… antara hatiku… asaku… dengan Rabb-ku… Sebelum kau hadir… Aku pun… mengucapkan terimakasih… Bersyukur atas belum hadirmu… dan bersyukur pula… atas datangmu… di bila-bila masa… Sekali lagi… Terimakasih… ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya kalian semua… Semoga sukses dunia… dapat kuraih… dan sukses akhirat… akan kudapat… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allaah… Berilah kami semua… kebaikan di dunia dan di akhirat… Amiiin   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian-perhatian... Blog ini... dipasang iklan... Klik aje yee link di bawah ni... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a href="http://budihadmajaya.com/kartu-pulsakucom-solusi-bisnis-online-anda"&gt;&lt;strong&gt;Kartu-Pulsaku.Com Solusi Bisnis Online Anda&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-5048688685984720938?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/5048688685984720938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/tim-sukses-kehidupanku.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5048688685984720938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/5048688685984720938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/tim-sukses-kehidupanku.html' title='Tim Sukses Kehidupanku… ^_^'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-8869940683102233343</id><published>2009-11-26T18:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-26T19:34:08.082-08:00</updated><title type='text'>Saya Ingin Menjadi Penulis Hebat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/Sw8-vp5pwCI/AAAAAAAAABU/MoghWNiWAuI/s1600/cover_penulishebat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 211px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/Sw8-vp5pwCI/AAAAAAAAABU/MoghWNiWAuI/s320/cover_penulishebat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408610665917693986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat…???&lt;br /&gt;Memangnya ada ya…??? Segampang itukah…??? Hanya dengan beberapa langkah…??? Cuma mengikuti beberapa tips…??? Hanya perlu sebuah buku…??? Wow… diriku ini, perlu ide itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka meluncurlah memoriku… pada sebuah titik nan silam. Ketika diri, masih tak menyadari, siapa diri ini. Dan kemudian tersadarkan, setelah orang lain menyadarkanku. Bahwa siapapun, akan dapat menulis. Maka, mulailah aku memperlebar wilayah imajinasiku… menjadi demikian luasnya… terprovokasi setelah membaca beberapa buku. Yang sangat berarti bagiku. Buku-buku yang di tulis oleh beberapa penulis. Yang mampu membuat diriku mau berbuat sesuatu. Ingin melakukan hal yang  berbeda dari orang-orang di sekitarku. Masih lekat dalam benakku sosok Mas Gagah, yang digambarkan mbak Helvy Tiana Rosa. Sosok yang mampu memaksa airmataku menganak sungai. Lalu termotivasi oleh pak Hernowo melalui buku ‘bergizi’-nya, Menjadi Guru yang Mau dan Mampu Menulis Buku. Setelah menyelesaikan buku itu, mengalirlah sebuah ide. Menjadi huruf-huruf yang terangkai. Kata-kata yang diukir oleh sebuah pulpen biru, yang mulai kehabisan tinta. Tak henti jemari memainkan si pulpen biru hingga tuntas sebuah tulisan. Tulisan pertamaku. Tiga lembar dalam satu waktu. Namun, belum juga kusadari secara pasti, bahwa aku bisa. Tulisan itu, hanya menjadi coretan-coretan, yang tak terurus. Yang kini, entah di mana rimbanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan diri bisa menjadi penulis yang mampu menggugah. Memang menjadi mimpiku sejak itu. Namun, jauhnya diri dari fasilitas bernama komputer atau sekedar mesin tik, adalah penghalang lain. Selain kepercayaan diri, yang rapuh dan mudah runtuh.  Maka di tengah gundah yang hampir membuat lelah. Karena pengalaman buruk yang terjadi sebelumnya, dengan orang lain adalah, tulisanku dikatakan menggunakan judul yang sama dengan tulisan seorang penulis terkenal. Sedangkan tak pernah sekalipun melihat buku yang dimaksud.  Saat itulah, takdir mempertemukanku, dengan orang-orang yang harus ku akui, adalah orang-orang hebat. Mereka yang mampu membangkitkan semangat dan kepercayaan diriku. Menyingkirkan beban berat dari hatiku, rasa takut tak diterima. Khawatir akan pendapat orang lain atas tulisanku. Hadirlah Bu Galuh, seorang kakak yang tak henti memberi energi. Serta menunjukkan, bahwa sebenarnya telah kulalui tahap-tahap yang unik, sehingga akhirnya bisa menulis. Bunda Mida, seorang guru yang senantiasa memberikan masukan. Pak Satria, dalam sebuah pelatihan singkatnya yang menarik. Dan Bunda Ferra, yang tak henti memberikan komentar positif. Merekalah orang-orang hebat. Yang berhasil membuat diri rapuh, menjadi teguh. Sukses membuatku terus menulis… menulis… dan menulis. Dan saat menuliskan ini, aku merindukan kebersamaan itu. Sangat… sangat rindu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu… Hilanglah getar penaku… Pupuslah ketakutan atas apa yang akan orang lain katakan. Huruf… tak boleh menjadi bisu. Kata… harus terangkai terus menjadi makna. Dan sudah sepantasnyalah… kalimat… tak henti mengalirkan energi untuk menjadi energi baru buat orang lain. Karena… penulis hebat… bukanlah penulis buku-buku yang terjual jutaan copy. Bukan pula sekedar penulis, yang bukunya dijadikan film. Ia juga tak hanya telah menulis banyak buku, yang berjilid dari satu hingga jilid sepuluh. Atau penulis yang jika jumpa dengannya, maka banyaklah orang yang menghampiri dan minta tandatangan pada bukunya. Bukaaaan… itu bukan penulis hebat. Penulis hebat… adalah penulis yang senantiasa menemukan tujuan terbaik dari tulisannya. Ia memperjelas kebenaran, memantapkan indahnya kehidupan bagi orang lain. Ia pula menjadi api, yang siap membuat yang lain terbakar untuk sekedar merasa, hingga mau melihat, dan akhirnya bersedia untuk berbuat. Itulah penulis hebat. Ia tak berharap tulisannya dipuji, melainkan ingin tulisannya memberi arti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah men-download sample buku, CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT… langsung membacanya hingga selesai. Hmm… baru sampelnya saja, sudah membuat bara dalam diri yang mulai meredup, kembali memunculkan api-api mungilnya. Dan mulailah aku menuliskan ini. Tulisan ini sempat henti pada tiga baris pertama. Namun, membaca kembali sample buku, maka lanjutlah ia. Dari pendapatku tentang penulis hebat. Maka bang Jonru… adalah salah satunya… Tak berniat memuji… hanya kekaguman… atas kemampuan yang Allaah sematkan padanya. Walaupun… baru saja mengenal nama Jonru… Namun, jika melihat PenulisLepas.com… subhaanallaah…. Kesimpulannya… buku ini… mampu menggugahku… dan aku… harus punya versi lengkap buku ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA…??&lt;br /&gt;Tak ada versi cetaknya…?? Hehe… kesalahan bukan pada mata anda… bukan pula pada jari-jariku… atau error-nya keyboard komputer… Namun, memang begitulah sahabat… CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT  baru berupa ebook. TAWARAN MENARIK-nya adalah… ebook ini hanya seharga Rp 49.000. Murah kan…? Tak sampai Rp 50.000. :) Bagi mereka yang membeli ebooknya, akan mendapatkan voucher diskon senilai Rp 200.000 dari SMO. Itu adalah diskon terbesar, yang pernah diberikan oleh SMO. Eh, masih ada bonus lain bagi yang membeli ebook ini. Dia berhak mendapat modul eksklusif dari Sekolah Menulis Online (SMO) Free Trial… pula bimbingan karir dibidang kepenulisan dan berlaku seumur hidup… (Sempat mikir, bercanda ga sih, bang Jonru nih… ^_^) Satu lagi… bonus dahsyat ini hanya berlaku bagi pembeli ebook-nya… yang sewaktu-waktu bisa ditutup, jika sudah terbit versi cetaknya… HAH…!!! Buruaaaaaaaaaaaan… Meluncur ke TKP… Beli sekarang juga… (Wah bang Jonru… ini kayaknya iklan ya..?? Maaf… diriku cuma ingin menulis dengan bebas) Tapi, itulah yang menjadi perhatianku saat ini sahabat… semoga buku ini sanggup menjadikanku tak sekedar menjadi hebat… tapi juga dahsyat dan fantastik dalam menulis… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku menyukai 2 kata dalam buku ini... Yaitu "Soft Skill"... Menjadikan diri semakin bersemangat untuk berkarya lebih banyak lagi... Menulis lebih panjang lagi... Dan nge-blog lebih sering lagi. Soft skill akan mampu membuat seseorang bertahan dari guncangan. Pantang menyerah... oleh keadaan atau cemoohan orang. Tulisan adalah ide kita... Bila ide adalah bagian dari pikir yang berupa lampu... Maka harus diusahakan... Ia bisa tetap hidup... meski listrik padam... Karena masih ada kekuatan lain yang dapat mendukungnya... ialah genset. Begitulah semangat... Tak ada komputer... mesin tik pun jadi. Tak punya mesin tik... tulis tangan pun boleh. (Tidak berlaku untuk yang mau ikutan lomba ini) Maka soft skill inilah yang senantiasa terus dipelihara... agar pena tak gentar... mengungkap hal-hal benar...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mulai membara… klik saja web site bukunya… http://www.penulishebat.com cari tau apa saja tentang buku dan penulisnya di sini. Kecuali isi bukunya. Makanya… beli juga ebooknya. (Walaupun… diriku belum beli nih) Bagi yang mulai terbakar… Dapat bergabung di fan page-nya http://www.facebook.com/penulishebat biar semakin termotivasi untuk menjadi penulis yang tak sekedar hebat. Tapi juga dahsyat. Walah… ada twitter-nya pula... http://www.twitter.com/penulishebat (jadi ingin punya twitter juga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di ujung tulisanku ini… aku kehilangan minderku… dan tak ingin… sangat tak ingin… menemukannya kembali. Celaan… tak kan membuatku jatuh terguling. Ia hanya akan menjadi masukan yang senantiasa berarti. Komentar negatif… mestinya semakin membuatku kuat. Ia mengokohkan semangat untuk terus menebar manfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba ini memperbanyak bara… Menang bukan tujuannya… karena diriku hanya pemula… yang terus bermimpi… nanti di suatu masa… aku akan menjadi LUAR BIASA… Terimakasih bang Jonru, atas kesempatannya... Sahabat... Tetap PENGEN BISA NULIS yaa... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam… Afiani Intan Rejeki Gobel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-8869940683102233343?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/8869940683102233343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/saya-ingin-menjadi-penulis-hebat.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8869940683102233343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8869940683102233343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/saya-ingin-menjadi-penulis-hebat.html' title='Saya Ingin Menjadi Penulis Hebat'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/Sw8-vp5pwCI/AAAAAAAAABU/MoghWNiWAuI/s72-c/cover_penulishebat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-6391742416104882954</id><published>2009-11-26T05:54:00.001-08:00</published><updated>2009-11-26T19:45:30.752-08:00</updated><title type='text'>Masih Ingin... Belajar dari Ibrahim...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/Sw9LS3GhLpI/AAAAAAAAABc/iAYosu1YVpQ/s1600/idul+adha.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 119px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/Sw9LS3GhLpI/AAAAAAAAABc/iAYosu1YVpQ/s320/idul+adha.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408624464896274066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahirrahmaanirrahim…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok… adalah hari ber-esensi… Dan ingin mengenang kembali… sekilas kisah… yang memunculkan apa yang menjadi teladan… bagi sebuah makna… Berkurban… Allaah… selalu punya pelajaran… untuk mendewasakan… Semoga bermanfaat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah… rasanya menanti…?? Menanti saat seseorang yang telah menjanjikan pertemuan dengan kita. Kemudian… kita dipaksa untuk menunggunya sekian lama. Resah… menatap ujung jalan tempat bertemu. Berharap… seseorang yang dinanti akan segera datang. Gundah… hampir merusak kesabaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah lagi… yang dirasa oleh sebuah keluarga… seorang ayah… seorang ibu… yang menanti datangnya seorang keturunan. Bayi mungil… yang menyejukkan pandangan. Menambah keceriaan… Dan melipat gandakan kebahagiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi… pada keluarga Rasulullaah Ibrahim… Penantiaan… yang pasti dirasa… sangat lama… bukan hanya 5 atau 10 tahun penantian… Penantian keluarga Ibrahim atas seorang keturunan. Adalah penantiaan yang luar biasa lamanya. Kerinduan yang menumpuk pada sudut rasa sebuah keluarga. Mengharapkan kehadiran tangis menggemaskan… tawa menggelikan… dan keindahan menjadi orang tua… Rindu Ibrahim dan Hajar… atas seorang anak… adalah rindu yang dalam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah do’a yang terlantun tak henti… dari lisan Ibrahim… “Yaa Tuhan-ku… anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang shaleh.” Do’a yang terpahat abadi dalam lembar kitab suci  (QS 37:100) Kesabaran Ibrahim… dalam melantunkan do’a itu. Adalah jari-jari harapan dan asa… yang setiap harinya… berusaha mengetuk pintu langit… untuk segera mengirimkan kebahagiaan itu turun ke bumi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan… Allaah-lah… Yang Maha Mengabulkan do’a… Dia pula Yang Maha Memperkenankan keinginan hamba-Nya… “Maka Kami Beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Isma’il)” (QS 37:101)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it… Happy ending…???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Ibrahim… adalah keluarga manusia-manusia beriman… Di dalamnya… ada benih-benih keyakinan yang tumbuh dengan subur. Hingga menghujam… dalam ke setiap sela kehidupan. Namun… keimanan adalah sebuah harta… yang mesti diletakkan pada tiga tempat sekaligus… Di hati… Di lisan… dan pada anggota badan… berupa amalan… Berat… Sangat berat… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isma’il tumbuh dalam kasih sayang ayah dan ibunya… menjadi pemuda yang baik… Kuat jiwanya… dan pribadinya… Lalu datanglah ujian itu… Dalam tidur-tidurnya… Ibrahim bermimpi… Ia diperintahkan… untuk menyembelih anak yang telah lama ia nantikan… Ia harus mengorbankan buah cinta… yang dibesarkannya dengan kasih… Permata berharga… yang tak pernah disangkanya… akan diminta kembali… oleh Sang Pemberinya… “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, Ibrahim berkata, “Wahai anakku ! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu !” Dia (Isma’il) menjawab, “Wahai ayahku ! Lakukanlah… apa yang Diperintahkan (Allaah) kepadamu ; Insyaa Allaah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS 37:102)&lt;br /&gt;Ayah dan anak… keduanya… dengan penuh rela… menggenangi jiwa dengan keyakinan yang tinggi kepada Rabb-nya. Percaya… tanpa keraguan sedikitpun atas kehendak Tuhan mereka (Allaah). Kemudian… mereka melemahkan genggaman hati atas dunia dan isinya… bahkan ikhlas… melepas mutiara keluarga… demi Sang Khaliq… Yang berada dalam genggamNya semua jiwa… “Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allaah)” (QS 37:103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mana yang akan tega melakukan hal ini… Menyembelih anak sendiri…? Namun… tak sedikitpun… ini menyangkut masalah sayang atau tidak sayang… Apalagi… perasaan tega atau tidak tega. Ini adalah keinginan dari Pemilik Semesta. Ujian besar… bagi mereka yang memiliki keimanan yang menggunung di hatinya… Ini adalah pohon… yang jika ingin berbuah manis… maka ia harus diberi perlakuan istimewa… ia harus mengalami proses yang tak sederhana… sebelum menghasilkan buah… Ia mesti berbunga… kemudian menggugurkannya… barulah muncul buah yang diharapkan… Tak semua bunga pun dapat menjadi buah… Bahkan buah pun… tak akan langsung dapat dinikmati… ketika ia baru muncul… Karena lezatnya buah… adalah penantian… hingga tiba masanya untuk matang… Maka… itulah masanya… manis buah baru terasa…  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu Kami Panggil dia, “Wahai Ibrahim ! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu, “Sungguh demikianlah Kami Memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. “ (QS 37:104-106)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keimanannya… Ibrahim hendak melakukan pengabdiannya pada Rabb-nya… Tiada bercampur di hatinya… antara takut dan berani… ataukah yakin dan keraguan… apalagi keikhlasan dan ketidakrelaan… Ia benar-benar akan melakukan pengorbanan atas anaknya sendiri (Isma’il)… Ketika ia akan menyelesaikannya… Allaah tunjukkan Kuasa dan Kebesaran Dzat-Nya… “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS 37:107) Ibrahim baru menyadari… tak setetespun… ia menumpahkan darah buah hatinya… Allaah menebus keimanannya dengan kelezatan buahnya… Bahagianya keluarga Ibrahim… Pengorbanan yang pada dzahirnya… tak tampak dilakukan… namun memunculkan kenikmatan pada jiwa keduanya… Ayah dan anak yang sabar dan setia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah inilah… yang  terpahat dengan indah… pada muatan sejarah… Kisah pengorbanan (Tadhiyyah)… Yang tak memilah keuntungan dari sebuah perintah… Ia dilaksanakan… tanpa banyak mempertanyakan… Mengapa ini… harus dilakukan..??? Kisah yang tersebar pada khotbah-khotbah… cerita yang tersyi’ar dalam ceramah-ceramah… Kabar… yang seharusnya muncul di sekolah-sekolah dan rumah-rumah… Sebagai teladan… bagi generasi-generasi berikut… “Dan Kami Abadikan untuk Ibrahim (pujian)  di kalangan orang-orang yang datang kemudian,” (QS 37:108) Agar menjadi generasi tegar… yang  menghadapi hidup dan menjalaninya…. Tanpa terkejut dengan segala ‘kejutan’nya… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah… yang membuat keluarga Ibrahim, berada dalam kebahagiaan sejati… “Selamat sejahtera bagi Ibrahim.” (QS 37:109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena… ia tak berbuat baik untuk keluarganya… melainkan… berbuat baik untuk Allaah… Namun… kebaikan itu… dikembalikan pula kepadanya (Ibrahim)… “Demikianlah Kami Memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS 37:110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is the Happy Ending… Happily Ever after…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Subhaanallaah… kisah yang tak lekang oleh zaman wal makaan… esensinya… adalah pengorbanan. Di mana… setiap apa yang kita miliki… maka suatu saat… akan didatangkan coba atasnya. Di pinjam… atau bahkan… diminta kembali oleh Dzat Yang Menitipkannya. Lalu… apakah tangan… masih menggenggam dengan erat… setiap titipan dalam kehidupan..?? Apakah hati… masih memeluk dunia dengan setinggi-tingginya cinta..?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allaah… Jadikanlah kami… hamba-MU… yang selalu berserah diri… Lemahkan genggam tangan kami… atas semua harta… karena… Engkaulah Pemilik segala… Dan lepaskan pelukan hati kami… pada semua yang ada disisi… agar senantiasa menyadari… Engkau hanya… menitipkannya… Dan ampunkan kami… yang kadang rapuh pada yakin ini… Tak ingin yaa Allaah… Tak ingin kami luluh atas dunia… yang sewaktu-waktu akan runtuh… Maka… Jadikan kami teguh… Amiiin Yaa Rabb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Idul Adha 1430 Hijriyyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-6391742416104882954?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/6391742416104882954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/masih-ingin-belajar-dari-ibrahim.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6391742416104882954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6391742416104882954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/masih-ingin-belajar-dari-ibrahim.html' title='Masih Ingin... Belajar dari Ibrahim...'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/Sw9LS3GhLpI/AAAAAAAAABc/iAYosu1YVpQ/s72-c/idul+adha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-7663961939647258326</id><published>2009-11-25T04:52:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T04:55:28.984-08:00</updated><title type='text'>Bocah-bocah Luar Biasa... Di hari Guru....</title><content type='html'>Hari Guru…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm… Pagi yang cerah… Alhamdulillaah…&lt;br /&gt;Akan menghadiri seminar guru… &lt;br /&gt;Kebayang deh… seperti tahun lalu… Yang hadir… banyak sekali… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dah siap… Rapi jali… Baju merah jambu… Jilbabnya juga begitu… ^_^&lt;br /&gt;Tinggal nunggu si cantik Era adikku… Yang kalo dandan… weleh… weleh… miss universe aja… lewaaaaat… hehe… setelah menunggu beberapa saat… Baru deh… bisa segera tancap gas si Jupi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Dome… Subhaanallaah… Bukan Cuma banyak sekali… Tapi buaaaaanyaaaak buangeeeeet… Masih pagi gini… Lapangan parkir yang luasnya ga tanggung-tanggung itu… hampir penuh… Ternyata… pintu gedung belum dibuka juga… Jadi… sosok-sosok guru itu… menumpuk di lapangan parkir… Pemandangan yang unik… Berkumpulnya generasi-genarasi guru…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pinggir kolam… guru-guru separuh baya… dengan jilbab-jilbab mungil mereka… Berceloteh bak anak TK gak ada hentinya… Seorang guru laki-laki… yang cukup tua… dilihat dari uban yang hampir memenuhi kepalanya… Dan di dekat tempat parkir… berkumpul pula guru-guru lain… yang menurutku… masih sangat muda… dariku… hehe… tapi… aku banyak mudanya… dan sedikit tuanya… ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih asik menikmati suasana solidaritas di tempat parkir itu… tiba-tiba… semua mulai mengarah kearah gedung… Syukurlah… sudah di buka… Akhirnya… kami pula menuju ke titik yang sama… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke dalam gedung… Fiuuuuhh… dah penuh… yang paling belakang pada berdiri… Ga pengen berdiri nih… jadi mencari tempat dengan jeli… Ada kosong sedikit.. langsung kami isi… meskipun… tetap saja di belakang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa… acara seperti ini… pasti akan dipenuhi dengan pesan sponsor… sambutan pejabat… hiburan-hiburan… terakhir… baru seminar dilaksanakan… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain seminar… ada hiburan yang menurutku menarik… dan super…&lt;br /&gt;Penampilan dari anak-anak LUAR BIASA… bocah-bocah ISTIMEWA… &lt;br /&gt;Mereka menari…. Menyanyi…. Bermain musik untuk mengiringi… bahkan membacakan sebuah puisi… Lagu “Jangan Menyerah” (D’Masiv) yang membuatku paling haru… Lebur dalam rasaku… Yaa Allaah… anak-anak itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh…&lt;br /&gt;Keberanian itu… bukan muncul dari kesempurnaan…&lt;br /&gt;Ia hadir dan bermula… dari kemauan dan kegigihan…&lt;br /&gt;Kaki melangkah… bukan karena ia sehat…&lt;br /&gt;Namun… karena jiwanya yang bersemangat…&lt;br /&gt;Mulut bernyanyi… bukan sekedar menghibur hati agar senang…&lt;br /&gt;Melainkan ia… memang senantiasa berdendang…&lt;br /&gt;Lihatlah guru… mereka istimewa…&lt;br /&gt;Begitu pula… anak-anak kita… Amiiin…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-7663961939647258326?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/7663961939647258326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/bocah-bocah-luar-biasa-di-hari-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7663961939647258326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7663961939647258326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/bocah-bocah-luar-biasa-di-hari-guru.html' title='Bocah-bocah Luar Biasa... Di hari Guru....'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-8357477571060471022</id><published>2009-11-25T04:06:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T04:13:32.223-08:00</updated><title type='text'>Guruku...</title><content type='html'>Guruku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada simbol-simbol… yang dulu tak ku mengerti…&lt;br /&gt;Kini ku ketahui… &lt;br /&gt;Banyak hitungan… yang tak ku pahami… kini masih belum kumengerti… ^_^&lt;br /&gt;Maaf… diriku tak cerdas berhitung…&lt;br /&gt;Tapi… aku senang dengan misteri angka… meski tak pernah ku temukan dengan pasti rahasianya…&lt;br /&gt;Kau bimbing tanganku... menggoreskan lekuk bentuk...&lt;br /&gt;Lalu ajakku berlari... mengejar bola kaki...&lt;br /&gt;Membawaku... jelajah negri dengan geografi...&lt;br /&gt;Mencuri perhatianku... dengan rahasia alam ini...&lt;br /&gt;Bersama Fisika dan Biologi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu... kian besarku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tambahkan ilmuku... ilmu... merancang rumah baru...&lt;br /&gt;Merencanakan gedung... yang dapat kuat selalu...&lt;br /&gt;Hmm... maaf... ku tak dapat melanjutkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena... kini ku punya jalan cerita yang sama denganmu...&lt;br /&gt;Menjadi guru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semesta… penuh dengan makna… sebagian… telah kau kenalkan padaku… dulu…&lt;br /&gt;Hingga kini… jadilah ia dalam pikirku… mengendap dan melengkapi buah karyaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak pemberianmu…&lt;br /&gt;Yang paling ingin ku tiru…&lt;br /&gt;Adalah… Sifat baikmu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-8357477571060471022?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/8357477571060471022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/guruku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8357477571060471022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8357477571060471022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/guruku.html' title='Guruku...'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-8351276605509341724</id><published>2009-11-23T23:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T23:33:30.471-08:00</updated><title type='text'>Pagi Pak...!!!</title><content type='html'>PAGI…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini harus keluar lebih awal dari biasanya… mau olah raga bareng teman-teman… Jalan masih sepiii… cocok buat Rossi berjilbab seperti diriku… hehehe… Sedang lempeng ngebut… tiba-tiba… Nguuuuuuuuuuuung… satu matic merah melaju di sampingku… kemudian meninggalkanku dengan bengongku… Weits… seorang laki-laki dengan seragam coklat, lengkap dengan atributnya… berada di atas matic merah yang mulai menghilang… Dalam hatiku… kagum… Eh, pak polisi dah dinas pagi-pagi masih rada gelap gini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kukendarai si Jupi dengan kecepatan sedikit tinggi… Dan aku dikagetkan lagi oleh suara lain… Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiing… ninja hijau… Di atasnya… sama… seorang polisi muda… Membalapku tanpa ampun… hehehe… kalah deh… Ternyata pemilik matic merah tadi berhenti di sebuah simpangan sepi… kemudian berdiri tegak di pinggirnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAGI PAK…!!! Seruku dalam hati… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat dan mendengar kabar berita… maka akan banyak kita dapati berita tak enak tentang profil seorang polisi… Polisi yang menganiaya… polisi yang bertindak seenaknya… polisi yang ini… polisi yang itu… Rasanya tak ada habisnya mengorek… kekurangan polisi… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud melakukan pembelaan… Namun… kedisiplinan sebagian besar polisi dalam melaksanakan aktivitas dan tugas-tugas mereka… adalah satu hal yang perlu dicontoh oleh sebagian besar kita yang suka molor… lelet… lambreta… and so on… Bagaimana pula… kebanyakan dari polisi… sekali lagi hanya kebanyakan… juga professional dalam bertindak… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambaian tangan tanda sedang mengatur lalu lintas dengan berbagai model itu…. Baru saja kumengerti… saat mengikuti sebuah pelatihan… sharing seorang teman yang dilatih oleh kepolisian… Lambaian-lambaian… yang kadang tidak dipedulikan oleh orang-orang egois…? (entah… melaju karena terburu-buru… atau ngebut karena nafsu) Sebuah perlakuan yang tak pantas… kepada seorang aparat… yang melakukan lambaian itu… tentu karena tidak ingin… sesuatu terjadi pada diri kita… Ya nggak…??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAGI PAK…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ni jadi semangat meluncurkan si Jupi… ke pantai… Janji temu dengan beberapa teman… Dan sekali lagi… Aku sampai di pantai tepat waktu… namun… masih seorang diri… Menjadi terhukum… dan harus menunggu… Lalu… Yang ditunggu… Hanya datang satu… Hmm…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAGI PAK…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih… telah menjadi bahan perenungan bagi pikirku… Terimakasih… makin membuatku sadar… Bahwa disiplin… bukanlah sekedar buah dari KEINGINAN… namun hasil dari KESUNGGUHAN…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERIMAKASIH PAK…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya… tidak hanya dalam hati… Suatu saat nanti… aku akan menegurmu… PAGI PAK…!!! Atau Assalaamu’alaykum… ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-8351276605509341724?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/8351276605509341724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/pagi-pak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8351276605509341724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/8351276605509341724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/pagi-pak.html' title='Pagi Pak...!!!'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-6472823527461929175</id><published>2009-11-20T17:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T18:06:17.959-08:00</updated><title type='text'>Hukumuhukumku...</title><content type='html'>Hukum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm… Apa yang bisa kubicarakan tentang hukum di negriku… Speechless…&lt;br /&gt;Namun… tetap ingin membicarakannya… Mencari keadilan di Negara yang berkeadilan, ternyata… sama sulitnya seperti mencari jarum pada tumpukan jerami… Berkali-kali harus menyaksikan ratapan seseorang di depan meja hijau… Bersama kemiskinannya… harus menanggung… denda… Bersama keterbatasannya… harus menderita… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang… kesalahan mereka… adalah seperti debu… dibandingkan kejahatan para pejabat yang tak tau malu… Makan uang rakyat… menggerogoti kekayaan Negara… Kesalahan orang pinggiran… yang dibesar-besarkan… Sangat kontras, dengan kesalahan orang gedongan… yang seperti tak kelihatan… Beuh… Dimana kewajiban Negara… untuk memelihara fakir miskin…??? Pertanyaan… yang mungkin tak kan pernah kita puas… jika dijawab oleh orang-orang di atas. Yang sukanya diplomatis… Jawaban-jawaban manis… yang berbau amis… (Hadoh hadoh… diriku mulai sinis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat kisah ibu Prita… yang kini berlanjut… Dengan tuntutan enam tahum penjara… Kisah bu Prita, bisa saja terjadi pada kita… email keluhan… Yang kita kirimkan untuk seorang sahabat… Apapun yang menyebabkan keluhan itu tersebar luas… adalah hal yang sangat tidak kita inginkan… Niat diri mau membagi beban… jadinya… malah mendatangkan beban yang lebih berat… Hufft… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang miris… menguras air mataku… hari ini… kisah terhukumnya nek Minah… Seorang nenek renta… Datang ke pengadilan tanpa seorang pembela… Kemana para pembela yang selama ini wira-wiri di TV… Kemana para lawyer yang dulunya adalah orang-orang idealis… Apakah telah habis… terkikis… oleh silaunya uang yang berlapis… (Ups… kembali… diriku sinis) Nek Minah… yang datang sendiri… dan tepat waktu… kata sang hakim… yang hatinya ikut teriris… oleh drama miris… yang menyertakan dia sebagai lakon untuk memberikan vonis… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok sederhana seorang nek Minah… yang hidup dengan kerja kerasnya sebagai petani… petani kecil, dengan 2 cucu yang harus ditanggungnya… Nenek yang terbukti… mengambil tiga butir kakao… dari sebuah kebun besar…  harus bolak-balik… laporan ke kantor polisi… yang letaknya cukup jauh dari rumahnya… Sudahlah hamper tak pernah… uangnya cukup untuk hidup keluarga… Ia harus menanggung ongkos untuk bolak-balik melapor… Syukurlah… polisi masih berbaik hati memberinya amplop berisi uang untuk ongkos… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan, ini akan terjadi… Ketika orang-orang kecil… harus bertanggung jawab atas kesalahan mereka… sedangkan orang-orang besar… masih menikmati hasil ia mencuri… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diolah oleh pikir manusia… maka masuklah di dalamnya… unsur nafsu, kepentingan, ambisi… dan hal-hal lain yang tak sesuai dengan nilai persamaan hak… persamaan perlakuan… keadilan sejati… kejujuran dengan nurani… kebenaran yang tidak ditutupi… dan nilai-nilai lain… yang nyatanya… dengan lengkap telah menjadi hukum yang ditetapkan dalam islam… Bahkan Rasulullaah Muhammad SAW pun… akan memotong tangan Fatimah… jika putri kesayangannya itu mencuri… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISLAM… Risalah dengan karakteristik istimewa… Rabbaniyyah… Insaniyah… Syumul… Al wastthiyyah… Al waqi’iyyah… dan Wudhuh… Ingin tau apa itu…?? Kenali Islam... Lebih dalam... ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-6472823527461929175?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/6472823527461929175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/hukumuhukumku.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6472823527461929175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/6472823527461929175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/hukumuhukumku.html' title='Hukumuhukumku...'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-1959583594613606597</id><published>2009-11-17T06:04:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T06:36:36.829-08:00</updated><title type='text'>Loosing Control...</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHPMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hufft… Apa pula nih… Rasa gerah dengan hal yang satu niy… Entah dari mana datangnya… Tiba-tiba dia hadir di hari-hari belakangan…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pagi… Kadang tak bersemangat.. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ke sekolah dengan hati agak gundah. Merasa bersalah… memaksa rekan dan teman-teman kecilku untuk berjumpa dengan senyum lumayan palsu… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dhuha… Sudah beberapa kali menguap… senandungku tak berirama. Nyanyianku… seperti tanpa nada. Teman-teman kecilku… hanya mendapatkan sedikit pujian dan buanyaaaaaak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kali kudiamkan… Diriku… yang biasanya… paling memaklumi perilaku para usia dini… hari ni… mudah pecah dengan suara tenor… Pujian tanpa reward stempel dan bintang… (walaupun… stiker memang habis dan partnerku sayang sedang sakit… sehingga hari ni cukup menguras energi)… pula teguran yang… cukup tajam… Walaaah… Maafkan ya sayang… -_-&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Siang… &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; les nih… Murid cuma dua… yang biasanya bisa kubuat heboh… hari ni… ‘silent class’… Kering bak gurun sahara tanpa oasenya… Mereka berdua pasti merasa bahwa hari ini… adalah… Hari yang aneh… Sekali lagi… maafkan… -_-&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Petang… Alhamdulillaah… perasaan agak cerah… Langit hati terkikis mendungnya… Meskipun… belum kembali seperti biasa… Tapi memang mesti semangat… karena… petangku adalah… perjuangan lompat-melompat… dari tempat yang satu ke tempat yang lain… Dari satu agenda ke agenda yang lain… Yaa Allaah… Kuatkan aku… -_-&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Malam… Harus terbiasa… pulang bersama bulan… Kemudian jumpa dia di setiap lampu merah… Oh bulan… terima kasih telah menghangatkan pandangku… Hingga lumer penat bersama pendar perakmu…&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yaa Allaah… Kutau… kuat itu pada jiwa… semangat itu pada hati… Aku tak ingin lemah… Maka kupinta padaMU kuat… Tak mau ku rapuh… maka kuminta dariMU perkasa… Kokohkan aku yaa Allaah… Agar diri tak lepas kendali… Loosing control lagi… Amiiin… &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-1959583594613606597?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/1959583594613606597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/loosing-control.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1959583594613606597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/1959583594613606597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/loosing-control.html' title='Loosing Control...'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-4593051700583189747</id><published>2009-11-15T10:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T11:18:13.249-08:00</updated><title type='text'>(SEO) Kenali dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang</title><content type='html'>Hmm... Judul yang masih membingungkanku... Lomba yang masih membuatku bertanya-tanya... "Apaan sih...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba yang menurutku... cukup keren. Walaupun... sekali lagi, diriku ga ngerti... Dan diyakinkan lagi... bahwa lomba ini ga perlu dimengerti... hehehe... lucu... dunia internet yang masih berada dalam zona 'ketidaktauanku'...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengen bisa internet tu dah lamaaaaaaa.... tapi karena jauh dari fasilitas bernama komputer... jadilah... baru ku akrab dengan dunia maya... sekitar... berapa yaa... setahun kali yeee... lupa... Masalahnya... kalo baru kenal tu.... jadi kayak orang desa yang ngeliat gedung tinggi... Mendongak bingung... kagum... gembira... malu... campur aduk jadi satu... dalam gado-gado rasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah diriku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertamakali... mengenal Multiply... diajarin sama adek... Pun baru kuketahui... orang menyebutnya dengan MP... Sebelumnya... tentu saja diriku buka akun yahoomail...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Multiply yang ga keurus... Melompat langsung ke Facebook... Walaaaaah... keasikan euy... sampai-sampai... sempat jadi candu... (malu... -_-) Ditengah kendali diri yang mulai kembali... Dikomporin teman-teman... buat grup tentang guru TK... Setelah dibuat... USIA DINI... sempat diurus dengan hanya mengundang teman, biar anggotanya  nambah... (itupun... hasil ngilmu dari Budi... 'Stop Facebook Saat Adzan') Walhasil... anggota nambah... Beuh... Baru kepikir setelahnya... bikin grup... berarti... nambah sibuk... Semakin anugrah bertambah... maka makin berat amanah... Dibuat sendiri... Tanggung sendiri... Belum dimanage dengan baik... nambahin pusing diri sendiri... dengan bikin grup baru dari akun Facebook yang berbeda... maka hadirlah amanah yang lain... PENGEN BISA NULIS... Alhamdulillaah... ga terlalu sering ngundang-ngundang... grup kedua ini, cukup digemari... meskipun si admin... seringkali raib ditelan kesibukan... Seraya mengurus Facebook... Bikin pula Wordpress... Sampai saat ini... Blog Wordpress-lah yang menjadi amanah paling tak terurus... -_-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut pelatihan internet...&lt;br /&gt;Maka... taraaaaaa... inilah blog-ku yang baru... BIG HEART... Semoga bisa terlaksanakan dengan baik... terpelihara untuk tetap lurus... terjaga agar terus istiqomah... Amiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target selanjutnya adalah... hehehe... pengen mengenal SEO lebih dekat... kayaknya asik tuh... sesekali bisa ikutan lomba di dunia maya... Atau... ada ya... lomba selain SEO... Dunia maya... asiknya... luar biasa... Tapi... perlu memegang tali kendali lebih erat lagi... supaya dunia nyata... tak kalah asik dan serunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlomba terus dalam kebaikan... Semoga Allaah ridho... Amiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-4593051700583189747?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/4593051700583189747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/kenali-dan-kunjungi-objek-wisata-di.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4593051700583189747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4593051700583189747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/kenali-dan-kunjungi-objek-wisata-di.html' title='(SEO) Kenali dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-7317900868759841106</id><published>2009-11-13T19:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T20:28:54.828-08:00</updated><title type='text'>Lupa Ujung Ayatnya...</title><content type='html'>Gimana sih rasanya 'first time'....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal apapun, mungkin selalu ada kondisi ini... Perut rada mules, jantung berdebar tak terkendali, kaki agak gemetar ga bisa didiamkan, suara mejadi serak, keringataaaaaaaaaaaaaan... basah... hehehe... Atau tidak semua begitu ya... Diriku sendiri aja?? -_-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, first time-ku selalu begitu... Mau jalan, tilawah di depan orang, jadi instruktur outbound... pokoknya semua deh. Hampir semua jurus dikeluarkan untuk menghilangkan grogi ini. Dari menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya, minum dan makan, bersenandung, berdzikir... Ya Allaah... ga pergi juga ni grogi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pekan yang lalu, ditawari ma kepala TK tempat ngajar, buat ngisi di sebuah stasiun televisi lokal. Kepede-an, jawabnya "Iya bu." Walaaah... saat itu, lupa mengukur diri dan rasa grogi. Dan selama dua pekan. Terlupakanlah tawaran itu. Dua pekanku berjalan.. baik-baik saja. Hingga... dua hari yang lalu, sang kepala TK mengingatkanku kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu Fian... Hari Sabtu nanti, ngisi di TV ini ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bak petir di siang bolong (lebay buanget)... diriku kaget get get... "Jadi ya bu..?" dengan sikap pura-pura O2N...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya iyalah bu Fian.." Jawab kepala TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUBRAAAKK... !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelimpungan... panik mode on... Sibuk nyari materi... Setiap teringat waktunya yang makin dekat... dag dig dug ga karuan... Yaa Allaah... Mudahkan... Jangan beri kesulitan... Do'a itu saja yang menjadi dzikirku selama detik-detik yang kian sampai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan... Hari ni...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali harus bertemu si first time... juga mesti bergulat lagi dengan si grogi... Huwaaaa... Ternyata dia masih ada di diriku... Dari pagi... Berulang-ulang, kubaca materi yang sudah kusiapkan. Hmm... Yaa Allaah... Merasa tak siap juga... Dan ringtone HP mengagetkanku dari keseriusan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salam'alaykum.. dengan bu Fian..?" Tanya sebuah suara di seberang sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya betul.." Jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu, saya Arti... Siaran dimajukan setengah jam ya." Suara halus itu, menjadi petasan-petasan yang meledak di telingaku. (Lebay lagi...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera bersiap dan akhirnya meluncur ke studio...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita... Masuk di studio...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menatap kamera... dia berubah jadi monster hitam yang menyeramkan. Menatap kru studio... bak para alien yang berusaha bersikap ramah padaku... merasakan wireless di tubuhku, seperti ular kecil yang mengerikan... Hufft...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siaran LIVE...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Arti membuka siaran... Kemudian menyerahkannya padaku... Awalnya cukup baik... Tapi, masuk di sebuah ayat... An Nahl 78... Diriku hafal benar ayat ini... entah mengapa... ujung ayat itu... tak keluar dengan bunyi yang seharusnya... (Waaaaaaaaa... menjerit dalam hati) Ga bisa diulang lagi... Yaa Allaah ampuni aku... Berusaha menenangkan diri yang hampir kehilangan kendali... Alhamdulillaah... Allaah menenangkanku... Maka selanjutnya... adalah lancar... Dua telpon interaktif... menghiasi siaran hari ini... Tak disangka, salah satu penelpon adalah mama Farhan... Ibu dari muridku... Hehehe... Makasih ya bu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My first time... Semoga termaafkan... Semoga termaklumi... Terimakasih Allaah... kau beri aku pelajaran lagi... Kau selalu tau... bagaimana mendewasakanku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-7317900868759841106?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/7317900868759841106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/lupa-ujung-ayatnya.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7317900868759841106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/7317900868759841106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/lupa-ujung-ayatnya.html' title='Lupa Ujung Ayatnya...'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9197592092401127880.post-4818392398207562619</id><published>2009-11-09T23:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T00:13:02.648-08:00</updated><title type='text'>Hidup... Perlu hati yang besaaaaar...</title><content type='html'>Terbersit...&lt;br /&gt;Kita hidup... seperti dalam sebuah perjalanan. Yang sangat panjang. Perlu bekal yang sungguh tak main-main dalam perjalanan yang satu ini. Minuman berupa ilmu... Makanan berupa amal... Dan sandang... berupa hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minuman bernama ilmu... bukan hal sepele... seperti halnya minuman pada umumnya... ia menghilangkan dahaga. Mengganti cairan yang dikeluarkan oleh tubuh melalui rutinitas. Rutinitas, yang bagi sebagian orang, mungkin akan menjemukan... melelahkan... dan seperti sebuah roda, yang tak kan berhenti berputar. Ia harus cukup. sehingga saat dahaga itu datang, kita bisa memanfaatkannya... Perjalanan bernama hidup... di mana kan banyak hal yang mungkin tidak kita kenali dengan baik. Akan ada sekian banyak kejutan, yang tidak pernah kita sangka. Dengan minuman bernama ilmu inilah, setidaknya kita punya sedikit persediaan pengetahuan. Akan seperti apakah perjalanan ini ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan panjang ini... akan menuju sebuah ujung... yang selalu kita inginkan. Dan semua manusia impikan. Yaitu, kebahagiaan... Jika manusia yang hidup... pada waktu-waktu makannya.. selalu sampai pada hal yang disebut kenyang... Maka kenyang itulah... kebahagiaan dalam perjalanan ini... Dan hal yang akan mengenyangkan kita dalam perjalanan ini, adalah amalan... Amal ini akan di olah oleh gigi-gigi pikir kita... dipilah oleh hati kita... dan dikerjakan oleh anggota tubuh kita... Inilah yang menjadikan manusia menemukan kenyang... Yaitu... kebahagiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hati... adalah bekal paling urgen dalam perjalanan ini... kita akan bertemu banyak kendaraan yang menyemburkan genangan air ke pakaian kita. Kita akan melihat banyak sampah di jalanan. Kita akan bertemu banyak hal... baik dan buruk, yang perlu menjadi perhatian bagi kita. Pula dalam perjalanan ini, akan bertemu orang-orang yang tak sebaik harap kita. Tak seindah mau kita. Tak sebagus ingin kita. Dan juga akan banyak batu, yang menjadi sandungan. Lubang yang menganga-kan cobaan. Inilah saatnya, kita buka hati kita. Bekal yang satu ini, mestinya sangat besar. Sehingga cukup menjadi wadah bagi masalah. Hati yang besar... akan menjadikan kita tangguh dalam perjalanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginnya kita... semua berjalan baik-baik saja. Namun, mengaku beriman tanpa melalui ujian... adalah kebohongan besar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, kitalah pemilik hati besar dalam perjalanan ini... Sehingga meski sekotor apapun pakaian kita oleh percikan air dari kendaraan yang lewat. Tak kan membutakan pikir kita dengan caci membabi buta. Sesering apapun kita tersandung pada batu-batu yang berserakan. Kita masih bisa tersenyum, tanpa kecewa tiada tara. Amiiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sahabat... kita menjalani hidup ini... dengan berbesar hati...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9197592092401127880-4818392398207562619?l=fianigee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianigee.blogspot.com/feeds/4818392398207562619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/hidup-perlu-hati-yang-besaaaaar.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4818392398207562619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9197592092401127880/posts/default/4818392398207562619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianigee.blogspot.com/2009/11/hidup-perlu-hati-yang-besaaaaar.html' title='Hidup... Perlu hati yang besaaaaar...'/><author><name>Afiani Gobel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10313311958440729190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_v5UohaQ9ukg/SvkhAUWWGfI/AAAAAAAAAAM/rNyK_wu8Nos/S220/free.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
